Rencana Pembelajaran Informatika SD Kelas 3-4 (Fase B) Sekolah Penggerak

Bagi Bapak Ibu yang menggunakan buku Informatika SD dari Penerbit Erlangga, berikut akan saya lampirkan format Rencana Pembelajaran Informatika. Format ini sifatnya tidak baku. Bapak Ibu bebas menyusun pembagian materi sesuai dengan kondisi siswa dan lingkungan sekolah. Format ini juga dapat digunakan untuk membantu Sekolah Dasar yang barangkali tahun ajaran baru ini sudah menerapkan Sekolah Penggerak dan mengajarkan mata pelajaran Informatika. Mari kita belajar bersama-sama, saran dan kritik yang membangun dipersilakan.

 Mata Pelajaran: Informatika

Projek Karya Tulis untuk Sekolah Penggerak

Mari kita berandai-andai merancang beberapa opsi projek karya tulis untuk Sekolah Penggerak. Mengapa karya tulis? Tidak bolehkah proyek lainnya? Tentu saja boleh. Anda boleh memilih pentas seni, video, poster, dan lain-lain. Mengapa saya menekankan karya tulis? Merujuk kepada Kerangka Kurikulum Struktur Kurikulum, di sana dicantumkan Siswa menulis esai sebagai salah satu syarat kelulusan. Saya mencoba mengartikan bahwa untuk syarat kenaikan maka siswa diwajibkan untuk menulis karya tulis, atau tepatnya esai tadi (koreksi jika saya salah ya).

Bapak Ibu tentu juga masih ingat bahwa di dalam Kerangka Kurikulum Profil Pelajar Pancasila, dituliskan bahwa ada tujuh Tema untuk dipilih Satuan Pendidikan. Tema tersebut adalah: Perubahan Iklim Global, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi, Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI, serta Kewirausahaan. Untuk jenjang Sekolah Menengah (SMP, SMA dan SMK) wajib memilih minimal 3 tema per tahun. Kemudian sekolah menentukan tema dan mengembangkannya untuk setiap kelas/angkatan.

Sebagai tambahan, untuk pembuatan projek harus merangkum 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila yang ada (boleh ke-enamnya atau sebagian darinya). Dan projek terintegrasi ke dalam beberapa mata pelajaran.

Ok, Kita beri catatan di sini, terintegrasi ke dalam beberapa mata pelajaran. Artinya, tidak memaksakan memasukkan semua mata pelajaran ke dalam sebuah penulisan. Karena, menurut pendapat saya pribadi, untuk menulis dalam tingkatan seperti itu diperlukan banyak literatur dan tidak semua orang bisa melakukannya. Dan itu sangat advance, sudah melakukan banyak penelitian. Salah satunya ilmuwan Murray Gell-Mann yang menulis sebuah teori analisis kompleks, yang menjelaskan struktur dinamis dari berbagai hal mulai dari level quark sampai atom, molekul, sel, evolusi, sosiologi sampai ke bisnis. Bukunya berjudul The Quark and the Jaguar: Adventures in the Simple and the Complex. Gell-man adalah pemenang nobel untuk Quark.

Atau seperti John Nash, ilmuwan matematikawan yang memperoleh nobel di bidang ekonomi. Biografi Nash sendiri mengharukan, karena Beliau menderita skizofrenia. Tesisnya mengenai Game Theory yang bisa dimanfaatkan untuk genetika, evolusi, sosiologi, politik, ekonomi, dan bisnis.

Yang bisa kita ambil dari 2 kisah tokoh di atas adalah bahwa untuk sampai ke sana tentulah ada sebuah proses. Dan proses itulah yang akan kita lakukan agar suatu hari nanti peserta didik kita pun dapat menjadi seperti mereka. Jangan lupa, menulis adalah sebuah proses. Seseorang tidak bisa ujug-ujug menulis jika tidak dilatih (atau terbiasa). Maka, yuk, mulai dengan bagaimana mengenalkan anak agar cinta dan suka menulis terlebih dahulu.

Membaca adalah kunci untuk seseorang bisa menulis.

Jadi, projek karya tulis apa yang bisa kita berikan sebagai tahap awal?

  1. Tulisan rangkuman

Saya menyarankan membuat tulisan ini. Tugaskan siswa untuk memilih minimal 3 artikel. Idealnya ada buku dan lainnya bisa artikel pendek. Kalau kondisi lingkungan peserta didik tidak memungkinkan tak apa dengan 3 artikel pendek. 3 artikel itu memiliki kata kunci yang berhubungan. Contoh:

Tema Projek: Kearifan Lokal

Unsur: Kuliner Rendang

Kata kunci: rendang, kearifan lokal, nilai filosofi atau nilai historis

Output siswa: Merangkum tulisan dari 3 artikel tersebut.

Tujuan: Siswa mampu memahami bacaan serta menuliskannya menggunakan kata-kata sendiri.

Di sini, tentunya, kita berharap, siswa bisa mengembangkan tulisannya melalui informasi yang ia peroleh dari berbagai sumber referensi yang telah ia baca. Atau bahkan mungkin melalui pengalaman yang ia rasakan.

Lalu, apa peran guru mapel di jam proyek? Guru adalah fasilitator. Guru mapel apapun bisa berkontribusi. Ketika ada anak yang tidak berkonsultasi dengan guru mapel tersebut, barangkali karena topiknya yang tidak berkaitan maka Bapak Ibu Guru bisa meminta anak secara random untuk menceritakan progres atau tulisan yang ia buat. Anak lain mendengarkan. Sesi itu bisa menjadi diskusi dimana guru dan siswa saling belajar hal baru dan memperoleh pengetahuan baru.

Kadang ada yang kita lupakan, berinteraksi dengan siswa tidaklah melulu soal pelajaran, namun obrolan-obrolan ringan seputar film, buku, kegiatan dan lain-lain itu pun bisa menjadi sebuah ilmu yang sama berartinya. Dan itu bisa memotivasi serta memancing mereka untuk berani mengungkapkan pemikirannya.

2. Tulisan esai

Esai berasal dari kata Perancis, essayer, yang artinya mencoba. Oleh karena itu format esai lebih bebas. Namanya juga mencoba, jadi penulisan esai bisa saja berakhir menjadi artikel atau bahkan karya ilmiah. Penulisan esai pun sah-sah saja jika diakhiri dengan sebuah pertanyaan.

Menulis bukanlah sekedar menorehkan kata-kata tanpa isi. Menulis yang baik dan benar akan melatih anak-anak kita untuk terbiasa berpikir runtut dan sistematis.

Nah, Bapak Ibu sekian dulu pembahasan untuk projek menulis ya :). Semoga bermanfaat.

Buku Informatika untuk SD

Untuk Bapak Ibu Guru yang menggunakan buku Informatika untuk SD dari Penerbit Erlangga, untuk membantu Bapak Ibu Guru menyampaikan materi kepada peserta didik di dalam masa PJJ ini, maka Bapak Ibu dapat menggunakan bantuan fitur barcode yang ada di setiap bab. Beragam media tersedia di dalamnya. Ada slide presentasi dan juga contoh latihan, projek serta film yang dapat ditayangkan kepada siswa-siswi Bapak Ibu.

Berikut tangkapan layar dari buku Informatika untuk SD

Oya, ada email dari Bapak Guru dari Papua loh (Wah, jauh ya? Senang sekali rasanya menerima email Bapak Guru dari provinsi paling timur di Indonesia. Salam hormat saya untuk Bapak dan anak-anak di Papua. 🙏
Beliau bilang …… Hm, nggak seru ya kalau saya tulis. Baca sendiri aja isi suratnya ya 😉.




Modul Ajar Informatika Jilid 2

Bapak Ibu Guru, merujuk pada banyaknya permintaan untuk saya men-share modul ajar Informatika Kurikulum Sekolah Penggerak, maka ijinkan saya menjelaskan beberapa hal di bawah ini agar tidak terjadi kesalahpahaman.

  1. Bapak Ibu yang sekolahnya terpilih menjadi Sekolah Penggerak pasti paham bahwa guru diberi kebebasan untuk mengembangkan modul ajar sesuai dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik. Jadi, modul ajar yang saya contohkan di postingan sebelumnya bukanlah format modul ajar yang wajib dilaksanakan di sekolah Bapak Ibu.
  2. Sebenarnya, jika Bapak Ibu merasa kesulitan menyusun modul ajar, maka di Buku Guru yang disusun dari Kementerian telah diberikan panduannya. Bapak Ibu hanya perlu sedikit meluangkan waktu untuk membacanya. Bapak Ibu bisa menggunakan urutan rencana pembelajaran seperti yang ada di buku atau bersama guru mapel yang sama berdiskusi untuk menentukan urutan rencana pembelajaran.
  3. Modul aja yang saya contohkan pada postingan sebelumnya adalah modul ajar yang saya kembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan peserta didik dan sarana prasarana yang memungkinkan di masa pandemi ini. Selain itu saya juga menyesuaikannya dengan pilihan mini proyek yang akan saya tawarkan kepada siswa. Oleh karena itu, sekali lagi, modul ajar ini bukanlah format baku yang harus digunakan oleh Bapak Ibu Guru. Bapak Ibu diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk menyusun modul ajar dalam berbagai format serta memodifikasi dan menentukan urutan elemen dari setiap CP yang akan diajarkan.

Selanjutnya, saya akan share modul ajar yang sedang saya susun. Tetapi ini baru untuk triwulan saja ya, dan belum sepenuhnya terisi karena mengerjakannya juga sambil disambi tugas-tugas lainnya. Seadanya dulu saja ya. Bapak Ibu bisa melanjutkannya nanti dan jangan lupa share juga ya, supaya kita semua bisa saling belajar.

Oya, ini khusus mata pelajaran Informatika Fase E ya Bapak Ibu Guru.

Silakan klik di sini untuk mengunduh modul ajar. Terima kasih.

Update: versi lengkap dan final untuk semester ganjil bisa diunduh di sini.

Semoga bermanfaat.

Modul Proyek Sekolah Penggerak

Minggu ini kami memulai proyek kolaborasi Sekolah Penggerak. Ini timeline untuk proyek kolaborasinya dahulu ya. Modul ajarnya sendiri otw ;-). Format mungkin berbeda, nanti rekan-rekan bisa menyesuaikan.

Oya, ini versi saya bersama rekan guru mapel matematika dan seni budaya. Barangkali bisa membantu rekan-rekan guru lain yang juga sedang menyusun rancangan timeline serta modul proyek.

Timeline ini juga diberikan kepada siswa agar mereka bisa mengetahui output yang harus dicapai di setiap pertemuan.

Tema: Kearifan Lokal

Waktu: 3 bulan

Mapel: Informatika, Matematika, Seni Budaya

Produk: Poster Ilmiah

Contoh produk: Poster Ilmiah (referensi ada di slide)

Untuk slide dapat dilihat di sini. Baik rekan-rekan guru, sementara ini dulu ya.

Semoga bermanfaat.

Disclaimer: Ini rencana awal ketika kami baru memulai menggunakan kurikulum penggerak. Saat itu informasi yang berkembang penguatan projek terintegrasi dengan mata pelajaran. Namun, ini setelahnya bukan menjadi fokus utama. Sebaliknya, projek lebih menekankan kepada dimensi Profil Pelajar Pancasila.

Modul Ajar Informatika Sekolah Penggerak

Alhamdulillah, sekolah tempat saya bertugas terpilih menjadi sekolah penggerak. Kurang lebih selama 10 hari tim Komite Sekolah Penggerak yang diutus dari sekolah mengikuti pelatihan Sekolah Penggerak. Lumayan juga rasanya… hehe. Dan, finalnya adalah tahun ajaran baru ini sekolah kami mulai menerapkan kurikulum Sekolah Penggerak untuk kelas X. Bagaimana menerapkan kurikulum ini? Tentu banyak kebingungan tetapi kami harus belajar, bukan?

Nah, saya sendiri tahun ajaran baru ini mengampu kembali mata pelajaran informatika. Background pendidikan saya memang bukan dari IT tetapi saya menyukai bidang ini :). Saya akan berbagi dengan kawan-kawan yang barangkali sekolahnya juga mulai menerapkan kurikulum SP.

Di sekolah saya sendiri telah menetapkan bahwa ada 3 projek yang akan dikerjakan siswa, dengan pembagian triwulan 1 projek Kearifan Lokal, triwulan ke-2 projek Pemanasan Global dan semester genap projek Kewirausahaan. Projek ini menurut berita terakhir harus merangkum 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila. Idealnya kalau bisa berkaitan dengan beberapa matpel (integrasi) akan lebih baik. Tetapi kalau tidak bisa pun, jangan dipaksakan. Saya percaya setelah kita terbiasa dengan model kurikulum ini insya Allah harapan itu bisa tercapai.

Lanjut ke matpel Informatika. Bagaimana membuat modul ajarnya? Di buku guru Informatika sebenarnya telah diberi panduan, yang menurut saya cukup detail dan jelas. Namun, memang harus dibaca dan dicerna baik-baik. Sesuai panduan, kita bisa merancang format Rencana Pembelajaran selama 1 tahun dengan pembagian semester 1 dan semester 2. Seperti yang telah kita ketahui ada 6 elemen dari matpel informatika, yaitu BK, TIK, SK, JKI, AD, AP, DSI, dan PLB. Di buku ada contoh membuat format Rencana Pembelajaran. Rekan-rekan bisa memilih elemen dan topik yang ingin diajarkan selama 1 semester. Mau mengikuti contoh yang diberikan juga monggo :). Mau merancang sendiri juga direkomendasikan.

Untuk Capaian Pembelajaran setiap elemen sudah ada. Demikian pun tujuan pembelajaran (disarankan membuat sendiri, tetapi pemerintah juga telah menyediakan contoh TP untuk membantu Guru). Pertanyaan pemantik serta apersepsi tersedia di buku. Kegiatan pembelajaran setiap pertemuan juga sudah dipaparkan secara lengkap. Namun sekali lagi, kalau ingin membuat sendiri sangat disarankan. Bapak Ibu bisa mem-break down nya sendiri dan memilah materi yang mana yang ingin diajarkan terlebih dahulu. Dan tinggal melengkapi dengan informasi atau data lain yang Bapak Ibu ingin sisipkan. Apa yang ada di buku panduan guru juga bisa Ibu Bapak terapkan secara langsung untuk memperoleh gambaran terlebih dahulu dan jika sudah memahami polanya pasti Bapak Ibu akan lebih senang memodifikasinya sendiri.

Saya pribadi lebih menyukai kurikulum ini, karena memang terasa kedinamisannya untuk Guru berimprovisasi. Semangat untuk rekan guru. Ini saya sisipkan contoh format Rencana Pembelajaran versi saya ya. Semoga bermanfaat 😉

update: semester 1 belum selesai ya. Ini baru rancangan untuk triwulan ke-1.

Update:

Bapak Ibu yang membutuhkan file modul ajar informatika Sekolah Penggerak, silakan lihat di postingan saya dengan judul Modul Ajar Sekolah Penggerak Jilid 2 ya. Atau versi lengkap dan final bisa diunduh di sini. Versi lainnya (modul ajar per-TP) bisa dilihat di sini.

Perlukah Kita Sekolah?

“Success requires life long learning”

Siapa yang tak mengenal Larry Page, Steve Jobs, Bill Gates? Apa kesamaan diantara mereka? Sukses, terkenal, dan sama-sama DO dari sebuah universitas. Murid-murid saya seringkali menjadikan mereka sebagai alasan untuk tidak perlu belajar. Saya seringkali mendapat pertanyaan anak-anak, seperti untuk apa sih kita sekolah? Banyak kok orang terkenal dan sukses yang DO dari sekolahnya dstnya. Sekolah nggak penting dan lain-lain. Baik, saya mengangguk-angguk mendengarkan 🙂

Sebagai informasi saya tambahkan, Larry Page DO dari S3 Stanford University, Steve Jobs DO dari Reed College, Mark Zuckerberg DO dari Harvard University, Bill Gates DO dari Harvard University. Bill Gates DO dari Harvard karena ia memiliki 2 ambisi. Pertama, ia harus menjadi nomor satu di bidang akademis. Kalau tidak berhasil, maka ia harus menjadi nomor satu di bisnis. Dan ketika nilainya berbeda tipis dengan kawannya, ia banting setir dan memutuskan menekuni dunia bisnis. Saya lampirkan juga ya video Ellon Musk yang ini :). Apakah saya ingin memprovokasi bahwa sekolah tidak perlu? Nah, mari menyimak tulisan ini lebih lanjut. Inilah jawaban saya untuk murid-murid saya.

