Membuat mobil-mobilan Panel Surya

Di dalam materi Prakarya dan Kewirausahaan aspek Rekayasa untuk kelas XI Semester 1 materi pembelajaran adalah mengenai Pembangkit Listrik Sederhana.

Tulisan ini akan memaparkan cara membuat model alat pembangkit listrik energi surya dengan memanfaatkan panel surya. Produk rekayasa tersebut berupa mobil panel surya. Mobil-mobilan ini hemat energi tentu saja karena tidak menggunakan baterai untuk menjalankannya. Cara bikinnya mudah. Untuk projek mobil mainan ini memang belum diprogram oleh komputer, jadi memang betul-betul manual dan mengandalkan sinar matahari untuk menggerakkan si mobil.

Alat dan bahan yang dibutuhkan:
panel surya
Tempat ice cream atau botol plastik air kemasan
4 motor dan 4 roda (kalau tidak ada 4 cukup 2 roda dan satu lagi bahan pengganti untuk roda ketiga)
papan roti (optional).

Cara membuat
1. Buat lubang kecil di penutup kotak ice cream. Sesuaikan letak lubang dengan sumbu (+) (-) yang ada di panel surya. Karena sumbu (+) (-) yang akan digunakan di contoh ini terletak di tengah maka penempatan lubang juga disesuaikan di tengah kotak ice cream.
mobil-1

2. Rekatkan panel surya di penutup kotak ice cream dengan menggunakan double tape. Tempel di sisi tepi panel suryanya.
mobil2

3. Sambungkan kabel ke sumbu (+) (-) yang ada di panel surya dengan cara menyoldernya.
mobil1

4. Selanjutnya buat lubang atau bor di kedua sisi kotak ice cream untuk meletakkan roda mobil. Sambungkan roda dengan motornya.
mobil3

5. Pasang kabel sesuai aturannya, (+) dengan (+), (-) dengan (-). Pemasangan kabel bisa juga dicermati pada mobil mainan yang menggunakan baterai. Di sini kami menggunakan bread board (papan roti) semata untuk menghindari proses penyolderan. Jadi, kalau mau disolder juga nggak pp. Atau bisa juga melihat rangkaian elektronikanya di bawah ini.
mobil

6. Untuk yang hanya menggunakan 2 roda gunakan bahan alternatif lain untuk roda ketiga. Roda ketiga ini berfungsi untuk menyeimbangkan posisi mobil.

7. Letakkan di bawah sinar matahari. Tada, mobil mainan panel surya mu telah siap dijalankan.

Oya, silakan berkreasi sendiri untuk bentuk mobilnya. Yang kami buat di sini sangat sederhana :).

Prinsip kerja mobil panel surya
Panel surya menangkap dan menyerap sinar matahari secara langsung yang kemudian digunakan untuk menjalankan mobil.

Panel surya tidak menyimpan energi yang ada pada sinar matahari sehingga jika tiba-tiba langit mendung atau panel surya tidak mendapat sinar matahari maka mobil mainan panel surya di atas tidak dapat berjalan. Untuk menyiasati hal tersebut kita dapat menambahkan aki atau baterai untuk menyimpan sinar matahari sehingga mobil mainan tetap dapat dimainkan walau tidak memperoleh sinar matahari.

Mobil panel surya merupakan teknologi masa depan yang ramah lingkungan serta solusi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Kenapa ramah lingkungan? Karena pemanfaatan dari sumber-sumber energi terbarukan (seperti air, angin, matahari, biomassa/biogas) memiliki emisi gas buang yang rendah sehingga tidak menimbulkan polusi.

Beberapa kreasi mobil panel surya yang dapat dibuat. Sumber: Google.
solar-water-bottle1 sunny_side_up_parts_n11

KT-CARKIT4_2

mini-solar-toy-car-DIY-solar-car-solar-energy-toy-vehicle-for-children-education

ssu_11

Hm, bikin apalagi ya? 🙂

Kincir Angin

Salah satu produk rekayasa pembangkit energi listrik sederhana tenaga angin adalah kincir angin. Untuk membuat kincir angin seperti di bawah ini alat dan bahannya murah saja kok. Namun yang perlu diperhatikan adalah jangan lupa menyiapkan multitester atau ada yang menyebutnya dengan multimeter atau VOM (Volt-Ohm meter). Multimeter ini berfungsi untuk mengukur tegangan (voltmeter), arus listrik (amperemeter) dan hambatan (ohm-meter). Alat ini dapat mengukur listrik AC dan DC.
FullSizeRender (1)

Multimeter di sini juga dapat membantu untuk menentukan sumbu positif dan negatif LED’s yang kita tempelkan di dinamo kincir. Alat ini juga membantu untuk mengetahui tegangan yang dihasilkan dari putaran kincir. Untuk menyalakan sebuah lampu led kecil maka tegangan yang dibutuhkan cukup 0.6 volt atau setara 600 milivolt.

Berikut ini adalah kreasi kincir angin yang saya buat sebagai bahan demo kepada murid-murid.
Cerita saya yang lain tentang pembuatan kincir angin ada di sini.

Asyik juga memandang kincir angin kita berputar-putar ketika ditiup angin, apalagi melihat lampu led nya menyala di malam hari.

#save energy dari sekarang 🙂

Teaching with Technology

Selasa, 25 Agustus Eduspec dan Microsoft mengadakan acara talk show dengan tema Teaching with Technology di atamerica. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Kebanyakan peserta yang menghadiri adalah kalangan pendidikan termasuk Bapak/Ibu Kepsek dan Guru.

“Many who know me say i am also defined by my curiosity and thirst for learning. I buy more books than i can finish. I sign up for more online course than i can complete. I fundamentally believe that if you are not learning new things, you stop doing great and useful things.” ~ Satya Nadella, Microsoft CEO.

Di atas adalah kalimat pembuka dari presentasi nara sumber pertama, Bapak Obert Hoseanto dari Microsoft. Menurut Pak Obert, kegiatan pembelajaran yang baik perlu memperhatikan ke-4 hal di bawah ini, yaitu:
1. The need for change
2. The journey to transformation
3. Skills for the future
4. The role of technology

Sementara itu, Pak Obert juga memberikan ulasan dari Unesco mengenai kompetensi ICT yang harus dimiliki oleh seorang Guru. Daftarnya bisa dilihat di bawah ini.
IMG_1532
Menjadi seorang Guru di era digital mensyaratkan kemampuan Guru untuk mampu berinteraksi dengan teknologi informasi dan komunikasi. Menyikapi hal tersebut Microsoft sebagai salah satu perusahaan perangkat lunak komputer menyediakan wadah bagi komunitas Guru dan Pendidik untuk belajar bersama dalam sebuah laman yang bernama Microsoft Educator Newtwork di sini. Situs ini berisi berbagai inovasi pembelajaran abad 21, dan pelatihan-pelatihan yang dapat diikuti oleh Guru secara gratis.
Nah, berminat? Silakan mendaftar dan ikuti berbagai kursus dan pelatihan yang mereka berikan.

Pembicara kedua, Pak Indra Charismiadji, seorang pakar pendidikan mengemukakan pentingnya Memanfaatkan Teknologi dalam Mengajar. Pendekatan pengajaran yang diberikan seorang Guru dewasa ini semustinya tidak lagi sama dengan jaman dahulu. Anak-anak kita saat ini adalah mereka yang disebut dengan digital native, yaitu anak-anak yang hidup dalam dunia digital. Sejak lahir mereka sudah lekat dengan teknologi. Berbeda dengan orang dewasa yang diistilahkan dengan digital immigrant, yaitu mereka yang mengenal internet setelah dewasa. Maka, pendekatan pengajaran dengan anak-anak digital native ini tentu lah berbeda dengan kita dahulu orang dewasa. Jika anak-anak digital immigrant mengandalkan Guru dan buku sebagai sumber informasi maka generasi digital native dapat dengan mudah mengakses informasi dari manapun. Melalui perangkat gadget mereka dapat berselancar di internet dan bebas mengakses informasi, pun berbagi dan berkomunikasi.

Dengan demikian peran Guru bergeser menjadi fasilitator, orang dewasa yang mendampingi dan mengarahkan peserta didik agar dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi dengan benar sehingga membuat pendidikan berjalan lebih sistematis dan efisien.

Menurut Pak Indra, Pembelajaran abad 21 tidak lagi menjadikan Guru sebagai sumber informasi namun menjadi jembatan informasi, atau Pak Indra mengistilahkannya dengan infokultur.

IMG_1540

Oya, ada salah satu tayangan menarik mengenai anak-anak dari sebuah sekolah yang terhubung ke kawan-kawan mereka dari kota lain. Mereka diminta menebak dari kota mana kawan mereka berasal. Mereka boleh mengajukan pertanyaan kepada kawan mereka di kota lain tersebut. Melalui berbagai petunjuk yang diberikan mereka akhirnya dapat menebak kota kawan mereka berasal.
Di dalam video tersebut kita dapat melihat bagaimana anak-anak berkolaborasi, serta menggunakan berbagai media seperti peta, internet, dan lainnya untuk menemukan petunjuk yang diberikan. Seru? Tentu saja 🙂

Skye bukanlah satu-satunya, ada banyak aplikasi yang sebenarnya bisa dioptimalkan tidak hanya untuk menunjang KBM di kelas namun juga memudahkan pekerjaan seorang Guru, seperti Skype, OneDrive, OneNote, dan lain-lain.

Ingin menjadi Guru abad 21? Beralihlah ke teknologi :).

Terima kasih untuk Eduspec, Microsoft dan Atamerica untuk berbagi pengetahuan kepada kami. Ditunggu acara serupa lainnya 🙂

GE Garage

GE Garage adalah wadah untuk membangun keterampilan kreatif yang menyediakan pengalaman praktik secara langsung menggunakan teknologi mutakhir dan berkolaborasi dengan para inovator yang diwujudkan dalam bentuk seminar atau workshop.

GE Garage sebelumnya telah berhasil di 3 negara, Amerika, Eropa dan Afrika. Awalnya program GE Garage didirikan dengan tujuan untuk membangkitkan semangat masyarakat Amerika Serikat dalam teknologi baru, penemuan dan inovasi baru serta menemukan solusi baru dalam manufaktur.

Pada kesempatan yang lalu, tepatnya dari tanggal 18-24 Agustus, GE Garage menjadi ajang kolaborasi para inovator teknologi di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan selama seminggu ini, dari tanggal 18-24 Agustus diisi oleh banyak acara berupa seminar dan workshop.
gg5
3 D Printing.

GE Garage di Indonesia ini terwujud berkat kolaborasi GE dan MakeDonia. MakeDonia sendiri adalah forum untuk inovasi dan membangun jejaring bagi semua penemu, pembuat dan komunitas makers.

Untuk mengikuti acara ini gratis. Namun sebelumnya Anda diminta untuk registrasi terlebih dahulu. Saya sendiri mengetahui informasi ini dari seorang kawan. Pendaftaran untuk beberapa sesi langsung full. Maklum, tema materinya memang banyak yang menarik :). Menariknya, di GE Garage ini ruang atau kelas untuk workshop terbuka sehingga walaupun kita tidak mendapat tempat ketika pendaftaran kita masih bisa loh turut mendengarkan. Buat saya ini menguntungkan. Apalagi jika acaranya bagus-bagus dan kita inginnya ikut semua sesi.. hehe.

Beberapa sesi yang saya ikuti adalah sebagai berikut:
19 Agustus 2015: Social enterprise networking #1, education and technology.
Ada 3 pembicara. Materi pertama mengenai HAKI. Ini pengetahuan yang harus diketahui bagi para inovator untuk melindungi karya-karya mereka. Kedua, Clevio, kursus pemrograman edu games untuk anak. Terakhir, maafkan saya lupa.
gg13
Masih di hari yang sama, saya mengikuti workshop Steam workshop #2: computer program development basic coding. Di sini narasumber mengenalkan konsep pemrograman. Menurut Beliau ada 3 proses dalam algoritma yang harus dipahami oleh seseorang yang ingin menjadi seorang programmer, yaitu: Sequential, Looping, dan Conditional. Selebihnya berbagi untuk projek-projek yang pernah Beliau kerjakan, sebagian besar untuk aplikasi Android. Dan sebagai wakil Google, memang sudah semustinya doi mempopulerkan si Android ini .. hehe.

Dan sore menjelang malam masih ada lagi startup meetup yang kami hadiri dengan tema Human Centered Design. Sesuai judulnya, semua berkaitan dengan desain.

Tanggal 20 Agustus 2015, ini adalah sesi yang paling menarik, yaitu Generic workshops: Arduino Hardware, Bluetooth Controlled Rainbow Light. Setiap peserta diberikan arduino rainbow kit. Kami membuat lampu pelangi yang dapat diremote melalui HP. Selain merangkai alatnya, termasuk menyolder komponen. Bayangkan, sudah sekian tahun saya tidak pernah memegang solder, nderedeg sedikit ada juga sih :). Setiap peserta juga diberikan kardus untuk membuat desain untuk produk lampu nya. Sungguh deh, nggak ada bayangan mau bikin desain yang seperti apa, eh ujug2 aja jadi bangunan yang mengingatkan saya pada tampilan gedung opera house.. hihihi.
gg11

Nah, ini penampakan rainbow leds buatan saya. Lumayan lah buat pemula ;-).
Dan, tau nggak kawan, ternyata arduino rainbow kit nya boleh dibawa pulang, termasuk hasil buatan kita tadi. Wow, keren, kan? Ini semua gratis loh 🙂
gg15

Cara kerja rainbow light

Tadinya sih saya mau ikutan social enterprise meetup: thinkering woman and technology, tapi karena jam nya tabrakan sama arduino dan produk saya belum selesai maka batal lah saya masuk ke seminar tersebut.

Terakhir, 22 Agustus 2015 niatnya mau ikut Steam workshop #5: Saturday music party with little bits, tapi akhirnya memutuskan melihat dan menunggu karya keponakan dengan little bitsnya.
gg3
Showcase with little bits.

Nah, sekian dulu cerita saya tentang rangkaian kegiatan yang saya ikuti di acara GE Garage minggu lalu. Semoga bermanfaat dan memberi gambaran tentang apa itu GE Garage. Barangkali kapan-kapan mereka membuat acara yang sama, karena antusiasme masyarakat cukup baik. Karena itu, sering-sering masuk ke laman mereka di sini. Dan kalau ada acara serupa di atas, jangan lupa kasi tau saya ya 🙂

Mengendalikan LED dengan Sensor Cahaya

Baru ketemu video nya nih, ini projek arduino dengan sensor cahaya. Bisa diterapkan buat lampu taman, lampu di halaman dan lampu dimanapun :).

Alat yang dibutuhkan:
Arduino Uno
Analog Ambient Light Sensor V2
Sensor cahaya
LED
kabel USB
3 kabel jumper

LED (light emitting diode) adalah komponen dasar yang sering digunakan untuk rangkaian elektronika. Lampu LED banyak digunakan untuk projek arduino karena bentuk lampunya yang kecil memudahkan kita untuk melihat hasil program secara langsung. Kalau sebelumnya saya pernah menulis tentang projek pertama dengan arduino yaitu membuat lampu kelap-kelip, kali ini sedikit melangkah lebih (sedikit karena sebenarnya projeknya serupa.. hehehe) dengan menambahkan sensor cahaya.

Tujuan bikin projek ini sebenarnya buat demo ke murid-murid. Materi pembelajaran yang seharusnya saya ajarkan adalah mengenai pembangkit listrik tenaga surya. Berhubung kemarin-kemarin si solar cell nya menyelip entah kemana maka saya ganti saja dengan lampu kelap-kelip dengan sensor cahaya. Nggak nyambung ya? :(. Untungnya, sebelum projek ini saya demo kan ke murid-murid si solar cell-nya ketemu… yeah, Alhamdulillah. Tetapi, kali ini giliran saya yang belum sempat bikin projeknya.

Dari hasil browsing maka ketemu lah panduan membuat rangkaian alat untuk mengontrol LED menggunakan sensor cahaya atau Analog Ambient Light Sensor. Cara kerja alat ini sederhana, yaitu ketika sensor mendeteksi cahaya maka LED akan mati dan sebaliknya.

Cara bikinnya:
Rakit rangkaian, buat program dan upload.

Analog Ambient Light Sensor V2
11986955_10207881095255240_9042555586904385792_n

1 S = sinyal (A0)
2 VCC = Volt (5)
3 GND

11933382_10207881095015234_4850331799472354029_n

Programnya saya lihat di sini 🙂

Mau lihat hasilnya? sila ditengok video di bawah ini 🙂

GE Garage Come to Indonesia

Dikutip dari laman [Acara.co.id], GE Garage adalah sebuah ruang lab berisikan peralatan inovatif, teknologi mutakhir, dan pelatihan keterampilan yang akan menentukan masa depan dari industri manufaktur. Inilah pertama kalinya GE Garage di adakan di negara ASEAN, dan Indonesia beruntung dapat menjadi yang pertama. Sejak dimulai pada Maret 2012, GE Garage pernah di adakan di Berlin, Brussel, Washington DC, dan beberapa kota maju lainnya. GE Garage didukung penuh oleh General Electric (GE), perusahaan asal Amerika Serikat yang fokus pada pengembangan teknologi.

The Indonesia Garage powered by GE
Tahun ini GE Garage membawakan tema Open Innovation, yang mengundang para inovator untuk datang dan berperan serta dalam memberikan ide prototipe, desain baru, melihat kembali produk GE untuk meningkatkan kecepatan proses manufaktur dari pikiran menjadi siap guna di lapangan.

Berikut rundown jadwal acara GE Garage Indonesia setiap harinya:

Rundown Jadwal Acara GE Garage
Rundown Jadwal Acara GE Garage

Buat para updaters yang bekerja di bidang teknologi, jangan kelewatan acara keren yang satu ini. Jadi lah yang terdepan dalam inovasi teknologi! (SA)

Summary
Event​GE’s Garage Jakarta Indonesia 2015
Location ​ Ciputra Artpreneur, Jalan Professor Doktor Satrio Kav. 3-5, Ciputra World 1,Jakarta Selatan,Jakarta

Untuk informasi lengkapnya silakan langsung ke laman mereka di sini http://www.gegaragesindonesia.com/

Rundown jadwal acara
IMG_6759

Datang yuk rekan pendidik, ajang yang bagus loh buat update ilmu pengetahuan dan teknologi 🙂

Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X

Merujuk kepada Kurikulum 2013 yang menyatakan bahwa mata pelajaran TIK akan diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran, yang tentu saja dalam hal ini mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan pun termasuk di dalamnya, maka saya mencoba mensinergikan kearifan lokal dari mata pelajaran Prakarya Kerajinan Tekstil dengan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat bantu belajar dan ilmu pengetahuan kepada murid-murid saya.

Kualitas siswa berinteraksi dengan perangkat tik tetap mengambil porsi besar diselingi dengan keterampilan tangan (kerajinan). Saya percaya apa yang terdapat di dalam silabus adaah kompetensi standar yang harus dimiliki siswa. Akan lebih baik jika kompetensi lainnya pun dimiliki oleh siswa sebagai bekal pengetahuan mereka di masa depan.

Jadi, di semester 1 tik akan berperan sebagai alat bantu siswa-siswa saya belajar mengenai kerajinan tekstil dan di semester 2 tik akan berperan sebagai pengetahuan untuk mereka merancang sebuah toko online sebagai bagian dari satu bentuk mengarahkan anak-anak muda Indonesia untuk membangun bisns di industri kreatif.

So, rekan Guru TIK yang barangkali sekarang mengajar mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, ajak anak-anak kita melihat dunia mereka saat ini. Bantu mereka untuk kelak bisa membangun wirausaha mandiri dan berperan serta memajukan Indonesia melalui industri kreatif digital.

Jadi, apakah ada TIK nya di mata pelajaran Prakarya dan Keterampilan yang saya ampu? Tentu saja, karena kita tidak bisa menafikan bahwa teknologi informasi dan komunikasi berperan besar di dalam kehidupan keseharian manusia :).

Untuk slide, silakan dilihat di sini.

RPP silakan dikembangkan sendiri-sendiri ya :).

Belajar Berwirausaha melalui Toko Online

Sekolah tempat saya mengajar adalah sekolah yang terpilih untuk menerapkan kurikulum 2013. Kegiatan belajar dengan kurikulum 2013 ini sudah kami lakoni selama 1.5 tahun. Saya yang sebelumnya mengajar TIK (Teknologi Komunikasi dan Informasi) beralih peran untuk mengajar Prakarya dan Kewirausahaan.

Beruntungnya, sekolah saya memberikan kebebasan bagi Guru Prakarya (TIK) untuk mengembangkan kurikulum Prakarya dan Kewirausahaan sendiri dengan tanpa menghilangkan keterampilan dan pengetahuan di bidang TIK.

Merujuk kepada beberapa hal di bawah ini:
1. Isi dari Bab Pendahuluan di Buku Guru Prakarya dan Kewirausahaan SMA/MA/SMK/MAK Kelas X dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2014, “…pembelajaran Prakarya di tingkat sekolah lanjutan pertama didahului dengan wawasan tentang kearifan lokal di lingkungan sekitar menuju teknologi terbarukan.”
2. Tujuan Prakarya dan Kewirausahaan diantaranya adalah, “menumbuhkembangkan jiwa wirausaha melalui melatih dan mengelola penciptaan karya (produksi), mengemas, dan menjual berdasarkan prinsip ekonomis, ergonomis, dan berwawasan lingkungan”,

Maka, saya mencoba mensinergikan kearifan lokal dengan pemanfaatan teknologi dengan harapan kolaborasi diantara keduanya dapat memberi peluang dan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda untuk memasarkan produk atau hasil karya mereka.

Setelah siswa berhasil membuat produk kerajinan maka langkah berikutnya adalah menjual. Kalau umumnya siswa menjual produk mereka di acara pentas seni, bazar sekolah dan lain sebagainya maka saya ingin kali ini mereka memanfaatkan internet untuk mempromosikan dan memasarkan produk buatan mereka.
ol1
Nah, saya berpikir mengapa tidak mengajarkan mereka membuat toko online? Toko online memenuhi persyaratan untuk metode pemasaran yang mengusung prinsip ekonomis dan kreatif sekaligus.
Maka, dengan memanfaatkan layanan gratis blogspot saya mengajarkan siswa-siswa saya membuat dan mengedit toko online mereka sendiri, dari memilih dan memasang template blog toko online, merapikan menu, serta membuat form pemesanan.

Seru dan anak-anak cukup antusias. Siswa-siswa saya memang baru belajar berwirausaha, walau beberapa diantaranya sudah mencoba berbisnis dengan menjadi reseller atau pun dropshipper. Selama ini mereka lebih sering melakukan transaksi melalui forum jual beli Kaskus. Mereka juga menggunakan instagram, whatsapp atau line untuk memasarkan produk. Dengan belajar membuat toko online mereka bisa memiliki kesempatan untuk meraih target pasar yang lebih luas.
Untitled-3 copy
Nah, baru-baru ini saya dikenalkan oleh partner tentang sebuah situs toko online Jarvis. Saya juga sudah mencoba membuat toko online di sana. Kalau tahun lalu saya mengenalkan blogspot sebagai layanan blog untuk membuat toko online, mudah-mudahan tahun ajaran yang akan datang saya bisa mengenalkan Jarvis untuk murid-murid saya. Mumpung libur, Ibu Guru mau belajar fitur-fitur yang ada di Jarvis dulu ah, biar nanti bisa mengajari murid-muridnya :).

Oya, ingin lihat toko online kreasi murid-murid saya? Silakan ke sini ya. Sstt, jangan bilang-bilang ya, Ibu Guru mau promosi toko online murid-muridnya ;-). Monggo kalau Anda ingin pesan produk mereka, dijual beneran juga loh itu :).

11393046_10207204903350865_7930134582858340801_n

Penulisan buku “Belajar Pemrograman untuk Anak” ini tercetus dari adanya perubahan kurikulum yang diberlakukan di UK untuk mata pelajaran ICT (TIK). Pada tahun 2013 menteri pendidikan nasional Inggris, Michael Cove mengenalkan kurikulum TIK baru yang mengedepankan pembelajaran TIK Sains. Menurut Cove, pelajaran TIK yang lalu hanya menekankan keterampilan digital dasar. Cove ingin pembelajaran TIK Sains dikenalkan kepada anak-anak sejak dini, dan itu artinya pelajaran computing dimulai dari sekolah dasar. Anak-anak akan belajar menganalisa masalah-masalah pada komputasi sambil menerapkan prinsip-prinsip dan konsep abstraksi, logika, algoritma dan representasi data. Pembelajaran itu akan berlanjut sampai ke sekolah menengah sehingga memberikan landasan yang kokoh bagi siswa.

Anak-anak dengan keterampilan dan pengetahuan tentang kode komputer akan melahirkan orang-orang seperti Mark Zuckerberg (pendiri Facebook), atau Larry Page dan Sergei Bin (pembuat mesin pencari Google). Tumbuh besarnya para pencipta aplikasi (dan produk) ini akan membangkitkan dunia kewirausahaan yang sekaligus juga turut meningkatkan ekonomi negara.

Belajar pemrograman tidak sekedar bertujuan agar semua anak menjadi programmer. Namun, pemrograman dapat membantu anak mengembangkan keterampilan matematika dan logika, meningkatkan kreativitas, serta melatih mereka untuk memecahkan masalah. Keterampilan dasar di atas akan membantu anak menghadapi kehidupan mereka di masa depan.

Bercemin pada kisah di atas maka saya ingin sekali mensosialisasikan pentingnya pelajaran TIK Sains untuk anak-anak kita, terlebih pada tahun yang sama menteri pendidikan saat itu menghapuskan mata pelajaran TIK di sekolah.

Di buku ini saya memiih Scratch sebagai tulisan untuk aplikasi pemrograman visual. Scratch sendiri adalah aplikasi yang disarankan oleh para pengajar sekolah-sekolah di Inggris untuk mengenalkan konsep pemrograman dasar kepada murid-murid mereka dari SD sampai SMA. Scratch ini nantinya juga bisa dikolaborasi dengan raspberry (komputer mini) atau arduino (mikrokontroller) untuk bisa menghasilkan sebuah produk. Contohnya seperti ini nih. Keren, bukan? :). Saya yakin anak-anak kita pasti bisa mencipta berbagai produk atau aplikasi yang menarik.

Jangan membayangkan pemrograman sebagai hal yang rumit, saat ini ada banyak tersedia aplikasi pemrograman visual yang menarik dan mudah dipelajari, bahkan oleh orang dewasa yang awam sekalipun. Belajar pemrograman akan menjadi lebih menyenangkan, tentu saja.

Semoga bermanfaat. Amin yra.