Mesin Waktu

Apakah mesin waktu itu sesuatu yang masuk akal?

Waktu tidak berjalan mundur. Jika mesin waktu ada bukankah itu artinya berlawanan dengan pernyataan di atas? Stephen Hawking selalu menyatakan bahwa mesin waktu itu tidak mungkin. Nah, pernah mendengar cerita mengenai seorang kakek? Saya pernah menulisnya di sini.

Mesin waktu menurut Igor Novikov adalah sesuatu yang masuk akal. Bagaimana mungkin?
Dalam buku Kisah Unik Ilmuwan Dunia, penulis buku mengisahkan seperti ini: (dikutip dari blog penulis di sini dan review bukunya saya tulis di sini.

“Hawking selalu menggunakan paradox mesin waktu sebagai berikut: Kalau Kip Thorne bisa kembali ke masa lalu, maka ia bisa menembak kakeknya, dan mengakibatkan orangtua Kip tidak bisa lahir, dan mengakibatkan Kip tidak mungkin ada, sehingga tidak ada yang menggunakan mesin waktu itu untuk menembak kakek Kip, sehingga kakek Kip tetap hidup, sehingga ….dan seterusnya.

Misalkan, kata Igor, kita punya dua lubang, A dan B. Benda yang masuk ke lubang b akan keluar dari A di masa lalu, kira-kira satu detik sebelumnya. Sekarang kita tembakkan bola masuk B, tapi waktu keluar dari A (satu detik sebelumnya), dia kita usahakan untuk menabrak bola yang akan masuk B itu, sehingga dia tidak berhasil masuk lubang B. Apa yang terjadi?

Menurut kalkulasi Igor, yang terjadi adalah bahwa bola 1 (yang kita lempar) tidak akan terkena bola 2 (yang keluar dari A) secara frontal. Kedua bola bersentuhan, namun agak miring, sehingga bola 1 masih bisa masuk B, tapi dalam posisi agak miring, sehingga keluar dari A (sebagai bola 2) masih agak miring, sehingga menabrak bola 1 dalam posisi tidak frontal, sehingga bola 1 masuk lubang B dalam posisi agak miring. Seberapa jauh pun kita menggeser arah penembakan B, selalu resultan (yang dihasilkan) sejarahnya adalah bahwa bola 2 yang keluar dari A akan mengacaukan rencana kita sehingga bola masuk lubang sesuai arah sejarah yang menentukan bagaimana bola harus keluar dari A. Sejaran tetap tunggal, tidak ganda.

Tapi bagaimana kalau misalnya bola dimuati dengan bom. Kalau kena sentuhan sedikit, dia akan meledak, sehingga tidak bisa masuk lobang. Kalau kita masukkan bom ini ke lobang B, dia akan keluar dari A sedetik sebelumnya sebagai bom-2, dan entah menabrak entah menyenggol si bom-1, dia akan menghancurkan bom-1 dan membuatnya tidak bisa masuk lobang, dan mencegahnya menabrak dirinya sendiri. Gitu? Nggak gitu, kata Novikov.

Bom kita lembar ke lobang B. Tapi, hey, sebelum masuk ke B, ada pecahan benda keluar dari lobang A. Pecahan apa tuh? Nggak tau. Tapi dia menabrak bom kita, lalu menyebabkannya meledak, blarrrr, dan salah satu pecahannya masuk ke lobang B, lalu keluar sedetik sebelumnya dari A, dan ternyata pecahan itu lah yang menyebabkan bom kita meledak.

Semakin rumit percobaan kita, semakin rumit efek yang dibuat ‘alam’ untuk membuat sejarah (matematis) itu jadi kenyataan fisika. Mesin waktu jelas masuk akal, kata Novikov, dan sejarah berjalan terintegrasi dengan adanya mesin waktu itu.

Terus gimana dengan Kip yang menembak kakeknya di masa lalu? Kata Igor, Kip bisa ke masa lalu, tapi akan/telah selalu gagal membunuh kakeknya. Kalaupun berhasil, barangkali di waktu yang salah, waktu ortu Kip sudah ada di dalam kandungan.”

Jadi, secara teoritis perjalanan waktu dapat dilakukan. Namun kita tidak tahu akibat yang ditimbulkan dari pengacauan waktu tersebut. Perhitungan di atas adalah spekulasi yang didasarkan atas permodelan belaka.

Bintang di Langit

Setelah berpusing-pusing dengan kurikulum 2013 dan membacai flowchart sekarang main-main dulu dengan bintang. Di kota seperti Jakarta ini sulit sekali mendapatkan pemandangan langit cerah dengan taburan bintang. Namun, sesekali tampak juga cerlang satu dua bintang. Kalau sedang kangen dengan bintang-bintang itu, telepon genggam akan menjadi andalan saya. Dengan aplikasi program Google Sky kita bisa mengetahui nama bintang dan rasi bintang pun planet serta informasi lain seputar benda-benda langit. Oya, untuk mengunduh Google Sky Anda harus menggunakan telepon genggam bersistim operasi Android. Setelah program diinstal dan GPS diaktifkan, maka arahkan telepon genggammu ke arah langit. Di layar telepon genggammu akan muncul berbagai informasi mengenai benda-benda langit, seperti: nama bintang, planet, serta bentuk rasi bintang. Kalau langit cerah akan menyenangkan sekali mengetahui benda-benda langit yang ada di sana itu.

Di buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata pernah disinggung mengenai peranan bintang sebagai penunjuk arah. Kalau tidak salah sewaktu Lintang membantu ayahnya melaut. Sejak jaman dahulu masyarakat kita menggunakan bintang sebagai penunjuk arah. Cahaya bintang yang berkelap-kelip memang memudahkan kita untuk menandainya. Penentu arah ini dapat berupa rasi bintang atau bintangnya sendiri. Rasi bintang adalah sekumpulan bintang-bintang yang letaknya berdekatan dan saling membentuk sesuatu.

Ingin tahu rasi bintang apa saja? Yuk, kita lihat berikut ini:
(catatan: foto diambil dengan menggunakan program Google Sky, dengan mengarahkan telepon genggam ke arah langit di waktu siang hari ^-^ )

Bintang pari (setara dengan Crux), menunjukkan arah Selatan

Bintang biduk (setara dengan ursa major), menunjukkan arah Utara pada waktu subuh. Sekitar pukul 04.00.
(foto menyusul, belum ketemu sih .. hehe )

Dua rasi bintang paling populer sebagai penunjuk arah adalah Crux (salib selatan) dan Ursa Major (beruang besar). Cukup tarik garis lurus bintang yang atas dan bawah ke arah horizon maka akan ketemu arah Selatan. Sementara Ursa Major cukup tarik garis lurus bintang dua bintang terangnya yang ada di bagian kotak.

Sirius (Alpha Canis Major) yang tampak pada saat fajar di awal bulan Agustus, menunjukkan arah Utara

Rasi Orion (sang pemburu. Atau dikenal juga dengan layang-layang), digunakan sebagai penunjuk semua arah mata angin. Orion adalah rasi penanda arah Selatan. Penunjuk arah Utara adalah kepala sang pemburu yang berupa kumpulan bintang kecil.

Rasi Scorpion (berbentuk kalajengking), menjadi penentu arah Tenggara.
Rasi pedati sungsang, sebagai penunjuk arah timur. Dahulu digunakan sebagai waktu untuk menggarap ladang.

sumber: http://langitselatan.com/2011/12/11/bintang-penunjuk-arah-di-langit/

Pendulum Foucault

Di sebuah tempat di bagian utara bumi, tepatnya di Perancis terdapat sebuah tempat bernama Panthéon. Bangunan berbentuk mirip rumah ibadah ini adalah tempat serupa musium. Di dalamnya terdapat patung, lukisan yang menggambarkan tentang perjuangan rakyat Perancis. Pada tembok bangunan tertera kutipan-kutipan dari para tokoh untuk mengenang mereka, salah satunya adalah penulis Exuperi dengan bukunya Pangeran Kecil – Le Petit Prince. Di bagian tengah dalam pintu masuk menggantung sebuah pendulum. Itulah pendulum Foucault yang terkenal, yang juga menjadi inspirasi bagi Umberto Eco di salah satu karya penulisannya.

Untuk apa dan demi tujuan apa pendulum itu ada? Dan mengapa diletakkan di Perancis? Bukan di Indonesia, misalnya?

Pendulum Foucault adalah eksperimen untuk membuktikan bahwa bumi berputar (tidak diam loh) atau Teori rotasi bumi. Eksperimen ini dikemukakan oleh Léon Foucault. Mengutip kalimat partner di sini:
“Pendulum logam keemasan itu menggantung dengan kawat tipis yang tak mudah tampak. Panjang kawat mencapai 67m. Kelembaman membuat bola ini bergerak secara tetap, tak terpengaruh putaran bumi. Namun karena bumi berputar, bola seolah bergerak berlawanan dengan arah putaran bumi. Maka pendulum Foucault menjadi bukti sederhana bahwa bumi memang berputar. Tapi tentu, di tahun 1851, saat Léon Foucault memasang pendulum itu, warga bumi sudah sadar bahwa bumi itu bulat dan berputar :).”

Bagi kita, pengamat di bumi, pendulum seolah berputar, sesungguhnya pendulum tidak ikut berputar. Pendulum mengayun ke arah tertentu secara tetap.

Penglihatan seolah pendulum berputar itu sama seperti halnya eksperimen ketika kita berada di dalam kereta yang berjalan, maka semua benda yang tampak di luar bergerak mundur. Ini adalah salah satu contoh bahwa kita melihat secara terbalik.

Sayangnya, eksperimen pendulum Foucault hanya bisa dibuktikan di bagian utara dan selatan bumi. Kita, yang tinggal di Indonesia, karena terletak di garis khatulistiwa, sulit membayangkan cara kerja pendulum. Tapi, kenapa? Kalau kata partner karena kita yang berada di wilayah khatulistiwa terletak tegak lurus di atas sumbu.

Ini adalah eksperimen yang dilakukan partner ketika menerangkan kepada saya mengenai cara kerja pendulum Foucault. Haha, maklum deh istrinya nggak mudeng soal beginian tapi selalu ingin tahu, maka ia harus siap meladeni dengan praktik-praktik yang sederhana ^_^ .

Jarum jam menunjukkan angka 23.30 ketika partner menggeser kursi berputarnya. Ia mengambil jam tangan. Ibaratkan jam tangan itu adalah pendulum yang bergerak searah dan kursi berputarnya adalah bumi. Ia menunjuk ke bagian tengah dudukan kursi, misalkan itu adalah bagian kutub. Kursi digerakkan berputar serta jarum jam mengayun searah. Maka, tampak bagi si pengamat, kita di bumi, seolah jarum jam ikut berputar. Sesungguhnya, jarum jam tetap bergerak searah dan kursi atau bumi itulah yang bergerak.

Wah, membingungkan? Iya sih, tapi mengasyikkan juga. Coba lihat video eksperimen pendulum Foucault di youtube sambil membayangkan bagaimana bumi berputar. Jangan ikutan berpusing-pusing ya.. 🙂

Bulan Biru

Kemarin malam atau tepatnya tanggal 31 Agustus 2012 terjadi fenomena alam yang disebut dengan Bulan Biru. Bulan biru termasuk fenomena alam yang langka karena terjadi setiap 3 tahun sekali. Apakah bulannya benar-benar berwarna biru? Dan kenapa?

Warna biru pada bulan itu hanya kiasan saja. Bulannya sendiri tidak berwana biru. Warna bulan tetap saja kelabu, hanya saja pada saat itu bulan diselimuti oleh banyak debu angkasa, sehingga menyebabkan bulan akan tampak berwarna biru jika dilihat dari bumi.

Kelebihan lainnya, diperkirakan bulan tampil sempurna atau bulat penuh. Dan kita dapat melihat dengan mata telanjang bentuk permukaan bumi dengan jelas. Ada yang mengatakan permukaan bulan ada yang berbentuk kelinci, anak burung, wayang, dan lain sebagainya.

Oya, bulan biru disebut juga purnama kedua. Purnama pertama terjadi pada tanggal 1 Agustus. Mengapa bulan biru kali ini begitu istimewa? Ini tak lain adalah karena kemunculannya tepat seminggu berpulangnya astronaut pertama yang menjejakkan kakinya di bulan. Ia adalah Neil Amstrong.

Nah, penasaran? Berikut ini adalah berbagai bentuk bulan yang sempat diamati pada tanggal 31 Agustus dan 1 September. Untuk saya, bentuk permukaan bulan memang tampak terlihat biru yang samar pada malam ini, tanggal 1 September 2012. Sebaliknya kemarin malam permukaan bulan tidak tampak jelas, mungkin karena mendung ya?

Blue moon, 31 Agustus 2012

Tanggal 1 September 2012

Pinguin Antartika

Menuruti permintaan dari seekor pinguin bandel yang bernama Pipi, maka di sore yang temaram ini aku ingin bercerita tentang kehidupan para pinguin.

Penguin atau pinguin (ordo Sphenisciformes, famili Spheniscidae) adalah hewan akuatik jenis burung yang tidak bisa terbang dan secara umum hidup di belahan Bumi selatan. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Penguin)

Dalam sebuah film dokumenter mengenai kehidupan pinguin, diceritakan perjuangan para pinguin untuk bisa bertahan hidup. Pinguin banyak ditemukan di daerah dingin atau antartika.

Ketika si betina telah bertelur maka induk jantan akan mengambil alih tugas untuk mengerami telur-telur tersebut sementara si Ibu pergi mencari makan. Jangan bayangkan si Ibu pergi pagi dan kembali sore hari. Induk betina memerlukan waktu berbulan-bulan untuk mengumpulkan makanan, kira-kira sekitar 3 bulan. Selain karena jarak perjalanan yang ditempuh sangatlah panjang juga rintangan yang ditemui dalam perjalanan itu sendiri tidaklah mudah. Maka, selama itu induk jantan mengerami telur-telur di atas kaki mereka dan sanggup tidak makan.

Ketika pasangan mereka pergi mencari makan dengan kelompoknya maka pinguin-pinguin jantan pun membentuk koloni-koloni besar untuk menjaga suhu telur tetap hangat. Ketika telur menetas, pinguin jantan akan menjaga anak mereka sampai sang ibu kembali. Setelah bayi pinguin lahir mereka akan menyusu dari tenggorokan ayahnya. Induk jantan yang telah dibekali cadangan makanan dapat menghasilkan susu untuk bayinya.

Ketika induk betina datang, ia bisa mengenali keluarganya dari suara yang mereka keluarkan. Romantis sekali ya?

Pinguin adalah contoh pasangan yang setia. Ehem. Mereka akan bersama-sama berbagi tugas menjaga bayi pinguin. Ketika si betina datang maka induk jantan pergi mencari makan. Kegiatan itu berlangsung terus menerus secara bergantian hingga 13 bulan lamanya dan bayi pinguin tumbuh menjadi besar dan mandiri. Setelah bayi pinguin besar maka para induk pinguin itu boleh memilih pasangan lainnya. Eaaa :>

Kutub selatan dengan lapisan es serta barisan pinguinnya memang menghadirkan pemandangan yang tidak biasa. Mempesona.

Sayangnya efek pemanasan global telah menyebabkan hilangnya sebuah koloni pinguin di sebuah pulau di antartika. Perubahan kondisi es memaksa para pinguin untuk berpindah (atau bahkan mati?).

Diberitakan, mencairnya es di Antartika bisa memperbesar peluang menurunnya populasi penguin hingga 95 persen atau lebih, pada tahun 2100.

Satu persatu hilang dan lenyap, ada yang meninggalkan jejak pun ada yang tidak berbekas kecuali catatan dalam sejarah.

Mungkin sudah waktunya bagi kita semua untuk kembali ke alam, melakukan sesuatu dari diri kita sendiri dahulu untuk mengurangi efek pemanasan global.

Tuhan telah mengingatkan kita melalui berbagai peristiwa yang sedang terjadi. Jika kita tidak pernah (mau) belajar maka mungkinkah kelak peradaban kita pun akan punah?

4 x 2 dan 2 x 4, Berbedakah?

Ini adalah bincang-bincang saya dengan seorang guru. Beruntung karena dari Beliau saya tahu bahwa 4 x 2 itu tidak sama dengan 2 x 4. Ternyata keduanya memiliki pengertian yang berbeda.

Menurut Ibu Zulfina, 4 x 2 = 2 + 2 + 2 + 2, sedangkan
2 x 4 = 4 + 4

Untuk membacanya: 4 x 2 adalah empat kali duanya atau duanya ditulis empat kali. Sedangkan 2 x 4 dibacanya dua kali empatnya atau empatnya ditulis dua kali.

Oke. Sampai di sini saya bisa memahami. Pertanyaan saya selanjutnya adalah perbedaan pembacaan ini untuk apa? Saya masih belum memahami kegunaannya. Adakah hubungannya dengan konsep perkalian yang harus diketahui anak Sekolah Dasar?

Sayangnya, pertanyaan itu belum sempat saya ajukan kepada Beliau. Saya masih bertanya-tanya saat itu dan memutuskan untuk membaca atau mencari tahu dahulu sebelum saya meneruskan pertanyaan selanjutnya. Maka, kesempatan itu datang ketika kemarin sore di sebelah selatan Pulau Bali saya dan partner bertemu dengan seorang kawan. Kawan diskusi maya kami selama ini.

Sebelumnya, saya sempat bertanya juga kepada kakak. Kakak mengibaratkan perbedaan itu seperti minum obat.

3 x 1 artinya adalah (dalam resep dokter) obat dimunum 3 kali untuk satu hari. ( 1 + 1 + 1)

Nah, pengandaian ini untuk memudahkan kita mengingatnya.

Kembali ke sebelah timur Denpasar, kami bercakap-cakap banyak hal. Hampir saja saya lupa menanyakan tentang manfaat beda 4 x 2 dan 2 x 4. Ingin tahu?

Nah, menurut mas Graifhan (blog Beliau ada di sini) 4 x 2 dan 2 x 4 memang ‘tampak’ tidak ada bedanya, untuk anak-anak. Namun di tingkat lanjut semisal universitas dan terutama untuk bidang rekayasa enginering maka 4 x 2 dan 2 x 4 tentu mempunyai pengertian yang berbeda.

Pada dasarnya 4 x 2 dan 2 x 4 adalah angka kumulatif. Jadi, yang dihitung dari kedua angka tersebut bukan bilangan melainkan material. Maka, 4 x 2 akan berbeda maksudnya dengan 2 x 4.

Dan apakah itu rekayasa enginering? Hahaha, saya pun tak tahu. Mungkin ada hubungannya dengan ilmu teknik. Ada yang bisa memberi contoh pada aplikasinya? Yang simpel aja sih 🙂

Bintang di Langit

Langit malam ini cukup cerah. Di atas sana ada beberapa kerlip bintang. Ada satu yang cerlang di sebelah Barat. Ayo tebak, bintang apakah? Itu Sirius loh. Ingat Sirius pasti ingat Harry Potter kan?

Di sebelah timur ada yang cahayanya kuning kemerahan. Itu adalah planet Mars. Di dekat planet mars ada Regulus yang juga merupakan rasi bintang leo.

Dan di dekat Regulus sebenarnya ada si kembar Pollux dan Castor, si rasi bintang gemini. Sayangnya, tidak terlihat. Tapi tak apa. Malam ini langit bertabur bintang. Walau tak banyak tetap saja menarik untuk dilihat.

Subhanallah. Sungguh indah dan memesona.

2001: A Space Odyssey

Kesan pertama melihat film ini:  ……

Titik-titik karena saya tidak tahu bagaimana cara membuat ulasannya. Selain filmnya yang setiap adegannya seperti berdiri sendiri juga karena saya tidak bisa memahami jalinan ceritanya.

Lantas, mengapa saya melihatnya? Sebab, film ini beberapa kali disinggung di tulisan-tulisan tentang astronomi. Saya pernah membacanya di blog langitselatan, juga kalau tidak salah ada di Cosmos, Carl Sagan.

Adegan diawali dengan pemandangan alam, seperti bebatuan dan hamparan tanah (atau gurun?) serta gua dengan stalaktit dan stalakmitnya. Kemudian tampak sekumpulan makhluk purba (seperti monyet?). Ada harimau bertarung dengan makhluk purba. Lalu makhluk-makhluk purba seperti monyet itu berkumpul di sebuah danau. Mereka saling bercakap. Sekumpulan makhluk purba lainnya datang. Keriuhan terjadi. Mereka saling berteriak dan menghentak-hentakkan tubuh dan kaki.

Adegan beralih kepada suasana malam hari. Langit malam yang kelabu dan alunan musik membuat suasana terasa begitu mistis. Sepasang mata dari harimau yang cemerlang muncul. Film berputar dan dalam gua yang dingin beberapa makhluk purba duduk berdempetan. Tiba-tiba sebuah sinar samar menerobos masuk ke dalam gua. Makhluk-makhluk purba gelisah. Mereka keluar dan tampaklah sebuah batu berbentuk persegi panjang berdiri terpancang. Makhluk-makhluk purba mengelilingi batu dengan ramai sekali. Mereka menyentuh batu besar itu. Malam beranjak pergi pagi pun datang. Nah, ini ada bagian yang menarik. Seekor makhluk purba tampak duduk sambil tanganya sibuk mengerjakan sesuatu. Dan musik latar nya. Wow, musik yang nyaris saya dengar setiap saat. Musik kegemaran partner.. hehe.

Entah ada hubungannya atau tidak dengan persentuhan makhluk-makhluk  purba dengan batu besar, tapi sebuah keajaiban terjadi. Makhluk-makhluk itu menjadi lebih pintar sedikit, ditandai dengan hasil karya berupa godam (martil besar). Kemudian layar menampilkan seekor makhluk purba memukul-mukulkan kerangka tulang dengan menggunakan godam yang telah mereka buat. Godam itu digunakan untuk memukul seekor binatang besar (tentu saja tidak ditampilkan hewan itu dipukul. Yang muncul hanya godam yang dipukulkan pada kerangka tulang hewan itu). Musik berhenti dan tampaklah sekumpulan makhluk itu sedang asyik menyantap daging.

Lalu, dikisahkan juga sebuah pertikaian antar kelompok dari makhluk-makhluk purba itu. Godam dilemparkan ke atas dan layar perlahan menampilkan pesawat antariksa yang sedang mengorbit di ruang hampa. Pulpen yang melayang dan tangan seorang astronot yang mengambang di udara. Berikutnya pertemuan-pertemuan di antara ilmuwan dan astronot yang dikirim ke bulan untuk meneliti batu misterius yang ada di awal cerita. Berikutnya kisah perjalanan panjang kelima astronot menuju planet Jupiter.

Cerita berakhir ketika dua astronot menemukan kerusakan yang terjadi dan berhasil diketahui oleh komputer mereka yang super canggih. Namun ternyata kesalahan itu tidak ada. Dan komputer pintar itu kemudian berubah menjadi benda yang melawan manusia. Ia membunuh para astronot tersebut. Hanya satu astronot tersisa yang berhasil sampai di planet Jupiter.

Begitulah cerita dalam film A Space of Odyssey.

Sampai saat ini saya masih bertanya-tanya apa yang ingin disampaikan oleh sang sutradara dalam film ini. Atau mungkin ia memang tak ingin menyampaikan apapun?

Walaupun film ini sukses membuat saya termenung, rasa penasaran akan kepopuleran film A Space Odyssey membuat saya penasaran. Tak cukup menonton filmnya saya juga iseng membacai tulisan-tulisan orang lain yang mengulas tentang film ini.

Kesan saya terhadap film ini adalah saya suka cara penuturan sutradara film menggambarkan suasana langit di waktu senja, malam, dan dini hari. Musik yang indah. Semuanya begitu sempurna. Penggambaran yang membawa lamunan kepada pertanyaan kehadiran kita di muka bumi ini. Begitu mistis, begitu indah sekaligus penuh rahasia yang tak terpecahkan. Magis.

Dan untuk seorang teman, sahabat yang kita tak selalu bersapa namun kedekatan dalam hati melebihi semua kata-kata, terima kasih banyak telah mengirimkan film yang indah ini untuk saya. Fransiska Hanum, makasih banyak ya :).

Teleskop Hubble

Selalu ada fakta dan hal-hal menarik setiap kali membaca buku Jostein Gaarder. Oh ya, Beliau dikabarkan akan datang ke Indonesia bulan oktober ini.

Di buku gadis jeruk, Jostein bercerita banyak tentang Teleskop Ruang Angkasa Hubble. Teleskop Angkasa Hubble adalah teleskop luar angkasa yang berada di orbit bumi. Sebagian besar benda-benda angkasa yang dapat ditemukan dan berhasil diidentifikasi adalah berkat jasa teleskop Hubble ini. Termasuk di antaranya lubang hitam, galaksi, supernova, sampai tabrakan bintang.

Teleskop ini telah mengambil gambar-gambar yang menakjubkan tentang masa lalu alam semesta. Bagaimana mungkin? Walau terdengar absurd inilah penjelasannya:

“Sesungguhnya melihat ke ruang angkasa itu sama dengan melihat ke masa lalu”

Jika kita melihat planet yang jaraknya 100 juta tahun cahaya itu sama artinya kita melihat masa kehidupan planet itu di 100 juta tahun yang silam.

Jostein menggambarkannya seperti ini:
Cahaya bergerak dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik. Biarpun begitu, cahaya dari galaksi-galaksi yang jauh butuh waktu miliaran tahun untuk sampai kepada kita karena alam semesta ini tak terhingga luasnya. Teleskop ruang angkasa Hubble telah mengambil gambar-gambar galaksi yang jauhnya lebih dari dua miliar tahun cahaya. Ini juga berarti bahwa teleskop itu telah melihat masa lalu alam semesta dua miliar tahun yang silam.

Bukankah menakjubkan? Bahkan teleskop ruang angkasa Hubble nyaris bisa melihat langsung ke dentuman besar ketika ruang dan waktu tercipta.

Mengamati Gerhana Bulan dengan Stellarium

Stellarium adalah aplikasi virtual antariksa yang berbasis open source. Penggemar astronomi pasti sudah tak asing dengan program satu ini. Dengan Stellarium kita bisa menikmati planetarium di manapun melalui komputer.

Dengan stellarium kita bisa melihat objek-objek langit seperti planet, bintang, dll. Dan asyiknya lagi kita bisa melihat tampilan langit di masa lalu atau di masa mendatang, dengan mengatur tanggal dan waktunya.

Nah, bagi yang tidak mengikuti detik-detik gerhana bulan tanggal 16 Juni kemarin, kamu bisa loh membuat simulasinya menggunakan program ini.

Bagi yang berminat, unduh dahulu programnya di sini. Jika sudah, buat pengaturan peta lokasi. Caranya:
1. Tekan tombol F6 untuk jendela lokasi.
2. Isikan nama/Kota dan Negara. Arahkan juga dan klik tanda panah ke negara yang kamu tinggali.
3. Pastikan pilihan Earth untuk Planet.
4. Isikan juga kolom ketinggian. Dikira-kira aja, kalau dekat laut sekitar 0-10
5. Jangan lupa beri tanda centang pada pilihan Gunakan Sebagai Standar.
6. Jika telah selesai, klik ikon Close.

Berikutnya, mencari benda langit
Klik ikon Jendela Pencarian atau tekan tombol F3. Ketikkan nama benda langit yang ingin kita cari. Misalnya: Bulan (jika menggunakan bahasa indonesia)

Untuk mundur ke waktu yang kita inginkan, ubah pengaturan jendela Tanggal dan waktu, atau tekan tombol F5. Lihat contoh seperti gambar di bawah.

Perhatikan, coba geser opsi jam. Di layar akan terlihat kapan bulan muncul kemudian menghilang dan menampakkan dirinya lagi.

Simulasi gerhana bulan total sudah bisa kamu nikmati deh, walaupun melihat langsung lebih terpuaskan tentu saja.

Oh ya, untuk setting lainnya bisa di-eksplorasi sendiri ya. Silakan dicoba berbagai ikon dan menu yang ada di samping kiri dan bawah jendela Stellarium.

Selain bisa bertualang ke masa lalu kamu juga bisa melanglang ke masa depan. Asyik, kan? Banyak lagi deh yang bisa kamu lihat.

Selamat berpetualang di alam semesta.