Upload Video ke Youtube

Sebelum meng-unggah file video ke youtube, pastikan kita telah memiliki akun di youtube. Kalau belum, buat akun di youtube. Berikut ini langkah-langkahnya:

Membuat akun di youtube.

1. Masuk ke situs http://youtube.com. Klik Create Account.

2. Isi form yang diberikan.  Selanjutnya, klik I accept.

3. Lanjutkan memasukkan password. Klik Create my new account.

4. Masukkan nomor telepon genggammu dan pilih negara di tempat kamu tinggal.

5. Kode verifikasi akan dikirim ke telepon genggammu. Selanjutnya, masukkan kode. Pilih Verify.

6. Tampilan ini menandakan bahwa akunmu di youtube sudah berhasil. perhatikan, di sudut kanan tertulis username yang telah kita pilih.

Selanjutnya, langkah meng-upload videomu.
1. Klik upload
2. Pilih file yang ingin di-upload.

Apa itu TIK?

Tik by enggard

Di percobaan kedua ini saya memasukkan materi pembelajaran apa itu TIK untuk sekolah dasar. Ini hanya sekedar berbagi bagaimana menjelaskan definisi TIK kepada anak kelas satu sekolah dasar. Mudah-mudahan bermanfaat.

Kali ini saya menggunakan program Audacity untuk merekam suara. Dengan audacity rentang waktu untuk merekam suara lebih lama. Namun memang baik menggunakan sound recorder atau audacity masih tampak noise-nya. Saya sendiri menggunakan mic eksternal, bukan mic bawaan dari laptop. entah kenapa. Ada masukan mungkin?


Dokumentasi: foto

Audio Pembelajaran

Animasi by enggard

Niat untuk membuat audio pembelajaran sudah lama, tapi baru terlintas kembali. Keinginan ini muncul setelah sebelumnya membaca tantangan 22hari bercerita untuk anak dari IDcerita, dan bertambah ketika hari ini saya berbincang dengan editor. Sebagai langkah awal, ini podcast saya yang pertama.

Rencananya saya ingin memasukkan materi pembelajaran IT untuk anak sekolah dasar di dalamnya. Amin.

Masukan dan saran dari kawan-kawan semua sangat saya butuhkan untuk perbaikan pembuatan podcast yang lebih baik. Terima kasih 🙂

Si Murah Hati, Kartu As

Beberapa hari saya agak kesulitan mendapatkan kartu As. Entah kartunya yang memang laku keras atau kebetulan area yang saya kunjungi tidak menjual kartu As. Tapi kemungkinan pertama sepertinya lebih masuk akal, dikarenakan saat ini kartu As sedang memberikan promo yang lumayan gede. Sejak tanggal 20 oktober 2010 kemarin kartu As memberlakukan tarif telepon murah sebesar Rp.20/menit berulang kali sampai batas akumulasi mencapai 30 menit (Rp. 600). Benar-benar murah kan? :). Bagusnya lagi, tarif telepon murah ini berlaku sepanjang hari, selama 24 jam penuh (baca: bukan pada jam-jam tertentu). Jadi, mau telepon jam berapa saja, tarif murah di atas tetap berlaku.

Mungkin ada yang bertanya apakah setelah mencapai batas 30 menit maka tarif telepon untuk bicara akan berubah? jawabnya iya. Jadi, jika anda menelepon 35 menit, yang 30 menit berlaku tarif murah dan 5 menitnya berlaku tarif normal, yaitu Rp.1000/menit. Wah, jadinya sama aja donk, mahal juga? Nanti dulu, kalau ingin tetap murah ada caranya. Setelah 30 menit Anda bicara matikan dulu teleponnya. Kemudian baru telepon kembali, maka tarif telepon bicara akan kembali menjadi Rp20/menit.

Tentu saja kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Tapi apakah kesempatan ini hanya bisa dinikmati oleh pelanggan baru yang melakukan aktivasi mulai tanggal 20 oktober 2010 itu saja? Bagaimana dengan pelanggan lama? Jangan khawatir, kartu As tentu memikirkan semua pelanggannya. Bagi Anda pelanggan lama dapat melakukan perpindahan skema tarif di *100# pilih Paket kartu As pilih Rp, 20/menit. Untuk detailnya Anda dapat merujuk ke sini.

Selain itu kartu As memberikan bonus sms gratis. Caranya kirim terlebih dahulu 1 SMS berbayar (Rp. 150/sms), segera setelah itu pelanggan akan mendapatkan 5000 sms gratis ke semua operator yang bisa digunakan pada jam 00.00-16.59 waktu setempat.

Oya, jangan lupa GRATIS Facebook-an dan chatting selama 7 hari melalui akses *363*363#. Nah, kurang apalagi? Segera beli deh kartu As, kartu yang paling murah. Iya, kan? 😉

Pengalaman beberapa orang yang menggunakan kartu As layak juga menjadi pertimbangan. Salah satunya yang paling penting adalah sinyal yang kuat dan bisa telepon dengan tarif murah ke sesama telkomsel. Ini tentu nggak perlu diragukan :).

Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (PBKB)

Pagi ini saya membaca file Pengembangan Pendidikan Budaya dan karakter Bangsa, yang dikirimkan oleh editor saya. Rancangan PBKB ini diluncurkan oleh kementerian Pendidikan Nasional yang menargetkan penyempurnaan program pendidikan.

Tak dapat diabaikan bahwa perbuatan baik bersumber dari budi pekerti yang juga baik. Perbuatan baik akan mempunyai arti ketika selaras dengan nilai-nilai yang berlaku dalam budaya (bangsa). Atau mengutip kata pengantar dalam PBKB, “Karakter bangsa Indonesia adalah karakter yang dimiliki warga negara bangsa Indonesia berdasarkan tindakan-tindakan yang dinilai sebagai suatu kebajikan berdasarkan nilai yang berlaku di masyarakat dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa diarahkan pada upaya mengembangkan nilai-nilai yang mendasari suatu kebajikan sehingga menjadi suatu kepribadian diri warga negara.”

Jadi, PBKB atau Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ini adalah sebuah pikiran yang bersifat praktis dan diharapkan dapat dilaksanakan dalam suasana pendidikan yang berlangsung di sekolah saat ini. Pelaksanaan PBKB dalam poses pembelajaran di sekolah tidak mengubah kurikulum yang berlaku tetapi sebaliknya menghendaki sebuah sikap dan ketrampilan baru dari semua staf pendidik yang berlangsung secara terus menerus.

Apa perbedaan materi ajar dengan materi PBKB?
materi ajar bersifat ‘mastery’, sebaliknya materi PBKB bersifat ‘developmental’. Artinya, materi PBKB menghendaki sebuah proses pendidikan yang cukup panjang dan saling menguatkan antara kegiatan belajar dengan kegiatan belajar lainnya, antar proses belajar di kelas dengan kegiatan kurikuler di sekolah dan di luar sekolah.

Oleh karenanya diperlukan sikap menyukai, ingin memiliki dan mau menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai dasar bagi tindakan dalam perilaku kehidupan peserta didik sehari-hari merupakan persyaratan awal yang mutlak untuk keberhasilan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.

Proses pembelajaran Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dilaksanakan melalui proses belajar aktif. Sesuai dengan prinsip pengembangan nilai harus dilakukan secara aktif oleh peserta didik (dirinya subyek yang akan menerima, menjadikan nilai sebagai miliknya dan menjadikan nilai-nilai yang sudah dipelajarinya sebagai dasar dalam setiap tindakan) maka posisi peserta didik sebagai subyek yang aktif dalam belajar adalah prinsip utama belajar aktif. Oleh karena itu, keduanya saling memerlukan. (sumber: PBKB, Kata Pengantar)

Berikut ini adalah
INDIKATOR KEBERHASILAN SEKOLAH DAN KELAS DALAM
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA