Model Pembelajaran Virtual

Setelah beberapa kali mengikuti pelatihan pembelajaran virtual (e-learning) dengan moodle, maka saya mencoba mencari aplikasi moodle untuk e-learning versi tak berbayar. Salah satu situs yang menyediakan fasilitas gratis untuk pembuatan e-learning ini adalah Gnomio. (Lainnya adalah ninehub.com). Gnomio menggunakan moodle sebagai pembangun situs yang berbasis LMS (Learning Management System). Gnomio menyediakan ruang bagi para guru dan pengajar yang ingin mengembangkan sistem pembelajaran kelas online. Pengguna cukup melakukan proses pendaftaran dan dalam beberapa menit moodle siap digunakan.

Sebagai contoh, situs pembelajaran online saya dapat dilihat di sini.

Sebelum memulai tahapan pembuatan media pembelajaran online, berikut ini adalah kegiatan yang dapat dilakukan oleh Guru nantinya dalam ruang belajar online.
1. Membuat soal
2. Mengecek soal
3. Menguji soal
4. Memasukkan peserta tes
5. Melihat hasil
6. Membuat laporan

Pertama, membuat soal. Guru sudah mempersiapkan soal-soal yang akan diujikan dalam bentuk pilihan ganda dalam format doc. Soal dalam doc ini nantinya akan diimport ke dalam program examview test generator. File dalam examview akan disimpan dengan format bnk. Selanjutnya file ini akan dikompres dalam bentuk zip. File zip inilah yang akan diunduh ke aplikasi moodle, dalam contoh ini aplikasi gnomio. (Untuk cara pembuatan soal dengan examview menyusul ya)

Langkah menggunakan Gnomio

Membuat akun peserta (atau pengajar)
Pilih menu Site administration. Klik bagian User. Pilih account > Browse list of user. Klik ‘add a new user’. Masukkan nama user siswa dan masukkan password. Password bisa Anda tentukan sendiri untuk memudahkan. Password ini nantinya akan diberikan kepada siswa agar mereka dapat login ke ruang belajar online Anda. Password harus merupakan gabungan huruf dan angka. Ulangi untuk siswa lainnya. Setelah selesai klik Create User.

Membuat ruang kelas sesuai dengan mata pelajaran atau bahasan materi
1. Pilih menu Home.
2. Klik ikon roda di sebelah kanan jendela Gnomio. Klik pada pilihan Turn editing on.

3. Klik Add a new course, untuk membuat course atau ruang kelas.
4. Masukkan Course full name dan Course short name. Lengkapi isian lainnya. Selanjutnya klik Save and display.

Mengatur ruang kelas dan membuat pilihan kegiatan
1. Mengubah topik
Pastikan Anda berada di menu Home > Courses > XI IPA 2 (kelas courses yang sudah Anda buat, dalam contoh yaitu XI IPA 2)
Klik opsi edit di menu topic yang akan diubah. Klik Custom dan ketikkan bahasan materi yang akan Anda ajarkan. Kik Save changes untuk menyimpan. Tampilan akan tampak seperti di bawah ini.

2. Menambahkan kegiatan
Untuk membuat kegiatan, klik pilihan Add an activity or resource.

Akan tampil gambar seperti di bawah. Pada contoh berikut pilih kegiatan berupa kuis. Klik Quiz. Add a Quiz.

Berikutnya, akan tampak gambar berikut ini.

Pada menu Timing, pilih waktu kuis akan dimulai dan berakhir, dan batas waktu kuis.
Di menu Grade, klik angka 1 jika peserta diijinkan login hanya sekali.

Di menu Review Options, beri tanda centang pada pilihan Mark.

Kemudian klik Save and display.

3. Memasukkan soal ke dalam bank soal moodle
Langkah berikutnya adalah mengimpor soal yang telah kita buat, yaitu berupa file zip ke dalam aplikasi moodle.
Lanjutan dari langkah di atas akan menampilkan gambar seperti di bawah ini. Klik ikon roda dan pilih Import pada ruang kelas dan topik yang telah Anda buat (perhatikan menu di atas yang ditandai dengan lingkaran merah).

Beri tanda centang pada pilihan Blackboard di opsi Import questions from file.

Pilih file yang akan diimport. Klik Upload this file. Klik Import.

Tadaa, soal sudah muncul 🙂

Klik Continue sampai muncul gambar seperti di bawah ini

Scroll ke bawah dan klik show all 53 (sejumlah soal yang kita buat) untuk melihat semua soal yang telah kita upload ke dalam bank soal.

4. Menambahkan soal ke dalam topik
Setelah soal-soal yang kita miliki sudah tersimpan di dalam bank soal, berikutnya adalah memilih soal yang akan kita ujikan.

Pastikan Anda berada di folder ruang kelas serta topik yang akan diujikan (lihat gambar). Klik Edit Quiz untuk menambahkan kuis (soal)

Klik opsi Add dan pilih from question bank (soal akan diambil dari bank soal)

Pilih soal yang akan diujikan

Soal akan akan tampil. Selanjutnya, klik tanda centang di opsi T untuk memilih seluruh soal yang akan diujikan. Kemudian pilih Add selected questions to the quiz.

Berikutnya, klik opsi Shuffle untuk mengacak soal dan berikan skor penilaian maks misalnya 100. Klik Save.

Untuk melihat hasilnya, kembali ke menu topik. Akan muncul pernyataan Attempt quiz now, artinya kuis sudah dapat dijalankan.

Inilah hasil akhir kuis online. Siswa Anda telah siap mengikuti tes online 🙂

Revisi Kurikulum 2013 (Mei 2017)

Bulan mei 2017 lalu kami para guru diberikan pelatihan (atau sosialisasi tepatnya?) dari hasil bimtek untuk revisi kurikulum.

Perbedaan konten RPP K13 edisi revisi 2016 dan perbedaan RPP K13 revisi 2017, RPP yang dibuat harus muncul empat macam hal yaitu PPK, literasi, 4C, dan HOTS.

Perbaikan atau revisinya adalah:
1. Mengintegrasikan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) di dalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas.
2. Mengintegrasikan literasi, gerakan literasi sekolah dimasukkan ke dalam pembelajaran.
3. Mengintegrasikan keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C, yaitu Creative, Critical thinking, Communicative dan Collaborative.
4. Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill)
Ke-4 hal di atas memerlukan kreativitas guru dalam meramunya.

Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.

Pengintegrasian dapat berupa:
a. Pemanduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas);
b. Pemanduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;
c. Pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;

Perdalaman dan perluasan dapat berupa:

  1. penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa
  2. penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang waktu belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;
  3. penyelarasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, manajemen berbasis sekolah, dan fungsi komite sekolah dengan kebutuhan gerakan PPK.

Pengertian literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi Literasi Dasar (Basic Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Media (Media Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy), Literasi Visual (Visual Literacy).

Keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Tetapi pembentukan 4C. Beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4C adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.

Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi merupakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide.
Maka tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/strategi/pendekatan yang berpusat kepada guru, namun kita perlu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran (Active Learning). Khusus untuk PPK merupakan program yang rencananya akan disesuaikan dengan 5 hari belajar atau 8 jam sehari sedangkan untuk 2 hari merupakan pendidikan keluarga.

Berikut adalah file-file yang dapat diunduh dari sosialiasi Bimtek 2017.
1. Silabus Semua Mapel K13 SMA 2017, klik di sini.
2. Materi Revisi K 13, klik di sini.
3. Materi Umum K 13, klik di sini.

Pelatihan Pendidik Kewirausahaan

Baru sempat menuliskan ini, tetapi semoga ilmu nya masih memberikan kebermanfaatan untuk sesama. Amin yra 🙂

Kegiatan pelatihan pendidik kewirausahaan ini adalah hasil kerjasama MGMP Prakarya dan Kewirausahaan jenjang SMA dengan Universitas Podomoro yang diadakan dari tanggal 21-22 Februari 2017. Hari pertama, diawali dengan pembukaan oleh Ibu Dr. Susy Fatena Rostiyanti wakil rektor bidang akademik podomoro university. Dalam sambutannya Ibu Susy menceritakan sedikit mengenai universitas Podomoro. Podomoro adalah universitas yang berbasis kewirausahaan. Untuk menunjukkan komitmennya tersebut universitas Podomoro berkolaborasi dengan Babson College dari Amerika Serikat. Babson College adalah perguruan tinggi kewirausahaan nomor satu di Amerika. Kurikulum kewirausahaan yang diterapkan pada semua program studi di Universitas Podomoro merujuk dan setara dengan kurikulum Babson College.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh Bapak Duta sebagai wakil ketua tim MGMP. Sedianya pembukaan akan disampaikan oleh Bapak Bintoro sebagai ketua tim MGMP namun karena Beliau berhalangan maka diwakilkan oleh Bapak Duta. Dalam sambutannya, Beliau menyatakan harapannya terutama kepada guru-guru agar mengambil ilmu sebanyak mungkin dari para pakar kewirausahaan yang akan berbagi ilmunya di sini. Hal itu bukan karena tanpa alasan. Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) adalah mata pelajaran baru yang dimasukkan ke dalam kurikulum tiga belas (Kurtilas) untuk menggantikan mata pelajaran TIK yang dihapuskan oleh menteri pendidikan kebudayaan Muhammad Nuh. Tentu bukan tugas yang mudah bagi Guru yang mengampu mata pelajaran ini, apalagi saat itu silabus untuk mata pelajaran PKWU beberapa kali mengalami perubahan. Sementara itu, guru yang mengampu mata pelajaran PKWU berasal dari berbagai disiplin ilmu. Maka, tak heran jika masing-masing Guru memiliki persepsi yang berbeda ketika mengajarkan mata pelajaran PKWU disesuaikan dengan ilmu akademik mereka masing-masing. Salah? Tentu tidak. Karena, ilmu kewirausahaan memang tidak terbatas pada satu disiplin ilmu saja. Namun dapat diterapkan ke dalam berbagai bidang ilmu dan bersinergi dengan ilmu lainnya. Oleh karena itu, dengan adanya pendidikan pelatihan kewirausahaan ini diharapkan Guru dapat menemukan kesamaan visi dalam mengajarkan PKWU kepada peserta didiknya nanti.

