Any Idea?

Obrolan, Pendidikan 7 Comments »

Kelas 9 tahun ajaran ini termasuk kelas yang sulit. Bahkan kondisi nya lebih parah dari tahun sebelumnya. Tidak hanya dalam intelegensia tapi juga tingkah laku. Saya percaya setiap anak cerdas. Kalaupun mereka lambat menerima pelajaran saya kira karena selama ini mereka belum terbiasa menggunakannya secara optimal. Untuk urusan ini rasanya saya masih bisa bertoleransi. Saya mencoba meng-evaluasi kepada cara saya mengajar kembali. Yang membuat kesal adalah tingkah polah anak-anak ini. Saya harus memendam kejengkelan dalam hati. Menahan diri untuk tidak berkata kasar (dan berharap semoga saya tidak pernah melakukan itu). Kadang rasanya kok ingin nangis ya? Rekan guru bilang, ini memang berat tapi juga tantangan. Akan menjadi pengalaman berharga jika kita bisa mengatasi nya. Tapi, bener deh saya lagi kehilangan asa mengatasi anak-anak ini. Saya sedang memikirkan untuk memberikan permainan yang berkaitan dengan budi pekerti. Tapi, dengan durasi waktu 2 jam dan jumlah murid 40, permainan apa yang sekiranya bisa diterapkan ya? Adakah rekan yang bersedia memberikan masukan?

Seandainya saja mereka tahu..

Glosarium

Materi TIK 1 Comment »

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.

Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan atau semester. Standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional.

Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi.

Standar Isi TIK SD

Materi TIK, Pendidikan 3 Comments »

Menyambung tulisan dari buku Standar Isi untuk mata pelajaran TIK tingkat SD.

Standar Isi (Sumber: Badan Standar Nasional Pendidikan)

Kerangka Dasar Kurikulum untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif, dan mandiri.

Struktur kurikulum SD

Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.

Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.

Jumlah jam pembelajaran tatap muka per mingggu untuk SD/MI/SDLB: Kelas I-III adalah 29 sampai dengan 32 jam pembelajaran. Kelas IV-V adalah 34 jam pembelajaran.

Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SD/MI/SDLB maksimum 40% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan.

(Untuk Sekolah Dasar mata pelajaran TIK dimasukkan dalam muatan lokal).

Unduh Silabus

Erlangga, Materi TIK 5 Comments »

Rekan-rekan guru yang saya hormati, untuk permohonan silabus maupun RPP silahkan langsung meng-unduh nya dari halaman erlangga yang ada di sini. Mohon maaf saya tidak bisa melayani permintaan kiriman melalui email satu persatu.

Dan mengenai penggunaan buku TIK KBK atau KTSP dari penerbit Erlangga, sepenuhnya pilihan Bapak/Ibu. Jika kurikulum yang ada di buku TIK KBK dirasa pas untuk siswa, silahkan dipakai. Dan sebaliknya. Saran saya, untuk murid-murid Anda yang belum mengenal dan terbiasa dengan komputer, buku TIK KBK adalah pilihan yang baik. Namun, jika murid Anda sudah akrab dengan teknologi ini Anda boleh mencoba buku TIK dengan KTSP. Saya rasa tujuan KTSP adalah memberikan kebebasan pada guru untuk menentukan pilihan yang terbaik bagi muridnya. Dan, Anda tentu lebih tahu yang terbaik bagi anak didik Anda.

Masyarakat Indonesia kaya tapi bodoh?

Obrolan 8 Comments »

Banyak yang bilang negeri kita kaya. Tapi kenapa jumlah orang miskin makin banyak. Anak-anak putus sekolah makin bertambah. Dan tingkat kematian karena kurang gizi selalu ada?

Ada juga yang bilang Indonesia miskin. Tapi, coba lihat di jalan-jalan makin banyak mobil yang bersliweran. Mal-mal dibangun di banyak tempat, tak perduli nantinya banyak ruang-ruang kosong yang ditinggalkan oleh pemiliknya. Keluaran handphone terbaru selalu ditunggu-tunggu, tidak perduli berapapun harganya.

Jadi, Indonesia itu miskin atau kaya sih?

Mungkin bisa keduanya, tergantung bagaimana cara Anda memandang.

Hmm, masyarakat Indonesia itu sendiri kaya atau miskin ya? Tersinggungkah Anda jika ada yang mengatakan masyarakat kita kaya tapi bodoh? Teman, saya teringat tulisan Andrea Hirata di sini. Andrea juga menyoroti desain rumah warga di pulau kelahirannya. Rumah mereka besar-besar. Namun tempat belajar diletakkan dekat WC atau dapur. Belum lagi anak-anak belajar di depan televisi yang acaranya jauh dari mendidik. Anak-anak tak lagi suka membaca karena acara televisi lebih menarik.

Dan televisi sebagai media yang paling efektif untuk menularkan kebaikan seakan diam tak bergeming. Mimipi-mimpi kosong terus dialirkan dan harapan-harapan semu membuat masyarakat semakin terlena.Bayangkanlah, apa yang akan terjadi jika anak-anak muda yang kelak mewarisi negeri ini tidak mempunyai bekal ilmu dan pengetahuan yang memadai? Bagaimana mereka menghadapi persaingan yang semakin keras? Sesungguhnya, tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras.

Dan negeri dengan masyarakatnya yang bodoh akan mudah dipengaruhi dan dirusak. Lantas, tak sedihkah kita mengingat perjuangan para pahlawan yang telah mengucurkan darahnya untuk mempertahankan negeri ini?

Walaupun telat, dirgahayu Indonesia. Berkibarlah terus merah putih. Merdeka!

Buku murah

Obrolan 7 Comments »

Tak sengaja malam ini saya melihat tayangan metrotv dengan special dialogue-nya. Nara sumber kali ini adalah Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, dengan tema buku murah. Beberapa bagian yang sempat saya tangkap adalah sebagai berikut:

Bse adalah projek jangka panjang depdiknas. Dan buku murah adalah projek jangka pendek yang akan segera direalisasikan. Menurut rencana esok hari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun langsung untuk me-launching buku murah tersebut. Kalau saya tidak salah dengar, Bapak menteri mengatakan bahwa het sebuah buku tidak lebih dari 20 ribu. Kalaupun berbeda, lebihnya sedikit saja. Nantinya, diharapkan program buku murah ini populer sehingga penerbit yang menjual buku mahal akan mempunyai saingan, yaitu pemerintah. Btw, buku-buku murah ini apakah hak ciptanya juga dibeli pemerintah atau bagimana ya? ( berhubung saya tidak melihat dari awal, informasinya jadi rancu juga).

keluar dari topik di atas.

Seringkali kita berpikir sesuatu itu mahal karena kita menghitungnya untuk saat ini. Tapi kita bisa dengan mudahnya mengeluarkan beratus-ratus ribu untuk sebuah kenikmatan sesaat. Tidak ada larangan, sah-sah saja.

Bukan berarti saya tidak mendukung buku murah dan bse. Saya sangat mendukung. Saya salut dengan India, yang mungkin kondisi negaranya masih kalah dengan negara kita. Tapi masyarakatnya sadar akan pentingnya pendidikan. Dan industri buku di sana bisa menjual buku dengan harga murah sehingga terjangkau oleh masyarakat.

Di sini, seringkali saya melihat diskon buku sudah besar-besaran tapi yang berminat membeli bisa dihitung dengan jari. Mungkin yang paling utama adalah kesadaran bahwa pendidikan itu penting dan buku adalah investasi yang sangat berharga. Dan persoalan pendidikan bukan hanya buku semata.

artikel lain mengenai buku murah bisa di lihat di sini.

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Pendidikan 10 Comments »

Melanjutkan bahasan dari buku standar isi:

Arah Pengembangan

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.

Yup, saya beneran lieur. Tapi mau tidak mau ini harus dipelajari. Jadi, saya bertanya dengan para senior yang ada di sekolah. Dan kira-kira seperti inilah pemahaman saya. Tolong dikoreksi kalau salah ya.

catatan: SK tidak boleh diubah (sesuai kurikulum). Namun boleh ditambah kalau tidak ada. Penulisannya pun disesuaikan dengan peraturan yang ada (kalau tidak salah ada lembar penggunaan kalimat operasional yang berupa kata kerja untuk pembuatan SK dan KD)

Standar Kompetensi (SK) adalah tujuan pembelajaran secara umum. Misalkan, semester ini saya ingin mengajarkan Corel Draw sebagai program perangkat lunak pengolah grafis. Apa yang saya harapkan dari siswa setelah mereka mempelajari program pengolah grafis ini? Tentu harapannya adalah agar siswa dapat menggunakan program Corel ini. Maka, Standar Kompetensi nya adalah: Menggunakan perangkat lunak pengolah grafis.

Selanjutnya, Kompetensi Dasar(KD). Kompetensi dasar ini berupa penjabaran dari standar kompetensi.

Contoh: Untuk dapat menggunakan program Corel Draw apa yang ingin Anda berikan kepada siswa terlebih dahulu? Menjelaskan aplikasi lain untuk program grafis? Perbedaan program grafis berbasis bitmap dan vektor? Contoh grafis berbasis vektor dan bitmap? Nah, kesemuanya dapat Anda rangkum di dalam kompetensi dasar. Jadi, kompetensi dasar nya adalah Mengenal Corel Draw sebagai program pengolah grafis. Sedangkan urutan materi yang ingin diberikan tadi dapat dimasukkan dalam kolom materi pokok.

Berikutnya, Kegiatan Pembelajaran. Kegiatan pembelajaran ini adalah aktivitas yang dilakukan oleh siswa bersama guru di kelas. Bisa berupa demonstrasi, tanya jawab, diskusi, game, praktikum, dll.

Indikator , mengacu kepada materi pokok. Kalau materi pokoknya adalah pengertian grafis berbasis vektor dan bitmap, maka indikatornya adalah: mampu menjelaskan pengertian grafis berbasis vektor dan bitmap. dstnya.

Penilaian: bisa tes lisan, tertulis, kinerja saat praktikum, hasil karya (portofolio).

Alokasi waktu: waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pembelajaran pada setiap KD.

Sumber/Bahan ajar/Alat: Buku paket, modul (halaman berapa), dll.

Ppfuuh, melihat ini saya langsung memeriksa silabus yang sudah saya buat sebelumnya. Arghh, kayanya musti diulang nih. Dan akhirnya, satu hari ini saya coba selesaikan silabus yang sudah saya buat sebelumnya dengan susah payah. Dan contoh di atas adalah salah satunya. Saya memang harus lebih banyak belajar. Terima kasih ya teman-teman yang sudah sangat berbaik hati mengajarkan saya :). Jika ada masukan, kritik ataupun saran sehubungan dengan pembuatan silabus ini jangan segan-segan mengirimkannya ya.

Jika ada yang berminat mengunduh hasil pembuatan silabus ini akan saya letakkan di halaman file di blog yang sama. Tunggu ya

Rangkuman Standar Isi

Materi TIK, Pendidikan 3 Comments »

Dipinjami rekan buku standar isi yang musti dibaca oleh guru :). Bukunya tebal banget dan saya belum selesai juga bacanya. Lieur euy. Sebagai bahan pengingat untuk saya, kayanya enakkan ditulis di sini.

catatan: saya ringkas untuk mata pelajaran TIK tingkat SMP.

Standar Isi (Sumber: Badan Standar Nasional Pendidikan)

Standar Isi adalah salah satu dari delapan standar nasional pendidikan sebagaimana tertuang dalam Bab II pasal 2 (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan satndar penilaian pendidikan.

Kerangka Dasar Kurikulum untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

Struktur kurikulum SMP/MTs

Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.

Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.

Alokasi waktu untuk Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk kelas 7,8, dan 9 adalah 2

Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik.

Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran pada tingkat SMP/MTs/SMPLB adalah 40 menit.

Beban belajar kegiatan tatap muka per minggu untuk SMP/MTs/SMPLB adalah 34 jam pelajaran (untuk minggu efektif per tahun ajaran). Jumlah jam pembelajaran per minggu adalah 32.

Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SMP/MTs/SMPLB  maksimum 50% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan.

Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi atau kemampuan lainnya pada kegiatan tatap muka. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Penugasan terstruktur termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan, dan percepatan.

Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik  untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi mata pelajaran atau lintas mata pelajaran atau kemampuan lainnya yang waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.

Bahasan untuk standar kompetensi dan kompetensi dasar menyusul ya.. :)

Pay It Forward

Obrolan 10 Comments »

Masih ingat dengan film lawas ‘Pay It Forward’? Judul film ini kembali muncul ketika saya sedang membuka buku ‘Teknik-teknik yang Berpengaruh di Ruang Kelas’ .

Jika pernah menonton film ini, Anda tentu mengakui bahwa ini satu film yang sangat menginspirasi banyak orang. Cerita berawal ketika seorang guru memberikan projek kepada murid-muridnya, dengan tema “Pikirkan suatu hal yang dapat mengubah dunia dan lakukan (Think of something to change the world and put it into action)”.

Seorang anak di kelas tersebut yang bernama Trevor memiliki ide yang sangat luar biasa. Ide Trevor adalah melakukan kebaikan kepada 3 orang dan kemudian 3 orang tersebut akan membalas kebaikannya dengan memberikan pertolongan kepada 3 orang lainnya lagi. Gerakan ini ternyata berhasil dan berkembang menjadi besar. Di saat banyak orang bertanya-tanya siapakah pencetus awal ide ini, ternyata Trevor kecil sudah kembali kepada Sang pencipta.

Film yang menarik. Mengajarkan nilai-nilai kehidupan dengan caranya yang sederhana namun indah.

The Warrior Of The Light, A Manual

Obrolan 9 Comments »

“.. ia mampu melihat hal-hal indah karena ia membawa keindahan dalam dirinya, karena dunia adalah sebuah cermin dan memantulkan bayangan wajah sang manusia itu sendiri. Sang ksatria tahu kesalahan-kesalahan dan keterbatasannya, tapi ia berbuat semampu dirinya untuk mempertahankan keriangan pada saat-saat krisis. Lebih-lebih dunia ini berbuat yang terbaik untuk membantunya, walaupun segala sesuatu yang ada di sekitarnya kelihatan berlawanan. (Ksatria Cahaya dan Pertempuran).”

Rangkaian kalimat di atas adalah nukilan dari buku The Warrior The Light A Manual (Kitab Suci Ksatria Cahaya), Paulo Coelho. Penulis satu ini memang sangat piawai mengajarkan nilai-nilai kehidupan dalam setiap tulisannya. Seperti pesan dalam buku ini “Setiap orang mampu menjadi seorang ksatria. Dan walaupun tak ada seorangpun yang mengira diri mereka sebagai seorang ksatria, tapi sebenarnya mereka adalah para ksatria.”

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in