Perangkat Ajar Informatika KurMer

Tahun ajaran baru ini saya mengampu mapel Informatika untuk semua kelas X, yang artinya saya mengajar 8 kelas. Tahun ini saya tidak mengajar PKWU. Untuk mapel informatika saya masih mencari tahu format yang sesuai untuk siswa saya. Namun karena perangkat ajar tetap harus dibuat maka baiklah yuk kita bikin :). Saya akan membagikan perangkat ajar Informatika yang saya susun merujuk dari buku teks kementerian. Jadi, tentu saja modul ajarnya berdasarkan buku teks informatika dari kementerian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi ya. Untuk buku teks informatika tersebut dapat diunduh di laman SIBI di sini.

Saya simpan di sini supaya mudah diakses kapanpun dan dimanapun jika sewaktu-waktu membutuhkan. Perangkat fisiknya sih sudah dikumpulkan di sekolah :).

Modul ajar, sama seperti ketika saya membuat RPP dulu, menjadi panduan ketika mengajar. Saya biasanya bikin coretan di RPP. Tujuannya buat catatan saja sampai dimana materi bisa tersampaikan dan apa yang harus diperbaiki. Kalau sekarang saya ketik catatan itu di note di smartphone atau di kertas coret-coretan atau di blog :). Catatan itu bisa menjadi perbaikan untuk saya mengajar di tahun berikutnya. Langkah ini bisa membantu saya juga ketika menulis buku teks. Itu sebabnya saya lebih suka membuat perangkat ajar sendiri.

Modul ajar ini sepenuhnya masih mengikuti isi buku teks dari kementerian. Walaupun pada praktiknya, utamanya di semester genap saya melakukan beberapa modifikasi. Modifikasi ini belum tersampaikan di modul ajar. Tapi kalau mau melihat karya siswa saya untuk praktik lintas bidang tahun ajaran lalu bisa mampir ke blog saya yang lain di sini ya.

Berikut perangkat ajar (Prota, Promes, Modul Ajar, ATP) mapel informatika dengan referensi buku dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, buku Informatika SMA Kelas X, Mushthofa dkk. Silakan unduh di sini.

  1. Prota
  2. Prosem
  3. Modul Ajar
  4. ATP

Proyek 1: Micro:bit dan Scratch

Sebenarnya sudah lama mendengar tentang micro:bit, tetapi mungkin karena nggak ada sesuatu yang ‘memaksa’ rasa keingintahuan maka biasa aja :). Nah, momen penasaran tiba karena ya tiba-tiba pengin coba aja… hehe. Dan, gayung bersambut karena ternyata suami punya si mikro:bit ini. Dia beli versi pertamanya dari BBC Micro:bit sekitar tahun 2015. Untuk harga micro:bit saat itu kalau dikurs ke rupiah sekitar 100 (nggak lebih dari 200K). Sekarang, micro:bit bisa dibeli melalui marketplace seperti tokopedia, dan lain-lain. Kisaran harga 200-400K. Untuk kabel power saya menggunakan kabel yang biasa dipakai untuk sambungan ponsel ke laptop. Dan, tentu saja program Scratch. Yuk, kita mulai.

Projek 1: Button

Alat: Micro:bit, kabel sambungan ponsel ke laptop, program Scratch (situs).

Langkah-langkah:

  1. Sambungkan kabel dari microbit ke laptop.
  2. Agar microbit dapat berkomunikasi dengan Scratch, masuk ke laman berikut, di sini. Ikuti saja langkah-langkah yang disarankan di sana.
  3. Berikutnya, mulai membuat programnya.
  4. Ini adalah video hasil percobaan membuat program pertama dengan Micro:bit.
  5. Kalau pakai baterai, bisa lebih leluasa. Kita bisa membuat robot atapun projek sederhana lainnya. Ada banyak video menarik untuk membuat projek-projek menggunakan Micro:bit di internet.
  6. Selamat mencoba.

Modul Ajar Informatika

Berikut adalah modul ajar dan slide untuk pertemuan pertama mata pelajaran Informatika kelas X.

Untuk bab awal sebagai pengenalan yaitu tentang Informatika dan Keterampilan Generik. Teks yang berwarna merah itu tandanya akan saya jelaskan pada saat pengerjaan tugas kelompok dimulai. Minggu pertama ini saya isi dengan slide Informatika dan Keterampilan Generik. Model pembelajaran yang digunakan adalah tanya jawab dan permainan. Saya terbiasa melakukan tanya jawab ketika mengajar. Untuk mendorong keberanian mereka menjawab dan bertanya saya memberikan skor untuk setiap anak yang berpartisipasi di KBM. Selanjutnya, saya berikan materi dari elemen pertama, yaitu Berpikir Komputasional.

Nah, untuk BK ini, karena siswa saya kebanyakan belum memiliki pengetahuan mengenai informatika, maka di Tujuan Pembelajarannya saya tambahkan satu materi yaitu: memahami penerapan konsep berpikir komputasional (dekomposisi, abstraksi, pola, algoritma). Berikut ini adalah modul ajar yang telah saya perbaiki kembali (hehehe, duh direvisi melulu ya? 🙂 ) dan slide presentasi untuk menjelaskan kepada siswa. Semoga bermanfaat.

  1. Modul ajar informatika, update 19 Juli 2022. Klik di sini.
  2. Slide Informatika dan Keterampilan Generik. Klik di sini juga.
  3. Slide Berpikir Komputasional. Klik di sana ya.

Modul Ajar PKWU Kelas X – Kurikulum Merdeka

Tujuan Pembelajaran (TP) yang ada di dalam modul ajar ini saya coba buat sendiri. Saya buat satu untuk aspek kerajinan. Untuk lainnya nanti cukup menyesuaikan dengan aspek yang akan dipilih, karena CP nya sama. Bapak Ibu boleh memodifikasi, silakan nanti bisa menyesuaikan dengan kondisi di lingkungan sekolah masing-masing. Semoga membantu teman-teman yang akan mulai mengampu mata pelajaran PKWU menggunakan kurikulum merdeka.

Semoga bermanfaat.

Update:

Insya Allah file akan saya upload di blog setelah saya revisi kembali ya Bapak Ibu. Kemarin masih ada yang kurang tepat. Sabar ya 🙂

Modul Ajar Informatika Kelas X Kurikulum Merdeka

Libur sebentar lagi usai, dan tahun ajaran baru akan segera dimulai. Sambil menyelesaikan naskah buku mari siapkan juga modul ajar biar nggak menumpuk nanti tugas-tugas :). Jadi, ini modul ajar untuk informatika SMA Kelas X. Tentu berbeda dengan modul ajar yang dibuat sebelumnya, setelah dilakukan evaluasi sendiri… hehehe. Ini pun rasanya bukan yang final juga karena bisa saja di perjalanan dalam pembelajaran nanti kita menemukan ide dan gagasan yang lebih menarik.

Sementara, baru model ini yang melintas di benak. Oya, saya menggunakan TP yang sudah ada dari pemerintah. Bapak Ibu bisa menandai TP yang misalnya tidak tercapai sehingga bisa jadi catatan dan strategi mengajar kita di tahun ajaran berikutnya.

Silakan lihat di sini. Saya buat dalam format movie ya karena ada contoh video karya siswa.

update: like i said before, this modul is not finally yet. Always changing :).

Untuk contoh aplikasi game karya siswa bisa diunduh di sini.

Pembekalan Implementasi Kurikulum Merdeka

Setelah mengikuti pembekalan secara daring selama 4 hari, selain tugas presentasi, dan lain-lain maka tugas akhirnya adalah pembuatan video. Video ini berisi implementasi praktik baik yang telah dilaksanakan oleh Guru.

Mengajar informatika merupakan tantangan tersendiri buat saya. Pertama, informatika adalah mata pelajaran baru. Informatika bukan TIK. TIK adalah salah satu bagian dari Informatika. Di dalam informatika masih ada materi lainnya seperti Sistem Komputer, Dampak Sosial Informatika, Algoritma Pemrograman, Analisis Data, dan JKI.

Kedua, sarana dan prasarana juga merupakan satu hal yang harus bisa disiasati. Selain, bagaimana meramu 8 dimensi yang ada di dalam mata pelajaran informatika ini agar menjadi mudah dipahami oleh siswa. Mirip pertama kali saya mengajar PKWU, saya perlu banyak mengumpulkan bahan referensi dan membaca. Jadi, setelah beberapa kali pertemuan (dan nyaris di pertemuan akhir) saya memutuskan untuk mengikuti saran bu Rosa dan bu Inge (saran yang saya peroleh pada saat mengikuti Kurasi Perangkat Ajar) untuk mengemas materi dalam bentuk mini proyek. Memang belum sempurna dan barangkali juga belum patut dikatakan mini projek (saya masih trial and error) saya berusaha menerapkan mini proyek ini sebagai penguatan pemahaman konsep dari 4 dimensi yang telah saya ajarkan. Saya tidak tahu apakah langkah ini cukup efektif, tetapi saya berharap cara ini sedikitnya dapat membantu mereka.

Jadi, inilah yang saya lakukan. Semoga bermanfaat untuk Bapak Ibu Guru Informatika.

https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/24072?from=share

Tidak ada yang tidak bisa selama kita terus belajar, ya kan? 😀

Review Buku Teks Kurikulum Merdeka

Alkisah :), tanggal 19 s.d 22 mei lalu saya mengikuti kegiatan review buku teks kurikulum merdeka dari badan standar, kurikulum, dan asesmen pendidikan pusat perbukuan, kemendikbudristek. Saya mendapat tugas untuk mereview buku teks untuk panduan guru mata pelajaran PKWU aspek rekayasa untuk kelas X.

Tugas saya di sini adalah memberi masukan untuk buku teks mata pelajaran PKWU yang akan diterbitkan oleh kementerian, dari sudut pandang seorang Guru. Tidak hanya Guru, tetapi ada profesi lain yang terlibat di dalam kegiatan ini, antara lain editor, ilustrator, dan lain-lain.

Saya tidak tau apakah kegiatan seperti ini sebelumnya telah ada. Atau barangkali baru kali ini KemendikbudRistek melibatkan banyak komponen, termasuk Guru (yang paling berperan menggunakan buku tersebut kelak) untuk menilai buku teks yang akan mereka luncurkan. Tentu kami harus membaca buku tersebut sebelum bisa memberikan penilaian, itulah sebabnya kegiatan ini berlangsung cukup lama, 4 hari.

Komponen apa saja yang dimasukkan ke dalam penilaian? Banyak sih. Mereka sudah menyediakan format instumen yang harus kami isi, dari norma, materi, sampai apakah buku tersebut bisa membantu Guru mengimplementasikan pembelajaran disertai alasan, saran serta halaman yang dikritisi. Hal ini akan membantu dan mempermudah penulis untuk memperbaiki buku tersebut.

Tentunya bukan tugas yang mudah ya. Saya harus bolak-balik membaca, dan yang paling utama menurut saya adalah pemahaman pada penggunaan CP dan TP. Kenapa CP dan TP? Ya, karena buku yang kami review adalah buku teks Kurikulum Merdeka. Dengan demikian pemahaman tentang CP dan TP itu merupakan sebuah keharusan. TP bisa jadi berbeda untuk setiap orang, dan itu adalah hak seorang Guru atau dalam konteks ini adalah penulis. Namun demikian, penting untuk dipahami juga adalah bagaimana menuliskan TP secara runtut dan sistematis agar mudah dipahami dan pada akhirnya menuju kepada kompetensi akhir yang akan dicapai siswa.

Kesan saya terhadap kegiatan review buku teks:

Barangkali beberapa masukan atau kritik yang diterima penulis bisa jadi tidak mengenakkan. Tetapi, itu lah tantangan seorang penulis. Seorang penulis harus memiliki hati yang lapang dan luas untuk menerima segala kritik dan masukan untuk karya-karyanya. Gampang sih ngomong… hehehe. Tetapi saya merasakan hal itu juga kok :). Terkadang, kritikan yang pahit itu bisa jadi pendorong bagi kita untuk lebih banyak dan semangat belajar lagi. Btw, review buku ini membantu penulis juga loh, karena pengecekan link atau alamat situs yang broken dapat terdeteksi, demikian juga dengan kesesuaian bahasa dan kesalahn penulisan serta lain-lainnya.

Above all, saya mengapresiasi sangat kegiatan ini. Nggak terbayangkan PuskurBuk terbuka untuk kegiatan serupa ini. Semoga dengan kolaborasi dari semua komponen masyarakat akan lahir buku-buku teks yang berkualitas dan bisa membantu Guru serta siswa mengimplementasikan pembelajaran dengan lebih baik.

Memahami Kurikulum Merdeka

dari Penguatan Proyek dan Profil Pelajar Pancasila.

Apa yang membedakan kurikulum Merdeka dengan kurikulum sebelumnya? Dari persepsi saya, kurikulum Merdeka memberikan penguatan pada proyek dan Profil Pelajar Pancasila. Mengapa? Karena pada pengerjaan proyek maka siswa belajar memahami kualitas ataupun karakter dan kompetensi yang harus mereka bangun, seperti Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia; Berkebinekaan Global, Bergotong Royong, Kreatif, Bernalar Kritis, Mandiri yang kesemuanya terangkum dalam 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila. Dari sini jelas, bahwa tujuan pendidikan yang ingin diraih adalah membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, namun memiliki sikap dan karakter mulia.

Bicara tentang proyek, saya yakin guru tidak asing dengan strategi pembelajaran berbasis proyek. Saya juga meyakini sebelum adanya kurikulum Merdeka, ada banyak guru yang mengajarkan Pembelajaran Berbasis Proyek. Guru-guru ini paham bahwa mengajar memerlukan strategi. Strategi pembelajaran untuk materi satu dengan materi lainnya tidaklah sama. Ada kalanya materi A bisa dijalankan dengan ceramah, namun mungkin diskusi lebih cocok untuk materi B, dan seterusnya. Itu sebabnya ada banyak strategi pembelajaran yang bisa digunakan guru. Ada Project Based Learning, ada Problem Based Learning. Selain itu, guru juga bisa menggunakan berbagai teknik mengajar, seperti design thinking, gamifikasi, flipped classroom, self learning, free online learning tools, social media, dan lain-lain. Guru bahkan bisa mengembangkan atau mengadopsi teknik-teknik dari berbagai bidang untuk diujicobakan pada cara mereka mengajar. Salah satu contoh adalah design thinking. Design thinking awalnya adalah pemikiran yang digunakan oleh para seniman untuk menghasilkan sebuah karya. Kemudian design thinking diterapkan di dunia bisnis dan kemudian berkembang di dunia pendidikan. Berbagai strategi dan teknik mengajar ini sayangnya tidak banyak dilakukan oleh guru. Mengapa? Untuk mencoba berbagai hal ini tentu saja guru harus memiliki sumber referensi bacaan yang banyak. Kalau tidak sempat membaca bagaimana? Sekarang ini ada banyak cara kita untuk belajar, bisa tengok youtube, membaca blog para guru dari seluruh belahan dunia, belajar dari rekan sejawat melalui berbagai komunitas.

Nah, kurikulum Merdeka ini menurut saya adalah cara mas menteri memberikan contoh strategi pembelajaran berbasis proyek melalui 7 tema proyek. Harapannya (mungkin), jika guru sudah terbiasa menerapkan pembelajaran berbasis proyek ini maka guru akan terinspirasi menerapkan PBL ini pada mata pelajaran yang mereka ampu.

Saat ini, belum banyak penerapan strategi pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran. Ketika membahas proyek maka sebagian besar kita merujuk kepada 7 tema besar proyek di dalam kurikulum Merdeka. Padahal barangkali kita lebih membutuhkan bagaimana menerapkan mata pelajaran kita ke dalam pembelajaran proyek, atau malah problem based learning? Strategi atau teknik pembelajaran efektif apa yang bisa kita berikan kepada siswa untuk mereka memahami materi yang kita ajar? Yuk, kita belajar sama-sama 🙂

Kurasi Perangkat Ajar

Jadi, ceritanya saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Teknis Kurasi Perangkat Ajar yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek pada tanggal 20 Oktober 2021. Ikut ini nggak sengaja aja, dikirimi link tentang seleksi calon mitra kurasi perangkat ajar dari kawan di komunitas penulisan. Deadlinenya mepet banget, tapi coba aja lah. Alhamdulillah terpilih. Nah, selama kurang lebih 3 hari kami memperoleh pemahaman mengenai kurikulum Sekolah Penggerak dan juga bimbingan seputar pembuatan perangkat ajar kurikulum sekolah penggerak sesuai mata pelajaran yang dipilih. Output yang ingin diperoleh dari hasil pelatihan adalah modul ajar (harapannya sih modul ajar dengan konten yang berbeda dari buku teks yang telah tersedia). Namun, namanya juga rata-rata kami baru adaptasi dengan kurikulum ini dan sebelumnya pun masih banyak informasi yang missed, maka panduan yang kami gunakan tentu saja buku teks dari kementerian.

Apapun itu, saya merasa beruntung sebenarnya karena banyak pelajaran yang saya peroleh. Seperti yang sempat saya tanyakan bagaimana mengantisipasi siswa yang belum pernah memperoleh pengetahuan tik atau informatika sama sekali (Oya, karena saya mengampu mata pelajaran informatika, jadi tentu saja yang saya tanyakan berkaitan dengan mapel saya ya.. hehehe). Bu Inge bilang, kita boleh membuat modul ajar transisi. Modul ajar transisi ini bisa diambil dari materi yang ada di jenjang SMP. Solusi lainnya adalah mengintegrasikan materi dalam sebuah projek. Bentuknya sendiri boleh mini projek. Atau projek besar, yang di dalam mapel informatika sendiri untuk projek ini ada di dalam elemen yang terakhir yaitu Praktik Lintas Bidang (PLB). Kalau Bapak Ibu ingat, ada 7 elemen dalam mapel informatika, yaitu Berpikir Komputasional (BK), Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Sistem Komputer (SK), Jaringan Komputer dan Internet (JKI), Analisis Data (AD), Algoritma dan Pemrograman (AP), Praktik Lintas Bidang (PLB). Nanti akan saya share template untuk projek (ini sifatnya nggak baku ya, hanya sebagai gambaran saja).

Nah, saya jadi terpikir menugaskan siswa membuat mini projek. Beberapa pilihan mini projek antara lain adalah membuat sistimatika penulisan pada makalah (membuat daftar isi, daftar tabel, menyisipkan grafik, dll), membuat video presentasi (konten bisa dipilih berdasar materi yang sulit mereka pahami), atau membuat rekaman suara menggunakan platform audio.

Oya, untuk tujuan pembelajaran pada dasarnya adalah silakan mengembangkan sendiri menyesuaikan dengan CP yang diberikan dari pusat. Mau mengikuti TP seperti yang telah disediakan oleh pusat juga ya monggo-monggo aja. Walalupun sebenarnya yang mengetahui kemampuan peserta didik di sekolah adalah Bapak/Ibu sendiri. Sebagai tahap awal dan belajar, nggak ada salahnya menggunakan tujuan pembelajaran yang disediakan dari kementerian. Sambil berjalan bisa dilakukan evaluasi dan siapa tau nanti jadi modul ajar versi kita sendiri, iya kan? 🙂

Untuk semester genap bagaimana? Mari kita pikirkan nanti ya 🙂

  1. Struktur Kurikulum
  2. Panduan Pembelajaran dan Asesmen
  3. Format Projek Mapel Infomatika (Bukan format projek tema ya)

KBM Sekolah Penggerak

Rekan-rekan sejawat, kegiatan belajar mengajar saya bersama siswa seperti biasa saya dokumentasikan di dalam blog saya satunya, bisa dilihat di sini. Di sana berisi tulisan kegiatan dan pendekatan yang saya gunakan ketika berinteraksi bersama peserta didik. Namun saya tidak rutin mengisinya dikarenakan kesibukan yang juga cukup padat ya :). Tetapi sebisa mungkin saya usahakan untuk selalu menulis, entah di blog itu atau di sini atau blog lainnya atau juga dimana-mana… hehe.

Jika ada yang bermanfaat silakan diambil, gratis kok ;-). Saran dan kritik pun dipersilakan.