Bandung

Erlangga 9 Comments »

Kali ini saya menjadi pembicara untuk guru-guru di sekolah dasar Assalam di kota Bandung. Kota yang saya kunjungi ketika weekend :). Tema hari ini adalah Pembelajaran Berbasis Multimedia. Ditemani Bapak Agus, untuk Asmen kota Bandung, Bapak Irdan dari Marcom, Bapak Yanto untuk GL dan Bapak Rian untuk sales, dari Erlangga Bandung.

Acara ini berlangsung dari jam 8 sampai 12.30. Saya kagum lho dengan partisipasi dan kesediaan Bapak Ibu guru untuk datang menghadiri pelatihan di hari mingggu. Terima kasih untuk Bapak Ibu guru.

sda1.jpg sda4.jpg

Pertama, agar suasana tidak tegang saya berikan permainan dulu :). Selanjutnya, saya mulai dengan memaparkan revolusi pembelajaran dan peranan multimedia dalam proses belajar mengajar. Selanjutnya, menampilkan beberapa contoh multimedia pembelajaran yang dapat dibuat sendiri dan yang bisa diperoleh dari internet secara gratis. Dilanjutkan dengan tanya jawab. Yang sangat membahagiakan ternyata Bapak dan Ibu guru ini sangat antusias sekali. Pertanyaan mereka bagus-bagus. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Apakah semua materi pelajaran harus menggunakan multimedia?
  2. Bagaimana menumbuhkan kemandirian anak ketika belajar multimedia?
  3. Pernahkah Ibu meneliti untuk melihat dampak dari lulusan anak-anak yang di sekolahnya menggunakan multimedia dengan yang tidak menggunakan multimedia?
  4. Apa yang perlu dipersiapkan untuk membuat multimedia pelajaran?
  5. Perangkat apa yang diperlukan?

Masih ada beberapa pertanyaan lainnya tapi saya agak lupa. Berikut ini jawaban yang telah saya uraikan dalam pertemuan tadi pagi. Saya mencoba untuk merangkum dan menuliskan kembali di sini.

  1. Menurut saya tidak semua materi pelajaran harus menggunakan multimedia. Bapak dan Ibu lebih mengetahui kira-kira materi apa yang terasa sulit bagi siswa. Perangkat TI hanyalah alat bantu. (Mengutip juga saran dari pak Joko sebelumnya di tulisan yang lain, thks Pak).
  2. Kembali ke tujuan awal dari adanya pelajaran komputer. Bukan untuk mencetak anak agar menjadi programer, desainer, dan sebagainya. Mengenalkan komputer pada anak sejak dini dimaksudkan untuk melatih mereka bernalar. Melatih kemandirian dan dapat mengambil keputusan. Tentu prosesnya tidak instan. Dimana penggunaan multimedia dengan TIK mengambil peran? Contoh sederhana, biarkan anak bereksplorasi ketika menggunakan CD permainan.
  3. Saya tidak pernah melakukan penelitian untuk melihat dampak lulusan dari anak-anak yang di sekolahnya belajar dengan menggunakan multimedia atau tidak. Yang saya perhatikan adalah, anak-anak yang sejak kecil telah dikenalkan kepada TIK maka mereka akan lebih mudah beradaptasi. Mereka tidak merasa takut atau canggung untuk menggunakan teknologi. Terutama karena dewasa ini teknologi informasi dan komunikasi banyak ditemui di sekitar mereka. Manfaat lainnya bisa dilihat di no. 3.
  4. dan 5. Apa yang perlu dipersiapkan? Perangkat apa saja yang dibutuhkan? Hm, kemauan dan keinginan untuk belajar :). Bapak Ibu, kenapa saya menjawab seperti itu? Banyak saya temui rekan guru yang belum-belum sudah menyerah, merasa tidak bisa dan akhirnya mutung di tengah jalan. Saya tidak ingin membuat sebuah persyaratan yang terdengar berat untuk tahap awal. Tidak ada yang sulit selama Bapak Ibu mau mencoba. Jika syarat pertama sudah Bapak Ibu punyai yang berikutnya adalah membiasakan diri untuk mengenal dan menggunakan komputer. Untuk guru sendiri kalau saya tidak salah ada 3 program yang bisa dipelajari. Ketiga nya ini menunjang untuk pekerjaan Bapak dan Ibu sebagai guru: yaitu, pengolah kata, pengolah angka, dan pembuat presentasi. Untuk membuat multimedia pembelajaran yang sederhana dapat menggunakan program pembuat presentasi. Sebelum memulai membuat multimedia pembelajaran, Bapak dan Ibu bisa mempersiapkan materi apa yang akan dibuat. Melengkapi gambar dan perangkat lain yang dibutuhkan. Intinya, buat yang sederhana saja dulu.
  5. Untuk story board dan lain-lain, insya Allah di lain waktu ya Bapak dan Ibu.

