Bincang-bincang Santai Pendidikan
Posted by Enggar on 2nd May and posted in Goresan
Minggu lalu saya mengajak murid-murid berbincang. Saya minta mereka mengungkapkan pendapat mengenai pendidikan yang ada di di Indonesia. Awalnya mereka ragu. Kemudian saya mulai memancing dengan pertanyaan seputar kualitas guru, kurikulum, dan lain-lain.
Dan, tak lama obrolan itu mencair. Dari kualitas guru yang rendah, fasilitas di sekolah yang tidak memadai, beban kurikulum termasuk PR dan tugas yang banyak, dan lain-lain.
Pertanyaan saya berikutnya, “Apa bedanya anak Indonesia dengan anak-anak di belahan Eropa sana, misalnya?”
Kemudian, saya membacai ada jeda ketika mereka diam-diam menyadari perbedaan mendasar sikap mental anak di sini dengan di sana.
Murid saya bilang,”di luar anak-anaknya disiplin, tertib.”
Saya: Di Indonesia?
Murid: (Mereka tersenyum kecil)
Dan ketika mereka menyinggung fasilitas yang kurang memadai serta kualitas guru, ini pertanyaan saya untuk mereka:
Saya: Kalian mudah terkoneksi ke Internet, kan ya?
Murid: Iya, Bu
Saya: Di youtube itu banyak banget loh materi pelajaran yang bisa kamu pelajari, belum lagi ribuan artikel yang bisa kamu baca. Jadi, kalau di sekolahmu fasilitasnya kurang, kita bisa loh belajar dari video dan artikel-artikel itu. Ada banyak cara untuk belajar, bukan?
Murid: (senyum. entah senyum apa, semoga sih senyum nggak kesal ya? hehe)
Saya: Oya, tadi kamu bilang gurunya nggak bermutu? Nah, kalau kamu merasa gurumu tidak bermutu coba kamu perhatikan pasti ada banyak gurumu lainnya yang berusaha memberikan pendekatan pembelajaran dengan cara yang berbeda. Nah, ketika gurumu mencoba untuk memberikan pembelajaran yang berbeda, bagaimanakah reaksimu? Ikut mendukung atau biasa saja?
Nak, perubahan tidak bisa bergantung pada satu pihak. Jika kita ingin menjadi lebih baik, maka semua unsur harus bekerjasama, bergotong royong. Dan jangan berkutat pada hal-hal yang buruk saja. Yang masih baik dan perlu disyukuri pasti lebih banyak, kan?
Memang tidak bisa menafikan bahwa masyarakat kita senang menonton dibanding membaca buku. Itu sebabnya hampir di semua rumah memiliki televisi daripada rak buku. Berbeda dengan bangsa-bangsa maju. Membaca adalah ritual sehari-hari warganya. Tidak heran jika mereka memiliki rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, seni budaya dan sejarah. Kebiasaan membaca mendidik mereka memiliki rasa haus untuk terus belajar. Sehingga, anak-anak di luar sana memiliki kesadaran diri untuk belajar tanpa harus dipaksa. Mereka melakukannya dengan senang hati.
Lalu, apakah menonton tidak boleh? Tentu saja boleh donk. Tapi semua ada porsinya.
Pemerintah mungkin perlu upaya lebih keras untuk mendidik masyarakatnya. Eh, tapi tidak pemerintah saja sih, karena mengapa harus bergantung kepada pemerintah? Mulai saja dari diri kita sendiri, dari komunitas kecil yang kalian miliki misalnya. Seperti apa sih mendidik diri sendiri itu? Hal yang paling sederhana, membiasakan diri untuk mengantre, membuang sampah pada tempatnya. Sayang loh, ganteng dan cantik-cantik tapi membuang sampah sembarangan. Duh, hilang nanti cakep dan cantiknya ^-^. Menghargai orang lain. Nah, urusan menghargai ini banyak variasinya. Dua contoh di atas itu juga termasuk menghargai loh. Mendengarkan orang lain berbicara, memberi tempat duduk kepada orang tua, dan lain-lain.
Jika kita ingin menjadi negara beradab, maka kita harus melatih diri untuk menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Indah banget kan kalau Indonesia bisa seperti itu?
Semoga, di Hari Pendidikan Nasional ini, kita semua dapat belajar untuk menjadi lebih baik. Mengkritisi pemerintah atau siapapun boleh-boleh saja, tapi ada hal yang lebih utama dari itu semua, persiapkan diri kita terlebih dahulu untuk berubah. Kalau cuma memaki dan mencari celah kesalahan orang lain, siapa saja bisa kan? Tapi, bagaimana dengan diri kita sendiri? Mengkritisi, mengubah diri dan memberikan solusi, itu baru keren
Selamat hari Pendidikan Nasional untuk rekan guru dan murid-muridku.
Selamat berjuang untuk menjadikan diri sendiri dan orang-orang di sekitarmu bermanfaat.






























