GE Garage

GE Garage adalah wadah untuk membangun keterampilan kreatif yang menyediakan pengalaman praktik secara langsung menggunakan teknologi mutakhir dan berkolaborasi dengan para inovator yang diwujudkan dalam bentuk seminar atau workshop.

GE Garage sebelumnya telah berhasil di 3 negara, Amerika, Eropa dan Afrika. Awalnya program GE Garage didirikan dengan tujuan untuk membangkitkan semangat masyarakat Amerika Serikat dalam teknologi baru, penemuan dan inovasi baru serta menemukan solusi baru dalam manufaktur.

Pada kesempatan yang lalu, tepatnya dari tanggal 18-24 Agustus, GE Garage menjadi ajang kolaborasi para inovator teknologi di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan selama seminggu ini, dari tanggal 18-24 Agustus diisi oleh banyak acara berupa seminar dan workshop.
gg5
3 D Printing.

GE Garage di Indonesia ini terwujud berkat kolaborasi GE dan MakeDonia. MakeDonia sendiri adalah forum untuk inovasi dan membangun jejaring bagi semua penemu, pembuat dan komunitas makers.

Untuk mengikuti acara ini gratis. Namun sebelumnya Anda diminta untuk registrasi terlebih dahulu. Saya sendiri mengetahui informasi ini dari seorang kawan. Pendaftaran untuk beberapa sesi langsung full. Maklum, tema materinya memang banyak yang menarik :). Menariknya, di GE Garage ini ruang atau kelas untuk workshop terbuka sehingga walaupun kita tidak mendapat tempat ketika pendaftaran kita masih bisa loh turut mendengarkan. Buat saya ini menguntungkan. Apalagi jika acaranya bagus-bagus dan kita inginnya ikut semua sesi.. hehe.

Beberapa sesi yang saya ikuti adalah sebagai berikut:
19 Agustus 2015: Social enterprise networking #1, education and technology.
Ada 3 pembicara. Materi pertama mengenai HAKI. Ini pengetahuan yang harus diketahui bagi para inovator untuk melindungi karya-karya mereka. Kedua, Clevio, kursus pemrograman edu games untuk anak. Terakhir, maafkan saya lupa.
gg13
Masih di hari yang sama, saya mengikuti workshop Steam workshop #2: computer program development basic coding. Di sini narasumber mengenalkan konsep pemrograman. Menurut Beliau ada 3 proses dalam algoritma yang harus dipahami oleh seseorang yang ingin menjadi seorang programmer, yaitu: Sequential, Looping, dan Conditional. Selebihnya berbagi untuk projek-projek yang pernah Beliau kerjakan, sebagian besar untuk aplikasi Android. Dan sebagai wakil Google, memang sudah semustinya doi mempopulerkan si Android ini .. hehe.

Dan sore menjelang malam masih ada lagi startup meetup yang kami hadiri dengan tema Human Centered Design. Sesuai judulnya, semua berkaitan dengan desain.

Tanggal 20 Agustus 2015, ini adalah sesi yang paling menarik, yaitu Generic workshops: Arduino Hardware, Bluetooth Controlled Rainbow Light. Setiap peserta diberikan arduino rainbow kit. Kami membuat lampu pelangi yang dapat diremote melalui HP. Selain merangkai alatnya, termasuk menyolder komponen. Bayangkan, sudah sekian tahun saya tidak pernah memegang solder, nderedeg sedikit ada juga sih :). Setiap peserta juga diberikan kardus untuk membuat desain untuk produk lampu nya. Sungguh deh, nggak ada bayangan mau bikin desain yang seperti apa, eh ujug2 aja jadi bangunan yang mengingatkan saya pada tampilan gedung opera house.. hihihi.
gg11

Nah, ini penampakan rainbow leds buatan saya. Lumayan lah buat pemula ;-).
Dan, tau nggak kawan, ternyata arduino rainbow kit nya boleh dibawa pulang, termasuk hasil buatan kita tadi. Wow, keren, kan? Ini semua gratis loh :)
gg15

Cara kerja rainbow light

Tadinya sih saya mau ikutan social enterprise meetup: thinkering woman and technology, tapi karena jam nya tabrakan sama arduino dan produk saya belum selesai maka batal lah saya masuk ke seminar tersebut.

Terakhir, 22 Agustus 2015 niatnya mau ikut Steam workshop #5: Saturday music party with little bits, tapi akhirnya memutuskan melihat dan menunggu karya keponakan dengan little bitsnya.
gg3
Showcase with little bits.

Nah, sekian dulu cerita saya tentang rangkaian kegiatan yang saya ikuti di acara GE Garage minggu lalu. Semoga bermanfaat dan memberi gambaran tentang apa itu GE Garage. Barangkali kapan-kapan mereka membuat acara yang sama, karena antusiasme masyarakat cukup baik. Karena itu, sering-sering masuk ke laman mereka di sini. Dan kalau ada acara serupa di atas, jangan lupa kasi tau saya ya :)

Mengendalikan LED dengan Sensor Cahaya

Baru ketemu video nya nih, ini projek arduino dengan sensor cahaya. Bisa diterapkan buat lampu taman, lampu di halaman dan lampu dimanapun :).

Alat yang dibutuhkan:
Arduino Uno
Analog Ambient Light Sensor
Sensor cahaya
LED
kabel USB
3 kabel jumper

LED (light emitting diode) adalah komponen dasar yang sering digunakan untuk rangkaian elektronika. Lampu LED banyak digunakan untuk projek arduino karena bentuk lampunya yang kecil memudahkan kita untuk melihat hasil program secara langsung. Kalau sebelumnya saya pernah menulis tentang projek pertama dengan arduino yaitu membuat lampu kelap-kelip, kali ini sedikit melangkah lebih (sedikit karena sebenarnya projeknya serupa.. hehehe) dengan menambahkan sensor cahaya.

Tujuan bikin projek ini sebenarnya buat demo ke murid-murid. Materi pembelajaran yang seharusnya saya ajarkan adalah mengenai pembangkit listrik tenaga surya. Berhubung kemarin-kemarin si solar cell nya menyelip entah kemana maka saya ganti saja dengan lampu kelap-kelip dengan sensor cahaya. Nggak nyambung ya? :(. Untungnya, sebelum projek ini saya demo kan ke murid-murid si solar cell-nya ketemu… yeah, Alhamdulillah. Tetapi, kali ini giliran saya yang belum sempat bikin projeknya.

Dari hasil browsing maka ketemu lah panduan membuat rangkaian alat untuk mengontrol LED menggunakan sensor cahaya atau Analog Ambient Light Sensor. Cara kerja alat ini sederhana, yaitu ketika sensor mendeteksi cahaya maka LED akan mati dan sebaliknya.

Cara bikinnya:
Rakit rangkaian, buat program dan upload.

Programnya saya lihat di sini :)

Mau lihat hasilnya? sila ditengok video di bawah ini :)

GE Garage Come to Indonesia

Dikutip dari laman [Acara.co.id], GE Garage adalah sebuah ruang lab berisikan peralatan inovatif, teknologi mutakhir, dan pelatihan keterampilan yang akan menentukan masa depan dari industri manufaktur. Inilah pertama kalinya GE Garage di adakan di negara ASEAN, dan Indonesia beruntung dapat menjadi yang pertama. Sejak dimulai pada Maret 2012, GE Garage pernah di adakan di Berlin, Brussel, Washington DC, dan beberapa kota maju lainnya. GE Garage didukung penuh oleh General Electric (GE), perusahaan asal Amerika Serikat yang fokus pada pengembangan teknologi.

The Indonesia Garage powered by GE
Tahun ini GE Garage membawakan tema Open Innovation, yang mengundang para inovator untuk datang dan berperan serta dalam memberikan ide prototipe, desain baru, melihat kembali produk GE untuk meningkatkan kecepatan proses manufaktur dari pikiran menjadi siap guna di lapangan.