Setelah sesi diskusi dan tanya jawab dilanjutkan dengan praktik pembuatan multimedia pembelajaran di lab multimedia. Di sini saya memberikan contoh membuat multimedia pembelajaran dengan program pembuat presentasi. Praktik ini juga diikuti oleh guru-guru. Tidak sulit ‘kan, Bapak Ibu guru? Selanjutnya, saya mengenalkan cara mencari informasi di Internet. Kemudian men-download klip video pembelajaran dari youtube agar dapat ditayangkan secara offline. Banyak sekali video pembelajaran yang dapat diperoleh melalui youtube, seperti terjadinya pemanasan global, siklus air, kesenian, mengenal kebudayaan daerah, dan lain-lain. Ini semua dapat diperoleh secara gratis. Lebih baik dibanding mengcopy secara illegal kan? :). Meng-unduh gambar dari situs microsoft. Dan beberapa teori serta praktik untuk menerapkan pembelajaran multimedia di kelas.

Acara berakhir jam 12.30. Ngborol-ngobrol sebentar dengan bapak kepala sekolah. Terima kasih buat semuanya.
Oh ya, ada yang ingin saya share sedikit. Saya melihat sekolah-sekolah yang sudah mempunyai lab multimedia pun sebenarnya masih mencari bentuk, seperti apa sih pembelajaran dengan multimedia itu? Ada yang menggunakan lab multimedia sebagai tempat untuk guru dan siswa mencari informasi yang berkaitan dengan pembelajaran. Ada juga anak-anak yang masuk ke lab kemudian di sana sudah terinstal CD interaktif. Ada guru yang menjaga mereka. Setelah bermain, selesai.

Saya pernah membaca sebuah artikel bagus dari internet, yang menceritakan seorang guru Malcolm Thompson dari sekolah Dalton di New York, ketika mengajarkan astronomi. Tujuh komputer di kelas itu secara real time menayangkan jagat raya hasil amatan teleskop Observatorium Palomar di California. Selanjutnya, dengan bantuan piranti perangkat lunak, para murid diminta memilih tiga bintang dan menghitung kekuatan cahaya serta suhunya.

Menarik, bukan? Anak tidak sekedar mencari informasi tapi bagaimana mengolah dan memanfaatkannya. Nah, Bapak dan Ibu tanpa bermaksud promosi (walaupun promosi juga judulnya, *halah* :) ) saya meniru langkah ini. Saya mencoba mengaplikasikan serta menuliskannya di buku TIK yang baru. Mudah-mudahan ini dapat memberikan ide, gagasan serta kreatifitas dari rekan-rekan guru. Jika Anda ingin melihat contohnya, dapat di-unduh melalui halaman erlangga yang ada di sini. Ada di kategori modul tambahan TIK SD (nama file-nya adalah internet). Mudah-mudahan bermanfaat.

Contoh multimedia pembelajaran yang saya buat untuk melengkapi presentasi di SD Assalaam ini dapat di-unduh di sini. Beberapa tema diantaranya adalah siklus air, daur hidup kupu-kupu, dan menghitung luas persegi panjang.

Tutorial Homepage Statis

Materi TIK 2 Comments »

Rekan dan teman, tutorial membuat homepage statis dapat diunduh di sini. Maaf sebelumnya, ukuran file agak besar sekitar 2.6 MB untuk ekstensi .doc dan 3.9 untuk esktensi .pdf. Hasil akhir contoh di langkah-langkah tersebut dapat dilihat di sini. Mudah-mudahan bermanfaat.

Training Guru

Pendidikan 6 Comments »

Setiap hari jumat saya memberikan pelatihan untuk guru-guru di sekolah. Bahan yang diajarkan disesuaikan dengan kebutuhan mereka sebagai guru, seperti: membuat surat, membuat soal dan ujian, menghitung nilai rata-rata siswa, mencari nilai tertinggi, dan sebagainya. Minggu lalu mereka belajar membuat soal untuk tes tertulis pilihan ganda dengan format kolom koran dan penggunaan daftar keterangan berupa lambang dan angka (abjad). Beberapa materi pengajaran akan saya upload di sini.

Makna Kata

Pendidikan 4 Comments »

Suatu ketika seorang ibu mengantri di kasir sebuah toko kue. Seperti biasa si mbak kasir melakukan suatu prosedur pengecekan uang. Si ibu langsung tersengat dan keluarlah kalimat “…………….. saya orang berpendidikan. ………….. Saya nggak mau cari masalah sama orang nggak berpendidikan.”

Interpretasi yang muncul dari kalimat di atas jadi seperti ini: si ibu menempatkan dirinya sebagai kaum educated dan si mbak kasir sebagai kaum yang uneducated. Si ibu merasa educated karena dia memaknai frasa itu sebagai orang yang bersekolah tinggi dan si mbak kasir pastilah memiliki pendidikan lebih rendah.

Tipikal keangkuhan orang yang merasa pintar adalah karena dia berpendidikan secara akademis jauh lebih tingggi, tapi justru tanpa sadar memunculkan betapa uneducated-nya dia.

Jadi, malam kemarin saya ngobrol-ngobrol ringan dengan partner, topiknya ya tentang itu tadi. Dan inilah hasilnya. Orang yang uneducated itu bukan dalam arti tidak bersekolah tinggi, tapi dalam arti tidak menghargai ilmu.

Itulah kenapa tugas utama guru adalah mendidik selain mengajar. Mengajar lebih kepada mentransfer ilmu pengetahuan. Mengajarkan dari tidak bisa menjadi bisa. Tapi mendidik mempunyai arti yang lebih luas. Mendidik agar siswa mempunyai sikap dan perilaku yang baik, bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Termasuk di dalamnya menanamkan nilai-nilai ketuhanan dan kejujuran. Jadi ingat ketika dahulu kala seorang ibu ‘manajer’ mengatakan ini kepadaku “kamu itu kan cuma trainer.” hehehe, tak apalah. Saya bangga kok sebagai guru :).

Cukup sampai sini bahasannya kalau kepanjangan jadi tidak sesuai judul lagi :). Diteruskan ke tema mengajar dan mendidik saja ya?

Dian, benar nggak ya pemahaman aku di atas? ;-). Ibu ini dosen bahasa, so kita tanya dia saja ya :)

Pembelian Buku Secara Online

Erlangga 4 Comments »

Bagaimana prosedur pembelian buku secara online dari penerbit erlangga? Biasanya sih saya memberikan link ke situs erlangga atau menyarankan mereka untuk ke toko buku. Namun adakalanya stok buku yang dicari juga tidak tersedia di toko buku. Hm, pertanyaan seorang rekan guru untuk pertanyaan ini belum bisa saya jawab. Bagaimana, Pak Joko dan rekan-rekan di erlangga? Bisa bantu saya, kan? ;-)

Pemberitahuan

Materi TIK, Erlangga No Comments »

Rekan dan teman, berhubung kuota bandwidth terbatas maka  beberapa file di halaman erlangga saya pindahkan. Anda tetap dapat mengunduhnya. Klik saja pada nama file dan Anda akan dipandu ke alamat situs yang menyimpan file tersebut.

Seperti janji saya tentang pembuatan homepage statis, klik di sini jika ingin melihat contohnya. Untuk rangkumannya sedang saya coba selesaikan. Pembuatan homepage sederhana ini bisa dengan menggunakan program MS Word atau MS Frontpage. Dan bisa Anda ajarkan untuk siswa sekolah dasar dan menengah pertama.

Why we need to teach technology in school?

Materi TIK 2 Comments »

Ini dia jawabannya :)

sumber:
http://youtube.com/watch?v=_VnHdqpE4RM&feature=related

If i were you..

Pendidikan 8 Comments »

Kembali ke tujuan semula blog ini dibuat :). Segudang teori pengajaran mudah ditemui. Semudah itukah praktiknya? Setiap sekolah mempunyai rule yang berbeda. Peraturan itu pun bergantung pada banyak kondisi. Kultur, latar belakang sosial, dan lain-lain. Sebelum memberi penilaian yang salah, adakalanya diperlukan kepekaan untuk melihat dan merasakan. Itu saya pelajari ketika mulai bergabung dan mengajar untuk sebuah sekolah terbuka di Bandung.

Mengajar di sekolah dengan siswa yang heterogen ternyata membutuhkan kiat tersendiri. Kata lain dari lieur :). Tidak sekedar kemampuan tapi terutama latar sosial. Yang terakhir inilah yang sebenarnya sedikit menyulitkan. Terutama anak-anak dari lingkungan minoritas. Nilai yang mereka adopsi dari lingkungan sekitarnya sudah lekat. Perilaku dan bahasa yang digunakan mungkin saja akan membuat kita terkaget-kaget. Nah, kalau salah satu rekan bilang ‘Susah, Bu…….”. Hmm.

Lantas, apa yang harus saya lakukan? Membiarkan saja? Ah, seharusnya tidak. Tapi, apa donk?

Sensor Internet

Pendidikan 6 Comments »

Satu kata saja, saya ’setuju’ dengan pemblokiran situs-situs p**** di internet. Hm, saya sebenarnya menahan diri untuk tidak menuliskan kejadian ini tapi rasanya sekarang perlu. Saya mengajar di sekolah negeri. Jangan bayangkan sekolah negeri favorit, ungggulan atau sebangsanya. Ini adalah sekolah negeri yang didominasi kalangan marginal di dalamnya. Jadi, ini sekolah gratis. Bisakah Anda bayangkan seperti apa anak-anak yang bersekolah disini?

Semester lalu internet masuk ke dalam sekolah kami. Senang? Tentu. Tahukah Anda, pertanyaan apa yang terlontar dari seorang rekan? “Bisa cari gambar …?” Tentunya pertanyaan itu tidak ke saya, melainkan ke rekan saya yang laki-laki. Rekan saya tidak menanggapi pertanyaan itu.

Bagaimana dengan siswa? Dari awal, saya sudah memberikan pemahaman mengenai berbagai dampak dari internet. Saya meminta perjanjian dengan mereka untuk berada pada jalur yang telah kami tetapkan bersama. Semulus itukah? Tidak. Suatu saat saya memeriksa, dan apa yang saya khawatirkan terjadi. Mungkin sepele, tapi awalnya foto artis, dengan gaya dan pakaian mereka yang minim. Itu tidak sedikit, tapi simpanan gambar nyeleneh seperti itu banyak. Akibatnya, kerja komputer pun lambat karena kelebihan beban dan virus. Apalagi spek komputer kami juga tidak terlalu besar. Ingin marah, tapi untuk apa? Akhirnya diakali dengan memasang filter. Tapi ini juga tak berlangsung lama.

Beberapa minggu lalu saya putuskan untuk membuat pengumuman yang saya tempel di depan pintu masuk labkom. Tahukah Anda, apa yang terjadi? Rekan saya mengabari bahwa pengumuman itu membuat heboh. Ada salah satu dari mereka yang mengatakan, entah maksudnya apa, akan menyobek-nyobek kertas seandainya ada larangan merokok. Ah, saya tentu saja paham :).

Sekolah saya mungkin tidak menggambarkan wajah seluruh sekolah yang ada di negeri ini. Tapi jangan kaget, rekan saya yang kebetulan bertugas di sekolah yang lebih baik pun mengalami hal yang serupa. Saya mungkin tidak perduli jika itu tidak terjadi di institusi yang bernama pendidikan.Kalau ada sebagian besar orang yang mengatakan, itu tergantung individu masing-masing dan bla..bla. Itu benar. Tapi, berapa jumlah mereka yang sadar akan hal itu? Bagaimana dengan sebagain besar lainnya, yang jumlahnya mungkin lebih banyak. Saya bukan orang yang memahami soal teknis. Saya mengerti bahwa arus informasi tak bisa dibendung. Tapi kalau ada jalan untuk menutupnya (menyaring, mungkin terkesan lebih halus dibanding menutup), mengapa tidak? Toh itu bukan berarti menentang kebebasan berekspresi.

update:

Saya bukan tidak menutup mata bahwa teknik pemblokiran apapun itu pasti bisa dijebol. Asumsi saya, untuk bisa ke sana artinya orang itu setidaknya sudah familiar dan terbiasa menggunakan internet. Artinya juga mereka sudah menemukan bahwa banyak urusan yang lebih menarik minat mereka di Internet dibanding melihat situs *****. Saya ingin menyederhanakan seperti ini. Internet sekarang tidak saja bisa diakses oleh orang-orang yang ada di kota, tapi juga pelajar yang ada di pelosok tanah air. Lindungi mereka. Kelak, melalui pembelajaran dan dukungan semua pihak, anak-anak ini akan memahami situs-situs seperti itu tak lagi menimbulkan minat karena mereka telah menemukan banyak manfaat positif dari internet.

PR kami belumlah usai. Keperdulian pemerintah untuk memblokir situs-situs itu setidaknya membantu kami dalam menanamkan moral dan budi pekerti terhadap anak-anak penerus bangsa ini. Jika Anda merasa keberatan, Anda tentu punya hak untuk berbicara. Berkomunikasi dengan santun itu juga ajaran dari guru Anda, bukan?

Youtube Ditutup

Pendidikan 15 Comments »

Ya, akhirnya youtube ditutup. Marah? Mungkin iya, seandainya saya tidak datang dan mendengarkan penjelasan Menkominfo tadi malam. Di ruangan lantai 7 Depkominfo, M Nuh beserta jajarannya mengadakan pertemuan dengan blogger. Untuk kasus youtube, di awal pertemuan, menkominfo juga menegaskan permintaan bantuannya baik berupa saran dan masukan terutama untuk teknik pemfilteran. Bagaimana menutup film fitna tanpa menutup youtube secara keseluruhan.  Mungkin, kalau sekarang situs youtube ini ditutup karena inilah pilihan satu-satunya, untuk saat ini. Tidak menutup kemungkinan youtube bisa diakses kembali jika banyak blogger atau siapapun yang ahli dalam bidang filter memfilter ini bisa memberikan solusi yang lebih baik. Bukan begitu, kawan-kawan? Jadi, kenapa tidak bersama-sama membantu pemerintah?  Terutama untuk Anda para hacker, cracker, atau apalah :), inilah amalan yang dapat Anda berikan untuk bangsa dan negeri yang kita cintai, ehem :), dibanding marah-marah dan protes tanpa memberikan jalan keluar, iya kan? ;-)

Sedikit keluhan:

Dengan ditutupnya akses youtube, saya juga kehilangan sumber belajar. Karena ke sanalah saya biasanya mengunduh materi pelajaran, untuk murid-murid saya.

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Login