Bimbingan Kewirausahaan Berbasis Sekolah #D-1

Bersama 4 sekolah lain, sekolah tempat saya mengajar memperoleh kesempatan untuk mendapatkan bimbingan kewirausahaan berbasis sekolah yang diadakan oleh British Council bersama HSBC. Setelah mendapat kabar yang menyenangkan ini saya kemudian mencari tahu peranan British Council dengan kewirausahaan. Ternyata, British Council sudah sejak lama mendukung pelatihan-pelatihan kewirausahaan sosial. Ini tak lepas dari keberadaan wirausaha sosial yang telah lama berkembang di Inggris.

Apa itu kewirausahaan sosial? Kewirausahaan sosial adalah mengumpulkan berbagai ide cemerlang yang dapat memecahkan masalah sosial melalui pendekatan kewirausahaan.

Nah, berikut ini akan saya paparkan pengalaman dan ilmu yang saya peroleh selama 5 hari mengikuti bimbingan kewirausahaan berbasis sekolah di British Council. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu agar tidak menganggu KBM di sekolah. Setiap sekolah mengirimkan perwakilan satu Guru (dari mata pelajaran PKWU) dan 2 siswa.

Hari pertama, 28 Juli 2018.
Tujuan diadakan kegiatan Bimbingan Kewirausahaan Berbasis Sekolah yaitu dalam rangka mendukung pemerintah dalam menanamkan keterampilan berwirausaha. Acara ini dibuka oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP/SMA Dinas Pendidikan Prov. DKI Jakarta, Bapak Husin; Bapak Doni dari HSBC; serta Ibu Winda dari British Council.

Setelah pembukaan dilanjutkan dengan aktivias Entrepreneurship 101 – Inspiration. Inspirasi pertama diberikan oleh Firly, pendiri startup yang bergerak di bidang mobile planetarium dan pencipta aplikasi Tanihood. Kak Firly memberikan motivasi dan inspirasi kepada para siswa untuk menjadi seorang entrepreneur yang tidak hanya berpikir untuk memperoleh profit semata namun yang terutama adalah keinginan untuk melayani masyarakat atau memberikan manfaat sosial kepada sekitarnya. Mobile planetarium hadir oleh adanya keinginan Kak Firly agar anak-anak yang ada di pelosok dan daerah-daerah yang tertinggal tetap dapat mengakses ilmu pengetahuan melalui mobile planetarium. Sementara Tanihood adalah produk aplikasi ecommerce untuk ekspor organik farm. Tanihood muncul dari adanya keinginan untuk memajukan petani Indonesia dengan menciptakan pasar yang tidak terbatas oleh garis geografis antarnegara. Dengan demikian kelompok tani dapat memasarkan produknya ke luar negeri. Inti dari kedua produk yang digagas oleh Kak Firly adalah kolaborasi.

Dari kedua contoh produk yang dibuat oleh Kak Firly ini siswa diharapkan belajar bahwa entrepreneurship tumbuh dari keterbatasan (ketidaksempurnaan). Maka, memiliki sikap empati terhadap sekitar, menjadi modal utama ketika seseorang ingin menjadi seorang entrepreneur.




Setelah Kak Firly membagi kisah dan pengalamannya serta tanya jawab, acara dilanjutkan Ekosistim Kewirausahaan di Sekolah bersama Bapak Fajar Anugerah dari Kinara Indonesia. Kinara Indonesia adalah perusahaan venture capital, yang banyak melakukan investasi ke bisnis untuk tingkat nasional dan regional kepada perusahaan-perusahaan rintisan (startup). Kak Fajar mengatakan bahwa British Council ingin membantu pemerintah untuk mendukung pemuda dalam bersaing secara global dan internasional dengan cara memperkuat sekolah sebagai basis kewirausahaan.

Sesi hari pertama dicukupkan pada jam 11. Siswa diperbolehkan pulang terlebih dahulu sementara masih ada satu sesi untuk para gurunya, yaitu sesi General Learning Agreement serta tanya jawab yang bisa diajukan oleh para Guru.

Sampai jumpa pada workshop sabtu depan, tanggal 4 Agustus 2018 ya.

Mengajar PKWU itu Bagaimana Sih?

Saya seringkali mendengar rekan-rekan Guru yang mengampu PKWU berkeluh kesah begini, mau ngajari apa ya? Bikin produk terus jual kan nggak perlu sampai 22 kali pertemuan. Bingung nih. Biasanya sih pilihan mereka kemudian adalah menentukan aspek, siswa dibagi kelompok. Setiap kelompok bergantian presentasi. Setiap kelompok membuat produk. Selanjutnya dijual jika memungkinkan. Hm, masih ada pertemuan yang kosong? Bikin produk lainnya lagi. Biasanya produk prakarya itu akhirnya hanya menjadi tumpukan saja.

Saya pun pernah mengalami hal yang sama. Dahulu. Rasanya bosan. Saya yang sejatinya adalah Guru Teknologi Informasi dan Komputer sungguh tidak merasakan kesenangan mengampu mata pelajaran baru ini. Mengajar sesuatu yang tidak kita sukai memang sungguh berat dan menyebalkan. Namun demikian saya tidak mau berlarut-larut meratapi mata pelajaran saya yang hilang. Untungnya, saya suka membaca. Saya mencari tahu tentang dunia bisnis digital. Semua literatur dan buku mengenai entrepreneurship saya baca. Saya mencoba mengadopsi satu persatu ilmu yang saya peroleh. Semuanya masih acak. Masih belum kelihatan bentuknya. Sampai kemudian potongan puzzle itu membentuk sebuah gambar, berbarengan dengan adanya revisi silabus PKWU terakhir. Mengajar PKWU tidak lagi menjadi beban untuk saya, sebaliknya pelajaran ini sungguh menyenangkan. Saya menyukai dunia digital yang selalu berubah mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu TIK saya juga tetap terpakai. Sebagai pendidik, saya percaya dan meyakini bahwa seorang Guru harus terus belajar agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan memberikan pengajaran yang terbaik untuk murid-muridnya. Ehemmm… 🙂

Terus, jawabannya apa untuk bagaimana mengajar PKWU? Oya, sabar ya ;).
Saya mengistilahkan matpel PKWU ini kepada murid-murid saya sebagai belajar bisnis digital. Dan murid-murid saya adalah calon pendiri startup. Mereka akan memainkan simulasi sebagai pelaku bisnis. Nah, nggak perlu ke kidzania deh untuk mencari tahu bagaimana sih profesi pengusaha… hahaha (hush, nanti saya diprotes empunya kidzania nih, bercanda ya 🙂 ). Selama satu semester siswa saya akan belajar model lengkap kewirausahaan dengan pendekatan teknologi terutama bisnis online dan ecommerce. Seperti apa? Lihat model belajar PKWU di ruang kelas saya melalui blog saya di sini. Atau untuk lengkapnya bisa membaca buku teks PKWU yang telah saya susun dengan beberapa kawan. Gambaran isi buku teks tersebut sila dibaca di sini.

Demikian dulu ya ulasan sekaligus promosi buku saya… hehehe.
Oya, saya juga pengin nih menulis lagi buku teks PKWU. Saya ingin memaparkannya lebih sederhana, runut dan lebih kreatif lagi :). Ada penerbit yang berminat kah? 😉

RPP PKWU Kelas X – Penerbit Srikandi Empat

Untuk Bapak/Ibu yang menggunakan buku Prakarya dan Kewirausahaan dari Penerbit Srikandi Empat, berikut adalah perangkat pembelajaran untuk tahun ajaran 2018-2019 yang dapat diunduh di sini.

Sebagai contoh di sana adalah aspek Kerajinan dan Pengolahan. Untuk aspek lainnya silakan menyesuaikan.
Untuk tambahan buku rujukan Anda dapat melihat teori Design thinking dan model bisnis (sebagai bagian dari tahapan PKWU pertama, yaitu Perencanaan Usaha) di buku PKWU dari Penerbit yang sama untuk kelas XI dan XII. Atau Anda dapat membaca buku bisnis digital lainnya. Dan untuk model pembelajaran PKWU sesuai isi buku dapat dilihat dan dibaca-baca di blog saya di sini.

Semoga bermanfaat dan selamat mengajar 🙂

Buku PKWU dari Penerbit Srikandi Empat untuk kelas X dan XI

Buku Kelas XI PKWU untuk SMA/SMK

Alhamdulillah, buku Prakarya dan Kewirausahaan untuk Kelas XI Edisi Revisi (Mei 2016) kolaborasi saya dengan beberapa kawan sudah terbit. Buku ini kami susun dengan tujuan untuk berbagi ilmu dan harapan agar kehadiran buku ini dapat memberikan manfaat bagi siapapun yang menggunakannya.

Sedikit cerita apa yang melatarbelakangi keinginan saya menulis buku ini, lebih banyak didasarkan atas pengalaman selama saya mengajar PKWU setelah sebelumnya saya mengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kebingungan di awal mengajar PKWU dan praktik di lapangan kemudian menyadarkan saya bahwa pembelajaran kewirausahaan sebagian besar masih bersifat teoritis dan hafalan.

Prakarya dan kewirausahaan, selain ada produk yang dihasilkan maka tentu saja kewirausahaan juga memiliki aspek pemasaran. Dalam praktek, pemasaran dan penjualan barang sering harus dijalankan secara langsung. Namun usaha konvensional ini cukup menyulitkan jika diterapkan pada siswa-siswa sekolah. Selain karena produk-produk yang mereka hasilkan baru dalam tahap uji coba, juga membutuhkan biaya pemasaran dan penjualan yang tidak sedikit.

Sementara itu, dunia usaha tengah mengalami kecenderungan untuk mulai memanfaatkan teknologi digital, termasuk teknologi Internet dan Komunikasi bergerak (mobile). Pengusaha konvensional mulai melirik metode promosi dan pemasaran melalui internet. Nah, mengamati situasi itu, saya kemudian meniru apa yang dilakukan oleh pelaku bisnis konvensional, yaitu mengajak siswa saya untuk sepenuhnya mengggunakan Internet untuk operasi usaha mereka, termasuk promosi, pemasaran, toko online hingga manajemen yang bersifat online.

Tentu tak sulit bagi mereka untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada. Saya kemudian mengadopsi berbagai ide dan cara baru dalam pengajaran kewirausahaan, seperti teknologi dan metode bisnis untuk bisnis online dan e-commerce. Dengan teknologi ini saya berharap siswa saya memiliki kemampuan untuk membangun sebuah model lengkap dari kewirausahaan dengan biaya yang lebih kecil dan waktu pembangunan yang lebih pendek dengan memanfaatkan Internet.

Saya ingat ketika salah satu nara sumber di pelatihan pendidik kewirausahaan, Bapak Jonathan Gultom mengatatakan, di jenjang sekolah menengah seperti SMA, mengajarkan kewirausahaan adalah mengajarkan siswa untuk berani menggali ide dan menemukan kesempatan. Berhasil menjual itu adalah bonus. Namun yang terpenting adalah dorong siswa untuk menggali ide-ide yang mereka miliki sebanyak mungkin untuk membantu memecahkan masalah yang ada di sekitarnya. Tulisan saya mengenai pelatihan pendidik kewirausahaan dapat dilihat di sini.

Sebagai gambaran apa yang ditawarkan dari buku PKWU ini, silakan dilihat slide presentasi di bawah ini ya 🙂

tambahan:
Konsep model kewirausahaan digital bisa dibaca di buku Business Model Generation, buku yang telah banyak membantu saya menerapkan pembelajaran kewirausahaan bersama murid-murid saya di kelas.

Bedah SKL PKWU

Hari jumat, 26 Januari 2018 saya mengikuti pertemuan MGMP DKI yang bertempat di SMAN 35 Jakarta. Materi yang dibahas saat itu adalah mengenai kisi-kisi mata pelajaran PKWU yang akan diajukan untuk USBN nanti. Jadi, kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4 aspek PKWU, yaitu: kelompok Kerajinan, Rekayasa, Pengolahan, dan Budidaya. Masing-masing kelompok membuat kisi-kisi berdasarkan blue print yang sudah ada. Nantinya, kisi-kisi ini akan dishare ke MGMP wilayah. Tetapi untuk saat ini belum jadi ya. Nanti kalau sudah lengkap pasti akan dibagi oleh masing-masing ketua wilayah (sepengetahuan saya sih…hehe). Berikut ini akan saya share beberapa file yang barangkali bermanfaat untuk Ibu/bapak Guru yang saya peroleh dari pertemuan MGMP kemarin. Semoga bermanfaat.
Silakan download di sini.
1. Blue-print
2. Contoh kisi-kisi Budidaya
3. Contoh kisi-kisi Pengolahan
4. Contoh kisi-kisi Kerajinan
5. Contoh kisi-kisi Rekayasa
6. Kartu soal HOTS PKWU
7. kartu soal USBN SMA 2018

Presentasi Sekolah Kewirausahaan

Semester lalu sekolah saya mendapatkan dana bantuan untuk program sekolah kewirausahaan. Peserta program ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA dan X IPS. Aspek yang kami pilih adalah kerajinan dan pengolahan makanan. Seluruh kegiatan pembelajaran untuk program kewirausahaan ini dapat dilihat di web sekolah di sini. Berikut ini adalah gambaran singkat dari rangkaian kegiatan sekolah kewirausahaan yang dipaparkan dalam bentuk slide presentasi.

Silakan melihatnya di sini 🙂

Membuat Soal untuk e-Learning

Di postingan sebelumnya saya sudah menulis mengenai tahapan pembuatan media belajar e-learning dengan aplikasi moodle menggunakan situs gratis Gnomio. Sila baca di sini. Namun seperti yang sudah saya paparkan di tulisan tersebut, maka pertama kali yang harus dipersiapkan oleh Guru adalah membuat soal. Nah, bagaimana mempersiapkan soal agar dapat diunggah ke dalam aplikasi moodle? Berikut ini adalah caranya.

1. Siapkan semua soal yang pernah Anda buat di dalam dokumen word.
2. Jalankan program Examview Test Generator. Program dapat diunduh di sini.
3. Pilih Create a new question bank.

4. Isikan untuk tujuan test dan mata pelajaran atau materi yang akan diujikan. Klik OK.

5. Akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

6. Selanjutnya, copy pernyataan pada soal nomor satu yang ada di dokumen word.

7. Kembali ke program ExamView. Pilih menu Question > New > Multiple Choice.

8. Paste pernyataan pada soal nomor satu seperti gambar berikut ini. Rapikan teks.

9. Copy dan paste satu persatu pilihan ganda dari A sampai dengan E. Untuk menambahkan opsi pada pilihan ganda pilih menu Choices dan klik 5.

10. Untuk mengubah menjadi satu kolom, pilih menu Columns dan klik angka 1.

11. jangan lupa lengkapi dengan memberi tanda centang pada jawaban yang benar.

12. Jika telah selesai, klik Close dan pilih Yes. Tampilan akan tampak seperti gambar di bawah ini. Jika ingin mengedit cukup klik dua kali di dalam teks.

13. Lakukan langkah yang sama untuk seluruh soal lainnya. Jika telah selesai, pilih menu Export > Blackboard 6.0 – 7.0

14. Simpan dengan nama file yang sama seperti sebelumnya (bukan keharusan). Oya, letakkan di folder yang sama juga untuk memudahkan. File ini akan disimpan dengan format zip.

15. Isikan nama file dan letak direktori (folder) yang Anda gunakan tadi untuk menyimpan file zip.

16. Jadi, nanti Anda akan mempunyai 2 file. Satu file dengan format bnk, dan lainnya dengan format zip. Format zip ini lah yang akan kita unggah nantinya ke dalam situs Gnomio.

Mudah, bukan? lalu, bagaimana cara mengupload ke dalam situs Gnomio? Silakan baca di postingan saya sebelumnya ya. Kalau lupa, sila klik di sini :).

Update:

Cara mudah mengubah format doc ke dalam bnk

  1. Pastikan format penulisan, serta penempatan bullet dan numbering sesuai. Untuk penulisan rumus, bagan, table, dan gambar salin ke dalam format gambar dengan menggunakan program snipping tool.
  2. Simpan file ke dalam format rtf.
  3. Selanjutnya, buka ExamView Import Utility untuk mengubah ke dalam format bnk. Ikuti panduan form. Pilih file rtf di folder yang Anda simpan. Berikutnya, klik Next saja. Program akan memproses. Tanda bahwa file berhasil dikonversi menjadi ke bnk akan ditandai dengan tulisan Import Completed. Kemudian pilih File. Klik Save. File bnk ini akan disimpan di folder examview > banks.
  4. Untuk memudahkan, pindah file bnk ke dalam folder Anda.
  5. Selanjutnya, ubah file bnk ke format zip. Caranya lihat di atas.

Model Pembelajaran Virtual

Setelah beberapa kali mengikuti pelatihan pembelajaran virtual (e-learning) dengan moodle, maka saya mencoba mencari aplikasi moodle untuk e-learning versi tak berbayar. Salah satu situs yang menyediakan fasilitas gratis untuk pembuatan e-learning ini adalah Gnomio. (Lainnya adalah ninehub.com). Gnomio menggunakan moodle sebagai pembangun situs yang berbasis LMS (Learning Management System). Gnomio menyediakan ruang bagi para guru dan pengajar yang ingin mengembangkan sistem pembelajaran kelas online. Pengguna cukup melakukan proses pendaftaran dan dalam beberapa menit moodle siap digunakan.

Sebagai contoh, situs pembelajaran online saya dapat dilihat di sini.

Sebelum memulai tahapan pembuatan media pembelajaran online, berikut ini adalah kegiatan yang dapat dilakukan oleh Guru nantinya dalam ruang belajar online.
1. Membuat soal
2. Mengecek soal
3. Menguji soal
4. Memasukkan peserta tes
5. Melihat hasil
6. Membuat laporan

Pertama, membuat soal. Guru sudah mempersiapkan soal-soal yang akan diujikan dalam bentuk pilihan ganda dalam format doc. Soal dalam doc ini nantinya akan diimport ke dalam program examview test generator. File dalam examview akan disimpan dengan format bnk. Selanjutnya file ini akan dikompres dalam bentuk zip. File zip inilah yang akan diunduh ke aplikasi moodle, dalam contoh ini aplikasi gnomio. (Untuk cara pembuatan soal dengan examview menyusul ya)

Langkah menggunakan Gnomio

Membuat akun peserta (atau pengajar)
Pilih menu Site administration. Klik bagian User. Pilih account > Browse list of user. Klik ‘add a new user’. Masukkan nama user siswa dan masukkan password. Password bisa Anda tentukan sendiri untuk memudahkan. Password ini nantinya akan diberikan kepada siswa agar mereka dapat login ke ruang belajar online Anda. Password harus merupakan gabungan huruf dan angka. Ulangi untuk siswa lainnya. Setelah selesai klik Create User.

Membuat ruang kelas sesuai dengan mata pelajaran atau bahasan materi
1. Pilih menu Home.
2. Klik ikon roda di sebelah kanan jendela Gnomio. Klik pada pilihan Turn editing on.

3. Klik Add a new course, untuk membuat course atau ruang kelas.
4. Masukkan Course full name dan Course short name. Lengkapi isian lainnya. Selanjutnya klik Save and display.

Mengatur ruang kelas dan membuat pilihan kegiatan
1. Mengubah topik
Pastikan Anda berada di menu Home > Courses > XI IPA 2 (kelas courses yang sudah Anda buat, dalam contoh yaitu XI IPA 2)
Klik opsi edit di menu topic yang akan diubah. Klik Custom dan ketikkan bahasan materi yang akan Anda ajarkan. Kik Save changes untuk menyimpan. Tampilan akan tampak seperti di bawah ini.

2. Menambahkan kegiatan
Untuk membuat kegiatan, klik pilihan Add an activity or resource.

Akan tampil gambar seperti di bawah. Pada contoh berikut pilih kegiatan berupa kuis. Klik Quiz. Add a Quiz.

Berikutnya, akan tampak gambar berikut ini.

Pada menu Timing, pilih waktu kuis akan dimulai dan berakhir, dan batas waktu kuis.
Di menu Grade, klik angka 1 jika peserta diijinkan login hanya sekali.

Di menu Review Options, beri tanda centang pada pilihan Mark.

Kemudian klik Save and display.

3. Memasukkan soal ke dalam bank soal moodle
Langkah berikutnya adalah mengimpor soal yang telah kita buat, yaitu berupa file zip ke dalam aplikasi moodle.
Lanjutan dari langkah di atas akan menampilkan gambar seperti di bawah ini. Klik ikon roda dan pilih Import pada ruang kelas dan topik yang telah Anda buat (perhatikan menu di atas yang ditandai dengan lingkaran merah).

Beri tanda centang pada pilihan Blackboard di opsi Import questions from file.

Pilih file yang akan diimport. Klik Upload this file. Klik Import.

Tadaa, soal sudah muncul 🙂

Klik Continue sampai muncul gambar seperti di bawah ini

Scroll ke bawah dan klik show all 53 (sejumlah soal yang kita buat) untuk melihat semua soal yang telah kita upload ke dalam bank soal.

4. Menambahkan soal ke dalam topik
Setelah soal-soal yang kita miliki sudah tersimpan di dalam bank soal, berikutnya adalah memilih soal yang akan kita ujikan.

Pastikan Anda berada di folder ruang kelas serta topik yang akan diujikan (lihat gambar). Klik Edit Quiz untuk menambahkan kuis (soal)

Klik opsi Add dan pilih from question bank (soal akan diambil dari bank soal)

Pilih soal yang akan diujikan

Soal akan akan tampil. Selanjutnya, klik tanda centang di opsi T untuk memilih seluruh soal yang akan diujikan. Kemudian pilih Add selected questions to the quiz.

Berikutnya, klik opsi Shuffle untuk mengacak soal dan berikan skor penilaian maks misalnya 100. Klik Save.

Untuk melihat hasilnya, kembali ke menu topik. Akan muncul pernyataan Attempt quiz now, artinya kuis sudah dapat dijalankan.

Inilah hasil akhir kuis online. Siswa Anda telah siap mengikuti tes online 🙂