Time Tunnel

Mesin waktu. Pernahkah membayangkan diri kita mampu kembali ke masa lampau dan mengubah takdir kita sendiri?

Saya ingat, saya pernah melihat film dengan tema-tema seperti ini. Bagaimana seseorang dapat kembali ke masa lampau dengan bantuan sebuah mesin. Mengubah takdir mereka sendiri dan kembali lagi ke masa depan. Mungkinkah?

Baiklah, bagaimana kalau kita berfantasi sebentar saja?
Oya, sebelumnya, agar tidak salah menginteprestasikan, tulisan-tulisan ini hanya sebuah catatan dari berbagai sumber bacaan dan obrolan ringan kami (partner, sahabat dan saya), bukan sebuah kesimpulan pribadi.

Versi satu:
semua di alam ini tersusun dari atom. Atom tersusun atas elektron (dua lainnya adalah proton dan neutron). Dan elektron mempunyai sifat yang unik, yaitu dapat berada di dua tempat sekaligus. Dengan demikian para fisikawan jadi berpikir kalau mungkin saja terdapat semesta lain di dimensi yang berbeda. Semesta ini sama dengan semesta yang kita diami sekarang tapi dengan skenario yang berbeda.

Alkisah ‘paradoks perjalanan waktu’.
Misalkan kita bisa kembali ke masa lalu. Lantas ketemu dg kakek kita saat masih muda. Lalu si kakek kita bunuh. Logikanya: kalau kita membunuh kakek kita, maka orangtua kita tidak akan pernah lahir, dan demikian pula kita sendiri. Tapi dalam teori semesta paralel ada jawabannya. Semisal kita membunuh kakek kita, maka akan ada semesta paralel yg terbentuk di satu semesta, si kakek tewas, orang tua kita tidak pernah lahir. Kita juga tidak lahir. Tapi di semesta yg lain, si kakek, bisa menghindar, dan semua berjalan seperti seharusnya. Jadi setiap kejadian di dunia akan melahirkan semesta-semesta paralel dengan skenario berbeda tapi pelaku yg sama. Aneh? Memang iya.

Versi dua:
Waktu tidak akan pernah bergerak mundur. Skenario awal penciptaan alam semesta, ada 4 pelaku. Ruang, waktu, energi (energi apa cahaya ya? wah, lupa. Nanti dikoreksi lah kalau salah, dan materi.

-to be continued — *ngantuk euy*

4 thoughts on “Time Tunnel

  1. Pingback: Belajar Tiada Henti » Blog Archive » Mesin Waktu -

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *