Aurora

Iseng liat aurora di youtube. Ditemani kawan yang tidak pernah bosan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Thanks mas Dhani .

Malam ini kami berbincang tentang Aurora. Apa sih Aurora itu?

Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari (angin matahari).
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Aurora

Aurora terjadi di daerah kutub selatan (tempatnya Pipi, si penguin pintar. Ayo, siapa yang belum mengenal Pipi? Lihat  blog nya di sini. Pipi juga sudah punya FB) dan kutub utara. Mengapa aurora hanya terjadi di daerah kutub ya? Nah, ini sekilas obrolan kami tadi malam.

Saya: Mengapa aurora hanya terjadi di daerah kutub?

Graifhan Ramadhani: Bumi kita ini diselubungi oleh sabuk radiasi, yg namanya sabuk radiasi van allen. Sabuk ini berfungsi untuk melindungi Bumi dari terpaan sinar kosmik dari antariksa. radiasi sinar kosmik ini berbahaya bagi organisme hidup. Nah, selain memancarkan energi (yg dilepas dalam bentuk foton alias partikel cahaya), matahari juga melepaskan radiasi dalam bentuk cahaya tidak kasat mata.
gelombang inframerah dan ultraungu begitu bertabrakan dg sabuk van allen, partikel2 ini dibelokkan ke arah kutub. Kemudian dg proses fisika (yg masih belum sepenuhnya kita tahu), partikel2 tsb berpendar. Itulah yg kita lihat sebagai aurora. Aurora ini tidak cuma bisa terjadi di Bumi, planet2 lain juga menyimpan aurora. Seperti yang pernah diamati misalnya di Jupiter dan Saturnus.

S: Tapi kenapa dibelokkan ke arah kutub? Berbahayakah aurora itu bagi manusia?

GR : Auroranya tidak berbahaya. Tepatnya secara fisik tidak berbahaya, tapi secara elektronis iya. Karena kita sekarang sudah sangat tergantung dg satelit komunikasi dan sistem kelistrikan. Kalau semua itu terganggu ya bubar deh.

Kalau soal kenapa dibelokkan ke arah kutub, sepertinya sabuk van allen (yg berfungsi sebagai perisai itui) punya bentuk yg unik (lonjong ke arah katulistiwa, dan tipis di arah kutub), tapi proses fisika dibalik semua itu sampai sekarang banyak yg masih belum dipahami. Pengetahuan kita ternyata masih sedikit sekali.

Oya, frekuensi aurora akan lebih tinggi di tahun 2012. frekuensi aurora yg terlalu tinggi itu sebenarnya bisa dibilang isyarat bahaya. pertama, untuk satelit yg sedang mengorbit. Kedua untuk powe plant di daerah sekitar kutub aurora itu berkorelasi dg semburan partikel dari matahari. Partikel2 tsb bertambaran dg sabuk radiasi di sekitar bumi (dikenal dg nama sabuk radiasi Van Allen). Partikel2 ini bisa membahayakan satelit2. Bayangkan kalo yg kena satelit komunikasi. Jika sampai mencapai bumi, bisa mengganggu power plant dan hasilnya bisa mati lampu (blackout). Ini pernah terjadi waktu solar max yg lalu. Canada sampai mati lampu gede2an.

Aurora ini terjadi 11 tahun sekali, ketika terjadi peningkatan aktifitas pada matahari. Ingin liat aurora? Nah, aurora bisa diliat di beberapa negara seperti Australia bagian selatan, Antartika (Yup, Pipi again) dan Chile. Aurora di kutub selatan ini namanya Aurora Australis. Dan Aurora utara namanya Aurora Borealis. Bisa di lihat di negara Rusia bagian utara, Greenland, dan Amerika Utara, termasuk Canada dan Alaska, AS.

Kira-kira, mungkinkah Aurora terjadi di Indonesia?

update:

Menurut GNFI(Good News From Indonesia) pada thn 1909, warga Jakarta disuguhi pemandangan luar biasa di langit, yakni ‘Aurora Borealis’.

Entah, saya belum berhasil mengetahui kebenarannya. Jika memang iya, oleh sebab apakah?

Kawan, benar adanya beberapa ilmuwan yang mengatakan untuk dekat kepada tuhan, pelajarilah ilmu pengetahuan. Tanda-tanda kebesaran dan keagungan-NYA tersebar di seluruh alam semesta dengan segala isinya.

180px-red_and_green_aurora
sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Aurora_(astronomy)

4 thoughts on “Aurora

  1. Ada yang mulai curiga bahwa badai matahari yang terlalu gencar, sambil menimbulkan keindahan aurora, juga mulai mengancam. Jika radiasi terlalu kuat, sabuk Van Allen mulai tertembus. Seperti yang Mas Dhani ceritakan, power plant bisa ikut mati. Tapi sinar kosmis macam ini juga bisa menimbulkan mutasi sel. Secara personal, kans terkena kanker akan naik. Secara lebih luas, hmm … ada yang curiga bahwa satu-dua tahun setelah badai matahari, umumnya terjadi wabah flu yang baru dan kadang mematikan. Ini bisa jadi karena mutasi2 yang terpicu oleh radiasi yang lebih tinggi dari normal itu.
    Seriusnya sih … buat apa umur panjang, kalau takut lihat aurora, haha :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *