Musium Malang Tempo Doeloe

Kota yang terletak di dataran tinggi yang cukup sejuk ini bernama Malang. Kota yang dikelilingi oleh gunung-gunung ini baru berdiri pada tahun 1914, menurut catatan yang tertera di dinding musium Malang Tempo Doeloe.

Musium ini diresmikan tanggal 22 Oktober 2012 dan berlokasi di Jl. Gajahmada, belakang Balaikota Malang. Dengan tiket masuk seharga 15.000 IDR, kita dapat melihat sejarah panjang kota Malang sejak jaman prasejarah sampai modern. Berbeda dengan musium pada umumnya, musium Malang Tempo Doeloe didesain dengan cita rasa masa kini. Tidak ada pemandu khusus tapi Anda bisa mengajukan permintaan jika merasa memerlukan. Lebih enaknya sih ditemani pemandu karena bisa mendapat banyak cerita yang mungkin luput dari perhatian kita.

Pameran diawali dari hasil penemuan bekas-bekas fondasi batu bata, kemudian berbagai prasasti, bangunan candi dan arca serta berbagai gerabah yang ditemukan dari periode akhir Kanjuruhan (abad ke-8 dan ke-9) yang kesemuanya ditemukan di tempat yang saling berdekatan.

Di ruang pertama terdapat miniatur kota Malang disertai gunung-gunung yang mengelilinginya. Wilayah cekungan Malang telah ada sejak masa purbakala dan menjadi kawasan pemukiman.

Dipamerkan juga koleksi bebatuan dari zaman pra sejarah sampai saat ini. Bentuk batu-batu jaman dahulu lebih besar dan kuat jika dibandingkan dengan batu-batu yang ada saat ini. Ada juga relief batu yang menggambarkan kehidupan pada masa itu.
photo 2 photo 4
Sebuah lukisan candi terpasang di dinding ruangan. Itu lah candi Badut, candi tertua di Indonesia. Candi ini terletak di kawasan Tidar, di bagian barat kota Malang.

Di ruangan lain dipamerkan berbagai jenis celengan dari tanah liat. Ada cerita menarik mengenai asal kata celengan. Setelah kerajaan Kanjuruhan, di masa emas kerajaan Singasari (100 tahun setela Masehi) di daerah Malang ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkan Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang. Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah. (sumber: wikipedia).
Nah, konon di jaman kerajaan Majapahit anak-anak sudah diajarkan tentang pentingnya menabung. Bentuk tabungan pertama yang dibuat adalah celeng atau babi hutan. Sejak itu, mereka menyebutnya dengan celengan.
mmtd8
Ada juga sebuah prasasti berhuruf Jawa Kuno Hanacaraka Datasawala.
mmtd7
Berikutnya, di sudut ruangan terdapat properti rumah tangga seperti teko, cangkir, dan lain-lain dilengkapi dengan peralatan pembuatnya atau disebut rumah tembikar.
mmtd6 mmtd5
Berbagai peralatan tradisional masyarakat jaman itu pun dipamerkan, seperti lesung untuk menumbuk padi, alat penggilingan jagung, ani-ani (alat untuk memotong padi), serta mixer tradisional untuk pengaduk bahan makanan. Alat ini digunakan pada masa pengungsian Belanda tahun 1939. Cara kerja mixer tradisional ini adalah dengan menarik kedua tali saling berlawanan untuk menggerakkan pangkal kayu di bawahnya.

Kota Malang kemudian tumbuh dan berkembang setelah hadirnya kolonial Hindia Belanda. Beberapa aksesori masa itu bisa ditemukan di sini. Ada juga penjara yang banyak diisi oleh orang Belanda ketika Jepang menduduki kota Malang.

Di musium ini ditampilkan juga foto-foto walikota Malang sejak masa penjajahan Hindia Belanda, Jepang dan masa Kemerdekaan.

Ruang musium berakhir di gerai-gerai yang menampilkan unsur-unsur dari budaya kota Malang masa lampau. Semua yang tersaji di stand-stand ini bernuasa tempo doeloe seperti makanan, minuman dan souvenir (kesenian dan kerajinan tradisional). Ini adalah bagian dari acara tahunan yang digelar di kota Malang, Jawa Timur, yang disebut dengan festival Malang atau Malang Tempo Doeloe.
mtd-gerai1 IMG_0411

One thought on “Musium Malang Tempo Doeloe

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai museum malang tempo dahulu Indonesia.Benar benar sangat bermamfaat dalam menambah wawasan kita menjadi mengetaui lebih jauh mengenai indonesia.Saya juga mempunyai artikel yang sejenis mengenai indonesia yang bisa anda kunjungi di Indonesia Gunadarma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *