Design Thinking… sekali lagi :)

Bagaimana sih menerapkan design thinking? Udah tau sih teorinya tetapi bagaimana praktiknya?

Design thinking mempunyai 4 (5 bahkan lebih) tahapan. Tetapi cukup mengambil 4 saja untuk dipaparkan dalam gambar. Tahapan design thinking bisa dimulai dari mana saja. Namun agar lebih mudah kita mulai dari tahapan seperti di bawah ini ya. Oya, dalam tahapan pengujian, design thinking bisa dilakukan secara berulang dan dapat dimulai dari langkah yang mana saja. Jangan lupa, design thinking adalah cara kreatif dan inovatif untuk memecahkan sebuah masalah.

Tahapan design thinking

  1. Empati, pada tahap ini siswa dapat mengumpulkan informasi melalui pengamatan, data atau melakukan wawancara. Siswa bisa menuliskan hasil pengamatan, data atau fakta yang mereka temui.
  2. Define, adalah masalah yang dapat ditemukan di kondisi empati. Masalah itu boleh lebih dari satu.
  3. Ideate, di sini siswa mencantumkan solusi yang ingin ditawarkan untuk masalah yang telah mereka peroleh di tahap define. Solusi boleh satu atau lebih jika ide produk yang ditawarkan siswa bisa menyelesaikan semua masalah tersebut. Tuliskan solusi yang ingin dieksekusi di urutan teratas (jika lebih dari satu).
  4. Prototype. Untuk produk barang maka cukup dibuatkan sketsanya. Untuk produk jasa buatkan alurnya. Misal: produk aplikasi. Buat flow chart cara penggunaan aplikasi tersebut.

    Baik. Sekarang kita mulai praktiknya ya :). Karena saya mengampu mata pelajaran PKWU, maka saya menempatkan diri sebagai pelaku bisnis. Pilihan peran yang akan saya ambil ini akan berpengaruh di dalam menentukan solusi yang akan saya ambil. Berikut contohnya. Oya, siswa dapat memaparkan tahapan design thinking di kertas gambar ya dan diberi gambar agar lebih menarik.

Design Thinking

Empati
Saya mengamati di sebuah sekolah banyak anak bermain sepak bola menggunakan botol kemasan air

Define
Anak-anak bermain sepak bola menggunakan botol kemasan itu sangat berbahaya, bukan? Kira-kira masalahnya apa mereka menggunakan botol kemasan air sebagai bola? Mereka menggunakan botol kemasan air karena tidak mempunyai bola. (catatan: yang ditebalkan itu adalah masalah yang kamu temui di kondisi empati)

Ideate
Bikin bola, beli bola atau sewa bola (catatan: list berdasar prioritas produk yang akan kamu buat. Sebagai pelaku bisnis tentunya kamu memilih pilihan ide yang memiliki nilai lebih dan menghasilkan donk, yaitu bikin bola. Mengapa bikin bola? dan jelaskan juga pertimbangan keputusanmu untuk membuat bola dari sisi pelaku bisnis).

Prototipe
Gambar solusi (ide produk) yang kamu ingin tawarkan sebagai pelaku bisnis

Nah, seperti apa kira-kira penampakan design thinking di kertas siswa ya? Berikut ini adalah contoh design thinking untuk mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dari murid-murid saya. Untuk siswa kelas tinggi dapat ditugaskan untuk melengkapi dengan narasi. Sebaliknya, untuk siswa kelas SD bisa berupa list saja.

UPRAK PKWU – Aspek: Pengolahan makanan fungsional

Nah, itu contoh ide-ide produk yang ditawarkan oleh siswa-siswa saya dengan memfokuskan pada kebutuhan pelanggan yang dipaparkan dalam design thinking.

Hmm, apakah design thinking bisa diterapkan di mata pelajaran lainnya? Tentu saja bisa. Design thinking bahkan bisa diterapkan di kehidupan dan keseharian kita sendiri untuk mengambil keputusan.

Untuk menerapkan design thinking di mata pelajaran lain, minta anak memainkan peran yang ingin ia lakoni, apakah sebagai polisi, insinyur, matematikawan, dosen, mahasiswa, guru, atau siswa dan lain-lain. Sebagai contoh, seorang siswa diberikan kondisi sosial dimana sampah plastik bertumpuk di laut. Mintalah bagaimana ia menemukan ide untuk mengatasi masalah tersebut. Solusi yang ia berikan pasti akan berbeda tergantung peran yang ingin ia lakoni, apakah sebagai seorang anak? programmer? ahli sejarah? pelaku bisnis? dan lain-lain.

Contoh design thinking lainnya bisa dilihat di blog saya yang ini ya.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat 🙂

Belajar Python

Ingin belajar Python tapi malas sama urusan install nya? Atau ingin mengenalkan siswa kepada bahasa pemrograman Python dengan cara yang mudah dan menyenangkan? Nah, bisa coba langsung masuk ke sini aja.

Python sendiri termasuk bahasa pemrograman yang mudah untuk dipelajari. Python bisa digunakan untuk membuat game, aplikasi, dan juga pengembangan web serta buat yang ingin belajar tentang data.

Python sangat direkomendasikan untuk mereka yang ingin memulai belajar pemrograman. Sintak penulisan python lebih sederhana dibandingkan bahasa pemrograman lainnya, lebih mirip bahasa inggris. Selain itu, setiap bahasa baris kode yang kita tuliskan dapat segera dieksekusi sehingga kita dapat melihat hasilnya.

Siapa aja yang bisa menggunakan bahasa pemrograman python? SD, SMP, atau SMA? Hmm, tergantung sih. Tapi mungkin bisa dikenalkan sejak di SMP.

Ini beberapa contoh sederhana bahasa pemrograman Python. Gambar menyusul, servernya error yaaaa… :'(

Design Thinking di Buku PKWU

Kalau di posting sebelumnya saya menerapkan pendekatan design thinking di dalam buku Informatika untuk jenjang SD, kali ini saya akan berbagi teknik belajar design thinking untuk siswa SMA.

Saya bersama beberapa kawan menyusun buku Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) untuk SMA dari Penerbit Srikandi Empat (Sewu), yang merupakan imprint dari Penerbit Yrama Widya. Buku ini terbit tahun 2017-2018. Di dalam buku ini saya memasukkan pendekatan design thinking untuk pencarian ide produk di dalam sebuah kegiatan usaha.

Design thinking sendiri sebenarnya adalah tool yang dikembangkan oleh Universitas Stanford agar penemuan sebuah ide bisa dibuat secara scientific dan ilmiah. Dengan menggunakan alat ini maka kita tidak bingung lagi mencari ide. Nah, bagaimana cara dan tahapan-tahapannya bisa dibaca di buku ini ya.

Yang saya rasakan ketika menerapkan teknik mengajar design thinking adalah kreativitas dan solusi yang diberikan oleh siswa sangat beragam. Siswa juga belajar mengasah kepekaan mereka terhadap lingkungan sekitar dan belajar menuangkan pikiran melalui tulisan. Saya juga mengkaitkan pembelajaran PKWU ini dengan teknologi. Jadi, buat teman-teman Guru TIK (yang barangkali dahulu pernah merasa ‘terpaksa’ mengajar PKWU, percaya lah selalu ada celah untuk mengajarkan materi teknologi di pelajaran apapun :), karena di masa depan semua bidang terintegrasi dengan teknologi, baik itu kesehatan, bisnis, sampai politik. Tugas kita mengarahkan peserta didik agar dapat memanfaatkan teknologi dengan baik.

Berikut adalah tampilan sampul buku dan beberapa tangkapan layar halaman buku.

Design Thinking

Buat rekan-rekan Guru yang ingin mengenal metode Design thinking, di bawah ini saya berikan beberapa literatur yang barangkali bisa membantu.

  1. Business Model Generations. Alexander Osterwalder & Yves Pigneur
  2. Startupreneur, Menjadi Entrepreneur Startup. Hendry E. Ramdhan
  3. Aku Bisa. Tim Noura Books & Taman Gagasan Anak.

Pendekatan design thinking ini konon juga dijadikan alternatif untuk model pembelajaran STEM. Saya sendiri menggunakan pendekatan design thinking dalam mata pelajaran PKWU (Prakarya dan Kewirausahaan) di jenjang SMA. Beberapa penerapan design thinking untuk matpel PKWU bisa dilihat di blog saya lainnya di sini.

Saya juga menyisipkan penerapan design thinking dan design for change di buku Informatika SD yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga, tahun terbit 2019. Design for change ini digagas oleh Kiran Bir Sethi yang terinspirasi dari pendekatan design thinking. Tahapan design thinking direlokasi sehingga dapat dijalankan oleh anak-anak usia sekolah. Mengenai metode design for change, saya pernah membuat reviewnya dari buku Aku Bisa, di sini.

Berikut adalah salah satu contoh penerapan design thinking dari buku Informatika SD.

Mengapa sih Design Thinking menjadi teknik mengajar efektif? Karena tahapan yang ada di dalam design thinking dapat melatih siswa untuk dapat memiliki kecakapan kerja, keterampilan abad 21, dan kecakapan sosial serta emosional yang dapat mempersiapkan mereka untuk hidup bermasyarakat.

Nah, kebetulan saya menemukan artikel menarik dari ig sekolah.mu perihal teknik mengajar efektif, dan salah satunya adalah design thinking.

Penasaran? Yuk, dibaca ya 🙂

Design thinking adalah salah satu teknik yang saya gunakan ketika mengajar. Design thinking dapat diaplikasikan ke semua mata pelajaran bahkan di dalam penyelesaian masalah yang ada di kehidupan kita sehari-hari. Design thinking tidak hanya melatih anak untuk menjadi seorang problem solver, namun juga kreatif, peka, inovatif dan mengembangkan kemampuan literasi siswa.