RSS Feed

Bincang-bincang Santai Pendidikan

Posted by Enggar on 2nd May and posted in Goresan

Minggu lalu saya mengajak murid-murid berbincang. Saya minta mereka mengungkapkan pendapat mengenai pendidikan yang ada di di Indonesia. Awalnya mereka ragu. Kemudian saya mulai memancing dengan pertanyaan seputar kualitas guru, kurikulum, dan lain-lain.

Dan, tak lama obrolan itu mencair. Dari kualitas guru yang rendah, fasilitas di sekolah yang tidak memadai, beban kurikulum termasuk PR dan tugas yang banyak, dan lain-lain.

Pertanyaan saya berikutnya, “Apa bedanya anak Indonesia dengan anak-anak di belahan Eropa sana, misalnya?”
Kemudian, saya membacai ada jeda ketika mereka diam-diam menyadari perbedaan mendasar sikap mental anak di sini dengan di sana.

Murid saya bilang,”di luar anak-anaknya disiplin, tertib.”
Saya: Di Indonesia?
Murid: (Mereka tersenyum kecil)

Dan ketika mereka menyinggung fasilitas yang kurang memadai serta kualitas guru, ini pertanyaan saya untuk mereka:
Saya: Kalian mudah terkoneksi ke Internet, kan ya?
Murid: Iya, Bu
Saya: Di youtube itu banyak banget loh materi pelajaran yang bisa kamu pelajari, belum lagi ribuan artikel yang bisa kamu baca. Jadi, kalau di sekolahmu fasilitasnya kurang, kita bisa loh belajar dari video dan artikel-artikel itu. Ada banyak cara untuk belajar, bukan?
Murid: (senyum. entah senyum apa, semoga sih senyum nggak kesal ya? hehe)
Saya: Oya, tadi kamu bilang gurunya nggak bermutu? Nah, kalau kamu merasa gurumu tidak bermutu coba kamu perhatikan pasti ada banyak gurumu lainnya yang berusaha memberikan pendekatan pembelajaran dengan cara yang berbeda. Nah, ketika gurumu mencoba untuk memberikan pembelajaran yang berbeda, bagaimanakah reaksimu? Ikut mendukung atau biasa saja?

Nak, perubahan tidak bisa bergantung pada satu pihak. Jika kita ingin menjadi lebih baik, maka semua unsur harus bekerjasama, bergotong royong. Dan jangan berkutat pada hal-hal yang buruk saja. Yang masih baik dan perlu disyukuri pasti lebih banyak, kan?

Memang tidak bisa menafikan bahwa masyarakat kita senang menonton dibanding membaca buku. Itu sebabnya hampir di semua rumah memiliki televisi daripada rak buku. Berbeda dengan bangsa-bangsa maju. Membaca adalah ritual sehari-hari warganya. Tidak heran jika mereka memiliki rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, seni budaya dan sejarah. Kebiasaan membaca mendidik mereka memiliki rasa haus untuk terus belajar. Sehingga, anak-anak di luar sana memiliki kesadaran diri untuk belajar tanpa harus dipaksa. Mereka melakukannya dengan senang hati.

Lalu, apakah menonton tidak boleh? Tentu saja boleh donk. Tapi semua ada porsinya.

Pemerintah mungkin perlu upaya lebih keras untuk mendidik masyarakatnya. Eh, tapi tidak pemerintah saja sih, karena mengapa harus bergantung kepada pemerintah? Mulai saja dari diri kita sendiri, dari komunitas kecil yang kalian miliki misalnya. Seperti apa sih mendidik diri sendiri itu? Hal yang paling sederhana, membiasakan diri untuk mengantre, membuang sampah pada tempatnya. Sayang loh, ganteng dan cantik-cantik tapi membuang sampah sembarangan. Duh, hilang nanti cakep dan cantiknya ^-^. Menghargai orang lain. Nah, urusan menghargai ini banyak variasinya. Dua contoh di atas itu juga termasuk menghargai loh. Mendengarkan orang lain berbicara, memberi tempat duduk kepada orang tua, dan lain-lain.

Jika kita ingin menjadi negara beradab, maka kita harus melatih diri untuk menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Indah banget kan kalau Indonesia bisa seperti itu?

Semoga, di Hari Pendidikan Nasional ini, kita semua dapat belajar untuk menjadi lebih baik. Mengkritisi pemerintah atau siapapun boleh-boleh saja, tapi ada hal yang lebih utama dari itu semua, persiapkan diri kita terlebih dahulu untuk berubah. Kalau cuma memaki dan mencari celah kesalahan orang lain, siapa saja bisa kan? Tapi, bagaimana dengan diri kita sendiri? Mengkritisi, mengubah diri dan memberikan solusi, itu baru keren :)

Selamat hari Pendidikan Nasional untuk rekan guru dan murid-muridku.
Selamat berjuang untuk menjadikan diri sendiri dan orang-orang di sekitarmu bermanfaat.

Ramayana

Posted by Enggar on 29th April and posted in Sejarah

Jadi, sabtu malam lalu kami memutuskan untuk meluangkan waktu menonton sendratari Ramayana di Prambanan, Jogyakarta. Awalnya, tujuan kami adalah pementasan indoor Ramayana sesuai saran kerabat yang juga menemani kami malam itu. Namun ternyata kami mengantre di loket yang salah, yang justru mendatangkan keberuntungan. Kami mendapatkan tiket untuk pementasan Ramayana Open Air Theatre yang konon hanya diadakan sekali dalam setahun. Wow, how lucky we are ^-^.

Dibelakang panggung terbuka Trimurti tampak menjulang candi Prambanan bersinar keperakan di siram cahaya lampu. Cahaya bulan purnama menambah keelokan suasana malam itu. Trimurti adalah sebutan untuk tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma (Dewa Pencipta), Wishnu (Dewa Pemelihara) dan Siwa (Dewa Pemusnah).

Pementasan diawali dengan keriaan di kerajaan Mantili, di mana sang raja Prabu Janaka sedang mengadakan sayembara untuk menentukan calon suami bagi putrinya yang cantik jelita, yaitu Dewi Shinta. Sayembara kemudian dimenangkan oleh Putra Mahkota kerajaan Ayodya yang bernama Rama Wijaya.
photo(2)
Sang Putra Mahkota Rama Wijaya beserta istrinya, Dewi Shinta disertai Leksmana (adik Rama) sedang dalam pengembaraan dan sampai di hutan Dandaka. Rahwana yang melihat Shinta kemudian berniat untuk memilikinya. Rahwana sebenarnya sangat memuja Dewi Widowati. Dan setelah melihat Shinta, Rahwana menganggap bahwa Shinta adalah titisan Dewi Widowati yang selama ini ia cari. Maka, Rahwana mencari akal. Rahwana mengubah seorang pengikutnya menjadi seekor kijang kencana untuk menggoda. Melihat keelokan kijang tersebut Dewi Shinta meminta Rama untuk menangkapnya. Rama berusaha untuk menangkap kijang tersebut dan meninggalkan Shinta bersama Leksmana. Karena Rama tak kunjung datang Shinta merasa cemas. Ia meminta Leksmana untuk mencari Rama. Sebelum meninggalkan Shinta, Leksmana melingkari Shinta dengan lingkaran magis untuk menjaga keselamatan Shinta. Rahwana yang telah mengetahui Shinta seorang diri berusaha untuk menculiknya. Namun usaha itu gagal karena lingkaran magis yang dibuat Leksmana. Rahwana mencari akal dengan mengubah dirinya menjadi Brahmana tua. Shinta yang melihat Brahmana tua itu merasa kasihan dan keluar dari lingkaran untuk memberikan sedekah. Pada saat itu Rahwana langsung menarik Shinta dan dibawa terbang ke Alengka.

Rama berhasil memanah kijang, yang kemudian berubah menjadi Raksasa Kalamarica. Maka terjadilah peperangan antara mereka berdua. Rama akhirnya berhasil memanah Marica. Leksmana berhasil menyusul Rama dan mengajak untuk segera menemui Shinta.

Perjalanan Rahwana membawa Shinta ke Alengka terhambat oleh seekor burung garuda bernama Jatayu. Jatayu ingin menolong Shinta yang dikenalinya sebagai putri Prabu Janaka sahabatnya. Namun sayang Jatayu dapat dikalahkan oleh Rahwana. Sementara itu Rama dan Leksama kembali ke tempat dimana Shinta ditinggalkan. Karena tidak menemukan Shinta maka mereka mencarinya. Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Jatayu yang terluka parah. Rama yang mengira istrinya diculik oleh Jatayu hampir saja membunuh Jatayu. Untunglah Leksamana berhasil mencegah Rama. Jatayu kemudian menceritakan peristiwa yang sebenarnya sebelum akhirnya ia sendiri mati. Di tengah kesedihan itu, mereka bertemu dengan seekor kera putih yang bernama Hanuman. Hanuman diutus oleh pamannya Sugriwa untuk mencari dua satria yang dapat mengalahkan Subali. Sugriwa tidak dapat mengalahkan Subali, kakaknya yang sangat sakti yang telah merebut Dewi Tara kekasih Sugriwa. Rama kemudian membantu Sugriwa mengalahkan Subali. Dan atas jasa baik Rama, Sugriwa membantu Rama untuk mencari Dewi Shinta. Sugriwa meminta Hanuman untuk mencari dan menyelidiki negeri Alengka.

Di negeri Alengka sendiri, kemenakan Rahwana Trijata sedang menghibur Shinta. Rahwana yang kesal karena Shinta menolak menjadi istrinya berupaya untuk membunuh Shinta. Namun niat itu dapat dicegah Trijata. Trijata meminta Rahwana untuk bersabar dan berjanji akan menjaga Shinta. Hanuman yang telah berhasil mengetahui keberadaan Shinta kemudian menyanyikan tembang sebagai isyarat kehadirannya dan menghadap Shinta untuk menyampaikan maksud kedatangannya. Untuk mengetahui kekuatan kerajaan Alengka, Hanuman mengobrak-abrik taman kerajaan. Karena kejadian itu, Hanuman ditangkap oleh Indrajid, putra Rahwana. Rahwana sangat marah dan hampir saja membunuh Hanuman namun dapat dicegah oleh Kumbakarna, adik Rahwana. Sayang, Kumbakarna diusir dari kerajaan Alengka karena dianggap menentang. Dan Hanuman dijatuhi hukuman dibakar hidup-hidup. Akan tetapi bukannya mati, dengan api itu Hanuman dapat membakar kerajaan Alengka. Hanuman kemudian menemui Rama.

Setelah mengutus Hanuman, Rama Wijaya beserta kera-keranya mereka berangkat untuk membendung samdra sebagai jalan menuju Alengka. Usai membendung samudra, Hanuman datang untuk melaporkan keadaan dan kekuatan bala tentara Alengka. Kemudian Rama mengutus Hanuman, Anggodo, Anila, dan Jembawana untuk memimpin prajurit menyerang Alengka.

Bala tentara yang sedang berjaga-jaga dikejutkan oleh serangan prajurit kera. Dalam peperangan itu Kumbakarna dan Indrajid gugur. Rahwana juga gugur terkena panah pusaka yang ditembakkan oleh Rama.

Usai peperangan, Shinta, dengan diantar oleh Hanuman kemudian menghadap Rama. Namun Rama menolak karena menganggap Shinta telah ternoda selama di Alengka. Shinta kemudian dengan suka rela membakar dirinya untuk membuktikan kesucian dirinya. Shinta selamat dari api berkat kejujuran dan pertolongan dari Dewa Api. Rama pun menerima kembali Shinta dengan rasa haru dan bahagia.

Oya, di tengah-tengah pementasan ternyata hujan mengguyur. Tidak lama dan deras sih tapi lumayan membuat sebagian besar orang meninggalkan tempat duduknya. Pesan moralnya: ada baiknya mempersiapkan untuk membawa payung sekedar berjaga-jaga.

Ini beberapa cuplikan rekaman video amatir. Silakan menikmati.

Rahwana terkena panah Rama Wijaya

Sosialisasi Kurikulum 2013

Posted by Enggar on 16th April and posted in Pendidikan

Ini tulisan yang tertunda cukup lama. Namun, saya coba menuliskan semampu saya mengingat ya ^-^.

Salinan sosialisasi kurikulum yang saya terima tampaknya tidak banyak berbeda dengan draft kurikulum yang pernah saya unduh di laman bincangedukasi di sini. Landasan Pengembangan Kurikulum yang membagi ke dalam 3 aspek, yaitu Aspek Filosofis, Aspek Yuridis, dan Aspek Konseptual.

RPJMN 2010-2014 Prioritas: Metodologi
Penerapan metodologi pendidikan yang tidak lagi berupa pengajaran demi kelulusan ujian (teaching to the test), namun pendidikan menyeluruh yang memperhatikan kemampuan sosial, watak, budi pekerti, kecintaan terhadap budaya-bahasa indonesia, dst

Pendidikan hendaknya tidak hanya mengembangkan aspek kognitif semata-mata tetapi juga harus mengembangkan aspek afektif dan psikomotorik secara holistik

RPJMN 2010-2014 Prioritas: Kurikulum
Penataan ulang kurikulum sekolah yang dibagi menjadi kurikulum tingkat nasional, daerah, dan sekolah, dst

Pemberian kewenangan kepada sekolah untuk menyusun silabus tidak dilaksanakan secara optimal, pada umumnya hanya CP.
Ke depan, silabus disusun oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Sekarang, masuk ke dalam topik utama. Fokus Pengembangan Kurikulum 2013. Apa saja? Ini daftarnya:
1. Mengurangi mata pelajaran
2. Mengurangi materi pelajaran
3. Menambah jam belajar
4. Penguatan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi dalam pembelajaran
5. Penguatan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap secara holistik dalan pembelajaran
6. Penguatan pembelajaran siswa aktif, dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu dari berbagai sumber belajar
7. Penguatan penilaian proses dan hasil
8. Tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, dan global

Draft Struktur Kurikulum Peminatan SMA 2013
photo(19)
Ada 2 kelompok yaitu A dan B yang sifatnya wajib. Serta Kelompok C untuk Peminatan. (lihat gambar di atas).

Di SMA, sejak awal masuk siswa akan diarahkan untuk mulai mengambil kelompok C (Peminatan). Jadi, begini skenarionya: ketika awal masuk siswa ditanya pilihan minatnya. Kemudian dicocokkan dengan nilai UN. Tentu, ketika sampai di bagian ini suara berdengung muncul dari sebagian besar pendidik. Dan dapat diperkirakan ketika seorang guru bertanya,”Bagaimana menentukan minat siswa dengan melihat dari nilai UN, sedangkan berdasar dari pengalaman, nilai siswa misal untuk matematika bisa 10. Dan ketika diadakan tes penempatan dari sekolah ternyata nilainya 3?”

Tim sosialisasi kemudian memberikan beberapa pilihan, yaitu: Pertama, dari nilai UN. Kedua, nilai rapor. Ketiga, bertanya kepada guru BK di sekolah anak yang bersangkutan, dan terakhir tes penempatan sekolah masing-masing. Semua guru memilih tes penempatan dari sekolah.

Tim sosialisasi kemudian memberi contoh sebagai berikut:
Misal seorang anak ingin menjadi dokter maka nilai Matematika dan Ilmu-lmu Alamnya harus bagus. Guru bisa merujuk dari nilai UN SMP siswa tersebut atau melakukan tes penempatan di sekolah. Kemudian mencocokkan.

Setelah didapat hasil dan sesuai maka berikutnya anak harus mengambil mata pelajaran tambahan (di luar mata pelajaran yang ada di kelompok A atau B) berupa mata pelajaran yang ada di dalam peminatan itu. Misal untuk seorang dokter maka mata pelajaran yang ada di peminatan matematika dan ilmu alam adalah: matematika, biologi, fisika, dan kimia. Mata pelajaran ini semua harus diambil oleh siswa.

Selanjutnya, untuk mendukung minatnya itu anak ditanya mau melakukan usaha apa sebagai pendukung profesinya nanti. Misal selain menjadi dokter ia ingin bisnis alat-alat kedokteran. Maka ia perlu belajar bahasa asing, semisal bahasa mandarin. Maka, bahasa mandarin menjadi pilihan lintas minat anak tersebut.

Begitu kira-kira. Tampak mudah, ya? Tentu kalau satu anak. Bayangkanlah jika ratusan anak yang harus kita perhatikan.

Selanjutnya, Rasionalitas Penambahan Jam Pelajaran dan elemen lainnya sama.

Dan mengenai mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, ini yang saya peroleh. Mereka tetap tidak mengatakan mata pelajaran TIK hilang tapi diintegrasikan ke semua mata pelajaran. Guru TIK masih memiliki kesempatan selama 2 tahun untuk mengajar sambil memutuskan untuk alih profesi ke mata pelajaran lain. Karena di tahun ajaran baru 2013-2014 pelajaran TIK tidak lagi diberikan kepada siswa kelas X. Namun kelas XI dan XII masih belajar TIK. Dihilangkan secara perlahan-lahan.

catatan: Namun beberapa sekolah mengambil kebijakan yang berbeda untuk mata pelajaran TIK. TIK dimasukkan sebagai muatan lokal, sehingga kegiatan pembelajaran TIK tidak mengalami perubahan. Itu semua tergantung dari kebijakan sekolah masing-masing.

BYOD To The Classroom

Posted by Enggar on 13th April and posted in Seputar TIK

photo(5)
John Galvin dari Intel mengatakan perlunya meyakinkan dan menyiapkan para guru untuk menggunakan teknologi dan memanfaatkannya. Karena itu mereka perlu mempunyai akses kepada konten yang sesuai di dalam rencana pengajaran mereka.

Hari pertama di Crown Woods Colege. Seorang Guru membawa murid-muridnya ke ruang laboratorium komputer. QR code tampak muncul di papan tulis interaktif. Murid-murid bersegera membuka perangkat digital mereka-kebanyakan adalah new ipad dan ipad mini. Menemani mereka hari itu adalah para pendidik utusan dari Finland, sebuah negara yang memiliki reputasi unggul dalam bidang pendidikan. Para pendidik itu kemudian juga diminta untuk menggunakan smartphone mereka (Blackberry,Iphone dan Android) dan ikut menjawab kuis yang diberikan. Ternyata, murid-murid mampu menjawab lebih baik.

Pemerintah UK selama 20 tahun terakhir ini gencar memperkenalkan penggunaan teknologi komputer di ruang kelas. Puncaknya adalah dibangunnya gedung sekolah untuk program “Future” yang dicanangkan oleh perdana menteri Inggris Gordon Brown. Namun pihak konservatif kemudian menghapus program yang dianggap terlalu mahal untuk ekonomi saat ini.

Crown Woods College, sekolah yang saya dan utusan Finland kunjungi adalah satu dari beberapa sekolah yang telah menandatangani perjanjian untuk pembangunan sekolah program “Future” sehingga tidak mungkin dihentikan. Hasilnya adalah sebuah bangunan yang sangat memukau, yang terasa lebih menyerupai sebuah kampus daripada Sekolah Menengah Pertama.

Setiap ruang kelas dilengkapi papan tulis interaktif untuk memungkinkan guru memperkenalkan gambar, video, audio, dan visualisasi data untuk siswa-siswa yang memiliki kesenangan mencorat-coret (grafiti) di meja dan kursi.

Anak-anak ini tentunya sangat beruntung. Kebanyakan sekolah anak-anak di UK adalah model sebelum bangkitnya era TIK. Mereka lebih banyak membuka buku teks dibanding komputer jinjing (laptop). Meskipun layar interaktif ada di sebagian besar sekolah, namun tidak demikian halnya dengan sebagian besar kelas.

Apa itu BYOD?
Bring Your Own Device to the classroom.

BYOD adalah program membawa perangkat digital sendiri ke dalam kelas.

Ian Fogarty, seorang guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi di Riverview High School di New Brunswick, Canada, menyambut gembira dengan kemungkinan diijinkannya murid-murid membawa perangkat teknologi mereka sendiri ke dalam ruang kelas, di mana alat itu dapat digunakan untuk tujuan yang bermanfaat.
“Mari kita siapkan mereka untuk itu,” ujarnya. “Mungkin kita perlu berpikir untuk masa depan – dan kita (guru) perlu menginvestasikan waktu dan energi memikirkan masa depan yang tidak jauh.

Standar Terbuka
Namun mewujudkan ini bukan hal yang mudah. Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah tersedianya aplikasi yang dapat dijalankan dari berbagai ragam perangkat yang berbeda. Para industri dari berbagai perangkat TIK itu harus membuat sebuah sistem dengan standar terbuka yang dapat diakses dari berbagai sistem operasi dan juga perangkat digital.

Salah satu perusahaan, Smart Display Technologies telah mengeluarkan perangkat tambahan (plug in) untuk produk papan tulis interaktif mereka sendiri, yang mengijinkan konten untuk dikirim ke berbagai device dengan menggunakan browser. Bahkan beberapa petinggi IT menempatkan TIK di ruang kelas sebagai bagian projek utama mereka. Sebagai contoh, Intel, telah bekerja dengan para pendidik selama beberapa tahun untuk membawa komputasi ke dalam kelas. Hal ini juga bisa dilihat sebagai usaha Intel untuk menaikkan penjualan chip intel. Bagimanapun, dengan jangkauan besar perusahaan beserta kepentingannya, setidaknya Anda dapat memastikan bahwa platform untuk pendidikan akan berjalan di hampir setiap perangkat, baik itu diisi oleh intel atau bukan.

Selain itu akan ada pemain besar lainnya yang mengarahkan sasaran pada bisnis pendidikan, termasuk google dan microsoft. Keduanya tidak sekedar berbasa-basi. Google mempromosikan Chromebook sebagai pilihan aplikasi dengan biaya murah yang mudah digunakan untuk jaringan di dalam ruang kelas. Serupa dengan itu, Microsoft ingin melanjutkan pengaruh kuatnya di sistim operasi desktop.

Harga perangkat digital juga menjadi pertimbangan. Umumnya perangkat yang murah digunakan untuk bermain, dan bukan untuk belajar.

Tren TIK saat ini memungkinkan terwujudnya BYOD. Pertama, pengembangan HTML 5, yang mendukung teknologi multimedia di dalam lingkungan browser. Kedua, cloud based services. Multimedia mengambil peran di dalam pendekatan pengajaran. Youtube menjadi bagian yang tak terpisahkan di dalam kegiatan belajar. Troupe setuju bahwa multimedia sangat penting, tapi batasan juga perlu. “Siswa dibolehkan akses ke youtube karena kami menggunakannnya sebagai media pembelajaran, tapi kami juga memilah sesuai dengan usia siswa.

Tentu saja selain manfaat yang dapat diperoleh dari program BYOD ini, sisi negatifnya pun ada. Ketika guru dan murid menggunakan telepon pintar milik mereka sendiri maka sekolah tidak mampu melakukan pengawasan yang lebih. Resiko besar lainnya adalah ketika telepon bergerak itu tersambung ke jaringan sekolah dan mengakses informasi serta aplikasi penting milik sekolah.

Di tahun 2013, penjualan telepon pintar melampaui penjualan telepon biasa dan banyak anak-anak muda memilikinya. Para pendidik melihat itu sebagai peluang dan memutuskan untuk menggunakan telepon bergerak sebagai alat bantu pembelajaran alih-alih menganggapnya sebagai masalah yang mengancam.
photo(6)

sumber: diadaptasi dari majalah E&T, Fresh Fruit For Teacher.

Seputar TIK SD KTSP

Posted by Enggar on 9th April and posted in Erlangga

Beberapa hari lalu saya mendapatkan pertanyaan dari pembaca blog ini mengenai kurikulum (KTSP) yang ada di dalam buku saya. Sebelumnya, mungkin perlu saya jelaskan bahwa dalam KBK mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk jenjang Sekolah Dasar diberikan standar kompetensinya oleh Diknas. Mungkin bisa dilihat draft kurikulum 2004 di bawah ini.
photo(1) photo(3)
photo(2)
Buku TIK pertama saya terbit di tahun 2006 dengan merujuk Standar Kompetensi yang ada pada kurikulum 2004 (KBK). Tak lama, dalam tahun yang sama ternyata kurikulum berganti dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Penerbit buku kemudian mengirimkan surat pemberitahuan mengenai kurikulum baru. Penulis diminta untuk menyesuaikan perubahan isi buku dengan mengacu pada standar kompetensi di kurikulum 2006 (KTSP). Namun, ternyata dalam KTSP untuk mata pelajaran TIK tidak disertai SKKD. Saya lalu berdiskusi dengan editor. Bagaimana saya harus merevisi buku sementara SKKD tidak dilampirkan.

Alasan tidak adanya SKKD di KTSP pun saya tidak tahu, hanya barangkali pemerintah menghapuskan SKKD di KTSP karena menyadari bahwa infrastruktur belum merata dan tidak semua sekolah di jenjang Sekolah Dasar memiliki komputer. Karena itu agar tidak berkesan memaksakan maka mata pelajaran TIK sifatnya boleh ada atau tidak. Beberapa sekolah kemudian menempatkan TIK sebagai muatan lokal.

Pada saat itu banyak sekolah kemudian meminta buku TIK KTSP. Atas pertimbangan itulah, maka editor membebaskan saya untuk berkreasi mengembangkan kurikulum yang ada. Maka, saya mencoba mengembangkan kurikulum berdasarkan pengalaman saya selama mengajar (kebetulan sebelumnya saya mengajar di beberapa lembaga pendidikan komputer anak-anak, sehingga saya banyak mendapatkan pembelajaran dari sana). Saya tetap memasukkan SKKD yang ada di KBK dan menambah beberapa materi lain, seperti mengenalkan program grafis, pembuat presentasi, dan lain-lain yang SKKD nya saya pelajari dari SKKD mata pelajaran TIK untuk jenjang SMP dan SMA dari KTSP dengan menyesuaikan materi untuk anak usia Sekolah Dasar.
Sumber tulisan saya berasal dari buku-buku bacaan yang sering saya konsumsi sebagai kegemaran pribadi, semisal psikologi anak, buku permainan untuk anak, sains, media pembelajaran, sejarah, dan lain-lain. Tak lupa juga ide dan gagasan dari rekan-rekan sesama guru yang telah menggunakan buku saya sebelumnya.

Dan jika ditanya, apakah mata pelajaran TIK SD itu isinya harus seperti yang ada di buku saya, tentu jawabannya tidak (karena buku yang saya susun itu bukan merupakan standar kompetensi dari Diknas). Anda bebas merancang kurikulum sendiri. Bahkan banyak sekolah yang membuat buku TIK sendiri dengan merujuk pada banyak sumber buku, misalnya menggunakan buku dari penerbit A, B, C, dan lain-lain. Kemudian mereka menambah atau mengurangi agar sesuai dengan kompetensi anak didik mereka. Dan itu tidak ada yang salah. Buku yang saya susun dimaksudkan untuk membantu Bapak/Ibu Guru yang mungkin membutuhkan sedikit acuan bagaimana menerapkan mata pelajaran TIK di Sekolah Dasar. Mengenai penerapannya sendiri semua dikembalikan kepada Bapak/Ibu.

Sekiranya, demikian penjelasan saya. Semoga cukup berkenan.

Raspberry PI-Fresh Fruit For Teacher

Posted by Enggar on 7th April and posted in Seputar TIK

388654_10201019341515685_1413572585_n
Sekelompok anak berumur 12 tahun menginginkan sebuah alat yang bisa mengamati kegiatan para tupai di halaman sekolah mereka. Alih-alih meninggalkan Iphone di lapangan mereka memilih menyembunyikan raspberry di pohon pada malam hari. Anak-anak itu memprogram raspberry untuk mengambil foto setiap kali ada benda bergerak mendekat.

Di atas adalah salah satu contoh kegiatan yang dilakukan anak-anak sekolah di kota Preston, Inggris. Memasuki awal tahun 2013, menteri pendidikan nasional Inggris, Michael Cove melakukan perubahan besar dalam pembelajaran TIK di negaranya. Cove mengenalkan kurikulum TIK baru yang mengedepankan pembelajaran TIK Sains. Menurut Cove, pelajaran TIK yang lalu hanya menekankan keterampilan digital mendasar.

Keinginan Cove tersebut bersambut dengan diluncurkannya sebuah komputer mini bernama Raspberry PI. Raspberry PI adalah sebuah komputer mini seukuran kartu kredit. Komputer ini, seperti juga komputer lainnya bisa digunakan untuk permainan (gaming), mengolah angka (spreadsheet), mengolah kata (word processing) dan juga bermain video. Seperti juga sebuah desktop, maka raspberry dilengkapi oleh sambungan ke TV, game console, dan keyboard.

Pendiri Raspberry PI berharap bahwa komputer ini dapat mendorong para pemiliknya untuk memprogram. Mengutip kalimat Robert Mullins, wakil pendiri Raspberry berikut ini.
“Kami ingin komputer dimana orang dapat melakukan banyak hal dengannya, dan tidak hanya sekedar mengonsumsi isinya.”

Mullins bersama para ilmuwan mendirikan yayasan Raspberry di tahun 2009 untuk mempromosikan TIK Sains ke sekolah-sekolah. Dia mengatakan bahwa saat ini komputer desktop dan laptop membuat program yang begitu sulit. “Komputer disampaikan dalam platform tertutup, sehingga sulit bagi kita untuk mengutak-atik kecuali akhirnya sekedar menggunakannya saja.”
photo
Raspberry dilempar ke pasaran seharga £26. Menurut Mullin, “jika kamu ingin membongkar bagian-bagian komputer, kamu membutuhkan biaya yang murah, dimana dengan itu kamu bebas mengopreknya, pun seandainya gagal kamu bisa menganggap itu adalah bagian dari sebuah projekmu. Seandainya kamu merusaknya kamu bisa membelinya kembali karena harganya yang cukup murah. Hal itu sangat tidak mungkin kamu lakukan dengan model komputer yang ada saat ini, dimana kisaran harganya bisa mencapai £5000. (bisa dimarahi ortu atau dicemberuti pasangan kalau nekat ya? hehehe ^-^)

Raspberry PI memiliki 2 tipe. Tipe A dan Tipe B. Tipe A dijual dengan harga £20. Dilengkapi 256MB RAM dan satu port USB. Tidak ada kabel connector untuk ethernet.
Tipe B memiliki 512MB RAM, 2 port USB dan port ethernet. Oya, tidak ada sistim operasi. OS dapat disimpan di SD card. Jika kelak kemudian hari kamu ingin mengganti sistim operasi yang ada, kamu cukup menimpa file lama atau membeli SD card baru.

Sistim operasi yang digunakan kebanyakan Linux dengan berbagai distro. Ada juga yang bukan menggunakan Linux, seperti RiscOS. Linux dipilih karena memiliki memori yang kecil sehingga dapat dijalankan dari media penyimpanan seperti SD card karena sifatnya yang tidak permanen. Di dalam sistim operasi Linux ini juga dilengkapi dengan aplikasi Scratch dan Phyton sebagai bahasa pemrograman.

Nah, seperti juga dengan para pendahulunya, -awal kemunculan komputer dahulu tidak dilengkapi dengan periferal (perangkat tambahan), sehingga perangkat analog seperti TV dan alat keluaran lainnya harus disambungkan melalui RCA, maka untuk menghubungkan misalnya monitor ke raspberry diperlukan kabel HDMI. Hal-hal seperti ini akan membangkitkan kreativitas para pengguna raspberry untuk mencari solusi dari masalahnya.

Eric Schmidt dari google dalam pidatonya di sebuah festival televisi internasional Edinburgh memberikan pendapatnya bahwa mengajarkan anak-anak hanya pada bagaimana menggunakan software dibanding menciptakannya, sama artinya menghilangkan warisan komputasi yang dimiliki anak-anak itu. (komputasi=kemampuan memecahkan masalah dengan menggunakan sumber daya komputer). Karenanya, sejak itu pimpinan perusahaan, pendidik dan pemerintah bersama-sama berupaya untuk mendukung perubahan kurikulum. Menanggapi hal ini, pemerintah menyatakan pendapatnya mengenai Raspberry PI.
“Much as the BBC Micro inspired a generation of computer programmes in the early 1980′s, the Raspberry PI could provide the platform for teachers and pupils to gain hands on programming experience.”

Dan mengutip kalimat Rob Mullins,”Kami ingin komputer di tangan anak-anak menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi mereka.”
Menggunakan raspberry seperti belajar alat musik. “Kamu diajari dari sekolah dan kemudian mempraktikkannya di rumah.”

sumber: diadaptasi dari majalah E&T, Fresh Fruit For Teacher. Volume 8 Issue 3 April 2013

Presentasi Teknologi

Posted by Enggar on 2nd April and posted in Seputar TIK

Jadi, saya memberikan tugas presentasi kepada murid. Tema presentasi adalah mengenai Teknologi. Siswa boleh mempresentasikan apapun mengenai teknologi, dari aplikasi sampai teknologi komputer itu sendiri.

Teknologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Maka, TV, mobil, satelit, kereta api dan segala sesuatu yang dimaksudkan untuk memudahkan kehidupan manusia disebut dengan teknologi.

Beberapa materi pembelajaran yang saya berikan terdahulu adalah contoh pengaplikasian teknologi komputer yang dapat kita nikmati. Hadirnya media sosial seperti facebook, twitter, ataupun keberadaan aplikasi seperti google map, instagram, skype, dan sebagainya semakin memudahkan pekerjaan manusia. Dengan mengetahui perkembangan teknologi yang ada maka diharapkan kamu dapat memanfaatkan perangkat teknologi secara optimal dan baik tentunya.

Maka, di presentasi ini saya ingin semua siswa saling belajar dan berbagi ilmu yang mereka miliki kepada kawan-kawan mereka lainnya (oya, Ibu guru pun ikut mendapatkan pengetahuan berharga dari presentasi semua muridnya ini loh ^-^. Terima kasih ya nak, presentasi kalian bagus-bagus).

Berikut ini beberapa tema yang dipilih dan telah dipresentasikan oleh siswa-siswa saya.

Tobii Gaze.
Tobii Gaze adalah teknologi mengoperasikan komputer dengan menggunakan pandangan mata.
Jika biasanya kita menggunakan mouse untuk menjalankan sebuah aplikasi maka dengan Tobii Gaze pengoperasian komputer dapat dilakukan melalui pandangan mata saja. Wow, keren, bukan?

Teknologi ini menggunakan bantuan kamera yang dapat mendeteksi gerakan mata si pengguna komputer. Seperti diakui oleh pihak Tobii Gaze bahwa sistem yang mereka buat ini belum sempurna, karena teknologi ini masih kesulitan untuk melakukan fitur zooming, sehingga diperlukan bantuan tombol scroll pada mouse. Selain itu jika pengguna tanpa sengaja menoleh maka kemungkinan besar aplikasi yang sedang terbuka akan tertutup.

Mengenai Tobii Gaze, videonya dapat dilihat di sini.

Sixth Sense
Teknologi Sixth Sense sebenarnya bukan ide yang baru. Elemen-elemen pembentuknya telah dikembangkan, seperti: “kaca tipis”, layar sentuh, NFC, dan lain-lain. Sixth Sense itu hanya nama yang diberikan oleh salah satu orang. Beberapa produsen seperti microsoft, samsung (?) dan lainnya telah mengembangkan ide itu ke dalam produk mereka.

Salah satu video yang dibuat oleh Microsoft mengenai ide “kaca tipis” bisa dilihat di bawah ini:

Google Viewer Underwater
Sekarang kamu bisa melihat keindahan bawah laut tanpa harus menyelam. Kok bisa? Nah, itu istimewanya. Aplikasi Google Viewer dapat memfoto dunia bawah laut dengan kedalaman sampai 100 meter. Penggunaan aplikasi ini serupa dengan produk aplikasi google lainnya yang sejenis, yaitu: Google Maps dan Google Earth.

Sayangnya, saat ini zona laut yang dapat diamati belum banyak. Beberapa diantaranya adalah Australia, Hawai, sedangkan untuk tingkat Asia baru Philipina. Bagaimana dengan Indonesia sebagai negara maritim yang tentu saja memiliki banyak laut? Nah, tugas kalian generasi muda untuk kelak bisa menambahkan Indonesia sebagai daftar laut yang tak boleh diabaikan di aplikasi Google ini. Atau bahkan barangkali kelak kalian membuat aplikasi yang lebih bagus dari Google Viewer? Mengapa tidak? :)

Panduan Blogging

Posted by Enggar on 31st March and posted in Seputar TIK

Tulisan ini khusus untuk murid-murid saya yang ingin mulai membuat blog.

Hal mendasar untuk mulai menekuni dunia blogging adalah konsistensi dalam menulis. Apakah kamu suka menulis? Apa yang ingin kamu bagi? Mulai saja menulis dengan hal-hal yang menjadi minat atau kegemaranmu. Kalau kamu suka jalan-jalan mengapa tidak membagi cerita pengalaman perjalananmu di blog disertai dengan foto atau video buatanmu sendiri. Kalau kamu suka menonton film atau membaca buku, tulis saja resensi dari film atau buku yang sudah kalian lihat atau baca. Yang suka main games juga bisa menulis tip dan trik memenangkan pertandingan pada sebuah game online, misalnya. Dan masih banyak. Tentukanlah topik khusus yang ingin kamu tulis di blogmu.

Dahulu, ketika dunia blogging mulai tumbuh, banyak pakar yang menyarankan untuk menulis sebuah topik yang nieche. Maksudnya, pilihlah sebuah topik khusus untuk blogmu. Ini adalah salah satu faktor utama agar blog kita dapat berkembang dan bersaing di dalam jutaan blog yang tersebar di seluruh dunia. Keuntungan blog dengan topik khusus diantaranya adalah: (dikutip dari tulisan Pak Budi Putra, di blog Beliau dahulu di http://wwww.thegadgetnet.com).
1. Lebih mudah dikenali karena memiliki differensiasi (pembeda).
2. Lebih mudah menyedot komunitas alias pengunjung blog.
3. Lebih mudah mengelolanya karena pemilik blog hanya perlu menongkrongi isu-isu yang terkait dengan topik tersebut, jadi tidak perlu menongkrongi semua topik.

Lalu, bagaimana kalau aku ingin membuat blog tapi aku tidak suka menulis? Aku lebih suka bercakap-cakap. Jangan khawatir, gunakan saja podcast sebagai media mu untuk berinteraksi dengan pengunjung. Atau kalau kamu suka membuat film, ganti media tulisanmu dengan film.

Nah, nggak ada alasan lagi donk untuk tidak mulai berblogging ^_^. Jangan niatkan untuk mencari penghasilan terlebih dahulu. Tapi, kuatkan niat untuk berbagi ilmu, dan menulislah dengan cinta dan antusiasme. Jangan lupa, masa depan blog ada di content (isi). Isi tulisan yang menarik dari blogmu dapat menarik pengunjung untuk datang dengan sendirinya. Isilah dunia dengan warna-warni tulisanmu yang mencerahkan. Let’s go blogging :)

Saran atas Hilangnya TIK di Kurikulum 2013

Posted by Enggar on 30th March and posted in Pendidikan

Terlebih dahulu tulisan ini bukan bertujuan untuk menolak kurikulum 2013. Dan juga bukan dimaksudkan sebagai aksi untuk menentang dihapuskannya mata pelajaran TIK dari kurikulum 2013. Barangkali sedikit cerita di bawah ini dapat membuka wawasan kita.

Di sebuah harian online, tepatnya di sini, dikisahkan bahwa menteri pendidikan nasional Inggris sedang melakukan revolusi besar-besaran sehubungan dengan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Mengapa? Menurut Gove, mengutip dari berita harian tersebut,”kurikulum ICT yang digunakan di sekolah-sekolah Inggris saat ini sebagai ‘tidak memicu motivasi dan membosankan’ karena para siswa belajar pada ketrampilan digital mendasar, seperti word processing atau perangkat lunak untuk menulis.”

Pembelajaran seperti di atas hanya melahirkan generasi pengguna. Sedangkan kita tahu bahwa anak-anak belajar dengan cepat untuk menggunakan sebuah aplikasi. Maka tidak heran jika kemudian sebagian orang berpikir bahwa pelajaran TIK di sekolah tidak perlu ada.

Kembali pada kisah di atas, apakah yang kemudian dilakukan menteri pendidikan nasional Inggris itu? Alih-alih menghapus mata pelajaran TIK di sekolah ia menawarkan 50 beasiswa senilai £20.000 untuk pelatihan guru ICT pada tahun pertama dengan sasaran awal sebanyak 500 guru. Para sarjana yang boleh mengajukan diri untuk bea siswa adalah yang memahami konsep-konsep komputer, seperti algoritma, logika, jaringan data, dan internet.

Gove mengharapkan agar para murid belajar tentang kode komputer sehingga mampu menghasilkan animasi yang sederhana atau membuat aplikasi untuk telepon pintar mereka.

Singkatnya, Cove ingin negaranya menghasilkan generasi pencipta (dan bukan sekedar pemakai aplikasi), seperti Mark Zukenberg penemu facebook, Larry dan Sergey penemu Google, dan lain-lain. Ia berharap akan banyak tumbuh para pengembang aplikasi. Dengan demikian kewirausahaan pun akan terangkat naik yang selanjutnya memajukan ekonomi negara itu sendiri.

Dan Inggris sudah memulainya. Memasuki awal tahun 2013 sekolah-sekolah di Inggris mendapat bantuan sebuah komputer bernama Raspberry. Komputer mini untuk anak belajar berkreasi.
raspberry
Informasi lengkap mengenai Raspberry bisa dibaca di sini. Komputer ini bisa dioprek (apa ya bahasa Indonesianya dioprek? ^-^. Pembelajaran ICT di Inggris memulai era baru dengan TIK Sains-nya.

Saya tiba-tiba teringat dengan kurikulum 2013 yang mengedepankan Sains, karena sains mengambil tema sentral untuk semua mata pelajaran. Sayangnya, mendikbud lebih memilih menghapus mata pelajaran TIK dibanding melakukan perubahan kurikulum TIK dengan pendekatan TIK Sains.

Guru memang bukan segalanya, mereka hanyalah pembuka jalan. Kisah Thomas Suarez, seorang anak laki-laki berumur 12 tahun yang menjadi pengembang aplikasi mungkin bisa menjadi tambahan bacaan yang menarik. Atau kisah remaja yang berusia 17 tahun dan aplikasinya dibeli yahoo di sini.

Sedikit cerita di atas mungkin bisa menjadi pertimbangan di dalam penghapusan mata pelajaran TIK. Pelatihan guru TIK serta perubahan kurikulum untuk mata pelajaran TIK barangkali bisa menjadi solusi yang dapat dipikirkan kembali.

Negara-negara maju sangat menghargai kemajuan teknologi dan pendidikan. Mengutip kalimat Presiden Finlandia bahwa negara yang maju adalah mereka yang mengutamakan pendidikan. Maka, segala kebijakan mengenai pendidikan sepatutnya mengedepankan kepentingan anak didik dan bukan dilandasi oleh kepentingan politis apapun.

Google dan Iklan

Posted by Enggar on 22nd March and posted in Seputar TIK

Minggu ini ketika saya mengajar di kelas X-7, ditengah-tengah persiapan presentasi kelompok siswa, seorang murid mengajukan pertanyaan. “Bu, kalau kita ke google kan gratis, terus google kan juga punya banyak karyawan. Kalau gratis terus karyawan google gajinya darimana?”

Ada yang bisa menjawab?
Yup, iklan. Bisnis utama google itu sebenarnya ada 2: mining data (mengumpulkan data atau informasi) dan bidding (lelang iklan).
Bentuk iklannya pun macam-macam. Iklan per klik, per view dan yang paling mahal bidding (lelang iklan).

Iklan per view dan per klik pasti sudah banyak yang mengetahui. Bagaimana denngan bidding?
Misalkan kamu ingin mencari informasi tentang kopi yang ada di Indonesia, kamu cukup mengetikkan “indonesian coffee”. Google akan menampilkan semua informasi yang berkaitan dengan artikel yang kamu inginkan. Sebagai contoh lihat gambar di bawah ini.
bidding1
Perhatikan, pada urutan paling atas tertera teks “Ad related to …”. Link tersebut memiliki warna latar yang berbeda dengan daftar informasi lainnya.
bidding2
Ruang di urutan teratas itu adalah tempat yang diperebutkan oleh banyak perusahaan. Maka, google melakukan lelang kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Siapa yang mampu membayar lebih mahal maka itulah yang berhak mencantumkan iklannya di deretan teratas.

Tentu, ada banyak ruang di halaman google yang mereka jadikan tempat iklan. Misalnya, di sebelah kanan. Namun iklan yang paling mahal adalah yang di atas itu.

Google akan memasang iklan-iklan perusahaan tersebut sesuai dengan topik informasi yang dicari. Seperti contoh di atas, ketika kamu mencari informasi mengenai kopi maka iklan yang muncul bisa saja kafe, atau perusahaan sejenis lainnya. Atau jika kamu mencari tulisan mengenai sebuah kota atau negara, maka iklan yang muncul bisa saja agen-agen wisata yang menawarkan tiket perjalanan, hotel, dan lain-lain. Jadi, iklannya pun tidak hanya satu tapi dalam satu pencarian yang sama bisa menampung beraneka ragam iklan.

Contoh: Kata kunci “Singapore”
singapore1
singapore2
Dalam contoh di atas, untuk pencarian Singapore, iklan yang muncul bisa saja berupa universitas yang menawarkan pendidikan dan tempat kursus untuk mahasiswa lokal atau asing di Singapore. Bisa juga berisi iklan agen wisata yang mnawarkan berbagai tempat-tempat menarik yang dapat kamu kunjungi di sana, dan sebagainya.

Nah, sekarang kamu pasti sudah tahu darimana google bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat itu. Dan bagaimana dengan facebook, twitter dan lainnya? Kalau sudah tahu jawabannya, nanti ganti kalian yang memberitahu Ibu ya.

catatan:
Larry dan Sergey adalah pendiri Google. Awalnya mereka menawarkan mesin pencari ini ke perusahaan-perusahaan. Namun saat itu produk mereka belum diminati. Kemudian keduanya memutuskan untuk menggratiskan program ini. Tak disangka ternyata program mereka disukai dan membantu banyak orang dalam mencari informasi yang mereka butuhkan. Kamu pasti tahu bahwa untuk mempromosikan sebuah produk maka kamu harus berada di tempat yang ramai agar produkmu dikenal orang. Maka, itu sebabnya mengapa banyak perusahaan berminat untuk memasang iklan mereka di google ;) .

Apa pesan moral yang ingin mereka sampaikan?
Bahwa kerja keras dan ketekunan tidak akan berbuah kesia-siaan. Dan berbagi ilmu kepada sesama akan memberikan hasil yang sepadan. Bukan begitu? :) .

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.