Coba dicatat, mereka DO dari kampus-kampus ternama. Mereka adalah pembelajar mandiri, yang tanpa sekolah pun mereka haus untuk selalu belajar. Dan coba catat interview dengan Elon Musk, dia bilang, i read a lot. I always talk to smart people. Saya kembalikan lagi pertanyaan ini ke anak-anak, apakah dua hal ini, (membaca dan berdiskusi dengan orang-orang pintar. Berdiskusi ilmu pengetahuan tentu saja ya) sudah menjadi kebiasaan dan hal yang kalian sukai? Coba baca biografi tokoh-tokoh sukses ini agar kita tahu latar belakang mereka DO dari kampus. Karena, kalau hanya sepotong informasi yang kita peroleh maka kita bisa salah menafsirkan dan itu bisa berbahaya dan merugikan diri sendiri. Selalu lah mencerna informasi yang kamu peroleh, ini termasuk melatih keterampilan berpikir kritis loh.

Mari kita perhatikan grafik Distribusi Normal.

sumber: https://towardsdatascience.com/understanding-the-68-95-99-7-rule-for-a-normal-distribution-b7b7cbf760c2

Elon Musk, Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zuckerberg dan tokoh sukses lainnya adalah mereka yang berada di area hijau (sisi kanan). Orang-orang di area warna hijau ini kalau harus duduk di sekolah barangkali malah membuat masalah karena energi dan antusiasme mereka untuk belajar tak terpuaskan. Mereka akan lebih sukses jika berada di luar sekolah. Tetapi, sebagain besar dari kita berada di area warna merah. Kita perlu dilatih dan perlu dibimbing.

Jadi, nak, boleh nggak kalau aku nggak sekolah? Ya, boleh-boleh aja, kamu boleh tidak ke sekolah, tetapi kamu harus belajar. Kamu harus selalu memiliki antuasiasme tinggi untuk belajar. Dan, sekarang ini, kamu bisa belajar dari manapun. Sumber belajar berserakan di internet. Sekali lagi, untuk menjadi seorang yang sukses, kamu harus READ A LOT, TALK TO SMART PEOPLE, DISCIPLINE, and had perseverance. Jangan lupa berdoa juga tentunya.

Semoga kalian bisa menangkap pesan Ibu ya. Selamat tahun ajaran baru. Mari memasuki cakrawala ilmu pengetahuan dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan penuh antusiasme belajar. Siap, nak? Siap donk yaa 🙂

Design Thinking… sekali lagi :)

Bagaimana sih menerapkan design thinking? Udah tau sih teorinya tetapi bagaimana praktiknya?

Design thinking mempunyai 4 (5 bahkan lebih) tahapan. Tetapi cukup mengambil 4 saja untuk dipaparkan dalam gambar. Tahapan design thinking bisa dimulai dari mana saja. Namun agar lebih mudah kita mulai dari tahapan seperti di bawah ini ya. Oya, dalam tahapan pengujian, design thinking bisa dilakukan secara berulang dan dapat dimulai dari langkah yang mana saja. Jangan lupa, design thinking adalah cara kreatif dan inovatif untuk memecahkan sebuah masalah.

Tahapan design thinking

  1. Empati, pada tahap ini siswa dapat mengumpulkan informasi melalui pengamatan, data atau melakukan wawancara. Siswa bisa menuliskan hasil pengamatan, data atau fakta yang mereka temui.
  2. Define, adalah masalah yang dapat ditemukan di kondisi empati. Masalah itu boleh lebih dari satu.
  3. Ideate, di sini siswa mencantumkan solusi yang ingin ditawarkan untuk masalah yang telah mereka peroleh di tahap define. Solusi boleh satu atau lebih jika ide produk yang ditawarkan siswa bisa menyelesaikan semua masalah tersebut. Tuliskan solusi yang ingin dieksekusi di urutan teratas (jika lebih dari satu).
  4. Prototype. Untuk produk barang maka cukup dibuatkan sketsanya. Untuk produk jasa buatkan alurnya. Misal: produk aplikasi. Buat flow chart cara penggunaan aplikasi tersebut.

    Baik. Sekarang kita mulai praktiknya ya :). Karena saya mengampu mata pelajaran PKWU, maka saya menempatkan diri sebagai pelaku bisnis. Pilihan peran yang akan saya ambil ini akan berpengaruh di dalam menentukan solusi yang akan saya ambil. Berikut contohnya. Oya, siswa dapat memaparkan tahapan design thinking di kertas gambar ya dan diberi gambar agar lebih menarik.

Design Thinking

Empati
Saya mengamati di sebuah sekolah banyak anak bermain sepak bola menggunakan botol kemasan air

Define
Anak-anak bermain sepak bola menggunakan botol kemasan itu sangat berbahaya, bukan? Kira-kira masalahnya apa mereka menggunakan botol kemasan air sebagai bola? Mereka menggunakan botol kemasan air karena tidak mempunyai bola. (catatan: yang ditebalkan itu adalah masalah yang kamu temui di kondisi empati)

Ideate
Bikin bola, beli bola atau sewa bola (catatan: list berdasar prioritas produk yang akan kamu buat. Sebagai pelaku bisnis tentunya kamu memilih pilihan ide yang memiliki nilai lebih dan menghasilkan donk, yaitu bikin bola. Mengapa bikin bola? dan jelaskan juga pertimbangan keputusanmu untuk membuat bola dari sisi pelaku bisnis).

Prototipe
Gambar solusi (ide produk) yang kamu ingin tawarkan sebagai pelaku bisnis

Nah, seperti apa kira-kira penampakan design thinking di kertas siswa ya? Berikut ini adalah contoh design thinking untuk mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dari murid-murid saya. Untuk siswa kelas tinggi dapat ditugaskan untuk melengkapi dengan narasi. Sebaliknya, untuk siswa kelas SD bisa berupa list saja.

UPRAK PKWU – Aspek: Pengolahan makanan fungsional

Nah, itu contoh ide-ide produk yang ditawarkan oleh siswa-siswa saya dengan memfokuskan pada kebutuhan pelanggan yang dipaparkan dalam design thinking.

Hmm, apakah design thinking bisa diterapkan di mata pelajaran lainnya? Tentu saja bisa. Design thinking bahkan bisa diterapkan di kehidupan dan keseharian kita sendiri untuk mengambil keputusan.

Untuk menerapkan design thinking di mata pelajaran lain, minta anak memainkan peran yang ingin ia lakoni, apakah sebagai polisi, insinyur, matematikawan, dosen, mahasiswa, guru, atau siswa dan lain-lain. Sebagai contoh, seorang siswa diberikan kondisi sosial dimana sampah plastik bertumpuk di laut. Mintalah bagaimana ia menemukan ide untuk mengatasi masalah tersebut. Solusi yang ia berikan pasti akan berbeda tergantung peran yang ingin ia lakoni, apakah sebagai seorang anak? programmer? ahli sejarah? pelaku bisnis? dan lain-lain.

Contoh design thinking lainnya bisa dilihat di blog saya yang ini ya.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat 🙂

Belajar Python

Ingin belajar Python tapi malas sama urusan install nya? Atau ingin mengenalkan siswa kepada bahasa pemrograman Python dengan cara yang mudah dan menyenangkan? Nah, bisa coba langsung masuk ke sini aja.

Python sendiri termasuk bahasa pemrograman yang mudah untuk dipelajari. Python bisa digunakan untuk membuat game, aplikasi, dan juga pengembangan web serta buat yang ingin belajar tentang data.

Python sangat direkomendasikan untuk mereka yang ingin memulai belajar pemrograman. Sintak penulisan python lebih sederhana dibandingkan bahasa pemrograman lainnya, lebih mirip bahasa inggris. Selain itu, setiap bahasa baris kode yang kita tuliskan dapat segera dieksekusi sehingga kita dapat melihat hasilnya.

Siapa aja yang bisa menggunakan bahasa pemrograman python? SD, SMP, atau SMA? Hmm, tergantung sih. Tapi mungkin bisa dikenalkan sejak di SMP.

Ini beberapa contoh sederhana bahasa pemrograman Python. Gambar menyusul, servernya error yaaaa… :'(