Cerita Haji

“Dan beritahukanlah kepada seluruh manusia tentang ibadah haji niscaya mereka akan mendatangimu baik dengan berjalan kaki maupun menaiki kendaraan yang berdatangan dari penjuru alam yang berjauhan (Q.S. Al Hajj [22]: 27)

Perjalanan spiritual setiap manusia menuju kedekatan kepada tuhannya tidak sama. Setiap peristiwa yang dilalui oleh anak manusia akan membawa dirinya kepada pencarian jati dirinya, arti keberadaan dirinya di dunia.

Haji adalah rangkaian ibadah, dimana wukuf di pandang arafah dan mabit di mina sesungguhnya adalah waktu dimana Tuhan memberikan kita kesempatan untuk merenung, menyendiri, dan bertanya apa tujuan dan arti hidup kita di dunia. Barangkali di tanah air kita terlalu sibuk dengan rutinitas, dengan menunaikan ibadah haji Allah memberikan kita kesempatan untuk tidak hanya mengenal diri kita lebih dalam tetapi juga merasakan kedekatan keberadaan Allah Sang Pencipta yang Maha Agung. Bukankah para nabi dan rasul suka sekali berkhalwat? Nabi Muhammad berkhalwat di gua hira selama 3 tahun sebelum akhirnya Tuhan menurunkan wahyu pertama kepada Beliau saw.

Ibadah haji bukanlah ibadah fisik semata, namun juga perjuangan melawan keegoisan diri. Dan itu sungguh tidak lah mudah. Lisan kita barangkali mampu menahan diri untuk tidak berkeluh kesah, meluapkan amarah dan godaan keburukan lainnya namun hati dan pikiran negatif seringkali keluar begitu saja, tanpa kita harapkan. Duh, Tuhan, apakah godaan setan begitu kuat menghampiri diri kita? :'(. Tetapi kalau setan bisa bicara mungkin dia akan protes, kenapa hai kamu manusia selalu menimpakan keburukan yang kalian lakukan kepadaku?

Di tanah haram, tanah suci mu ya Allah, ampunilah semua dosa dan kesalahan kami.

Beberapa hal yang menjadi catatan perjalanan haji kemarin.

Saya lebih senang berkomunikasi dengan partner soal agama. Barangkali karena penjelasan dia ke saya lebih bisa saya terima dan rasakan, lebih teresapi.

Partner bilang, subhanallah itu mempunyai 2 arti. Maha Suci Allah. Di sini, kita, mengakui bahwa kita bukanlah yang paling baik, paling benar sendiri, karena hanya Allah yang Maha Suci, Maha Benar. Oleh karena itu dalam ketidaksempurnaan kita, maka manusia boleh memohon meminta kepada-Nya. Istighfar (Astaghfirullah hal adzim, artinya “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung”) dan tahmid (Alhamdulillah, artinya “Segala Puji Bagi Allah”), takbir (Allahuakbar, artinya “Maha Besar Allah”) dan tahlil (Laa ilaha Illallah, artinya “Tiada Tuhan Selain Allah”) adalah bacaan zikir yang disarankan ustad untuk dibaca jika kita tidak tahu doa-doa lainnya. Tidak perlu berkecil hati, berdoa lah dengan bahasa apapun yang kita bisa, karena Allah Maha Mengetahui doa setiap hambanya. Doa lainnya yang juga disarankan oleh ustad adalah doa sapu jagat, doa yang ringkas namun penuh makna.

Partner pernah bilang berdoa itu dengan lembut dan bahasa yang baik. Sama baiknya ketika kita melakukan semua ibadah. Adab dan etika perlu dijaga.

Semua manusia menginginkan surga, namun kita tidak boleh egois. Jangan berdoa lama-lama di tempat yang diinginkan semua orang (tempat-tempat mustajab, seperti raudah, dan lain-lain). Jangan berlarian menuju rumah Nabi. Bantu orang lain yang membutuhkan pertolongan kita. Berupayalah untuk tidak melukai atau menyakiti orang lain ketika kita beribadah. Kebaikan yang kita berikan akan kembali kepada diri kita sendiri, demikian pun kejahatan. Berusahalah untuk berbuat baik, semoga Allah meridhai segala yang kita lakukan. Amin yra.

4 thoughts on “Cerita Haji

  1. Mantap kak ceritanya, semoga saya bisa menyusul juga.aamiin..
    Yuk kak mampir ke blog mytutorialmasakan.blogspot.co.id/

    Thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.