Hari pertama berisi sesi Pengenalan Konsep Kewirausahaan: Entrepreneurial Thought & Action oleh Bapak Jonathan Gultom.
Nah, ada pertanyaan menarik yang diajukan oleh Pak Gultom, yakni, apa yang ada di pikiran kita pertama kali mendengar kata kewirausahaan. Guru-guru yang antusias berebut ingin menjawab pertanyaan tersebut :). Intinya, kebanyakan kita akan mengkaitkan kewirausahaan dengan aktivitas menjual. Menurut Pak Gultom, di jenjang sekolah menengah seperti SMA, mengajarkan kewirausahaan adalah mengajarkan siswa untuk berani menggali ide dan menemukan kesempatan. Pak Gultom bilang, jangan pernah meremehkan ide yang gila sekalipun (setuju 🙂 ). Barangkali ide itu tampak tak mungkin namun dengan pesatnya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, sesuatu yang tak mungkin di jaman kita bisa menjadi mungkin di jaman mereka kelak. Jadi, apa unsur terpenting dalam pengajaran PKWU? Yup, dorong siswa untuk menggali ide-ide yang mereka miliki sebanyak mungkin untuk membantu memecahkan masalah yang ada di sekitarnya.

Bagaimana caranya? Design Thinking
Design thinking adalah proses menciptakan ide-ide baru dan inovatif yang dapat memecahkan masalah.

Untuk memunculkan ide tersebut ada lima tahap yang harus dijalani, yaitu empatize, define, ideate, prototype, dan test. Design thinking pada dasarnya mengedepankan pendekatan kepada manusia.

Design thinking selanjutnya akan berguna bagi perusahaan-perusahaan yang baru berdiri (startup) untuk membuat model bisnis mereka ketika membuat perencanaan usaha. Nah, untuk model bisnis materi akan diberikan pada hari kedua.

Saya sendiri telah menerapkan pembelajaran model bisnis lean canvas kepada murid-murid saya sejak tahun ajaran lalu (materi pengajaran PKWU saya bisa dilihat dan dibaca di sini). Di pelatihan ini model bisnis yang diajarkan adalah model bisnis Canvas yang banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah stabil dan besar. Namun demikian perbedaanya tidak banyak dengan lean canvas. Sementara untuk design thinking saya belum menerapkannya di kelas. Selain karena saya belum tahu sebelumnya dan juga KBM yang sudah berjalan setengahnya. Namun, insya Allah tahun ajaran baru ini saya berniat memberikan dan mengaplikasikannya kepada murid-murid saya. Wah, sudah tak sabar :). Pasti banyak ide menarik yang bisa diciptakan oleh murid-murid saya nanti… hehehe.

Secara singkat, kegiatan ini sangat membantu saya dalam memetakan pengajaran Prakarya dan Kewirausahaan kepada murid-murid. Sungguh saya merasa beruntung telah mengikuti kegiatan pendidikan pelatihan kewirausahaan ini. Terima kasih, Podomoro 🙂

Tertarik menjadi seorang entrepreneur? Kenapa tidak kuliah di Podomoro :), dosennya para pakar kewirausahaan yang sudah malang melintang di belahan dunia, pasti banyak sekali ilmu yang bisa kamu peroleh. Nggak rugi deh kayanya 🙂

Buku Prakarya dan Kewirausahaan

Setelah sebelumnya saya menulis buku Teknologi Informasi dan Komunikasi, kali ini buku pertama mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) yang saya tulis untuk Penerbit Srikandi Empat telah terbit. Dihapuskannya mata pelajaran TIK di jenjang SMA membuat saya berganti mengajar mata pelajaran lain, yakni Prakarya dan Kewirausahaan. Bukan hal yang mudah bagi saya mengajar mata pelajaran baru. Namun bagaimanapun juga ini merupakan tantangan yang menarik.

Barangkali karena merupakan mata pelajaran baru maka bidang studi Prakarya dan Kewirausahaan ini mengalami beberapa kali perubahahan silabus. Bahkan di akhir penyelesaian buku, naskah saya dikembalikan dengan catatan telah terjadi revisi terbaru dan saya diminta untuk menyesuaikan isi buku dengan silabus tersebut. Saat itu jarak pengiriman naskah saya dengan sosialisasi perubahan silabus terpaut seminggu. Duh. Saya kemudian ingat rekan Guru di sekolah yang sekaligus instruktur nasional baru saja pulang setelah pelatihan kurikulum. Saya langsung menanyakan kepada Beliau perihal perubahan silabus tersebut. Setelah hasil revisi saya pelajari, saya sempat melamun lama karena kagetnya disebabkan revisi silabus untuk mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan sangat jauh berbeda. Itu artinya saya harus merombak total naskah tersebut. Baiklah :).

Dan, alhamdulillah hari Rabu lalu Penerbit mengirimkan paket berupa bukti terbit buku Prakarya dan Kewirausahaan. Nah, rekan Guru, ini lah buku Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X untuk siswa SMA-MAN/SMK-MAK dari Penerbit Srikandi Empat. Penerbit Srikandi Empat adalah imprint dari Penerbit Yrama Widya.

Selamat datang buku baru. Semoga kehadiran kalian memberikan manfaat bagi banyak orang. Amin yra.
Terima kasih untuk editor serta penerbit atas kepercayaannya.

PKWU

Perkembangan teknologi yang sangat pesat membawa pengaruh ke dalam berbagai bidang, tak terkecuali dunia usaha. Belajar berwirausaha di era digital akan memberikan banyak peluang dan kemudahan dalam menjalankan kegiatan usaha jika pelaku bisnis dapat menggunakan dan memanfaatkan pengetahuan teknologi dan informasi dengan baik.

Itulah sebabnya dalam pemelajaran PKWU di ruang kelas saya berusaha menyisipkan pengetahuan TIK kepada siswa-siswa saya. Semisal mengajarkan bahasa pemformatan HTML. Pengetahuan HTML diperlukan untuk membuat toko online. Toko online ini akan menjadi wadah setiap kelompok (setiap perusahaan) untuk memasarkan produk mereka. Siswa juga bisa belajar berinteraksi (membuat networking) dengan konsumen secara langsung melalui sosial media dan instant messenger. Selain itu siswa dapat mengoptimalkan layanan online advertising lainnya seperti membuat fanpage di facebook, dan lain-lain.

Tentu, pemasaran konvensional tetap dilakukan, antara lain dengan membuat media promosi offline seperti brosur, kartu nama, dan sebagainya.

Dunia seputar e-commerce dan startup juga menjadi tambahan materi pengajaran saya kepada peserta didik. Jangan lupa, siswa kita adalah generasi Z, yang sejak dini sudah bersentuhan dengan teknologi. Beberapa siswa saya banyak yang menggunakan layanan instagram untuk berjualan. Ada juga yang menjadi dropshipper atau reseller dan memasarkan produknya melalui market place.
Maka tak ada alasan bagi kita untuk menafikan keberadaan TIK. Dalam berbagai bidang apapun maka peranan teknologi informasi dan komunikasi tidak bisa diabaikan.

Seputar kegiatan saya mengajarkan PKWU kepada murid-murid dapat dilihat di blog saya yang ini.

Oya, contoh RPP PKWU kelas X saya bisa diunduh di sini.
Semoga bermanfaat 🙂

Educational Activities

Bulan Mei lalu partner mengajak saya untuk menghadiri konferensi di Bali. Seperti biasa ini acaranya IEEE. Dikutip dari laman Wikipedia, IEEE adalah organisasi internasional yang beranggotakan para insinyur, dengan tujuan untuk mengembangan teknologi untuk meningkatkan harkat kemanusiaan. Sebelumnya IEEE memiliki kepanjangan yang dalam Indonesia berarti Institut Insinyur Listrik dan Elektronik (Institute of Electrical and Electronics Engineers).

Yang saya sukai dari mengikuti acara IEEE (walaupun saya bukan anggota), yaitu saya bisa ikut mencuri dengar ilmu pengetahuan dan kabar terbaru teknologi dengan mendengarkan kuliah dari para pembicara yang ahli di bidangnya. Biasanya sih ada sesi untuk umum dimana saya bisa masuk mendengarkan :).

Apa yang saya peroleh sedikit banyak bermanfaat untuk bahan tulisan dan materi mengajar. Saya sendiri banyak belajar dari laman ieee educator di sini. Lesson plan nya bagus-bagus. Bisa menambah wawasan kita untuk mengajar, terutama karena saya mengampu mata pelajaran ICT (dulu) serta Prakarya dan Kewirausahaan saat ini. Saya memilih aspek Rekayasa, yang di dalamnya banyak bersentuhan dengan teknologi dan elektronika. Buat saya yang tidak mempunyai latarbelakang akademik teknik maka pembelajaran melalui interaksi dengan organisasi IEEE ini sangat membantu.

Oya, apakah aspek lain dari mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan tidak membutuhkan interaksi dengan teknologi? Dari pengalaman bersama murid saya menyadari bahwa mereka menyukai teknologi. Tidak mengherankan karena mereka adalah generasi digital yang sejak lahir sudah bersentuhan dengan teknologi. Jadi, bagi mereka sangat membosankan jika kita hanya membuat produk lalu menjualnya secara konvensional. Sama membosankannya jika mereka harus belajar dengan cara-cara lama.

Murid saya pernah bilang, “Ibu, saya suka Prakarya kalau ada komputernya :).

Oke, apa yang saya dapat dari conference bulan Juni lalu? Ini dia sebagian slide dari tema Kegiatan Pendidikan yang dilakukan IEEE untuk sekolah setingkat SMA.

IMG_4931

IMG_4932
IMG_4933

IMG_4934
IMG_4936

IMG_4937
IMG_4938

Ide dan gagasan dari slide di atas bisa kita terapkan sendiri untuk murid-murid kita sendiri juga, bukan? 🙂

Oya, ada sesi menarik sekaligus spesial, karena kali kemarin Dr Van Meter penulis buku Quantum Networking hadir memberikan kuliah mengenai Quantum Networking. Saya memang belum pernah membaca bukunya namun partner pernah sekilas membahas itu. Memang sih saya tidak sepenuhnya memahami tetapi saya bisa tanya partner nanti :). Namun yang membuat saya kagum adalah cara Beliau memberikan kuliahnya. Presentasi diberikan dengan pemahaman yang sederhana, sehingga orang awam seperti saya bisa mengikuti. Saya bahkan bisa senyum-senyum ketika slide menampilkan gambar teknologi teleportasi dalam film Startek untuk menerangkan quantum.

Beruntungnya berkenalan dengan orang-orang seperti ini adalah kita senantiasa terdorong untuk belajar hal-hal menarik. Sore selesai acara partner mengajak si prof dan satu orang kawannya untuk meluangkan waktu sejenak melihat-lihat Bali. Saya berkesempatan mengobrol juga dengan Beliau dengan bahasa inggris saya yang seadanya aja deh :). Barangkali karena si prof ini lama tinggal di Jepang dan bergaul dengan orang Asia maka dia berbicara dengan bahasa inggris yang jernih dan tidak terburu-buru. Tentu saja ini menguntungkan saya.. hehe :).

IMG_4951

IMG_4952

Penyusunan RPP Kurtilas (Revisi Mei 2016)

Hasil In House Training Revisi Kurikulum 2013 pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2016 adalah penyusunan RPP dari setiap mata pelajaran yang diampu oleh masing-masing Guru. Nah, berikut ini akan saya lampirkan file-file yang dibutuhkan untuk membuat RPP beserta panduan cara penyusunannya.

File yang harus disiapkan:
1. KI dan KD untuk mata pelajaran yang diampu.
2. Kata Kerja Operasional (KKO) Taksonomi Bloom.
3. LK 1.1 Analisis SKL-KIKD-Silabus.
4. LK 1.2 Analisis Materi Pembelajaran dalam Buku Teks.
5. LK 1.3 Analisis Penerapan Model Pembelajaran.
8. LK 1.4 Analisis Penilaian dan Hasil Belajar.
9. LK 2 Analisis dan Perancangan RPP.
10. LK 3 Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian.
11. LK 4 Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar.
12. Rangkuman Bloom dan KKO
13. Silabus.

Kesemua file di atas dapat diunduh di sini.

Panduan penyusunan RPP
Untuk menyusun RPP dapat dimulai dengan mengerjakan setiap lembar kerja (LK) yang disediakan di atas.
1. Pertama, buka file KIKD untuk mata pelajaran Anda. Sebagai contoh di bawah ini adalah tampilan KIKD mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X Aspek Kerajinan.
KIKD
2. Selanjutnya, mulai dengan membuka file LK 1.1. Perhatikan dan baca baik-baik keterangan yang disampaikan. Kemudian agar lebih mudah simpan file LK 1.1 dengan nama baru, misal: Silabus Prakarya Kelas X. Hapus keterangan yang tidak diperlukan.
iht1b
3. Mulai dengan mengisi informasi yang ada pada tabel. Untuk kolom KI, dapat menyalin kompetensi inti pada ranah pengetahuan (3) yang terdapat di file KIKD. Rekatkan (paste) di LK 1.1 atau file yang telah Anda beri nama baru tadi (dalam contoh di atas, nama file baru Silabus Prakarya). Lakukan hal yang sama untuk Kompetensi Dasar Pertama (KD 3.1).
iht2
Demikian pula untuk Materi Pembelajaran dan Kegiatan Pembelajaran yang dapat dilihat pada file kerangka kurikulum (Silabus Diknas). Untuk kegiatan pembelajaran pilih salah satu kegiatan yang ingin kita gunakan dalam KBM.
iht1
4. Untuk mengisi kolom IPK, maka kita harus memperhatikan kata kerja operasional yang digunakan pada capaian kompetensi dasar. Sebagai contoh, di KD 3.1 kata kerja operasional yang digunakan adalah: memahami karakteristik kewirausahaan dstnya. Maka di sini artinya tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada kompetensi dasar tersebut (KD 3.1) adalah siswa mampu memahami pengertian kewirausahaan. Perhatikan Kata Kerja Operasional Taksonomi Bloom untuk ranah pengetahuan, pemahaman berada di kolom C2-Pemahaman. Maka untuk menentukan indikator, kata kerja operasional yang dapat digunakan adalah semua kata kerja operasional yang berada di kolom C2 ke atas. Sebagai contoh, saya menuliskan menguraikan pengertian kewirausahaan. Artinya siswa dikatakan telah memahami pengertian kewirausahaan jika ia dapat menguraikan dengan jelas definisi kewirausahaan. Nah, nyambung, bukan? Hehe 🙂
5. Selanjutnya untuk kolom Rencana Penilaian, pilih jenis penilaian yang ingin Anda lakukan. Misal tertulis bentuk essay untuk ranah pengetahuan dan sebagainya.
6. Untuk kolom Pelaporan apakah tugas berupa jurnal, slide, tabel pengamatan yang semuanya termasuk ke dalam portofolio. Jadi, bisa dicantumkan portofolio (slide) jika anak mengumpulkan tugas dalam bentuk slide.
7. Jangan lupa, lanjutan berikutnya untuk KD adalah ranah psikomotor. Karena KD harus berpasangan, Pengetahuan berpasangan dengan Psikomotor. KD 3.1 pasangannya KD 4.1 dan seterusnya.
8. Capek juga ya nulis ini.. hehe. Masih banyak banget LK yang harus dikerjakan untuk akhirnya bisa sampai ke penyusunan RPP. Idealnya memang semua LK harus dikerjakan untuk akhirnya kita dapat dengan mudah salin dan rekat ke dalam format RPP. Namun kalau tidak banyak waktu ya boleh-boleh saja sih langsung ke penyusunan RPP nya dengan sedikit berpusing-pusing ria 🙂

Nah, ini hasil pembuatan RPP saya.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMA Negeri 71
Mata pelajaran : Prakarya dan Kewirausahaan
Kelas/Semester : X / 1
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

A. Kompetensi Inti (KI)
Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

Kompetensi Dasar
3.1 Memahami karakteristik kewirausahaan (misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil risiko) dalam menjalankan kegiatan usaha
3.2 Mengidentifikasi karakteristik wirausaha berdasarkan keberhasilan dan kegagalan usaha

Indikator
3.1.1 Menguraikan pengertian kewirausahaan, macam-macam kualitas dasar dan kualitas instrumental wirausaha yang berhasil dan gagal
3.1.2 Membuat dasar pengelompokkan karakteristik keberhasilan dan kegagalan seorang wirausahawan

C. Materi Pembelajaran
• Kualitas dasar
• kualitas intrumental
• Cara-cara pengembangan
• Skill seorang wirausahawan
• Keberhasilan dan kegagalan wirausahawan

D. Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan Pendahuluan
• Berdoa, mengkondisikan kesiapan peserta didik agar lebih kondusif untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, (memeriksa kerapihan, kebersihan kelas, absensi, agenda kegiatan, menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan).
• Guru memberikan motivasi, dan sikap spiritual yaitu bersyukur karena bisa mendapatkan berbagai nikmat.
• Guru menyampaikan Topik yang akan dipelajari dan menyampaikan kompetensi yang akan di capai.
• Guru menggunakan buku teks dari berbagai sumber ( yang sudah disahkan kemendikbud )

b. Kegiatan Inti
• Siswa membaca atau menonton video tentang kisah sukses dan kegagalan seorang wirausaha
• Siswa mendiskusikan pengertian kewirausahaan, macam-macam kualitas dasar dan kualitas instrumental wirausaha yang berhasil dan gagal.
• Siswa mengasosiasiakan konsep kewirauisahaan dengan karakteristik wirausaha yang gagal dan berhasil.
• Siswa menyimpulkan konsep kewirausahaan, kualitas dasar dan kualitas instrumental wirausaha yang berhasil dan gagal.
• Siswa mengkomunikasikan pengertian kewirausahaan dan karakteristik wirausaha yang berhasil dan gagal.

c. Kegiatan Penutup
• Guru memberi penguatan.
• Guru memberikan refleksi.
• Guru menyampaikan materi yang akan datang.

E. Teknik penilaian
1. Penilaian Pengetahuan
a. Aspek yang di nilai: Pengetahuan
b. Teknik penilaian: Tertulis (Essay)
c. Instrumen (terlampir)
d. Rubrik Penilaian (terlampir)

2. Penilaian Keterampilan
a. Aspek yang di nilai: Unjuk kerja
b. Teknik penilaian: Menggunakan rubrik
c. Instrumen (terlampir)
d. Rubrik Penilaian (terlampir)

F. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media/alat: internet, buku
2. Bahan: buku teks, artikel
3. Sumber Belajar:

Jakarta, 18 Juli 2016
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Lampiran-lampiran:
1. Materi Pembelajaran Pertemuan 1
2. Instrumen Penilaian Pertemuan 1
3. Materi Pembelajaran Pertemuan 2
4. Instrumen Penilaian Pertemuan 2

Kata Kerja Operasional (Baru) Taksonomi Bloom

Bulan puasa ini jadwal di sekolah sangat padat. Berbagai kegiatan dari remedial, pengolahan nilai, input nilai SIP, rapat ini itu, IHT, PPDB, MGMP, sampai jadwal berbuka puasa semuanya ada :). Oke, kali ini cerita mengenai IHT Revisi Kurikulum yang diadakan pada hari Selasa dan Rabu, 21 dan 22 Juni 2016.

Materi untuk revisi kurtilas diisi dengan Analisis KI, KD dan membuat IPK, Model-model pembelajaran dan Penilaian Hasil Belajar serta dilanjutkan dengan penyusunan RPP. Hasil dari pelatihan ini sejatinya adalah para pendidik berhasil menyelesaikan satu contoh format RPP (revisi).

Nah, ada baiknya sebelum masuk ke dalam penyusunan silabus dan RPP mengingat sekilas tentang taksonomi Bloom. Rekan-rekan yang berprofesi sebagai pendidik pasti sudah akrab dengan istilah ini. Taksonomi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah klasifikasi bidang ilmu; kaidah dan prinsip yang meliputi pengklasifikasian objek.

Taksonomi untuk tujuan pendidikan adalah kategorisasi tujuan pendidikan yang digunakan untuk merumuskan tujuan kurikulum dan tujuan pembelajaran.

Taksonomi Bloom merujuk kepada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali dirancang oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Menurut Bloom, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain dan setiap ranah atau domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkinya.

Tujuan pendidikan dibagi ke dalam 3 domain, yaitu:
1. Kognitif, berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.
2. Afektif, berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.
3. Psikomotor, berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.

Bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantoro pun menggambarkan hal yang sama dalam ungkapan cipta, rasa, dan karsa. Atau ada juga yang menyebutnya dengan: penalaran, penghayatan, dan pengamalan.

Taksonomi merupakan kriteria yang digunakan oleh Guru untuk mengevaluasi mutu dan efektivitas pembelajarannya. Dalam setiap aspek taksonomi terkandung kata kerja operasional yang menggambarkan bentuk perilaku yang ingin dicapai melalui suatu pembelajaran. Kata kerja operasional diperlukan oleh Guru saat menyusun silabus dan RPP.

Berikut ini adalah contoh kata kerja operasional dari masing-masing ranah.
Tabel kata operasional ini hasil dari In House Training Revisi Kurikulum.

Kata Kerja Operasional (Baru), Taksonomi Bloom untuk ranah Kognitif (Pengetahuan)
taksonomi bloom

taksonomi bloom2

Kata Kerja Operasional, Taksonomi Bloom untuk ranah Psikomotorik (Keterampilan)
Bloom-psikomotor

Kata Kerja Operasional, Taksonomi Bloom untuk ranah Afektif (Sikap)
Bloom-afektif

Bagaimana cara aplikasi penggunaan kata operasional di atas untuk penyusunan silabus dilanjut nanti ya. Yang punya blog mau buka puasa dulu 🙂

Balsamiq Mockup

Mockup artinya model atau replika mesin atau struktur, yang digunakan untuk tujuan instruksional atau eksperimental.

Balsamiq mockup adalah program aplikasi yang digunakan dalam pembuatan tampilan user interface sebuah aplikasi. Software ini sudah menyediakan tools yang dapat memudahkan dalam membuat desain prototyping aplikasi yang akan kita buat. Software ini berfokus pada konten yang ingin digambar dan fungsionalitas yang dibutuhkan oleh pengguna.

Alih-alih menggambar sketsa (wireframe) atau prototype rancangan desain website di atas kertas balsamiq mockups membantu seorang web desainer membuat tampilan web dalam bentuk gambar di komputer. Tujuannya selain agar membuat tampilan (desain) website menarik juga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan customer (pelanggan). Dengan alat pembuat mockup maka seorang web desainer dapat menganalisa tata letak, desain dan fungsi.

Contoh komponen user interface pada Balsamiq Mockups. (sumber: https://balsamiq.com/products/mockups/)

mockups

Kelebihan Balsamiq Mockups dibanding software pembuat mockup lainnya adalah aplikasi ini berbasis cloud, disertai aplikasi desktop yang memungkinkan kita dengan cepat dan mudah membuat rancangan website. Dengan konten yang terbuat seperti dari gambaran tangan, akan membuat kita fokus pada pemecahan masalah user interface yang lebih besar, daripada pada perincian website. Di websitenya sendiri ada dua pilihan untuk para pengguna, ada versi trial for dekstop dan ada juga yang bisa kita download untuk versi dekstop. Namun ada juga yang disediakan dalam versi berbayar. Aplikasi ini bisa digunakan untuk sistem operasi Windows, Mac OS, dan Linux.
Aplikasi ini dapat diunduh di laman mereka di sini.

Aplikasi ini sedianya akan saya kenalkan kepada murid-murid dalam pembelajaran pemrograman web sebagai lanjutan dari materi semester gasal.

referensi:
1. http://www.kaskus.co.id/thread/52e874abfaca179724000049/9-aplikasi-mockup-website-bagi-web-desainer/

Strategi Pengajaran

Saya tidak tahu nama metode atau strategi yang saya gunakan di dalam aktivitas saya belajar bersama murid. Namun saya berkeyakinan setiap Guru secara naluri akan mencari solusi dari setiap kesulitan belajar siswa-siswanya. Tidak ada Guru yang bahagia ketika melihat muridnya merasa gagal, bukan?

Di dalam buku Diferensiasi dituliskan bahwa kompetensi guru yang dibutuhkan untuk menerapkan strategi diferensiasi adalah penguasaan rupa-rupa strategi pembelajaran, salah satunya memvariasikan besaran kerja kelompok.
Berikut ini adalah strategi yang pernah saya terapkan yaitu dengan membuat kelompok berpasangan. Strategi ini saya lakukan dengan tujuan untuk menguji pemahaman terhadap materi yang saya ajarkan. Saat itu saya ingin memastikan siswa memahami konsep table di dalam pembuatan web. Table adalah kunci untuk membuat sebuah web.

Murid di dalam kelas berjumlah 36. Saya menyiapkan 18 variasi format table. Saya membagi siswa ke dalam kelompok berpasangan. Karena murid saya sudah cukup besar (SMA) maka saya membebaskan mereka untuk mencari pasangan kelompoknya dengan syarat yang sudah merasa mengerti tabel berpasangan dengan yang belum memahami. Tidak sepenuhnya saya bebaskan karena diam-diam ada juga yang mencari kawan dengan kemampuan yang sama ;-). Setiap pasangan di dalam kelompok mendapatkan satu lembar format table. Mereka bekerja berpasangan dan memastikan bahwa pasangan mereka paham. Bersama-sama mereka menuliskan skrip table di buku dan memeriksanya di komputer.

Strategi ini saya pandang cukup efektif dengan bercermin dari hasil tes selanjutnya yang saya berikan. Siswa juga terlihat aktif, saling belajar serta melakukan refleksi belajar sendiri. Dengan kelompok berpasangan saya mengamati bahwa kemampuan sosial anak-anak seperti kepedulian dan tolong menolong terasah.

Oya, saya juga pernah menerapkan strategi belajar bersama tutor sebaya untuk seluruh kelas. Jadi, ketika itu di dalam satu kelas terdapat dua siswa saya yang menyukai pemrograman web. Setiap saya mengajar kedua anak ini sudah asyik sendiri mencoba berbagai fitur untuk web mereka. Saya bahkan seringkali belajar dari mereka. Nah, suatu hari saya minta keduanya untuk mengajarkan JavaScript. Saya tentukan terlebih dahulu cakupan materinya, kalau tidak khawatir mereka mbablas kemana-mana.. hehe. Ternyata mereka menyambut dengan sukacita. Keduanya begitu antusias dan bersungguh-sungguh. Satu hari itu mereka menjadi Guru dan saya menjadi murid (enak juga loh.. hihihi). Saya juga ikutan mengerjakan latihan yang mereka tugaskan. Tetapi nggak selesai karena maklumlah saya merangkap asisten pengajar juga kan hari itu :).

Mencoba berbagai strategi pengajaran itu bagi saya menyenangkan karena kadangkala hasilnya di luar dugaan. Dan selama tujuan pembelajaran tercapai dan kegiatan belajar menjadi hidup, mengapa tidak? 🙂