Belajar Pemrograman

Dilansir dari sini dengan judul tulisan “10 places where anyone can learn to code”, berikut ini adalah beberapa situs yang memberikan pelajaran pemrograman secara gratis.

1. Codecademy

Di sini kamu bisa belajar menulis perintah-perintah sederhana dengan menggunakan JavaScript, HTML, dan CSS, Phyton serta Ruby. (Lihat tulisan dari New York Times di sini ).

2. Girl Develop
Sesuai namanya, maka situs ini didekasikan untuk kaum perempuan yang ingin belajar pemrograman.

3. Udacity
salah satu dari banyak situs yang menyediakan pelatihan tingkat sekolah tinggi — termasuk pengenalan komputer sains — secara gratis. (lihat postingan kami di kursus online ini untuk lebih banyak ide lainnya)

4. Coderace
Coderace adalah multi player live coding game. Di sini seorang pemula dapat belajar membangun sebuah web menggunakan HTML dan CSS, yang programnya dapat secara langsung dijalankan.

5. Computer Clubhouse
Computer Clubhouse menurut Resnick dibuat untuk membantu anak-anak muda dari kalangan minoritas belajar mengekspresikan diri mereka secara kreatif dengan bantuan para mentor untuk menggunakan perangkat teknologi.

6. CoderDojo

7. CodeSchool

8. TreeHouse
Treehouse, memiliki format serupa dengan Coderace.

9. Girls Who Code
Situs yang ditujukan untuk menginspirasi anak-anak perempuan berusia 13-17 tahun untuk terjun ke dalam bidang engineering dan teknologi.

10. Black Girls Code

11. General Assembly.

sumber: http://blog.ted.com/

Film Pendidikan

Daftar film-film berikut ini saya kumpulkan dari rekomendasi kawan-kawan di facebook :). Saya memang ada kalanya menayangkan trailer film (baik sejarah, sains, IT, biografi, dll) dan membahasnya bersama murid-murid saya. Memang beberapa tidak berkaitan dengan mata pelajaran yang saya ampu, tetapi di saat ini lah kesempatan bagi kami untuk saling mendekatkan diri, saling memahami dan syukur-syukur pesan ‘rahasia’ yang ingin saya sampaikan terserap oleh mereka ;-)

Terima kasih yang banyak sebelumnya untuk semua kawan-kawan saya di facebook. Terima kasih telah berbagi hal-hal positif.

Inilah daftar film baik berlatar belakang Sejarah, Sains, Teknologi, dll.

1. Walking with dinosours (Arkeologi).
2. Bicential Man – Robin Wiliam (IT, Sains and Medical)
3. November 1828 (Sejarah)
4. Tjoet Nyak Dien (Sejarah)
5. Ainun & Habibie (Biografi)
6. Soekarno (Sejarah)
7. A Beautiful Mind
8. Oxford murders
9. Pirates of Silicon Valley
10. Temple Grandin
11. Einstein and Eddington (tentang dua nama besar yg sifat dan hidupnya beda banget gak saling kenal tapi diakhiri dengan salah satu membuktikan teori yg lain).
12. The Physician (perjuangannya Ibnu Sina saat mengajar ilmu kedokteran pada saat itu)
13. Trancendence
14. The Lady (biografi Aung An Suu Kyi)
15. Hotel Rwanda (tentang pembantaian Rwanda selama 100 hari tahun 1994)
16. Shooting Dogs (tentang pembantaian Rwanda selama 100 hari tahun 1994)
17. Shake Hands with The Devil (tentang pembantaian Rwanda selama 100 hari tahun 1994)
18. Copying Beethoven, tentang Bethoven dari sudut pandang asistennya.
19. Cosmos: A SpaceTime Odyssey
20. The Theory of Everything
21. Exodus (Sejarah)
22. Pearl Harbour
23. A Brief History of Time (1991)
24. Hawking (2004)
25. Breaking the Code (1996)
26. The Imitation Game – biopic Alan Turing.
27. I Aim at the Stars – rocket scientist Dr. Werner von Braun
28. Something the Lord Made (2004) – Bedah jantung Alfred Blalock dan asistennya Vivien Thomas
29. The Story of Louis Pasteur (1936)
30. Flash of Genius, lihat di sini
31. Creation (2009) – Charles Darwin
32. Gorillas in the Mist (1988) – Dian Fossey
33. Breaking the Mould (2009) – Penisilin
34. The Story of Alexander Graham Bell (1939)
35. Dr. Ehrlich’s Magic Bullet (1940)
36. Edison, the Man (1940)
37. Madame Curie (1943)
38. Gie
39. The Davinci Code (Arago, PMT)
40. The Story of Joan of Arc (Sejarah Perancis dengan “Perang 100 tahun” nya dengan Inggris)
41.
42.

Internet of Things

Jadi, sabtu lalu kami berangkat ke Semarang. Partner mendapat undangan untuk memberikan opening speech di acara ICITACEE 2014 di kampus UNDIP. Tema yang diusung dalam conference ini adalah Enhancement of Green Technology and Its Applications for a Better Future.
GT

Mengutip opening speech dari Partner, “Green technology aims to improve the quality of the environment. But it also aims to reduce the negative impact of technology to environment. And it also aims to reengineer the technology itself to ensure sustainability.”

(Teknologi hijau tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Tetapi juga bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari teknologi terhadap lingkungan. Serta bertujuan untuk merekayasa ulang teknologi itu sendiri untuk menjamin keberlanjutan)

Acara ini menghadirkan 3 nara sumber. Pertama: Prof. Hiroshi Ochi dari Kysuhu Institute of Technology, Japan. Presentasi yang Beliau bawakan berjudul Wireless System – from Theory to Chip Design. Kedua, Prof.Dr.Trio Adiono dari Institut Teknologi Bandung dengan makalahnya Challenges and Opportunities in Designing Internet of Things. Nara sumber ketiga adalah Dr. Adi Rahman Adiwoso dari PT. Pasifik Satelit Nusantara yang memaparkan makalah berjudul Role of Satellite Telecommunication in Indonesia.

Yang ingin saya ceritakan dalam tulisan ini adalah presentasi kedua yang membahas mengenai Internet of Things. Materi pertama terlalu teknis buat saya yang bukan berasal dari jurusan elektro :). Sementara materi ketiga cukup menarik dan menambah wawasan saya tentang satelit mini yang bernama nanosatelit.

Internet of Things
Internet of Things adalah teknologi dimana benda-benda di sekitar kita dapat saling berkomunikasi dengan tablet, PC, dan smartphone melalui sebuah jaringan seperti internet. Benda-benda itu dapat berupa peralatan rumah tangga, dapur dan lain sebagainya yang dimonitor dan dijalankan dari jarak jauh, serupa remote control.

Istilah Internet of Things (IoT) dikenalkan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999. Sejak lama Ashton membayangkan bahwa internet dapat terhubung ke dunia fisik melalui berbagai sensor yang dibenamkan di perangkat tertentu, mengumpulkan data, untuk berikutnya mengirimkan ke database atau log server.

Istilah IoT dikenal juga dengan komunikasi M2M (Machine to Machine)
Seperti apakah wujud IoT ini? Mari kita lihat beberapa contoh video di bawah ini.

Perangkat di atas adalah berupa sikat gigi pintar. Sikat gigi ini dapat merekam informasi aktivitas ketika kita sedang menyikat gigi, seperti adakah bagian gigi yang belum dibersihkan, atau memberitahu jika ada bagian yang memerlukan perhatian kusus dan sebagainya. Selanjutnya, alat ini akan memberikan laporan hasil kegiatan sikat gigi tadi ke smartpone atau tablet kita secara langsung. Dengan demikian alat ini dapat membantu memperbaiki kebiasaan sikat gigi kita sehari-hari.

HAPIfork atau garpu pintar. Kebiasaan makan yang baik, pengaturan berat badan dan pencernaan yang baik tidak hanya berkaitan dengan apa yang kita makan akan tetapi juga seberapa banyak kita mengkonsumsi dan seberapa lama kita mengunyah makanan. Alat ini akan membantu mengingatkan jika kita makan terlalu cepat atau mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak.

Nah, ini barangkali yang ditunggu oleh anak-anak muda, wearable camera. Dengan alat ini kita tidak perlu lagi membawa tongsis kemana-mana untuk berfoto selfie loh :). Kamu tetap bisa melakukan aktivitas mandiri dan memfotonya sendiri, keren kan?

Ada banyak lagi tentu perangkat digital masa depan yang akan muncul ini. Pada saatnya nanti, semua benda-benda di sekitar kita akan terhubung secara nirkabel melalui Internet of Things (atau Internet of Everything).

Teknologi memang diciptakan untuk memudahkan hidup banyak orang namun jangan lupa kita pun dituntut untuk memanfaatkannya secara bijak.

(Walaupun judulnya hanya menemani partner, tetapi selalu saja ada ilmu pengetahuan dan wawasan baru yang saya peroleh dari acara-acara IEE ini :). Dan yeah, bisa buat bahan cerita ke murid-murid nanti :). Thanks IEEE :) )

Tugas Siswa

Merujuk kepada pembelajaran TIK Sains di Inggris, saya mencoba mengenalkan pemrograman visual dengan menggunakan aplikasi Scratch kepada murid-murid saya di sekolah. Scratch adalah aplikasi yang disarankan oleh para pengajar sekolah-sekolah di Inggris untuk mengenalkan konsep pemrograman dasar kepada murid-murid mereka dari SD sampai SMA.

Jangan membayangkan pemrograman sebagai hal yang rumit, saat ini ada banyak tersedia aplikasi pemrograman visual yang menarik dan mudah dipelajari, bahkan oleh orang dewasa yang awam sekalipun. Belajar pemrograman akan menjadi lebih menyenangkan, tentu saja.

Berikut ini akan saya tampilkan beberapa karya siswa saya ketika mereka belajar dengan Scratch.
Karya-karya itu berupa animasi, simulasi dan games sederhana.


Prosedur: Klik bendera hijau. Selanjutnya, tekan Space bar di keyboard.

Untuk projek akhir saya menugaskan mereka untuk membuat video dengan latar aplikasi yang telah mereka buat. Mereka akan menceritakan kepada Anda bagaimana aplikasi itu dibuat. Enjoy :)

(tunggu mereka mengumpulkan tugas akhirnya besok ya.. hehehe :))

TIK Sains, Paradigma Pembelajaran TIK Baru

“Anak-anak kita saat ini adalah mereka yang disebut dengan digital native. Digital native adalah istilah untuk mereka yang lahir bersamaan dengan lahirnya era digital. Sejak dini mereka sudah terbiasa berkirim teks melalui gadget, bermain game online, serta berselancar di internet. Namun, apakah semua itu menandakan bahwa mereka sudah mahir menggunakan teknologi? Walaupun anak-anak muda itu hampir setiap saat bersentuhan dengan media digital, ternyata hanya sedikit dari mereka yang mampu menciptakan games, animasi, ataupun simulasi.” (kutipan artikel dari “Scratch: Programming for everyone)

Situasi di atas digambarkan sebagai, “It’s as if they can read but not write.”

Menteri Pendidikan Inggris, Michael Cove, menjawab kondisi mengkhawatirkan di atas dengan melakukan sebuah revolusi besar di dalam pembelajaran TIK di sekolah. Cove kemudian mengenalkan kurikulum TIK Sains di awal tahun 2013. TIK Sains adalah pembelajaran TIK yang berfokus kepada pemrograman. Kurikulum ini diberlakukan dari jenjang Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas, sebagai pondasi awal.

Sebelumnya, pembelajaran TIK di sekolah lebih banyak menekankan keterampilan digital mendasar.
Dikutip dari majalah E&T, Fresh Fruit For Teacher. Volume 8 Issue 3 April 2013, Erick Schmidt dari Google mengatakan bahwa mengajarkan anak-anak hanya pada bagaimana menggunakan software dibanding menciptakannya, sama artinya menghilangkan warisan kemampuan komputasi yang dimiliki anak-anak itu.

Anak-anak memerlukan suatu tantangan yang dapat memunculkan kreativitas mereka. Belajar pemrograman dapat membantu anak mengembangkan keterampilan matematika dan logika, meningkatkan kreativitas, serta melatih mereka untuk memecahkan masalah. Keterampilan-keterampilan di atas tadi dapat membantu anak menghadapi kehidupan mereka di masa depan.

Anak-anak dengan keterampilan dan pengetahuan tentang kode komputer akan melahirkan orang-orang seperti Mark Zuckerberg (pendiri Facebook), atau Larry Page dan Sergei Bin (pembuat mesin pencari Google). Tumbuh besarnya para pencipta aplikasi (dan produk) ini akan membangkitkan dunia kewirausahaan yang sekaligus juga turut meningkatkan ekonomi negara.

Di Indonesia sendiri, keberadaan TIK Sains belum terlalu terdengar gaungnya, kecuali di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, di tingkat SMK ke atas. Pembelajaran TIK atau lebih dikenal dengan mata pelajaran Komputer baru dikenalkan di sekolah sebagai mata pelajaran wajib pada Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di tahun 2004 untuk semua jenjang (SD sampai SMA). Kemudian di tahun 2006, keberadaan TIK SD bergeser menjadi mata pelajaran muatan lokal. Sementara untuk tingka SMP dan SMA tidak mengalami perubahan. Dan di tahun 2013, mata pelajaran TIK dihapuskan sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SMP dan SMA berganti dengan mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.

Keputusan menghapus mata pelajaran TIK tentu sangat disesalkan banyak pihak. Terlebih lagi karena kita menyadari bahwa di era digital ini kemampuan berbahasa asing dan teknologi adalah sebuah syarat mutlak yang perlu dikuasai.

Harapan:
Dan sebelum penghapusan mata pelajaran TIK diberlakukan di semua sekolah, semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi sedikit rujukan bagi pengambil keputusan untuk menentukan langkah selanjutnya. Barangkali, ya barangkali, memperbaiki kurikulum TIK adalah pilihan yang lebih bijak daripada menghapuskannya? Semoga. Amin yra.

Daftar Penerbit yang Menerima Naskah Penulis Baru

Di salin rekat dari sumber di sini https://www.facebook.com/notes/komunitas-penulis-bitread/daftar-nama-penerbit-indonesia-yang-menerima-naskah-penulis-baru/1475857926008840

Daftar nama Penerbit Indonesia yang Menerima Naskah Penulis Baru
By Agnes Dessy on Friday, October 3, 2014 at 6:42pm

1. Penerbit QUANTA

Bagi siapa pun yang suka menulis, silakan kirim tulisannya, baik itu Motivasi Islami, Novel Islami, atau buku-buku keislaman lainnya.

Quanta Elex Media Komputindo Kompas Gramedia
Twitter: @QuantaBooks
Fanspage: Quanta Islamic Books
E-mail: Dudi@elexmedia.co.id

2. Penerbit Puspa Swara

PUNYA NASKAH ANAK DAN REMAJA DAN INGIN JADI PENULIS TERKENAL?Kami menantang kamu menghasilkan naskah yang orisinal, keren, dan unik serta wujudkan mimpimu menjadi penulis top

Puspa Swara

E-mail: nur.ihsan@puspa-swara.com
Website: www.puspa-swara.com

Redaksi Puspa Swara
a.n. Nur Ihsan
Perumahan Jati Jajar Blok D12
No.1 Cimanggis
Jawa Barat 16452
Info mengenai syarat naskah Klik : http://www.puspa-swara.com

3. Mizan Publishing House

Kami menerima naskah novel anak
Redaksi DAR MizanAlamat: Jl. Cinambo No. 135 (Cisaranten Wetan)Bandung 40294Telp. (022) 7834310
Info mengenai syarat naskah Klik : http://www.mizan.com

4. Penerbit TransMedia Pustaka

Transmedia Pustaka menerima naskah dari penulis-penulis lokal.

Redaksi TransMedia Pustaka
Jl. H. Montong No. 57, Ciganjur-Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630Tlp: 021. 788 83030, Faks: 021. 727 0996Untuk e-mail ke : redaksi@transmediapustaka.com
Info mengenai syarat naskah Klik : http://www.transmediapustaka.com

5. Penerbit Grasindo
Jangan ragu untuk mengirimkan naskahmu ke Grasindo. Siapa pun yang mempunyai minat menulis akan didukung!

REDAKSI GRASINDO
Gd. Kompas Gramedia, Unit I Lt.3Jl. Palmerah Barat No. 33-37, Jakarta 10270Nah, jika kamu akan mengirimkan naskah, jangan lupa untuk konfirmasi!Telp: 021-53650110, ext. 3301, 3303
Info mengenai syarat naskah Klik : http://www.grasindo.co.id

6. Penerbit GalangPress

Galangpress Group membuka kesempatan seluas-luasnya kepada Anda untuk menjadi penulis buku. Silakan, siapa pun Anda, apa pun profesi Anda, mengirimkan karya luar biasa Anda kepada kami.

Redaksi Galangpress Group
Jl. Mawar Tengah No. 72, Baciro, Yogyakarta, 55225Telp: 0274 554985/554986, Faks: 0274 556086,email:galangpress@jmn.net.id

Info mengenai syarat naskah Klik : http://facebook.com/galangpress.publisher

7. Penerbit Stiletto

Stiletto Book adalah penerbit buku yang mendedikasikan diri untuk menerbitkan naskah-naskah fiksi maupun non fiksi yang berkaitan dengan dunia perempuan; life style, keuangan, kecantikan, kesehatan, parenting, relationship, daaaaaaan segala dinamika perempuan modern.

Redaksi Stiletto
Perum Taman Cemara Blok F/102Maguwoharjo, Sleman, YogyakartaTelp: (0274) 960 9484

Info mengenai syarat naskah Klik : http://facebook.com/stiletto.book

8. Penerbit GagasMedia

Jangan ragu untuk mengirimkan naskahmu ke GagasMedia. Siapa pun yang mempunyai minat menulis bakal kita dukung deh!

REDAKSI GAGASMEDIA
Jl. Haji Montong No. 57, CiganjurJagakarsa, Jakarta Selatan 12630

e-mail keredaksi@gagasmedia.net.
Website : www.gagasmedia.net
Info mengenai syarat naskah Klik : www.gagasmedia.net

9. Penerbit UNSAPress

UNSAPress menerima naskah fiksi baik novel ataupun kumpulan cerpen.
Email: naskah.unsapress@gmail.com
Info mengenai syarat naskah Klik : http://facebook.com/pages/Penerbit-UNSA-Press/294418560721994

10. Penerbit DivaPress

DivaPress menerima naskah novel fiksi atau teenlite, juga naskah non-fiksi
Email:redaksi_divapress@yahoo.comdeteensmail@gmail.com (email khusus teenlit)

Kantor Redaksi DIVAPRESSSampangan Gg. Perkutut No.325-BJl. Wonosari, Baturetno, BanguntapanYogyakarta, 55197Telp: (0274) 4353776
Info mengenai syarat naskah Klik : http://blogdivapress.com

Demikian Daftar Nama Penerbit yang menerima naskah, silakan bagi penulis baru yang ingin mencoba jangan lupa untuk klik website resminya agar mengetahui masing-masing ketentuan.

Berkunjung ke Kampus Pauli

Selain cokelat lindt dan Heidi, ada satu tempat istimewa di Zurich, yaitu Institut Teknologi Konfederasi Zürich atau dalam bahasa Jerman disebut Eidgenössische Technische Hochschule Zürich (ETH Zürich). ETH berdiri tahun 1854 sebagai universitas milik pemerintah Konfederasi Swiss. ETH juga merupakan salah satu universitas paling terkemuka di Swiss. Di sinilah lahir banyak peraih penghargaan Nobel, seperti Albert Einstein dengan teori relativitas dan Wolfgang Pauli yang terkenal dengan teori fisika kuantum.
pauli6
Bagi Anda yang berminat melanjutkan studi pada bidang bioteknologi dan biologi molekular, ETH merupakan tempat yang layak dipertimbangkan. Menurut Wikipedia, tradisi berprestasi di tingkat dunia pada bidang kimia, fisika, dan fisika terapan pada masa lampau itu dilanjutkan pada kedua bidang studi di atas tadi.
pauli3 pauli-campus
Kami menelusuri area kampus yang luas dan tenang sambil membayangkan para ilmuwan itu belajar dan berdebat di taman kampus, atau pun di ruang-ruang kelas serta di lab yang jendelanya tampak dari kejauhan.

Di satu sisi dinding gedung terukir berderet nama tokoh peraih penghargaan Nobel, Pauli salah satunya. Pauli menerima penghargaan Nobel di bidang Fisika untuk penemuannya yang dikenal dengan Prinsip Larangan Pauli.
zurich-nobel2
Dari taman kampus ini kita juga bisa memandang kota Zurich. Perlahan langit berpendar keemasan, membentuk bayangan senja di atas permukaan kota Zurich. Indah.
zurich-campusview
Setelah mengambil beberapa gambar kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Di tengah perjalanan sebuah toko kecil di ujung jalan yang telah memasang plang bertuliskan Close menarik perhatian kami. Berbagai bentuk dan macam jenis perangko terpampang di dinding etalase toko. Saya mendekat untuk melihat-lihat sambil mengambil beberapa gambar.
zurich-stamp zurich-stamp2
zurich-stamp5 zurich-stamp3
Jalanan kota Zurich semakin ramai dengan lalu lalang orang. Cafe dan restoran dipenuhi manusia-manusia yang melepaskan penat usai aktivitas seharian bersama keluarga, kawan dan handai tolan.
zurich-malam2
Selamat malam, Zurich, Selamat beristirahat.

Zurich, Switzerland

Kota ketiga dalam perjalanan kami berikutnya setelah Amsterdam dan Luxembourg adalah Zurich. Apa yang terlintas pertama kali di benak mendengar Zurich? Yup, cokelat dan Heidi. Perpaduan yang manis, bukan? :)

Menurut Wikipedia, Zurich adalah kota terbesar di Swiss dan ibukota dari Kanton Zurich. Zurich juga merupakan pusat perdagangan di Swiss dan menjadi salah satu kota yang sangat penting di dunia bersama Jenewa. Zurich dikenal sebagai kota kehidupan berkualitas baik di dunia menurut beberapa survei yang dilakukan pada tahun 2006-2008 serta kota terkaya di Eropa. Tak heran jika Zurich disebut sebagai kota termahal di dunia.
Zurich1
Kota ini memiliki banyak taman dan kebun yang dapat dinikmati oleh semua warganya. Di waktu istirahat kantor banyak kita temui pekerja keluar menuju taman kota dengan membawa bekal sambil duduk di taman-taman. Sesekali mereka bercengkerama dengan burung dan bebek-bebek yang mendekati berharap diberikan remahan roti :). Warga Zurich sangat suka bersepeda dan berolahraga adalah bagian dari budaya mereka.
zurich-taman2 zurich-taman3
Taman tengah kota yang terletak dibalik rimbun pepohonan
liech1
Nah, cerita tentang Zurich terasa belum lengkap kalau tidak menyinggung yang satu ini, apalagi kalau bukan cokelat Lindt. Cokelat ternama dari Swiss ini mengandung 70% hingga 90% kemurnian cokelat. Berdasarkan sebuah penelitian, coklat dapat membantu mempercepat proses metabolisme. Sstt, buat yang diet, cokelat lindt ini ternyata boleh dikonsumsi loh karena kandungan cokelatnya yang tinggi diandingkan lemaknya. Jadi, jangan takut gemuk deh :)

Kami sempat ke perusahaan mereka, nggak lama sih, itu pun ke gudang cokelatnya aja. Di sana harga coklat lindt bisa setengah dari harga aslinya. Apalagi kalau dibandingkan yang dijual di Indonesia, wah jauh banget. Itu sebabnya nggak heran kalau banyak orang memborong dengan membeli cokelat-cokelat dalam jumlah besar. Kami membatasi diri untuk membeli oleh-oleh selain karena koper yang sudah penuh dengan buku-buku, kami pun harus melakukan perjalanan mandiri dengan berpindah-pindah kereta. Lumayan juga menggeret koper kemana-mana…hehe.