Berikut rundown jadwal acara GE Garage Indonesia setiap harinya:

Rundown Jadwal Acara GE Garage
Rundown Jadwal Acara GE Garage

Buat para updaters yang bekerja di bidang teknologi, jangan kelewatan acara keren yang satu ini. Jadi lah yang terdepan dalam inovasi teknologi! (SA)

Summary
Event​GE’s Garage Jakarta Indonesia 2015
Location ​ Ciputra Artpreneur, Jalan Professor Doktor Satrio Kav. 3-5, Ciputra World 1,Jakarta Selatan,Jakarta

Untuk informasi lengkapnya silakan langsung ke laman mereka di sini http://www.gegaragesindonesia.com/

Rundown jadwal acara
IMG_6759

Datang yuk rekan pendidik, ajang yang bagus loh buat update ilmu pengetahuan dan teknologi :)

Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X

Merujuk kepada Kurikulum 2013 yang menyatakan bahwa mata pelajaran TIK akan diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran, yang tentu saja dalam hal ini mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan pun termasuk di dalamnya, maka saya mencoba mensinergikan kearifan lokal dari mata pelajaran Prakarya Kerajinan Tekstil dengan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat bantu belajar dan ilmu pengetahuan kepada murid-murid saya.

Kualitas siswa berinteraksi dengan perangkat tik tetap mengambil porsi besar diselingi dengan keterampilan tangan (kerajinan). Saya percaya apa yang terdapat di dalam silabus adaah kompetensi standar yang harus dimiliki siswa. Akan lebih baik jika kompetensi lainnya pun dimiliki oleh siswa sebagai bekal pengetahuan mereka di masa depan.

Jadi, di semester 1 tik akan berperan sebagai alat bantu siswa-siswa saya belajar mengenai kerajinan tekstil dan di semester 2 tik akan berperan sebagai pengetahuan untuk mereka merancang sebuah toko online sebagai bagian dari satu bentuk mengarahkan anak-anak muda Indonesia untuk membangun bisns di industri kreatif.

So, rekan Guru TIK yang barangkali sekarang mengajar mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, ajak anak-anak kita melihat dunia mereka saat ini. Bantu mereka untuk kelak bisa membangun wirausaha mandiri dan berperan serta memajukan Indonesia melalui industri kreatif digital.

Jadi, apakah ada TIK nya di mata pelajaran Prakarya dan Keterampilan yang saya ampu? Tentu saja, karena kita tidak bisa menafikan bahwa teknologi informasi dan komunikasi berperan besar di dalam kehidupan keseharian manusia :).

Untuk slide, silakan dilihat di sini.

RPP silakan dikembangkan sendiri-sendiri ya :).

Belajar Berwirausaha melalui Toko Online

Sekolah tempat saya mengajar adalah sekolah yang terpilih untuk menerapkan kurikulum 2013. Kegiatan belajar dengan kurikulum 2013 ini sudah kami lakoni selama 1.5 tahun. Saya yang sebelumnya mengajar TIK (Teknologi Komunikasi dan Informasi) beralih peran untuk mengajar Prakarya dan Kewirausahaan.

Beruntungnya, sekolah saya memberikan kebebasan bagi Guru Prakarya (TIK) untuk mengembangkan kurikulum Prakarya dan Kewirausahaan sendiri dengan tanpa menghilangkan keterampilan dan pengetahuan di bidang TIK.

Merujuk kepada beberapa hal di bawah ini:
1. Isi dari Bab Pendahuluan di Buku Guru Prakarya dan Kewirausahaan SMA/MA/SMK/MAK Kelas X dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2014, “…pembelajaran Prakarya di tingkat sekolah lanjutan pertama didahului dengan wawasan tentang kearifan lokal di lingkungan sekitar menuju teknologi terbarukan.”
2. Tujuan Prakarya dan Kewirausahaan diantaranya adalah, “menumbuhkembangkan jiwa wirausaha melalui melatih dan mengelola penciptaan karya (produksi), mengemas, dan menjual berdasarkan prinsip ekonomis, ergonomis, dan berwawasan lingkungan”,

Maka, saya mencoba mensinergikan kearifan lokal dengan pemanfaatan teknologi dengan harapan kolaborasi diantara keduanya dapat memberi peluang dan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda untuk memasarkan produk atau hasil karya mereka.

Setelah siswa berhasil membuat produk kerajinan maka langkah berikutnya adalah menjual. Kalau umumnya siswa menjual produk mereka di acara pentas seni, bazar sekolah dan lain sebagainya maka saya ingin kali ini mereka memanfaatkan internet untuk mempromosikan dan memasarkan produk buatan mereka.
ol1
Nah, saya berpikir mengapa tidak mengajarkan mereka membuat toko online? Toko online memenuhi persyaratan untuk metode pemasaran yang mengusung prinsip ekonomis dan kreatif sekaligus.
Maka, dengan memanfaatkan layanan gratis blogspot saya mengajarkan siswa-siswa saya membuat dan mengedit toko online mereka sendiri, dari memilih dan memasang template blog toko online, merapikan menu, serta membuat form pemesanan.

Seru dan anak-anak cukup antusias. Siswa-siswa saya memang baru belajar berwirausaha, walau beberapa diantaranya sudah mencoba berbisnis dengan menjadi reseller atau pun dropshipper. Selama ini mereka lebih sering melakukan transaksi melalui forum jual beli Kaskus. Mereka juga menggunakan instagram, whatsapp atau line untuk memasarkan produk. Dengan belajar membuat toko online mereka bisa memiliki kesempatan untuk meraih target pasar yang lebih luas.
Untitled-3 copy
Nah, baru-baru ini saya dikenalkan oleh partner tentang sebuah situs toko online Jarvis. Saya juga sudah mencoba membuat toko online di sana. Kalau tahun lalu saya mengenalkan blogspot sebagai layanan blog untuk membuat toko online, mudah-mudahan tahun ajaran yang akan datang saya bisa mengenalkan Jarvis untuk murid-murid saya. Mumpung libur, Ibu Guru mau belajar fitur-fitur yang ada di Jarvis dulu ah, biar nanti bisa mengajari murid-muridnya :).

Oya, ingin lihat toko online kreasi murid-murid saya? Silakan ke sini ya. Sstt, jangan bilang-bilang ya, Ibu Guru mau promosi toko online murid-muridnya ;-). Monggo kalau Anda ingin pesan produk mereka, dijual beneran juga loh itu :).

11393046_10207204903350865_7930134582858340801_n

Penulisan buku “Belajar Pemrograman untuk Anak” ini tercetus dari adanya perubahan kurikulum yang diberlakukan di UK untuk mata pelajaran ICT (TIK). Pada tahun 2013 menteri pendidikan nasional Inggris, Michael Cove mengenalkan kurikulum TIK baru yang mengedepankan pembelajaran TIK Sains. Menurut Cove, pelajaran TIK yang lalu hanya menekankan keterampilan digital dasar. Cove ingin pembelajaran TIK Sains dikenalkan kepada anak-anak sejak dini, dan itu artinya pelajaran computing dimulai dari sekolah dasar. Anak-anak akan belajar menganalisa masalah-masalah pada komputasi sambil menerapkan prinsip-prinsip dan konsep abstraksi, logika, algoritma dan representasi data. Pembelajaran itu akan berlanjut sampai ke sekolah menengah sehingga memberikan landasan yang kokoh bagi siswa.

Anak-anak dengan keterampilan dan pengetahuan tentang kode komputer akan melahirkan orang-orang seperti Mark Zuckerberg (pendiri Facebook), atau Larry Page dan Sergei Bin (pembuat mesin pencari Google). Tumbuh besarnya para pencipta aplikasi (dan produk) ini akan membangkitkan dunia kewirausahaan yang sekaligus juga turut meningkatkan ekonomi negara.

Belajar pemrograman tidak sekedar bertujuan agar semua anak menjadi programmer. Namun, pemrograman dapat membantu anak mengembangkan keterampilan matematika dan logika, meningkatkan kreativitas, serta melatih mereka untuk memecahkan masalah. Keterampilan dasar di atas akan membantu anak menghadapi kehidupan mereka di masa depan.

Bercemin pada kisah di atas maka saya ingin sekali mensosialisasikan pentingnya pelajaran TIK Sains untuk anak-anak kita, terlebih pada tahun yang sama menteri pendidikan saat itu menghapuskan mata pelajaran TIK di sekolah.

Di buku ini saya memiih Scratch sebagai tulisan untuk aplikasi pemrograman visual. Scratch sendiri adalah aplikasi yang disarankan oleh para pengajar sekolah-sekolah di Inggris untuk mengenalkan konsep pemrograman dasar kepada murid-murid mereka dari SD sampai SMA. Scratch ini nantinya juga bisa dikolaborasi dengan raspberry (komputer mini) atau arduino (mikrokontroller) untuk bisa menghasilkan sebuah produk. Contohnya seperti ini nih. Keren, bukan? :). Saya yakin anak-anak kita pasti bisa mencipta berbagai produk atau aplikasi yang menarik.

Jangan membayangkan pemrograman sebagai hal yang rumit, saat ini ada banyak tersedia aplikasi pemrograman visual yang menarik dan mudah dipelajari, bahkan oleh orang dewasa yang awam sekalipun. Belajar pemrograman akan menjadi lebih menyenangkan, tentu saja.

Semoga bermanfaat. Amin yra.

Prakarya dan TIK

Sepanjang satu tahun ajaran ini saya mengampu mata pelajaran Prakarya. Beruntungnya, sekolah saya memberikan kebebasan bagi kami untuk memgembangkan kurikulum sendiri.

Saya ingat sabda Rasulullah saw, “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian.”

Kalimat di atas adalah panduan saya ketika mengajar dan mendidik murid-murid saya. Maka, saya ingin bahwa apa yang saya berikan kepada mereka dapat bermanfaat dan bisa mereka aplikasikan di kehidupan mereka saat ini dan kelak.

Sebelumnya saya mengajar TIK. Setelah munculnya Kurtilas (Kurikulum 2013) maka mata pelajaran TIK dihapus dan digantikan dengan mata pelajaran Prakarya. Konon, kata petinggi di atas, TIK tidak dihapuskan namun diintegrasikan ke semua mata pelajaran. Walau sesungguhnya di lapangan keinginan itu tidak sepenuhnya terwujud. Mengapa? Saya yakin sudah banyak yang menuliskan tentang ini, jadi lebih baik saya lewatkan saja ya :)

Barangkali sudah lumayan banyak artikel, literatur, serta tulisan di berbagai media mengenai revolusi kurikulum ICT yang dilakukan oleh negara-negara, utamanya Eropa, dipelopori oleh UK, namun nyatanya pemerintah kita bergeming untuk kepada keputusan mereka menghilangkan TIK di dalam mata pelajaran. Bagi mereka, TIK cuma alat bantu.

Saya bukan orang yang pandai bersosialisasi, bercakap dan berdebat di muka umum. Saya mungkin tak tampak dalam gerakan bersama kawan-kawan Guru TIK yang berjuang untuk mempertahankan TIK ke dalam mata pelajaran. Tetapi, saya tidak ingin berdiam diri. Saya pun berjuang melalui cara saya sendiri. Bagaimana? Saya berusaha mensosialisasikan pentingnya pembelajaran TIK Sains sejak dini secara terus menerus, melalui sosial media, melalui tulisan di blog, dan melalui buku-buku yang saya tulis, saya ingin memperkenalkan TIK Sains secara perlahan-lahan. Dan yang paling penting, saya mengenalkan pembelajaran TIK Sains ke murid-murid saya dalam jeda di KBM mata pelajaran Prakarya.

Saya kira salah kalau orang berpikir bahwa belajar komputer itu harus selalu menggunakan komputer. TIK Sains sebaliknya. TIK Sains lebih mengedepankan pada nalar. Melatih anak berpikir secara runut, mampu menganalisa sebuah masalah dan berani mengambil keputusan. Ada banyak kegiatan off screen yang bisa dilakukan dalam TIK Sains ini. Saya sudah menerapkan beberapa ke murid-murid saya.

Saya bukan anti prakarya, sebaliknya saya suka membuat berbagai pernak-pernik kerajinan. Tantangan saya adalah menemukan agar mata pelajaran ini tidak hanya disukai murid perempuan tetapi juga laki-laki. Selain itu, bagaimana mengkolaborasikan mata pelajaran ini dengan TIK.

Bercermin pada buku teks Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SD yang pernah saya buat, maka saya yakin pasti ada celah untuk memasukkan TIK ke dalam matpel Prakarya. Mungkin, peranan TIK di sini akan lebih banyak menjadi alat bantu. Tetapi, kita bisa memasukkan TIK sebagai pengetahuan juga. Pasti bisa :)

Oya, ini berbagai kreasi prakarya yang ada di buku TIK SD yang saya buat.

