Pendampingan & Supervisi Program Kewirausahaan SMA

Jadi, inilah 3 kota yang saya singgahi dalam rangkaian tugas menjadi petugas supervisi dan pendampingan program kewirausahaan SMA tahun 2019.
1. Aceh
Apa yang menarik dari Aceh? Banyak. Saya sungguh bersyukur dan merasa beruntung ketika mengetahui bahwa sekolah pertama yang harus saya kunjungi adalah Aceh. Telah lama saya memiliki keingintahuan besar untuk melihat bagaimana masyarakat Aceh bangkit membangun kotanya setelah peristiwa bencana dan tsunami besar di tahun 2004. Sekolah yang akan saya kunjungi adalah Sekolah Menengah Atas Swasta Darul Abrar yang terletak di kabupaten Aceh jaya dengan ibukota Calang. Oya, provinsi ini luluh lantak pada bencana tsunami dan gempa bumi tahun 2004. Saya bersama seorang kawan dari Direktorat menempuh jarak kurang lebih 3 jam perjalanan dari kota Aceh melalui jalur darat. Menuruni 3 gunung dan 3 daratan sungguh perjalanan yang penuh petualangan tapi juga menakjubkan dengan keindahan alamnya.

Letak SMAS Darul Abrar yang berdekatan dengan laut dan pegunungan memberikan banyak potensi alam yang tak terhingga. Pecahan batu-batu (serupa batu giok) dari gunung berserakan di area sekolah. Dahulu, waktu maraknya aksesori batu-batuan, Calang menjadi salah satu pengekspor batu-batuan ke kota besar. Ada lagi siput. Mereka menyebutnya dengan chu. Siput-siput hidup di rawa-rawa yang banyak ditemui di kabupaten Calang. Ada lagi tanaman kedondong pagar yang tumbuh liar di sekolah. Tanaman ini diniscayai dapat menyembuhkan sakit lambung. Daunnya bisa dipetik dan dijadikan teh. Kemudian, buah janeng yang merupakan buah khas daerah Aceh. Buah janeng dapat ditemui di hutan-hutan. Buah janeng tidak diperjualbelikan. Di Calang, keberadaan buah janeng mulai menipis paska bencana tsunami tahun 2004. Menariknya, buah ini membantu warga Aceh bertahan hidup pada peristiwa tsunami.

Seorang rekan sekolah yang merupakan penyitas pada peristiwa tsunami bercerita, pada waktu tsunami besar terjadi di Aceh tahun 2004, ia dan kawan-kawannya pergi ke hutan untuk mencari buah janeng. Buah ini beracun tetapi jika diolah dengan benar ia bisa menjadi makanan pokok pengganti nasi. Para leluhur biasa mengolah dan mengonsumsi buah janeng sebagai makanan pokok.

Di belakang sekolah terbentang laut biru dengan deburan ombak. Pasir di laut ini putih dan bersih. Tidak banyak orang yang bermain ke laut. Barangkali, karena hari itu bukan hari libur ya? 🙂

Satu lagi, yang mungkin tidak banyak orang menyadari, Aceh ternyata mengalami 4 kali perubahan nama. Awalnya adalah Aceh Darussalam. Kemudian Daerah Istimewa Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam dan terakhir Aceh. Menurut ke[ala sekolah SMAS Darul Abrar, perubahan nama ini karena masyarakat Aceh ingin dipanggil sebagai Aceh, bukan DI atau NAD, yang merupakan singkatan dari nama-nama sebelumnya.

Oya, balik ke tugas negara. Hari pertama kami melakukan supervisi. Hari kedua adalah tugas saya untuk memberikan IHT berupa materi design thinking dan business model canvas.

Berikut materi presentasi dan foto-foto kegiatan selama berada di SMAS Darul Abrar.

2. Papua
Setelah ujung barat Indonesia, kali ini perjalanan saya ke provinsi paling timur wilayah Indonesia, yaitu Papua. SMA Oransbari kab. Manokwari Selatan, Papua Barat. Sekolah Oransbari terletak di atas bukit. Tidak ada air. Siswa dan guru membawa air sendiri. Aktivitas kbm hanya sampai jam 2, karena setelah itu mereka harus membantu orang tua di ladang. Anak-anak ada yang naik motor pun jalan kaki. Dibutuhkan stamina yang cukup untuk berjalan kaki. Tetapi, anak-anak tetap masuk, walau dengan sepatu yang sobek atau baju yang basah dengan keringat. Mereka punya impian yang sama dengan anak-anak di P. Jawa. Mereka juga ingin melihat dunia. Saya salut dengan Bapak Ibu guru yang ada di sana. Dengan segala keterbatasan mereka berusaha membantu mewujudkan harapan dan kehidupan yang lebih baik untuk siswa-siswanya.

Orang Papua ramah-ramah. Mereka suka tersenyum dan malu-malu. Tingkat toleransi di Papua sangat tinggi. Mereka baik dan ramah dengan pendatang. Anak-anak Papua terampil menggunakan tangan mereka untuk membuat berbagai kerajinan tangan. Berbeda dengan di Aceh, produk kewirausahaan di sekolah ini lebih banyak berkisar kerajinan.

Bersama kawan dari Direktorat, saya mengisi kegiatan IHT design thinking dan business model canvas di hari kedua. Contoh saya ambil dari kondisi sekitar. Kebetulan di belakang sekolah mereka ada pohon beringin yang besar. Akar gantung di pohon beringin sangat banyak dan seringkali terserak begitu saja. Anak-anak di sana mengambil akar-akar gantung dari pohon beringin dan merangkainya menjadi produk kerajinan seperti tas, wadah makanan, dan lain-lain. Kreasi anak-anak Papua ini bagus-bagus loh.

Oya, awalnya saya sempat ragu pergi ke Papua. Tetapi, rasa ingin tahu mengalahkan segalanya sehingga saya pun memutuskan untuk berangkat ke kota yang ternyata indah. Selama perjalanan yang ditempuh kurang lebih 3 jam dari bandara Rendani, Papua Barat saya bisa menikmati pemandangan laut dan pegunungan yang berbukit-bukit.

Slide dan foto kegiatan ada di bawah ini ya.

3. Bengkulu
Sekolah yang kami kunjungi ini adalah SMAN 2 Mukomuko. Sekolah ini terletak di kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Kali ini saya berangkat sendiri. Rekan saya berasal dari Bengkulu, karena itu dia menunggu saya di sana. Kami menempuh perjalanan 5 jam untuk sampai ke SMAN 2 Mukomuko. Sejauh mata memandang dalam perjalanan dari bandara ke sekolah kami disuguhi pemandangan pohon sawit dan laut biru yang luas.

Produk wirausaha siswa-siswi SMAN 2 Mukomuko adalah kuliner. Potensi keunggulan lokal mereka adalah ikan slengek. Di daerah ini ikan slengek mudah didapat dan harganya murah. Warga setempat biasa mengolah dengan cara digoreng atau dipepes. Namun tulangnya banyak,- orang Bengkulu menyebut duri dengan tulang- sehingga tidak banyak orang yang berminat mengolahnya. Walaupun banyak duri dan seringkali diabaikan rasa ikan slengek sebenarnya cukup enak. Siswa-siswi SMAN 2 mukomuko kemudian berkreasi dengan mengolah ikan slengek menjadi kerupuk, abon, stik, pempek, somay, tekwan, dan lain-lain. Mereka juga memproduksi terus produk makanan tersebut dan menjualnya di koperasi sekolah. Setiap jam istirahat bergantian siswa-siswi menjaga konter yang ditempatkan di selasar sekolah.

Pagi hari sebelum kami melaksanakan IHT, kami berkeliling sebentar. Kami melihat jembatan gantung yang merupakan ikon kota Ipuh. Ipuh adalah salah satu nama kecamatan dari kabupaten Mukomuko. Di bawah jembatan mengalir sungai yang deras. Sungai ini menjadi sumber aktivitas keseharian warga Ipuh. Mereka mencuci dan mandi di sungai. Sungai ini menjadi ramai terutama di musim kemarau.

Beberapa foto kegiatan dan slide

Contoh design thinking karya siswa-siswi SMAN 2 Mukomuko.

Itulah ke-3 sekolah yang saya kunjungi. Pada kegiatan ini yang bisa saya simpulkan adalah banyak sekali keunggulan lokal yang dimiliki setiap daerah. Para pelajar dapat lebih mudah berkreasi dalam menemukan ide dan gagasan produk dengan bantuan pendekatan design thinking dan BMC.

Sampai bertemu di FIKSI ya anak-anakku. Semoga ilmu yang kami berikan bermanfaat. Aamiin.

ToT Petugas Pendampingan & Supervisi Program Kewirausahaan SMA

Menyambung dari tulisan sebelumnya, setelah mengikuti pelatihan dari PJI saya melanjutkan perjalanan ke Bogor untuk mengikuti ToT Petugas Pendampingan & Supervisi Program Kewirausahaan dari Kementerian yang diadakan selama 4 hari.

Menukil dari kata pengantar modul pelatihan, “Sebagai bentuk pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan, Direktorat Pembinaan SMA pada tahun 2019 melaksanakan Program Kewirausahaan di 204 SMA yang tersebar di 34 provinsi. Untuk memastikan keterlaksanaan program tersebut, Direktorat Pembinaan SMA akan melaksanakan supervisi dan pendampingan terhadap 150 SMA pelaksana. Selain itu, supervisi dilakukan dengan harapan agar mendapatkan kondisi riil sekolah dalam pelaksanaan program kewirausahaan yang sesuai dengan rencana kerja. Pendampingan dilaksanakan untuk memberikan bantuan atau solusi pemecah masalah/kendala yang dihadapi sekolah dalam bentuk In House Training (IHT(. SMA pelaksana program kewirausahaan diharapkan memiliki karya kreatif dan inovatif agar siswa memiliki jiwa-jiwa entrepreneur. Sebagai bentuk persiapan sebelum pelaksanaan pendampingan dan supervisi, Direktorat Pembinaan SMA menyelenggarakan ToT Petugas Pendampingan dan Supervisi Program Kewirausahaan di SMA.”

Merujuk kepada nukilan di atas, maka tugas dan tanggung jawab petugas supervisi dan pendampingan program kewirausahaan adalah mengimbaskan ilmu yang kami pelajari pada pelatihan ini kepada sekolah-sekolah yang telah menerima dana bantuan untuk program kewirausahaan. Materi yang dipelajari pada pelatihan adalah mengenai design thinking dan business model canvas (BMC). Kedua materi inilah yang harus saya sampaikan nanti pada kegiatan IHT di sekolah-sekolah tersebut untuk membantu mereka memahami konsep kewirausahaan.

Pada hari ke-4 kami diberikan tes. Tes ini bertujuan untuk pemetaan kompetensi dari setiap petugas.

Prestasi Junior Indonesia dan Citibank

Saya mengenal Prestasi Junior Indonesia pada tahun 2018. Pada saat itu saya bersama siswa sedang mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diadakan oleh British selama sebulan setiap hari sabtu. Di sana saya berkenalan dengan seorang kawan Guru yang kemudian mengajak saya untuk melihat pameran dan kompetisi kewirausahaan tingkat Asia yang diadakan di Lotte, Kuningan. Acaranya sangat keren loh. Saya jadi bermimpi suatu hari murid-murid saya juga bisa mengikuti program yang diadakan oleh PJI. Saya kemudian berkenalan dengan salah seorang penanggung jawab dari pihak PJI. Dari keterangan pihak PJI untuk bisa mengikuti program ini hanya sekolah yang memperoleh rekomendasi dari Dinas atau yang dipilih oleh pihak sponsor bersama PJI. Ada juga program mandiri. Namun untuk mengikuti program mandiri dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Berawal dari obrolan singkat ini saya kemudian mencoba mengajukan permohonan dana sponsor untuk sekolah kami.

Singkat cerita, mbak Olen perwakilan dari PJI mengabarkan saya bahwa Citibank sebagai pihak sponsor setuju untuk menggelontorkan dana CSR nya untuk sekolah kami. Selanjutnya, pihak Prestasi Junior Indonesia (PJI) datang ke sekolah untuk memberikan gambaran program kerjasama yang akan mereka lakukan. Kami kemudian membentuk tim. Saya mengawal program Ja Be karena saya kebetulan mengajar di kelas X. Saya bersama 3 kawan kemudian berbagi tugas. 2 guru mengawal program Ja Be dan 2 kawan lainnya bertanggung jawab untuk program SC (Student Company).

Oya, saya mau bercerita terlebih dahulu apa itu Prestasi Junior Indonesia (PJI). PJI adalah lembaga non profit (NGO) yang mengelola dana CSR dari banyak perusahaan-perusahaan besar, salah satunya adalah Citibank. Di Indonesia PJI secara aktif membina para pelajar setingkat SMA/SMK untuk membangun ide bisnis dan mengelola usaha mikro di sekolah. PJI memiliki 2 program kewirausahaan yaitu Ja Be dan SC. kedua program ini, Ja Be dan SC telah diikuti oleh 116 negara.

Ja Be adalah program yang bertujuan untuk memberikan pembekalan kewirausahaan kepada peserta didik di kelas. Program ini berjalan selama 8 kali pertemuan yang diampu oleh masing-masing guru PKWU yang mengajar di kelas X. PJI memberikan buku kerja siswa kepada sebanyak siswa kelas X. Program ke-dua yaitu Student Company (SC). Student company adalah perusahaan siswa yang dibentuk oleh kurang lebih 25 anak. 25 anak ini akan mempraktikkan pembelajaran kewirausahaan yang telah diperoleh dan akan melalui rangkaian kompetisi dari tingkat region, nasional sampai Asia Pasifik. SC sendiri dimaksudkan sebagai rangkaian program pemberdayaan generasi muda melalui peningkatan kemampuan serta keterampilan. Melalui program kewirausahaan diharapkan akan lahir banyak wirausahawan social muda dalam bisnis yang memiliki orientasi untuk membantu menyelesaikan masalah sosial di lingkungan.

Maka, tanggal 25 Oktober saya dan 3 kawan guru lainnya mengikuti pelatihan untuk program Ja Be dan SC ini. Pihak PJI memaparkan mekanisme yang akan dilaksanakan oleh Guru dalam kedua program tersebut. Program ini akan berjalan selama kurang lebih 8 bulan. Dari DKI yang mengikuti program dari PJI ini ada 5 sekolah, yaitu 2 dari SMA (SMAN 71 dan SMAN 81), 3 lainnya adalah SMK.

Berikut adalah dokumentasi pelatihan yang diadakan di kantor PJI.

Membuat Daftar Isi Otomatis

Pengalaman menulis naskah buku ‘memaksa’ saya belajar membuat daftar isi otomatis. Tak mungkin membuat daftar isi manual, tak terbayang capek dan mangkelnya nanti…hehe. Ada cara mudah dan sederhana untuk membuat daftar isi. Walaupun ada beberapa tahapan yang sebaiknya diikuti, namun membuat daftar isi dengan urutan langkah di bawah ini rasanya cukup memudahkan. Yuk, kita mulai.

  1. Buka program microsoft word.
  2. Susun dulu outline penulisan. Sebagai contoh:
    Cover
    Kata Pengantar
    Daftar Isi
    Bab
  3. Halaman cover ada di section-1. Kata Pengantar dan daftar isi ada di section-2, Bab ada di section-3. Tujuan pembagian ini untuk memudahkan kita ketika mengatur penomoran halaman dengan format yang berbeda. Contoh: penomoran halaman dalam bentuk angka romawi untuk halaman Kata Pengantar dan Daftar Isi. Sementara untuk halaman Bab dan seterusnya menggunakan penomoran angka desimal. Untuk cover tidak dikenakan penomoran halaman.
  4. Siapkan halaman untuk Cover. Caranya, ketikkan cover, untuk menandai bahwa halaman tersebut akan digunakan untuk keperluan cover.
  5. Selanjutnya, pilih menu Layout. Pilih Breaks. Pilih Next Page di opsi Section Breaks.
  6. Kursor akan melompat ke halaman berikutnya. Ketikkan Kata Pengantar, untuk menandai halaman yang berisi Kata Pengantar.
  7. Kemudian tekan tombol Enter atau tekan tombol Ctrl+Enter secara bersamaan untuk berpindah ke halaman berikutnya. Ketikkan Daftar Isi untuk halaman daftar Isi.
  8. Untuk membuat halaman Bab, maka kita perlu membuat section baru. Caranya, pilih menu Layout. Pilih Breaks. Klik Next page di opsi Section Breaks.
  9. Kursor akan melompat ke halaman berikutnya. Ketikkan Bab untuk halaman Bab.

Setelah selesai membuat pembagian section, langkah berikutnya adalah membuat penomoran halaman.

Halaman Cover

  1. Letakkan kursor di halaman cover. Klik dua kali di atas teks cover untuk menampilkan menu Header & Footer. Selanjutnya, beri tanda centang pada pilihan Different First Page.
  2. Klik ikon Close Header & Footer untuk melihat hasil. Lihatlah, tidak ada nomor halaman untuk halaman Cover.
  3. Selanjutnya, berpindah ke halaman Kata Pengantar. Tampilkan menu Header dan Footer.
  4. Pilih ikon Page Number. Pilih Bottom of Page dan klik salah satu pilihan misalnya di tengah, untuk meletakkan nomor di tengah bawah halaman. Berikutnya, klik pada pilihan Format Page Numbers.


  5. Akan tampil jendela page Number Format. Pilih Number Format yang diinginkan, misalnya angka romawi kecil. Beri tanda centang pada pilihan Start at

  6. Lihat hasil. Pada halaman Kata Pengantar, nomor halaman adalah angka romawi kecil. Perhatikan, pada halaman Daftar Isi, penomoran halaman mengikuti nomor selanjutnya dengan format angka romawi
  7. Lakukan langkah yang sama, namun pilih angka desimal untuk penomoran halaman Bab dan seterusnya. Jangan lupa isikan dengan angka satu pada pilihan Start at.
  8. Lihatlah, penomoran halaman penulisan sudah rapi, bukan?

Selanjutnya adalah mengatur format dokumen menggunakan fitur style. Fitur styles berguna untuk mengotomatisasi format dokumen sehingga dapat menghemat waktu saat mengerjakan dokumen di word. Fitur styles wajib digunakan ketika kita akan membuat daftar isi secara otomatis.

Sebagai contoh, kita akan menggunakan format dokumen dengan aturan seperti di bawah ini

Heading 1
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab

Heading 2
Sub bab

Untuk menggunakan fitur style, langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Blok (seleksi) teks terlebih dahulu. Pada menu Styles, pilih Heading 1. Lakukan langkah yang sama untuk judul Daftar Isi dan Bab.
  2. Buat teks sub bab. Blok teks sub bab. Pada menu Styles, pilih Heading 2.
  3. Kembali ke halaman daftar isi. Pilih menu References. Klik ikon Table of Contents. Pilih bentuk tabel daftar isi yang disukai. Klik. Lihatlah hasilnya. Daftar isi otomatis telah muncul.
  4. Untuk meng-update isi tabel daftar isi, klik di area konten daftar isi dan pilih Update Table.

Bagaimana? Mudah, bukan? 🙂
Semoga bermanfaat

Pembelajaran Berbasis Coding

Saat ini sedang ramai orang membicarakan tentang pembelajaran berbasis coding. Demikian pun diantara kawan-kawan Guru. Beberapa kawan menanyakan, seperti apa pembelajaran berbasis coding itu? Apakah nantinya semua mata pelajaran mengajarkan pemrograman? Bagaimana guru-guru yang tidak bisa menggunakan komputer? Dan banyak lagi.

Saya ingin mencoba meluruskan pemahaman mengenai pembelajaran berbasis coding dari sudut pandang saya berdasarkan pada bacaan dan literatur yang saya baca dan pelajari selama ini ya. Jadi, jika ada kekurangan dan koreksi sila ditulis di kolom komentar di bawah ini. Mari kita belajar bersama-sama.

Pembelajaran berbasis coding bukan berarti semua mata pelajaran belajar bikin program ataupun segalanya serba digital dan menggunakan aplikasi. Namun, yang diadopsi dari coding atau pemrograman adalah konsep dan pendekatan pemrograman. Konsep pemrograman itu meliputi berpikir logis (logic), evaluation (evaluasi atau menguji), algoritme (urutan langkah untuk menyelesaikan masalah), patterns (pola), decomposition (menguraikan masalah besar menjadi masalah-masalah yang lebih kecil), dan abstraction (menghapus detail yang tidak diperlukan). Sementara pendekatan pemrograman meliputi thinkering, creating, debugging, persevering, dan collaborating. Baik konsep dan pendekatan pemrograman yang diadposi dalam pembelajaran tersebut juga tidak perlu dilakukan dengan menggunakan komputer.

Konsep dan pendekatan pemrograman itu sendiri sebenarnya telah diterapkan pada buku-buku untuk siswa TK. Salah satu contoh seperti ini misalnya, mengenali pola (pattern).


sumber: https://www.onlinemathlearning.com/kindergarten-pattern.html


sumber: http://www.lisbonlx.com/format/11/geometric-shapes-patterns-for-kids.html/attachment/kindergarten-worksheets-these-are-good-but-some-have-errors-so-intended-for-geometric-shapes-patterns-for-kids

Di tingkat sekolah menengah, misalnya untuk mata pelajaran bahasa indonesia, dengan materi teks prosedural. Di sana ada penerapan algoritme. Atau ketika bikin puisi, di sana ada konsep dan pendekatan decomposition dan craeting.

Untuk mata pelajaran seni rupa, ketika membuat gambar nirwana, di sana ada mengenali pola (pattern) dan proses perulangan (looping).

Kalau kita renungkan, sesungguhnya konsep dan pendekatan pemrograman itu sendiri meniru bagaimana otak kita merespon. Logika programming saat ini lebih ditingkatkan sehingga mengikuti bagaimana cara manusia berpikir. Para enginer berpikir meniru alam dan kemudian menerapkannya dalam cara kerja mesin-mesin komputer. Hm, menarik, bukan? 🙂

Jadi, ndak perlu khawatir dengan pembelajaran berbasis coding ya? Sebaliknya, ini akan menjadi kurikulum yang lebih menarik dan menyenangkan. Semoga :).

Paris, 2019

Alhamdulillah kami sampai di bandara Schipol, Belanda dengan selamat setelah menempuh perjalanan 14 jam non stop dari Indonesia menggunakan pesawat Garuda. Dari Belanda kami akan melanjutkan perjalanan dengan kereta api ke Paris dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam 4 menit. Kami memutuskan untuk istirahat dahulu di bandara sambil menunggu kereta yang akan membawa kami ke Paris.

Satu-satunya alasan yang membuat kami mengunjungi Paris kembali adalah karena kami berdua ingin melihat museum Currie. Dua tahun sebelumnya museum ini sedang direnovasi ketika kami berkesempatan mengunjungi Paris pada tahun 2012. Marie Currie adalah tokoh favorit saya sejak kecil. Saya memiliki buku-buku seri tokoh ternama yang salah satunya adalah Marie Currie. Sebenarnya ada satu museum lagi yang ingin saya kunjungi dan lokasinya di Paris juga, yaitu museum Louis Pasteur, penemu vaksin rabies. Sayangnya, dua museum itu tutup pada jam yang sama dan kami harus memilih salah satu.

Marie Currie atau nama aslinya adalah Maria Sklodowska bersama suaminya Pierre Curie adalah peraih nobel pertama untuk penelitian mereka tentang radiasi. Marrie juga adalah wanita pertama penerima nobel. Marie lahir di Warsawa, Polandia. Marie kemudian pindah ke Paris untuk melanjutkan kuliah dan kemudian mendirikan laboratorium di rumahnya dimana ia menemukan radium.

Usai dari museum Currie kami mampir sebentar ke museum pantheon. Pendulum Foucault menggantung megah di bagian tengah dalam pintu masuk. Mengenai pendulum ini saya pernah menuliskannya di sini.

Lalu kami berjalan kaki melihat-lihat toko buku dan mengunjungi toko pernak-pernik The Little Prince. Tujuan berikutnya adalah museum Louvre. Namun sayangnya saat itu museum Louvre ditutup, jadi kami hanya melihat dari luar. Jarum jam telah menunjukkan angka 8. Malam telah menjelang namun sinar matahari masih bersinar terang. Toko-toko telah lama tutup. Kami memutuskan kembali ke hotel dan beristirahat. Sementara itu musik dan cafe serta restoran penuh sesak oleh warga yang bercengkerama dengan kawan dan kerabat mereka sambil menikmati suasana musim panas yang indah. Selamat malam, Paris.

Hari kedua di Paris, kami sempatkan dengan berjalan-jalan ke taman Luxemburg, kemudian menuju taman bunga Paris di Vincennes, yang di dekatnya terdapat sebuah reruntuhan kastil (lupa namanya). Berbagai tanaman tumbuh di musium udara terbuka ini. Suasananya serupa dengan kebun raya bogor mungkin ya? :). Di sebuah tepi jalan berdiri toko souvenir kecil yang menjual berbagai produk tanaman dan pernak-pernik daur ulang. Saya membeli pensil yang bisa ditanam dan note dengan sampul dari kulit apel. Selanjutnya, kami melanjutkan perjalanan menuju museum sains dan industri di utara Paris. Berbagai robot dipamerkan di musium ini. Sebelum keluar dari musium kami menyempatkan diri masuk ke toko cindera mata yang berisi berbagai produk berkaitan dengan teknologi. Saya tertarik dengan tumpukan buku pemrograman untuk anak-anak. Sayangnya, semua berbahasa Perancis. Mereka tidak menyediakan buku bahasa inggrisnya :(. Antara sedih dan lega :)… hehe.

Kami memutuskan kembali ke hotel untuk melepaskan penat dan bersiap-siap melanjutkan perjalanan esok hari menuju Geneva.

Apa itu Critical Thinking?

Critical thinking adalah satu dari 3 istilah 4 C yang digadang-gadang sebagai keterampilan abad 21. Selain critical thinking, ada communication, collaboration, creativity. Dan ditambah dengan problem solving. Ke-4 keterampilan di atas adalah kemampuan yang ingin dituju dalam kurikulum 2013. Namun apa sih sesungguhnya critical thinking itu?

Sebelum menyimpulkan apa itu critical thinking, coba amati hal-hal kecil di sekitar kita. Pernah melihat seseorang tak acuh ketika ada orang tua dengan susah payah membuka pintu supermarket? Atau sekelompok orang yang asyik berjalan beriringan tanpa menyadari menutup jalan orang lain? Dan banyak kasus lainnya. Barangkali juga tanpa disadari, seseorang itu adalah diri kita sendiri. Kita telah tumbuh menjadi masyarakat yang abai terhadap kepatutan. Mengapa kita tumbuh menjadi orang yang tak peduli kepada orang lain?

Sebelum melimpahkan kesalahan kepada orang lain, mari kita bercermin bersama-sama. Kita sesungguhnya tidak tahu. Kita tidak tahu bahwa orang tua yang sedang kesusahan membuka pintu membutuhkan bantuan. Kita tidak tahu bahwa berjalan beriringan dapat menyebabkan penutupan jalan bagi orang lain, dan lain-lain. Sejak kecil kita tidak pernah diajarkan untuk berpikir kritis (critical thinking). Jika seorang anak dibiasakan berpikir kritis, maka setiap tindakannya akan didasarkan pada analisa. Sebelum melakukan sesuatu ia akan selalu bertanya kepada dirinya, apakah dampaknya jika ia melakukan ini? Apakah betul yang akan ia lakukan, bagaimana dampaknya kepada orang lain? dan sebagainya. Ia tumbuh menjadi anak yang tidak sekedar ikut-ikutan, ia akan meneliti setiap masalah yang dihadapinya.

Proses berpikir kritis memang harus dilatih sejak dini. Dikutip dari Parents Guide Magazine. Berpikir kritis adalah cara berpikir logis, dimana kita memecah-belah suatu masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil serta menganalisanya. Bagian dari berpikir kritis adalah: kemampuan menggolongkan, memilah, membandingkan persamaan dan perbedaan (Church, 1993). Beberapa ciri anak yang berpikir kritis adalah: penuh rasa ingin tahu dan ingin menjelajah/bereksplorasi.

Berpikir kritis penting bagi setiap manusia karena itulah modal untuk pemecahan masalah, dimana masalah adalah hal yang pasti dihadapi manusia sepanjang hidupnya. Kemampuan menganalisa masalah membantu kita meneliti penyebab masalah, kemudian mencari solusinya.

Anak-anak yang sejak dini diajarkan keterampilan berpikir kritis akan tumbuh menjadi problem solver bagi masalah-masalah yang ada disekitarnya. Mereka optimis dan penuh rasa peduli terhadap lingkungan dan sekitarnya. Untuk itu, mari kita mulai dengan mempraktikkan pola pikir kritis dalam diri sendiri.






PKWU Selayang Pandang

Sebagai gambaran bagaimana saya menerapkan pembelajaran PKWU, Bapak/Ibu Guru dapat melihat dalam akun siswa saya di sini.

Kelompok ini menyimpan semua dokumentasi kegiatan belajar PKWU di semester ganjil (tahun ajaran 2018-2019) dengan sangat apik dan runut. Saya pilihkan yang terbaik untuk Bapak/Ibu Guru semua 🙂

Semoga bermanfaat

Contoh Soal HOTs versi sendiri :)

Dalam rangka menunaikan kewajiban selepas mengikuti pemberdayaan MGMP PKWU maka saya akan menyisipkan contoh soal LOTs dan HOTs dalam pilihan ganda dan essay dalam tulisan di bawah ini. Tugas ini sudah saya kumpulkan kepada nara sumber. Nah, mengenai benar atau salahnya saya sendiri belum tahu. Belum dibedah bersama-sama soalnya :).
Jika Bapak/Ibu Guru berkenan memberi masukan silakan memberi komentar di bawah ini :).

Soal LOTs

1. Barang atau hasil karya yang dihasilkan melalui keterampilan tangan disebut ….
a. Kerajinan
b. Keterampilan
c. Kesenian
d. Keindahan
e. Karya tangan

2. Berikut yang termasuk benda hias adalah …
a. Meja dan kursi
b. Pensil dan penggaris
c. Sepatu dan kaos kaki
d. Rangkaian bunga dan lukisan
e. Tas dan dompet

3. Untuk membuat kaldu digunakan teknik memasak …
a. Stewing
b. Simmering
c. Boiling
d. Steaming
e. Deep frying

4. Perubahan bentuk energi dari yang satu menjadi bentuk energi yang lain disebut …
a. Kapiler
b. Pembiasan
c. Konversi
d. Konsentrat
e. Konvergen

5. Contoh umbi-umbian adalah …
a. Ketela
b. Jeruk
c. Nanas
d. Semangka
e. jambu

Essay
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kerajinan berdasarkan inspirasi budaya lokal non benda!
2. Apa yang dimaksud dengan BEP?
3. Jelaskan pengertian bauran pemasaran