Hari kedua kami mengikuti tour Heidiland. Perjalanan menuju rumah Heidi ini sangat panjang. Tapi, sungguh tak menyesal karena pemandangan yang disuguhkan sungguh indah. Hamparan gunung dan lembah yang berbukit-bukit adalah pemandangan yang sulit untuk dilewatkan begitu saja. Wow, bisa dibayangkan betapa Heidi sangat mencintai rumah paman Alm di gunung.
heidi heidi2
Paket tur ini termasuk ke dalamnya adalah mengunjungi sebuah negara kecil yang memiliki luas 160 km persegi, yaitu Liechtenstein. Negara kepangeranan ini terkurung oleh daratan dengan gunung-gunung yang mengelilinginya. Terletak di tepi sungai Rhein di antara negara Austria dan Swiss. Segala urusan luar negeri ini diurus oleh Swiss. Pendapatan negeri ini berasal dari pariwisata, terutama dari penjualan perangko.
liech2 liech3
Dari pegunungan Heidiland, nun jauh di sana kita bisa melihat gunung besar yang dibaliknya adalah tempat negara Austria berada. Di sana pula sang Raja Liechtenstein memilih untuk tinggal, tepatnya di kota Wina, Austria (konon karena sepi dan kecilnya Liechtenstein maka si raja memilih menetap di negara tetangganya).
Zurich4
Pada tahu 2011 Liechtenstein masuk ke dalam daftar negara-negara Schengen, karena itu tidak perlu visa khusus untuk bisa mengunjungi negeri imut ini. Namun Anda bisa meminta stempel di pasport sebagai tanda Anda pernah mengunjungi negeri ini dengan membayar beberapa Franc Swiss (CHF).

Perjalanan berikutnya adalah menuju rumah Heidi. Di sepanjang jalur menuju rumah Heidi banyak sekali kita temui pohon-pohon apel dan pertanian angggur dengan buah-buahnya yang ramai. Duh, pengin :).
apel
Perjalanan dengan berjalan kaki menuju rumah Heidi di atas gunung itu memang tak serupa dengan bayangan kanak-kanak saya dahulu (saat saya pertama kali membaca buku Heidi). Yang mirip barangkali jalanannya yang menanjak dan terjal sehingga setiap kali melangkah tubuh seolah terdorong ke depan sekuatnya. Sebaliknya, begitu turun kita harus mampu menahan laju kaki agar tidak terperosok. Selain karena susah mengeremnya, di kiri jalan itu bukit terjal, kalau jatuh bisa terguling-guling dan masuk ke dalam lebatnya hamparan rumput. Untungnya, udara yang bersih dan segar membuat nafas tidak terlalu berat ketika melangkah, walau tetap megap-megap sedikit :).

Rumah Heidi serupa dengan yang ada di dalam gambaran saya selama ini, mungkin karena pengaruh nonton film Little House o The Prairie ya? Hehe. Untuk masuk ke dalam rumah Heidi dikenakan tiket.
peerabot-heidi perabot-heidi2

with-heidi
Foto bareng Heidi dan Peter :)

Dalam perjalanan kembali ke bis saya dan partner membahas cerita yang ada di dalam buku Heidi. Ternyata, untuk kisah Heidi saya lebih pintar dari partner :D. Maka, kali ini giliran saya yang mendongeng untuknya :). Kami pun asyik menduga-duga dimana Peter meluncurkan kursi roda milik Klara. Wah, jahatnya Peter ya. Namun kejadian itu justru memberikan keajaiban bagi Klara. Loh? Kok malah mendongeng? Hehe.

Bye..bye Zurich, semoga suatu hari kita bisa berjumpa lagi. Bergegas kami menuju hotel untuk mengambil koper dan melanjutkan perjalanan dengan kereta api menuju … Budapest.