Coventry

Sembilan tahun silam kartu pos dan beberapa lembar foto menjadi alat komunikasi kami. Itulah sarana komunikasi yang paling murah dan terjangkau. Kami berdua sama-sama harus berhemat. Saat itu partner mengambil program master yang diperolehnya dari beasiswa British Embassy. Dan Coventry University adalah kampus tempat partner belajar.

Tahun berlalu dan hari ini partner dan saya mendapatkan kesempatan mengunjungi Coventry. Coventry adalah kota di West-Midlands, Inggris. Kunjungan kami yang pertama tentu kampus Coventry, dengan simbol burung phoenix.

Dalam mitologi mesir phoenix digambarkan memiliki bulu yang sangat indah berwarna merah keemasan. Phoenix dikatakan dapat hidup 500 atau 1461 tahun. Setelah hidup selama itu phoenix akan membakar dirinya sendiri. Setelah itu dari abunya, muncullah burung phoenix muda. Phoenix merupakan simbol dari keabadian, lambang dari siklus kehidupan setelah mati, dan simbol dari kebangkitan tubuh setelah mati.

sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Phoenix_(mitologi)

http://en.wikipedia.org/wiki/Phoenix_(mythology)

Ruang perpustakaan, kotak telepon umum, kantin dan ruang kuliah tidak lupa kami telusuri. Ingatan saya kembali kepada tumpukan postcard dan foto yang partner kirimkan dahulu. Membayangkan sosoknya belajar dan berjalan di tengah udara dingin, membeli kartu pos dan memaksa menuangkan coretan yang nyaris tak terbaca oleh saya karena jari-jari tangannya membeku diterpa sengatan salju tebal.

Perjalanan kami selanjutnya adalah mengunjungi musium Herbert, yang merupakan pusat budaya dan sejarah Coventry. Dalam pameran itu ditampilkan tentang asal usul  Coventry.  Ada satu yang paling menarik perhatian saya, yaitu kisah mengenai Lady Godiva.  Cerita lady godiva ini masih simpang siur kebenarannya. Sebagian meyakini kebenaran cerita ini lainnya percaya ini adalah sebuah legenda. Alkisah, seorang lady menentang kebijakan suaminya untuk menaikkan pajak kepada rakyat. Dan sebagai tanda protes maka sang lady bersedia memenuhi permintaan suaminya untuk berkeliling kota menaiki kuda dengan tidak mengenakan selembar kain pun. Dan seluruh rakyat diminta untuk menutup pintu sebagai tanda solidaritas. Namun ada satu orang yang bernama Peeping Tom, yang mengintip saat sang lady berkuda. Peeping Tom kemudian buta dan mati.

Selanjutnya adalah berjalan-jalan di area city center dan kawasan sekitar kota lainnya. Esok hari kami berencana untuk mengunjungi Stratford.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *