Pinguin Antartika

Menuruti permintaan dari seekor pinguin bandel yang bernama Pipi, maka di sore yang temaram ini aku ingin bercerita tentang kehidupan para pinguin.

Penguin atau pinguin (ordo Sphenisciformes, famili Spheniscidae) adalah hewan akuatik jenis burung yang tidak bisa terbang dan secara umum hidup di belahan Bumi selatan. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Penguin)

Dalam sebuah film dokumenter mengenai kehidupan pinguin, diceritakan perjuangan para pinguin untuk bisa bertahan hidup. Pinguin banyak ditemukan di daerah dingin atau antartika.

Ketika si betina telah bertelur maka induk jantan akan mengambil alih tugas untuk mengerami telur-telur tersebut sementara si Ibu pergi mencari makan. Jangan bayangkan si Ibu pergi pagi dan kembali sore hari. Induk betina memerlukan waktu berbulan-bulan untuk mengumpulkan makanan, kira-kira sekitar 3 bulan. Selain karena jarak perjalanan yang ditempuh sangatlah panjang juga rintangan yang ditemui dalam perjalanan itu sendiri tidaklah mudah. Maka, selama itu induk jantan mengerami telur-telur di atas kaki mereka dan sanggup tidak makan.

Ketika pasangan mereka pergi mencari makan dengan kelompoknya maka pinguin-pinguin jantan pun membentuk koloni-koloni besar untuk menjaga suhu telur tetap hangat. Ketika telur menetas, pinguin jantan akan menjaga anak mereka sampai sang ibu kembali. Setelah bayi pinguin lahir mereka akan menyusu dari tenggorokan ayahnya. Induk jantan yang telah dibekali cadangan makanan dapat menghasilkan susu untuk bayinya.

Ketika induk betina datang, ia bisa mengenali keluarganya dari suara yang mereka keluarkan. Romantis sekali ya?

Pinguin adalah contoh pasangan yang setia. Ehem. Mereka akan bersama-sama berbagi tugas menjaga bayi pinguin. Ketika si betina datang maka induk jantan pergi mencari makan. Kegiatan itu berlangsung terus menerus secara bergantian hingga 13 bulan lamanya dan bayi pinguin tumbuh menjadi besar dan mandiri. Setelah bayi pinguin besar maka para induk pinguin itu boleh memilih pasangan lainnya. Eaaa :>

Kutub selatan dengan lapisan es serta barisan pinguinnya memang menghadirkan pemandangan yang tidak biasa. Mempesona.

Sayangnya efek pemanasan global telah menyebabkan hilangnya sebuah koloni pinguin di sebuah pulau di antartika. Perubahan kondisi es memaksa para pinguin untuk berpindah (atau bahkan mati?).

Diberitakan, mencairnya es di Antartika bisa memperbesar peluang menurunnya populasi penguin hingga 95 persen atau lebih, pada tahun 2100.

Satu persatu hilang dan lenyap, ada yang meninggalkan jejak pun ada yang tidak berbekas kecuali catatan dalam sejarah.

Mungkin sudah waktunya bagi kita semua untuk kembali ke alam, melakukan sesuatu dari diri kita sendiri dahulu untuk mengurangi efek pemanasan global.

Tuhan telah mengingatkan kita melalui berbagai peristiwa yang sedang terjadi. Jika kita tidak pernah (mau) belajar maka mungkinkah kelak peradaban kita pun akan punah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *