Teori Evolusi

Sains 14 Comments »

Beberapa hari yang lalu saya chatting dengan seorang teman. Entah kenapa, obrolan kami sampai kepada teori evolusi. Yang akan saya ceritakan di sini adalah hasil bincang-bincang saya dengan Beliau. Dan jika ada komentar baik berupa pertanyaan atau perdebatan saya tidak akan menjawab. Mohon maklum karena saya tidak memahami sains. Alasan saya menuliskannya di sini adalah sebagai pengingat. Mungkin saja, suatu hari murid saya bertanya, kan? Sebelumnya, terima kasih atas kesediaan mas Dhani mengijinkan saya mempublish obrolan kita.

Graifhan: aku kira pemahaman ttg evolusi itu yg mesti diluruskan.

  • evolusi tidak identik dg Darwin
  • evolusi tidak mengajarkan kalau manusia berasal dari kera
  • evolusi itu bukan hasil utak-atik-gathuk para ilmuwan, tapi lahir lewat metodologi ilmiah
  • teori evolusi yg sekarang sudah beda dg teori evolusi di ‘the origin of species’
  • dan topik tersulitnya: evolusi tidak bertentangan dg agama

me: Aku tanya kakakku yang kebetulan guru biologi. Aku tanya bagaimana ketika dia mengajarkan biologi? Dia bilang sekarang guru memberikan ada berbagai pendapat yang berkaitan dengan teori evo ini. Masing-masing diliat dari sudut pandang yang berbeda.

Graifhan: ya, seharusnya memang demikian. sains itu mengajarkan orang berpikir dg logika ilmiah. kalau memang teori evolusi itu salah, ya biarkan para siswa mengetahui argumen ilmiahnya bukan hanya mengatakan ‘teori evolusi tidak sesuai dg Qur’an, dan pasti salah’.

me: sebenarnya missing link itu sudah ditemukan atau memang tidak ada sih? Aku ingat cerita jerapah dr teori darwin. Dan ada beberapa artikel atau jurnal yang menjelaskan bahwa dasar teori darwin itu memang terbukti. Ya, semisal makhluk hidup yang beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Jika saalh satu anggota badan tidak berkembang dengan baik atau tidak digunakan maka akan mengalami perubahan bentuk dan ya seperti itulah. benar tidak sih?

Graifhan
: pada dasarnya benar. di Cosmos -nya Carl Sagan (udah baca belum?) ada cerita jenis kepiting di jepang yg cangkangnya kalo dilihat mirip seperti wajah manusia. Lantas ada mitos setempat yg melarang para nelayan utk menangkap kepiting jenis ini krn dipercaya merupakan penjelmaan orang suci mereka akibatnya kepiting uyg bentuk cangkangnya lebih mirip wajah manusia, punya kecenderungan untuk survive ketimbang kepiting yg cangkangnya biasa2 saja lama kelamaan, kepiting yg tersisa cangkangnya makin mirip wajah manusia. ini kan juga evolusi. seleksi alam. makin mirip cangkang kepiting itu dg wajah manusia peluangnya utk survive makin besar. ya, memang tidak ada missing link. yg ada adalah perubahan gradual yg sangat halus jadi memang tidak kelihatan

me: Lantas bagian yang tersulit nih. Apakah keberadaan manusia juga hasil dari evolusi itu?

Graifhan: teoretis iya. tapi bukan seperti yg dikira banyak orang, dari kera lantas perlahan2 berubah jadi manusia

me: Jadi dari apa? dan bagaimana?

Graifhan: anggaplah satu pohon evolusi. manusia dan kera itu adalah ranting dari cabang yang sama. dulu pak Rovicky jg pernah nerangin. bisa mulai dari sini: http://rovicky.wordpress.com/2008/01/31/evolusi-dari-teori-evolusi/

me: Ok. Satu ranting itu arrtinya sejajar. Induknya?

Graifhan: bisa jadi salahsatu spesies yg pernah hidup di masa lampau. ini seperti main puzzle saja. Kita punya gambaran spesies yg pernah hidup dulu dan sekarang. kita juga tahu struktur genetis dari mahluk hidup sekarang. kita tahu bahwa ada kemiripan struktur genetis antara manusia dan kera besar. nah, dari sana kita bisa menyusun gambaran. tentu saja ini masih gambaran kasar. Mekanisme evolusi bukannya spesiasi, mekanisme evolusi bukanlah munculnya spesies-spesies baru. Setelah melalui beberapa (kombinasi dan variasi) mekanisme, serta melalui waktu yang cukup lama barulah nantinya akan muncul spesiasi. Tapi masalahnya, baimana rumus spesiasi ini masih belum ada yg tahu. Pada intinya, kemunculan spesies baru itu adalah proiduk_akhir dari berbagai mekanisme evolusi.

me: induknya adalah spesies yang pernah hidup di masa lampau. Jadi si induk ini merupakan cikal bakal tumbuhnya berbagai macam ranting, begitu? Di gambarnya p rovicky kan berupa ranting2 tuh. Jadi anggaplah semua ranting tumbuh bersama tanpa ada akar utamanya (di gambar seperti itu kan?). Artinya, sampai saat ini kita belum tahu di spesies induk itu? Atau bagiamna ya?

Graifhan: sangat mungkin spesies induk itu adalah mikroba. mikroba itu muncul dari ‘sup organik’ pasca terciptanya Bumi. hmm, kayaknya Kosmos Carl Sagan sempat cerita banyak deh. coba baca aja bukunya. dan kalo sempat, coba pinjam buku2 Dawkins. Pada intinya: banyak orang yg mengira evolusi itu cuma mutasi + seleksi alam padahal ada banyak mekanisme lain termasuk kombinasi dan variasinya

me: Oýa aku ingat soal cerita si sup itu. Ada di buku sains ku waktu SD.

Sayangnya, obrolan berhenti sampai di situ. Karena sudah larut malam dan saya belum shalat :) . Tapi, obrolan tadi mengingatkan kenangan di waktu kecil. Ketika begitu banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Dan ketika saya duduk di SMA pertanyaan itu bertambah banyak ketika guru biologi menerangkan teori darwin. Ketika itu saya memberanikan diri untuk mempertanyakan ada di posisi mana agama dan sains? Kenapa begitu berbeda? Saya ingat, ketika itu guru saya menjawab, pisahkan dahulu sains dengan agama. Dan sampai saat ini ilmuwan kita masih mencari tahu. Karena ada suatu rantai yang terputus di sini. Ya, sampai di situ saja pergumulan saya dengan sains. Saya tidak berani memikirkankannya lebih jauh. Karena tiba-tiba ada rasa takut dan kegelisahan yang cukup mengganggu.

Walaupun terlihat telat, tak apalah. Tak ada yang terlambat untuk kata belajar, bukan?

Mas Dhani, terima kasih banyak ya. O’ya, saya sedang membaca cosmos lho. Karena diiming-imingi kemiripan dengan bahasa Andrea Hirata itu, hehehe.

Cover Buku

Erlangga 2 Comments »

Untuk rekan dan teman yang berminat melihat sampul depan buku TIK SD (yang disesuaikan dengan standar KTSP) dapat dilihat di sini. Sementara ini dulu. Editor meminta saya menyiapkan beberapa halaman yang kurang di jilid 6. Eh, salah, jilid 5 maksudnya. Jilid 6 sudah selesai, kan Pak? Wah, kok jadi stres ya? Ayo, tenang.. tenang.

Unanswered

Pendidikan 2 Comments »

KBM di kelas 9 berakhir sudah, tapi masih banyak tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan para guru. Apalagi kalau bukan menilai. Hari rabu kemarin saya ditugaskan menjadi korektor untuk menilai hasil UAS siswa-siswa yang berjumlah 203 murid itu. Start dari pagi dan baru selesai setelah dzuhur. Lama? Ya, tentu saja. Dan ini soal essay.

Berikut pelajaran moral yang saya dapat hari ini.

Pertama, berikan nilai 1 untuk jawaban siswa yang salah. Jangan kosong. Kedua, jangan terlalu keras dalam memberikan penilaian. Artinya, saya membenarkan jawaban siswa walaupun ejaan dan penulisan mereka sedikit salah. Seperti Photoshop jadi fotosop. Dengan syarat, tidak terlalu parah kesalahannya. Ketiga, boleh masukkan angka 0 untuk jawaban yang kosong.

Hasil penilaian akan direvisi kembali oleh korektor pertama. Oya, posisi saya disini sebagai korektor kedua.

Hm, di sela-sela tugas koreksi bersama rekan guru lainnya, kami selingi dengan obrolan singkat seputar jawaban siswa yang kadang sedikit nyeleneh. Saya sendiri menilai hampir sebagian besar murid-murid kesulitan menulis. Kesimpulan itu saya ambil setelah mengamati jawaban siswa di lembar tugas. Mungkin mereka tidak terbiasa membaca dan menulis. Bahkan untuk menyusun kalimat yang sederhana. Yang paling membuat sebal adalah kebiasaan siswa untuk korupsi huruf. Yang ditulis yan. Atau bahkan disingkat menjadi yg. Duh, mumet membacanya.

Rekan lain mempermasalahkan tingkah polah anak-anak. Ketika masalah itu saya angkat ke permukaan, beberapa rekan guru memberikan tanggapan. Salah satunya, menyesali kebiasaan yang sudah terlanjur melekat sejak di sekolah dasar. Saya terdiam. Saya baru 5 bulan mengajar di sini. Masih banyak yang belum saya ketahui. Saya harus lebih bijaksana melangkah dan memahami kesulitan yang dirasakan baik oleh siswa ataupun rekan guru di sini.

Namun yang pasti saya senang bisa mengajar di sini. Sekolah ini memberi ruang baru bagi saya memandang setiap persoalan. Dan itu adalah sebuah tantangan yang menarik :) .

Indonesia Tanah Airku

Aneka 7 Comments »

Dana Bantuan Untuk Siapa?

Pendidikan 8 Comments »

Minggu lalu sekolah saya direpotkan oleh urusan yang berbau dana bantuan. Dana bantuan ini (katanya) akan diberikan kepada sekolah yang dianggap layak untuk mendapatkan sertifikat SSN (Sekolah Standar Nasional). Tentunya berbagai persyaratan harus dipenuhi sekolah yang bersangkutan. Apa saja persyaratannya? Hm, macam-macam. Maka sibuklah sekolah kami mendata, tidak saja SDM berikut berbagai sertifikat yang dimiliki, infrastruktur dan sebagainya.

Sekolah kami adalah sekolah dengan kondisi fisik yang tidak terlalu bagus. Ruang-ruang kelas tempat murid belajar banyak yang dindingnya kropos, lembab dan berjamur. Lampu penerangan pun menurut saya tidak cukup memadai untuk murid belajar. Bahkan ada satu ruang kelas yang keadaannya cukup parah. Terletak di belakang dan cukup terasing dari ruang kelas lain. Bocor jika hujan dan suasana yang pengap. Saya sendiri sebenarnya tidak tahan untuk berada di ruangan tersebut. Untuk lab komputer sendiri kondisinya tidak jauh berbeda. Bahkan pernah ketika saya mengajar dan hujan turun cukup lebat, air pun turun membasahi monitor dan mouse di salah satu tempat. Saat itu kami cepat-cepat memindahkan komputer. Walaupun akhirnya air menggenangi lantai lab juga. Alhamdulillah tidak sampai parah sih. Tapi cukup mengganggu kegiatan belajar. Dampaknya tentu saja ada, rusaknya perangkat komputer.

Ini adalah gambaran keadaan sebuah sekolah, yang terletak di tengah kota. Saya yakin masih banyak sekolah yang kondisinya seperti di atas, bahkan mungkin lebih parah lagi. Dengan situasi seperti di atas, masih mungkin layakkah sekolah kami mendapatkan sertifikat SSN? Tentu saja Anda tahu jawabannya.

Dan sekolah kami memutuskan untuk mengisi data tersebut apa adanya. Mungkin sebuah angan-angan bagi sekolah ini untuk sekedar mendapatkan dana bantuan tersebut. Sedangkan di tempat lain, sekolah yang memiliki predikat SSN kembali mendapatkan dana bantuan tersebut. Sekolah yang secara fisik jauh lebih baik. Tentu saja tidak heran jika melahirkan murid-murid yang dalam penilaian angka juga baik apalagi didukung dengan kualitas input yang sama baiknya. Tapi, apakah itu berarti yang tidak masuk dalam kategori tersebut tidak pantas mendapatkan bantuan? Bukankah semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang sama baiknya? Tanpa ada suatu perbedaan?

Tidak ingin protes, tapi hanya ingin mengajukan sebuah pertanyaan, bantuan itu sesungguhnya untuk siapa? Hanya untuk sebuah kalangan dengan sebutan ‘sekolah unggulan’? Begitu pentingkah kata itu? Sehingga berduyun-duyun orang menggelontorkan dana nya ke sana dan melupakan bahwa mungkin saja ada anak-anak yang berpotensi unggul di tempat yang tidak berkilauan. Tapi sayangnya, cahayanya lenyap sebelum sempat bersinar.

Baca juga artikel ini.

Snapshot TIK

Erlangga, Materi TIK 14 Comments »

Untuk Anda yang berminat melihat cukilan dari buku TIK SD jilid 1,2,3 dan 4 dari penerbit Erlangga, Anda dapat meng-unduh file nya di sini. Kurikulum dari buku tik ini disesuaikan dengan standar KTSP.

Untuk jilid 5 dan 6 masih dalam proses editing. Mudah-mudahan bisa menyusul jika telah selesai. Untuk silabus akan saya susulkan kemudian.

Thanks Pak Joko buat kiriman file snapshot TIK SD nya.

Terus Berkarya

Pendidikan 3 Comments »

Tulisan bagus dan mencerahkan dari Pak Romi. Saya terkesan dengan pernyataan Beliau yang ini “Ya, mungkin benar dan mari kita asumsikan bahwa penelitian itu benar ;) Saya sendiri berprinsip bahwa tidak masalah mati muda asal meninggalkan banyak karya dan hasil perdjoeangan yang bermanfaat untuk masyarakat. Daripada berumur panjang tapi banyak melakukan kegiatan yang tidak berguna.”

Ayo, teman. Menyongsong hari kebangkitan nasional, tekadkan hati untuk terus berkarya. Belajar selama hayat dikandung badan. Dan berikan yang terbaik untuk sesama, untuk negeri yang kita cintai :) .

Jilid 1

Erlangga 10 Comments »

Baru sampai Jakarta dan ternyata ada kiriman paket buku dari penerbit. Hei, jilid 1 TIK SD sudah terbit. Hm, lega rasanya. Kalau diingat-ingat proses finishing buku ini lumayan lama. Tidak hanya jilid 1 saja, tapi ke-enam jilid buku. Bahkan saat ini, untuk jilid 5 masih perlu tambahan materi lagi. Salah saya juga sih. Untuk sumber penulisan sebenarnya sudah saya kumpulkan sejak tahun lalu, sejak editor mengabarkan kemungkinan adanya revisi buku. Namun kemudian batal. Dan karena berubahnya kurikulum dari KBK menjadi KTSP, maka diputuskan untuk mengubah total isi buku. Tidak sekedar revisi.

Keputusan untuk menyusun buku kedua bukan sekedar tambal sulam dari buku pertama. Alasan ditulisnya buku, yang disesuaikan dengan standar isi KTSP 2006, lebih karena adanya permintaan dari sekolah dan guru yang menginginkan materi TIK SD lebih diperluas.

Saya berharap kehadiran buku ini dapat memenuhi harapan Bapak dan Ibu. Terima kasih atas saran dan masukan yang telah Anda berikan. Tentu saya mengakui masih banyak kekurangan dari buku ini. Karena itu, saya senantiasa terbuka untuk menerima saran dan kritik. Terima kasih atas perhatian dan dukungan rekan-rekan sekalian.

Teruntuk rekan-rekan editor di Erlangga, terima kasih ya buat kerjasamanya. Pak Joko, Pak Supri, Mbak Andin. It’s nice working to you, all :) .

Sementara, sambil menunggu kiriman cover buku dari editor, ini sampul depan dari buku jilid 1.

image007.jpg image006.jpg

Permainan

Materi TIK 1 Comment »

“500 Permainan 5 menit”. Buku yang mengupas berbagai permainan yang mudah dan cepat untuk anak usia 3-6 tahun. Tapi, percayalah beberapa permainan yang ada di buku ini masih relevan diberikan tanpa terhalang batasan usia. Tertarik dengan judul dan isi-nya saya memutuskan meminjam buku ini dari PBA.

Saya mencoba memilah beberapa permainan. Kalau memungkinkan bisa dikaitkan dengan materi pembelajaran yang ada. Bagaimana kalau kita coba yang ini? :) .

Melatih Pemahaman

Permainan ini akan kita bagi menjadi 2. Pertama, anak akan belajar memahami anggota tubuh mereka. Kedua, anak mengenal dan memahami perangkat komputer yang akan mereka gunakan. (Permainan ini dapat diberikan untuk siswa kelas 1 SD dan saat mereka belajar TIK pertama kali).

Tahap 1.

  1. Anak-anak dapat duduk dalam bentuk lingkaran. Atau berdiri membentuk barisan di tempat duduk mereka.
  2. Minta siswa menunjuk hidung.
  3. Minta mereka menunjuk pergelangan tangan.
  4. Selanjutnya minta mereka menyentuh hidung dan pergelangan tangan.
  5. Ulangi dengan anggota tubuh lainnya.

Tahap 2.

  1. Minta siswa menunjuk mouse.
  2. Minta siswa menunjuk keyboard.
  3. lalu mintalah agar mereka menyentuh mouse dan keyboard.
  4. Ulangi dengan menugaskan mereka menyentuh perangkat komputer lainnya.

Kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan menyebutkan berbagai kegunaan perangkat komputer. Misalnya, “Benda apa yang bisa menampilkan teks dan gambar ya?” Segera minta anak-anak menunjuk dan menyebutkan benda yang dimaksud. Agar lebih menyenangkan, buatlah suasananya lebih santai. Bisa dengan cara bercerita atau mendongeng, mungkin? Yup, Anda tentu lebih tahu ;-) . Variasi lainnya? Bagaimana kalau sekarang Anda meminta seorang anak sebagai leader dan menggantikan posisi Anda? Hup..hup.. gantian donk :D

2 Mei

Pendidikan 8 Comments »

ing ngarso sung tulodo — di depan memberi teladan
ing madyo mangun karso — di tengah membangun karya
tut wuri handayani — di belakang memberi dorongan (Ki Hadjar Dewantara).

Guru, adalah sosok yang diharapkan dapat menjadi panutan bagi anak didik. Itu tentu. Maka ketika ada suatu kondisi dimana seorang guru melakukan penyimpangan, yang tercoreng namanya adalah semua guru dan institusi yang terkait di dalamnya. (walaupun semua generalisasi itu pasti salah, hm, saya setuju kalimat ini :) . Saya tidak menampik kenyataan bahwa dalam praktiknya masih banyak ditemui guru-guru yang mengajar dan mendidik dengan cara-cara yang feodal. Dan bukan perkara mudah untuk mengubah kultur yang sudah turun temurun dan mendarah daging. Untuk mengubah kebiasaan tersebut tidak semudah membalik telapak tangan. Tentu akan banyak ditemui hambatan. Tidak saja dari komunitas guru itu sendiri tapi juga anak didik.

Semoga semua rintangan yang ada dapat kita lalui bersama. Guru, teruslah belajar, berubah setiap waktu menuju ke arah yang lebih baik. Selamat hari pendidikan nasional.

ps: Buat murid-murid saya yang akan mengikuti UAN hari senin, selamat belajar, jangan lupa berdoa. Semoga semuanya berjalan lancar.

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in