Maka, dengan berpedoman pada sabda Rasulullah saw, saya meyakini bahwa sinergi di antara kearifan lokal (Prakarya dan Kewirausahaan) dengan pemanfaatan teknologi akan membuka jalan bagi para generasi muda kita untuk memasarkan hasil produk mereka.

Lalu, apa yang saya lakukan? Saya hanya memilih satu kriteria dari 4 kriteria yang ada di mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Kerajinan, Budi Daya, Pengolahan Limbah, Rekayasa). Untuk kelas X saya memilih mengajarkan kerajinan.

Oya, saya menggunakan dua pendekatan.
Pertama, pendekatan dari sisi KI/KD. Yang ini nggak perlu dipaparkan, karena sudah jelas ada di standar kompetensi.

Kedua, pendekatan dari sisi TIK.
Di sini saya mengajarkan pada sisi desain, bagaimana membuat dan merancang desain, pengenalan pada media promosi dan bentuk-bentuk media promosi. Artinya, siswa perlu dibekali pengetahuan penggunaan program aplikasi pengolah gambar (ada TIK nya kan? :) )

Selanjutnya, setelah produk dibuat lalu dipasarkan (tentu, siswa perlu mengetahui pemahaman mengenai wirausaha)
Di sini, siswa belajar dasar-dasar pemasaran. Pengetahuan ini diperlukan karena pada tugas akhir mereka diharapkan bisa membuat proposal bisnis serta memasarkannya. Metode pemasaran yang saya gunakan adalah online. Mereka belajar membuat dan merancang toko online dengan menggunakan mesin blog gratis seperti blogspot. Nah, untuk bisa merancang toko online ini tentu saja siswa harus memiliki pengetahuan bahasa pemformatan dasar untuk membuah halaman web yaitu HTML. jadi, saya sisipkan materi ini di dalam KBM :).

Mengapa saya mengajarkan mereka membuat toko online?
Alasannya banyak, namun salah satunya adalah, saya memperhatikan beberapa murid-murid saya sudah belajar berwirausaha. Mereka biasanya menjadi reseller atau dropshipper. Mereka menggunakan wa, line, twitter, facebook, dan layanan kaskus untuk melakukan transaksi jual beli. Jadi, saya pikir, kalau mereka bisa membuat toko online sendiri tentu saja target pasar mereka akan lebih luas.

Dan, satu tahun ajaran kemarin adalah projek pilot pengembangan kurikulum yang saya rancang sendiri. Mungkin belum sempurna tetapi saya bahagia, setidaknya antusias, kebahagiaan mereka ketika berhasil menjual sesuatu dengan cara online membuat saya terharu (haha, lebay :) ).

Saya tak tahu apakah dalam prosedur pembelajaran apa yang saya lakukan itu benar atau ngawur. Tetapi prinsip saya sebagai pendidik adalah terus belajar. Tugas saya mengarahkan dan membimbing mereka. Saya tidak harus menjadi orang yang serba tahu, tetapi saya membuka pintu seluas-luasnya bagi saya dan murid saya untuk berkembang dan bertumbuh bersama-sama. Kami saling belajar loh :)

Oya, kegiatan belajar mengajar saya bersama murid bisa dibaca di sini. Ada karya murid-murid saya juga di sana. Dan, kalau mau ikutan nyobain toko online murid saya bolh lah ditengok di sini, barangkali saja ikut tertarik belanja-belanja… hehe :)

Project Arduino #1

Beberapa minggu yang lalu, saya membawa projek Arduino berupa lampu kelap-kelip ke sekolah. Saya mengenalkan dan menceritakan si mikrokontroller ini. Benda mungil nan keren ini langsung saja menarik perhatian murid-murid. Beberapa pertanyaan juga mereka ajukan. Oya, saya juga mendemonstrasikan kepada murid-murid proses pembuatan lampu berkedip ini.

Untuk bisa membuat lampu berkedip saya diajari partner. Saya yang bukan dari latar belakang elektronika memang bisa dibilang blank deh sama pernak-pernik elektronika. Walaupun jaman SMP dulu saya pernah belajar elektronika di sekolah. Kalau nggak salah projek yang pernah saya buat dulu namanya adaptor. Dulu sih pakai acara menyolder. Yang ini sebisa mungkin bikin projek yang menghindari solder aja lah ya :)

Dan, ini lah projek kami. Kami, karena ini kreasi partner. Saya hanya penggembira yang ikutan antusias belajar :)

Sharing Pembelajaran Linux di Sekolah

Jadi, hari Kamis yang lalu saya diajak oleh seorang rekan yaitu mas Ryogarta beserta istri Beliau, mbak Yuliazmi untuk berbagi cerita di sekolah Tanah Tinggal mengenai pengalaman kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan Linux di sekolah.
1617429_10152826123478613_4936500092192354045_o

Sosialisasi penggunaan linux di sekolah menurut saya adalah langkah tepat dan solusi bagi sekolah-sekolah yang ingin menghindari penggunaan software ilegal.

Perkenalan pertama saya dengan Linux adalah ketika mengajar di sekolah terbuka di Bandung. Dengan spesifikasi komputer yang minimalis sekolah yang tidak memiliki gedung ini mampu mengadakan kegiatan belajar komputer. Berlanjut dari sana, saya kemudian berhubungan lagi dengan Linux di tempat saya mengajar saat ini.

Di dalam pertemuan ini mbak Yuli dan saya berbagi tugas. Untuk masalah teknis diterangkan oleh mbak Yuli. Sementara untuk penerapan belajar di kelas serta pengalaman di dalam KBM menggunakan Linux adalah bagian saya untuk bercerita :).

Interaksi siswa di dalam pembelajaran komputer dengan menggunakan sistim operasi Linux tidak memiliki banyak kesulitan. Kalau di awal mereka sedikit kaget itu biasa. Namun pada dasarnya manusia adalah makhluk pembelajar. Maka, proses adaptasi berlangsung baik dan lancar-lancar saja. Apalagi anak-anak. Kekhawatiran kita bahwa mereka akan protes, takut, tidak bisa dan lain sebagainya akan pupus ketika melihat mereka dengan antusias bereksplorasi sendiri.

Bagaimana dengan Guru? Apakah Guru akan mudah beradaptasi? Bagaimana kalau nanti murid bertanya dan Guru tidak bisa menjawab? Ah, bagi saya Guru bukan dewa. Guru tidak harus tahu segalanya. Namun yang pasti Guru harus mau belajar. Ia bisa belajar dari muridnya, dari siapa pun. Tak perlu malu apalagi gengsi.

Bagaimana menyesuaikan pembelajaran yang menggunakan sistim operasi windows dengan OS Linux di kegiatan belajar mengajar?
Jawabannya: tidak jauh berbeda. Karena toh pada SKKD Kurikulum TIK tidak lagi disebutkan nama (sponsor :) ) dari aplikasi program yang digunakan.

Aplikasi pendidikan berupa pengetahuan yang dikemas dalam permainan untuk anak-anak pun beragam. Proses instalasinya juga cukup mudah.

Yang jelas, menggunakan Linux memberikan kenyamanan tersendiri juga sih. Apa itu? Tak perlu berurusan dengan virus :). Bagi seorang Guru TIK, urusan virus yang menyerang komputer itu sungguh menyebalkan. Puluhan komputer di lab yang digunakan oleh banyak orang memungkinkan untuk menjadi tempat penularan virus paling cepat. Dengan linux, setidaknya saya terbebas dari kegiatan bersih-bersih virus .. hehe.

Yang pasti sih, mari memulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat untuk menggunakan produk-produk legal. Go Open Source :)

Silabus dan RPP TIK SD Penerbit Duta

Untuk kawan Guru yang menggunakan buku TIK SD dari Penerbit Duta, jika Anda membutuhkan silabus, contoh RPP beserta peta konsep silakan masuk ke situs kami di sini. Program open source dan freeware yang ada di setiap buku juga telah kami lengkapi di sana. Silakan Anda mengunduhnya.

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan kirimkan komentar di bawah ini.
Terima kasih :)