Soal HOTs
1. Awal mulanya Gojek adalah layanan jasa transportasi online. Kemudian Gojek meluncurkan aplikasi Gofood dan disusul layanan lainnya. Munculnya berbagai gagasan produk baru adalah salah satu karakteristik yang perlu dimiliki seorang wirausaha, yaitu …
a. Inovatif
b. Mandiri
c. Percaya diri
d. Bertanggungjawab

2. Tiket.com adalah situs web yang menyediakan layanan pemesanan reservasi hotel, tiket hiburan, tiket pesawat dan tiket kereta api. Dalam waktu kurang dari 3 tahun perusahaan ini menjadi top agent untuk seluruh partner maskapai dan kereta api. Menurutmu, unique value preposition apa yang dimiliki oleh perusahaan pionir online travel agent ini?
a. Peluang yang besar di industri travel
b. Memudahkan masyarakat untuk pemesanan tiket travel
c. Menciptakan pengalaman baru bagi traveller dalam memesan tiket
d. Mengintegrasikan perencanaan perjalanan, wisata, dan hiburan

3. Kamu mendapat pesanan kue dari kantin sekolah berupa camilan basah yang diisi dengan sayuran. Ada beberapa pilihan sayuran yang telah kamu pertimbangkan, yaitu bayam, wortel, taoge, dan daun bawang. Kamu mengolah makanan tersebut di pagi hari sebelum berangkat sekolah. Jenis sayuran apakah yang tidak akan kamu pilih sebagai isi untuk jajanan basahmu?
a. Bayam
b. Wortel
c. Taoge
d. Daun bawang

4. Kamu melihat banyak remaja yang tidak menyukai produk kerajinan lokal. Alasan mereka adalah karena produk kerajinan yang ada tidak memiliki fungsi benda guna dan hanya sebagai bahan hias. Kamu sebagai pelaku bisnis kemudian berinisiatif untuk membuat produk kerajinan yang memiliki fungsi sebagai benda guna dan benda hias. Solusi yang kamu tawarkan adalah bagian dari tahapan menggali ide melalui …
a. Observasi
b. Wawancara
c. Data
d. Fakta

5. Dalam model bisnis, kamu telah merancang pasar yang ingin disasar untuk produkmu. Namun ketika baru berjalan ternyata diketahui bahwa segmentasi pasarmu berubah. Apa yang harus kamu lakukan kemudian?
a. Mengganti target pasar
b. Mengganti produk
c. Mengganti biaya operasional
d. Mengubah keunggulan kompetitif perusahaan

6. Ketika merancang design thinking untuk produk konversi energi, kamu mengetahui bahwa prototipe yang dibuat tidak berhasil memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Langkah apa yang harus kamu lakukan sebagai pelaku bisnis untuk mengatasi masalah tersebut?
a. Menentukan ulang masalah yang ingin dicarikan solusinya
b. Memasarkan produk
c. Memproduksi produk jadi
d. Membuat model bisnis

7. Ranti adalah seorang pebisnis UMKM yang cukup berhasil. Beberapa konsumen baru mengetahui produk ini dari mulut ke mulut. Sebagai pebisnis pemula yang awam dengan teknologi namun ingin memperluas saluran distribusinya apa yang dapat dilakukan oleh Ranti?
a. Bergabung di marketplace
b. Membuat toko online sendiri
c. Membuat layanan produk di web
d. Membuat brosur

8. Berbekal modal yang cukup besar, Rena membuka usaha milo kepal. Usahanya ia rintis karena mengikuti trend masyarakat yang sedang menggandrungi minuman ini. Tak lama, usaha yang ia rintis mengalami penurunan. Karena tak memiliki menu andalan lainnya, usaha yang dirintis Rena ini akhirnya tutup. Menurutmu, bagaimana agar sebuah bisnis dapat bertahan?
a. Membuat produk tiruan dengan harga yang lebih rendah
b. Membuat produk yang diminati masyarakat
c. Membuat produk dengan mengikuti trend
d. Membuat produk dengan berdasarkan masalah dari pelanggan

9. Rafi mengamati bahwa pada malam hari banyak lampu taman di rumah-rumah dimatikan. Rafi kemudian mencari tahu alasan dimatikannya lampu taman melalui wawancara dengan beberapa ibu pemilik rumah. Dari hasil wawancara diketahui bahwa alasan pemadaman lampu taman untuk menghemat tarif listrik. Jika kamu adalah Rafi, peluang bisnis apa yang dapat kamu tawarkan sebagai solusi dari permasalahan di atas?
a. Membuat lampu taman dengan watt yang kecil
b. Membuat lampu taman dengan panel surya
c. Membuat lampu taman dengan baterai
d. Membuat lampu taman otomatis yang mati pada saat ada cahaya

10. Kemajuan teknologi melalui internet-nya telah mengubah perilaku konsumen dalam berbelanja. Menurut sebuah survei, konsumen jaman sekarang melakukan pencarian dan belanja secara online. Sebagai pelaku bisnis offline, apa yang harus kamu lakukan untuk menghadapi perubahan ini?
a. Belajar berbisnis online
b. Membuka lebih banyak toko fisik untuk menghadapi serangan bisnis online
c. Ikut dalam semua kegiatan basar dan pameran untuk meningkatkan penjualan
d. Menitipkan produk ke banyak toko

Essay
1. Kamu mengamati di kelas seringkali Guru dan siswa kesulitan menemukan spidol. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya tempat untuk meletakkan spidol, sehingga spidol sering tercecer dimana-mana. Melihat situasi di atas, apakah kira-kira ide peluang bisnis yang dapat kamu tawarkan jika kamu sebagai pelaku bisnis?
2. Kamu telah mengetahui bahwa kubis mengandung kalium, natrium dan besi. Kandungan mineral kubis serupa dengan yang terdapat pada kulit pisang. Kamu pernah mempraktikkan pembuatan baterai dengan mengggunakan kulit pisang. Menurutmu apakah kubis juga dapat dijadikan alternatif pengganti kulit pisang sebagai bahan baku baterai ramah lingkungan?
3. Uber adalah jasa layanan transportasi online pertama yang ada di Indonesia. Tak lama muncul Gojek dengan mengusung layanan yang sama, dengan ojek sebagai alat transportasinya. Saat ini, keberadaan Gojek jauh mengungguli Uber. Berikan pendapatmu berkaitan dengan keunggulan kompetitif dari Gojek yang tidak dimiliki oleh kompetitornya.

Bimbingan Kewirausahaan Berbasis Sekolah #D-1

Bersama 4 sekolah lain, sekolah tempat saya mengajar memperoleh kesempatan untuk mendapatkan bimbingan kewirausahaan berbasis sekolah yang diadakan oleh British Council bersama HSBC. Setelah mendapat kabar yang menyenangkan ini saya kemudian mencari tahu peranan British Council dengan kewirausahaan. Ternyata, British Council sudah sejak lama mendukung pelatihan-pelatihan kewirausahaan sosial. Ini tak lepas dari keberadaan wirausaha sosial yang telah lama berkembang di Inggris.

Apa itu kewirausahaan sosial? Kewirausahaan sosial adalah mengumpulkan berbagai ide cemerlang yang dapat memecahkan masalah sosial melalui pendekatan kewirausahaan.

Nah, berikut ini akan saya paparkan pengalaman dan ilmu yang saya peroleh selama 5 hari mengikuti bimbingan kewirausahaan berbasis sekolah di British Council. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu agar tidak menganggu KBM di sekolah. Setiap sekolah mengirimkan perwakilan satu Guru (dari mata pelajaran PKWU) dan 2 siswa.

Hari pertama, 28 Juli 2018.
Tujuan diadakan kegiatan Bimbingan Kewirausahaan Berbasis Sekolah yaitu dalam rangka mendukung pemerintah dalam menanamkan keterampilan berwirausaha. Acara ini dibuka oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP/SMA Dinas Pendidikan Prov. DKI Jakarta, Bapak Husin; Bapak Doni dari HSBC; serta Ibu Winda dari British Council.

Setelah pembukaan dilanjutkan dengan aktivias Entrepreneurship 101 – Inspiration. Inspirasi pertama diberikan oleh Firly, pendiri startup yang bergerak di bidang mobile planetarium dan pencipta aplikasi Tanihood. Kak Firly memberikan motivasi dan inspirasi kepada para siswa untuk menjadi seorang entrepreneur yang tidak hanya berpikir untuk memperoleh profit semata namun yang terutama adalah keinginan untuk melayani masyarakat atau memberikan manfaat sosial kepada sekitarnya. Mobile planetarium hadir oleh adanya keinginan Kak Firly agar anak-anak yang ada di pelosok dan daerah-daerah yang tertinggal tetap dapat mengakses ilmu pengetahuan melalui mobile planetarium. Sementara Tanihood adalah produk aplikasi ecommerce untuk ekspor organik farm. Tanihood muncul dari adanya keinginan untuk memajukan petani Indonesia dengan menciptakan pasar yang tidak terbatas oleh garis geografis antarnegara. Dengan demikian kelompok tani dapat memasarkan produknya ke luar negeri. Inti dari kedua produk yang digagas oleh Kak Firly adalah kolaborasi.

Dari kedua contoh produk yang dibuat oleh Kak Firly ini siswa diharapkan belajar bahwa entrepreneurship tumbuh dari keterbatasan (ketidaksempurnaan). Maka, memiliki sikap empati terhadap sekitar, menjadi modal utama ketika seseorang ingin menjadi seorang entrepreneur.




Setelah Kak Firly membagi kisah dan pengalamannya serta tanya jawab, acara dilanjutkan Ekosistim Kewirausahaan di Sekolah bersama Bapak Fajar Anugerah dari Kinara Indonesia. Kinara Indonesia adalah perusahaan venture capital, yang banyak melakukan investasi ke bisnis untuk tingkat nasional dan regional kepada perusahaan-perusahaan rintisan (startup). Kak Fajar mengatakan bahwa British Council ingin membantu pemerintah untuk mendukung pemuda dalam bersaing secara global dan internasional dengan cara memperkuat sekolah sebagai basis kewirausahaan.

Sesi hari pertama dicukupkan pada jam 11. Siswa diperbolehkan pulang terlebih dahulu sementara masih ada satu sesi untuk para gurunya, yaitu sesi General Learning Agreement serta tanya jawab yang bisa diajukan oleh para Guru.

Sampai jumpa pada workshop sabtu depan, tanggal 4 Agustus 2018 ya.