<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Tiada Henti &#187; Erlangga</title>
	<atom:link href="http://enggar.net/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://enggar.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 May 2012 09:40:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Maklumat</title>
		<link>http://enggar.net/2012/05/04/maklumat-2/</link>
		<comments>http://enggar.net/2012/05/04/maklumat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 16:50:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Erlangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=4656</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari blog ini sempat down. Link halaman dan artikel tidak bisa diakses. Dan saya baru sungguh menyadarinya malam ini. Blog ini memang pindah hosting. Alasan saya pindah salah satunya kuota bandwith terbatas. File-file yang ada di halaman Erlangga dan Files di blog ini memang paling banyak di-unduh. Sebagian file-file itu ada juga yang saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari blog ini sempat down. Link halaman dan artikel tidak bisa diakses. Dan saya baru sungguh menyadarinya malam ini. </p>
<p>Blog ini memang pindah hosting. Alasan saya pindah salah satunya kuota bandwith terbatas. File-file yang ada di halaman Erlangga dan Files di blog ini memang paling banyak di-unduh. Sebagian file-file itu ada juga yang saya titipkan ke tempat penyimpanan file gratis seperti ziddu. Namun, dampaknya file jadi sulit di-unduh. Bukan maksud saya untuk membuat sulit Bapak dan Ibu guru, tapi saya belum sempat memberesi blog. </p>
<p>Rencana lama untuk pindah hosting akhirnya baru bisa terlaksa beberapa hari lalu. Itu karena dalam waktu dekat saya harus mengunggah file-file yang dibutuhkan untuk melengkapi buku TIK KTSP terbaru.  </p>
<p>Sementara itu beberapa file lama yang tersimpan di ziddu masih belum sempat saya pindahkan. Insya Allah setelah review ke-enam buku selesai dan siap terbit saya akan rapikan. Setidaknya sementara ini pindah hosting dulu ya.. hehe.</p>
<p>Mohon maaf atas ketidaknyaman yang disebabkan perpindahan hosting. Malam ini semua file dan artikel sudah bisa diakses kembali. Terima kasih atas perhatian rekan-rekan semua. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2012/05/04/maklumat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Talk Show dari E-Magz</title>
		<link>http://enggar.net/2012/03/31/talk-show-dari-e-magz/</link>
		<comments>http://enggar.net/2012/03/31/talk-show-dari-e-magz/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 08:17:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Erlangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=4550</guid>
		<description><![CDATA[Rabu tanggal 28 Maret 2012 Esensi yang merupakan imprint dari Penerbit Erlangga meluncurkan web magazine mereka di alamat http://esensi.co.id. Ini adalah web yang dikhususkan untuk artikel seputar wanita, Ibu dan Anak. Diperkenalkan pula http://onherdesk.com , di sini Anda dapat memesan buku secara online. Dalam acara itu Esensi mengadakan talk show berjudul &#8220;Asupan yang Sehat dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu tanggal 28 Maret 2012 Esensi yang merupakan imprint dari Penerbit Erlangga meluncurkan web magazine mereka di alamat http://esensi.co.id. Ini adalah web yang dikhususkan untuk artikel seputar wanita, Ibu dan Anak. Diperkenalkan pula http://onherdesk.com , di sini Anda dapat memesan buku secara online. Dalam acara itu Esensi mengadakan talk show berjudul &#8220;Asupan yang Sehat dan Lezat untuk Tumbuh Kembang Anakku&#8221; dengan nara sumber Dr. Attila Dewanti SpA dari Brawijaya Women and Children Hospital, Dr. Fatmah, MSc. ahli gizi dari FKM UI, dan tim MammaKanin, penyedia homemade baby food. Para pembicara akan mengupas pentingnya asupan gizi yang baik dan seimbang untuk tumbuh kembang anak. Bertempat di Ecletic Resto and Bar,  Cilandak Town Square para undangan kebanyakan wanita muda beserta putra-putri mereka. Ada juga yang didampingi oleh para suami. </p>
<p>Beberapa bahasan yang sempat saya rangkum adalah berikut ini:</p>
<p>Dr. Attila memaparkan ciri anak yang kekurangan dan kelebihan gizi. Untuk anak-anak yang kekurangan gizi ditandai oleh gerak mereka yang tidak aktif, malas, serta wajah yang pucat. Bila tanda-tanda ini dibiarkan maka dampak selanjutnya adalah kaki dan perut membengkak. Demikian juga untuk anak yang kelebihan gizi: si anak lebih lambat geraknya dari anak sebayanya, perut buncit. Di usia dewasa anak rentan terjangkit hipertensi dan kecing manis. Anak-anak yang obesitas pun mempunyai kecenderungan untuk penyakit jantung koroner di usia muda.</p>
<p>Dr. Fatmah, ahli gizi, mengupas tentang makanan organik. Anak-anak boleh dikenalkan pada makanan organik. Namun sebaiknya juga dicampur karena tidak semua makanan organik memiliki kandungan gizi yang tinggi. Makanan organik sendiri adalah makanan yang diolah dengan meminimalkan penggunaan obat kimia seperti pestisida, biasanya untuk sayur, dan buah. </p>
<p>Asupan untuk anak sebaiknya juga bervariasi. Jika pola asupan makanan telah seimbang sebaiknya jangan ditambahkan dengan vitamin-vitamin karena dapat menyebabkan toksin dalam tubuh. </p>
<p>Dr. Atilla juga menyarankan orang tua agar tidak mengenalkan rasa manis atau asin pada anak-anak balita. Untuk mengganti rasa manis bisa diganti pisang dan asin dengan keju. </p>
<p>Oh ya, ada saran yang mungkin patut untuk direnungkan. Bukan hal yang aneh jika anak-anak saat ini sudah sangat familiar menggunakan IPAD. Boleh-boleh saja mengenalkan IPAD pada anak tapi jangan lupa untuk memberikan crayon untuk melatih syaraf motorik mereka. Crayon dapat diberikan ketika anak-anak berusia satu tahun. Biarkan saja anak-anak menggambar sebebasnya, coretan-coretan tak jelas tidak masalah, yang penting adalah melatih syaraf mereka. Dr. Atilla juga meminta orang tua untuk tidak terlalu khawatir kepada anak-anak mereka, misalnya takut crayon dimakan dan lain-lain. Yang utama adalah dampingi anak Anda, sehingga hal yang kita khawatirkan dapat dicegah.</p>
<p>Kira-kira seperti itu yang bisa saya rangkum. Untuk lebih lengkapnya mungkin Anda dapat membaca buku Ensiklopedia Kesehatan Anak yang diterbitkan oleh Esensi.<br />
<a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2012/03/1_kesehatan-anak.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2012/03/1_kesehatan-anak-230x300.jpg" alt="" title="1_kesehatan anak" width="230" height="300" /></a><br />
Setelah talk show diadakan demo cooking yang dipandu oleh Tim MammaKanin. Ini tentu acara yang ditunggu-tunggu oleh para Ibu dan putrinya. Beberapa peserta yang telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam acara ini dipersilakan ke depan. Bahan-bahan makanan telah dipersiapkan, Ibu dan anak dibantu tim MammaKanin bersama-sama sibuk membuat kue. Menu pertama adalah membuat cookies, kedua membuat yoghut buah (saya lupa nama makanannnya :]. Rasanya? Wow, jangan tanya, enak donk. Dan yang pasti Ibu dan anak pun dapat membawa pulang kue bikinan mereka berdua :><br />
<a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2012/03/photo10.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2012/03/photo10-300x225.jpg" alt="" title="photo(10)" width="300" height="225" /></a><br />
<a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2012/03/photo11.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2012/03/photo11-300x225.jpg" alt="" title="photo(11)" width="300" height="225" /></a><br />
Acara ditutup dengan berbagai door prize dari para sponsor dan Esensi sendiri. </p>
<p>Oh ya, selama acara berlangsung ada beruang pinky yang melirik-lirik saya terus. Duh, gemas. Alhasil, satu paket buku masakan saya bawa pulang, tentu dengan membawa serta si beruang merah muda itu donk. Si beruang ini pinter banget merayu saya.. hehe. Mungkin dia tahu bahwa di rumah ada banyak teman-temannya menunggu <g>.<br />
<a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2012/03/photo13.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2012/03/photo13-300x225.jpg" alt="" title="photo(13)" width="300" height="225" /></a><br />
Untuk Pak Joko yang telah mengundang saya datang ke acara ini, terima kasih banyak. Banyak sekali buah tangan yang saya bawa. Satu paket buku dengan si Pinky, door prize dan goodie bag.<br />
<a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2012/03/photo142.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2012/03/photo142-300x225.jpg" alt="" title="photo(14)" width="300" height="225"/></a><br />
Sukses untuk Esensi dengan E-magz nya.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2012/03/31/talk-show-dari-e-magz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Letter To A  Heart</title>
		<link>http://enggar.net/2012/03/03/a-letter-to-a-heart/</link>
		<comments>http://enggar.net/2012/03/03/a-letter-to-a-heart/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2012 00:37:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Erlangga]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=4455</guid>
		<description><![CDATA[Niat ingin meneruskan tidur setelah shalat shubuh tapi ternyata tidak berhasil. Jadi, saya memutuskan untuk membuat sedikit catatan di sini. Tulisan ini tidak bermaksud menghakimi siapapun. Saya tuliskan sebagai pengingat untuk diri saya sendiri. Beberapa minggu yang lalu seorang kawan bertanya pada saya. Pertanyaannya adalah: &#8220;Bagaimana saya menyikapi ketika tulisan saya dibajak?&#8221; Wow, itu seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Niat ingin meneruskan tidur setelah shalat shubuh tapi ternyata tidak berhasil. Jadi, saya memutuskan untuk membuat sedikit catatan di sini. Tulisan ini tidak bermaksud menghakimi siapapun. Saya tuliskan sebagai pengingat untuk diri saya sendiri. Beberapa minggu yang lalu seorang kawan bertanya pada saya. Pertanyaannya adalah:</p>
<p>&#8220;Bagaimana saya menyikapi ketika tulisan saya dibajak?&#8221;</p>
<p>Wow, itu seperti membuka luka lama kembali.. hehe. Tapi, hidup saya tidak akan terganggu oleh karena hal-hal seperti itu. Begini:</p>
<p>Buku ketiga (setelah buku cergam anak-anak) sekaligus buku pertama untuk penulisan buku sekolah saya terbit tahun 2006. Saat itu belum banyak penerbit yang membuat buku Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk SD. Saya ingat saat itu baru ada dua penerbit, yaitu: Grasindo dan Grafindo. Ketika lamaran saya di penerbit Erlangga diterima dan kemudian saya diminta menulis buku TIK saya mencari referensi dari kedua penerbit itu. Kemudian saya memutuskan untuk membuat dengan format yang berbeda. </p>
<p>Saya mencoba mengaplikasikan pengalaman yang telah saya peroleh selama mengajar TIK kepada murid-murid. Saya ingat bahwa anak-anak di kelas kecil tidak banyak menyerap kalimat yang panjang. Anak-anak juga terpikat pada warna dan gambar. Maka itulah modal saya untuk membuat buku yang berbeda. Tahun 2006 buku itu tebit. </p>
<p>Selanjutnya, mulai bermunculan penerbit yang mengeluarkan buku TIK. Beberapa mulai mencontoh format yang saya buat walau tidak menyamai seratus persen. Namun ada juga yang identik, bahkan setiap kalimat pendeknya saya tahu itu adalah kalimat yang dicontohkan oleh editor saya. Selama mengerjakan buku ini, saya dibekali banyak pelajaran berharga dari editor-editor saya. Saya juga ingat kata-kata editor saya yang mengatakan ini: &#8220;Bu Enggar, jika suatu saat nanti buku kita dibajak orang lain, kita patut bersyukur. Itu artinya buku kita bagus.&#8221;</p>
<p>Saat itu saya hanya berpikir, &#8220;Siapa yang ingin meniru buku saya? Hehehe.&#8221;</p>
<p>Tapi ternyata -ketika format dan beberapa kalimat saya dikutip orang lain tanpa menuliskan sumber- apa yang pernah diucapkan editor saya terjadi. Saya baru menyadarai bahwa editor saya sebenarnya ingin menyampaikan sebuah pesan tersamar kepada saya. Untuk format tidak masalah, tapi yang saya sesalkan adalah kalimat, penggambaran untuk sebuah istilah teknis yang saya tulis, dengan tujuan untuk memudahkan guru dan siswa yang membacanya.</p>
<p>Ketika mengajar TIK di Sekolah Dasar, saya terbiasa mencari padanan kata atau penggambaran yang lebih mudah dimengerti oleh anak-anak seusia mereka. Itu pula yang saya terapkan dalam tulisan saya. Semisal ketika saya harus menjelaskan apa itu Informasi, Komunikasi, dan Teknologi. Apa itu format huruf, dan lain-lain. Tentu tidak mungkin saya menulis seperti ini di buku anak kelas 1 SD:</p>
<p>&#8220;Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis.&#8221; (sumber: KBBI)</p>
<p>Itu hanya satu contoh. </p>
<p>Ketika kurikulum berganti menjadi KTSP, penerbit mengirimkan surat kepada setiap penulis. Isinya adalah mengenai perubahan kurikulum. Namun di sana tidak tertera keterangan apapun mengenai mata pelajaran TIK untuk SD. Kolom untuk mata pelajaran itu kosong. Editor kemudian meminta seluruh penulis untuk menyesuaikan buku dengan kurikulum baru, artinya revisi buku. Saya dan editor kembali berbincang-bincang. &#8220;Bagaimana saya bisa menulis buku tanpa acuan kurikulum yang ada?&#8221; bathin saya saat itu. Kembali editor saya bilang: &#8220;Ini adalah kesempatan yang bagus, karena kita diberi kebebasan untuk berkreasi.&#8221; </p>
<p>Betul juga. Bukankah dulu saya pernah bercita-cita untuk membuat sebuah buku pelajaran sekolah yang menarik? Saya kemudian membaca banyak sumber. Buku dan artikel yang saya baca bukanlah buku-buku teknis, sebaliknya saya belajar ilmu pengetahuan lainnya. Revisi buku saya tidak boleh sekedar tambal sulam. Buku itu haruslah berbeda dengan yang pertama. Mungkin terdengar mengada-ada, berlebihan atau idealis? Sejujurnya, yang ada di dalam pikiran saya hanya satu. Saya ingin anak-anak senang ketika belajar TIK. Pemikiran itu sama persis jika saya mengajar. Saya tidak keberatan mencoba metode apapun asal anak-anak suka dan memahami apa yang mereka pelajari.</p>
<p>Buku TIK yang disesuaikan dengan KTSP terbit tahun 2008. Setelah itu banyak penerbit (entah lama atau baru) mengeluarkan buku TIK. Yang saya sesalkan adalah ada juga penulis yang memodifikasi isi buku saya yang lama (KBK), yang sudah tidak dicetak lagi, dengan isi buku TIK saya yang baru (KTSP), tanpa menuliskan sumber referensi. Saya hanya tidak mengerti, begitu sulitkah untuk bersikap jujur dengan mencantumkan darimana sumber penulisan kita? </p>
<p>Jika untuk hal yang sederhana saja kita tidak bersikap jujur, lantas apa yang sebenernya menjadi niat dan tujuan kita berkarya? </p>
<p>Saya mungkin beberapa kali kecewa, tapi saya melupakan untuk dendam dan sakit hati. </p>
<p>Dan apa jawaban saya terhadap pertanyaan rekan saya tadi?</p>
<p>&#8220;Saya tidak tahu harus menanggapi seperti apa. Yang bisa saya lakukan adalah menulisnya di blog. Dengan harapan jika suatu saat si penyalin membaca tulisan ini hatinya terbuka.&#8221;</p>
<p>Tulisan di atas bukanlah sebuah surat ancaman, gugatan atau apapun. Ini adalah sebuah surat sederhana yang diberikan oleh seorang sahabat kepada sahabatnya. Bukankah sahabat yang baik adalah yang saling mengingatkan? <smile></p>
<p>Saya juga sadar bahwa kekhilafan adalah sebuah sifat yang manusiawi. Ini semua menjadi pembelajaran untuk diri saya agar saya tidak melakukan hal yang sama. Saya memaklumi ketika kita menulis dengan sumber referensi yang banyak dan berkali-kali proses editing serta hal-hal lainnya, seringkali arsip tertukar atau file lain saling tumpang tindih bahkan hilang. Jadi, saya hanya ingin berkesimpulan bahwa itu bukan dimaksudkan untuk sebuah kesengajaan, semoga.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2012/03/03/a-letter-to-a-heart/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembajak dari Karaboujan</title>
		<link>http://enggar.net/2011/12/05/pembajak-dari-karaboujan/</link>
		<comments>http://enggar.net/2011/12/05/pembajak-dari-karaboujan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 13:49:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Erlangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=4124</guid>
		<description><![CDATA[Entah kenapa tiba-tiba pikiran melayang ke pembajak dari film Tintin. Tapi lucu sih ternyata ada yang membajak buku saya, dari kata pengantar, daftar isi sampai referensi. Betul-betul tidak mau kalah dengan Racham Merah yang tersohor itu. Mau lihat? Oya, sebelumnya ada yang ingin saya tanyakan ke penerbit yang menyalin ini. Muatan kurikulum yang Anda pakai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah kenapa tiba-tiba pikiran melayang ke pembajak dari film Tintin. Tapi lucu sih ternyata ada yang membajak buku saya, dari kata pengantar, daftar isi sampai referensi. Betul-betul tidak mau kalah dengan Racham Merah yang tersohor itu. Mau lihat?</p>
<p>Oya, sebelumnya ada yang ingin saya tanyakan ke penerbit yang menyalin ini. Muatan kurikulum yang Anda pakai itu darimana ya sumbernya?</p>
<p>Ini adalah beberapa contoh hal-hal ajaib yang ada di buku tersebut. (Atas: Erlangga, Bawah: Pembajak)</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/cap1.jpg"><img title="cap1" src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/cap1-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/cap2.jpg"><img title="cap2" src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/cap2-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/cap3.jpg"><img title="cap3" src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/cap3-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/cap4.jpg"><img title="cap4" src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/cap4-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/cap5.jpg"><img title="cap5" src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/cap5-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/cap6.jpg"><img title="cap6" src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/cap6-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Nama penulisnya sih tertera: Kusnul Latifah. Tapi saya tidak menuduh saudara Kusnul Latifah loh, barangkali ini pun nama bajakan juga <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2011/12/05/pembajak-dari-karaboujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Silabus TIK Sekolah Dasar</title>
		<link>http://enggar.net/2008/03/03/tik-smp/</link>
		<comments>http://enggar.net/2008/03/03/tik-smp/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 18:03:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Erlangga]]></category>
		<category><![CDATA[Perangkat Pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/03/03/tik-smp/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk teman dan rekan guru yang membutuhkan silabus TIK kelas 3 SD dari penerbit Erlangga (sebelumnya mohon maaf atas keterlambatan pembuatan silabus ini) Anda dapat mengunduh file-nya di sini. Dengan demikian keseluruhan silabus TIK SD dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 file-nya dapat Anda unduh di halaman yang sama. Untuk modul internet telah saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk teman dan rekan guru yang membutuhkan silabus TIK kelas 3 SD dari penerbit Erlangga (sebelumnya mohon maaf atas keterlambatan pembuatan silabus ini) Anda dapat mengunduh file-nya di <a href="http://enggar.net/erlangga">sini</a>. Dengan demikian keseluruhan silabus TIK SD dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 file-nya dapat Anda unduh di halaman yang sama.</p>
<p>Untuk modul internet telah saya tambahkan dari kelas 4 sampai dengan kelas 6 SD, dengan beberapa perubahan dari modul sebelumnya.</p>
<p>Sementara untuk silabus TIK SMP, Anda bisa unduh di <a href="http://enggar.net/files/">sini.</a> Hanya saja ini  silabus  untuk  program  pengolah animasi. Materi dirancang untuk diberikan pada siswa kelas 8 di semester genap. Sementara ini dulu ya teman-teman. Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2008/03/03/tik-smp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Purwokerto</title>
		<link>http://enggar.net/2008/02/27/purwokerto/</link>
		<comments>http://enggar.net/2008/02/27/purwokerto/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 17:09:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Erlangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/02/27/purwokerto/</guid>
		<description><![CDATA[Purwokerto adalah kota kedua yang saya kunjungi masih dalam rangka road show. Perjalanan kali ini tidak menggunakan pesawat, jadi pilihannya adalah kereta api. Berangkat dari Gambir jam 5 sore dan sampai stasiun Purwokerto jam 10.10. Sampai di Purwokerto sudah dijemput oleh Bapak Sulis dan Bapak Sigit dari Erlangga. Sudah malam tentu saja dan mereka masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Purwokerto">Purwokerto</a> adalah kota kedua yang saya kunjungi masih dalam rangka road show. Perjalanan kali ini tidak menggunakan pesawat, jadi pilihannya adalah kereta api. Berangkat dari Gambir jam 5 sore dan sampai stasiun Purwokerto jam 10.10. Sampai di Purwokerto sudah dijemput oleh Bapak Sulis dan Bapak Sigit dari Erlangga. Sudah malam tentu saja dan mereka masih juga menawarkan makan malam. Saya menolak dan mereka kembali menawarkan snack <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Terima kasih ya Pak Sulis dan pak Sigit.</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/pwkt.jpg" title="pwkt.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/pwkt.thumbnail.jpg" alt="pwkt.jpg" />   </a><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/pohon.jpg" title="pohon.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/pohon.thumbnail.jpg" alt="pohon.jpg" /></a></p>
<p>Pagi hari bersiap-siap dan sekaligus check out, karena saya akan langsung kembali ke Jakarta. Saya dijemput tim erlangga jam 7.30, mampir sebentar ke kantor erlangga di Purwokerto. Hm, kantor baru. Perjalanan diteruskan menuju lokasi seminar diadakan. Letaknya di k<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kedungbanteng,_Banyumas">edungbanteng</a>, sebuah kecamatan di kabupaten Banyumas. Seminar kali ini mengambil tema &#8220;Pengembangan Pembelajaran dengan Multimedia&#8221;, dihadiri oleh sekitar 290 (atau lebih ya?) guru TK dan SD. Berbeda seperti ketika di Sragen, kali ini saya bukanlah satu-satunya nara sumber. Panitia untuk acara ini PKG UPK. Ada 3 nara sumber, dari kepala UPK dan pengawas SMP. Acara dijadwalkan dari jam 8 sampai jam 13.00. Tapi ternyata mulur, baru mulai jam 9. Sejatinya, masing-masing nara sumber diberi waktu 2 jam. Saya dijadwalkan jam 11 sampai jam 12.</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/imgp5318.jpg" title="imgp5318.JPG"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/imgp5318.thumbnail.JPG" alt="imgp5318.JPG" /></a>     <a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/friend.jpg" title="friend.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/friend.thumbnail.jpg" alt="friend.jpg" /></a><br />
(2) Bersama tim Erlangga Purwokerto (Pak Sigit, bapak Jefry, dan bapak Sulis serta guru-guru dari kecamatan kedungbanteng)).</p>
<p>Sepertinya, penyaji  pertama dan kedua senang nih <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , Beliau tidak menyadari waktu yang telah ditetapkan. Asyik dengan bahan presentasi-nya. Pada saat yang bersamaan, ada sms masuk dan mengabarkan jadwal keberangkatan kereta dari Purwokerto ke Jakarta tersedia jam 1 dan 8 malam. Tidak mungkin jam 8, karena sampai di Jakarta menjelang pagi dan saya pun harus mengajar.  Jam 1 lebih masuk akal karena saya selesai jam 12. Oke, saya ambil jam 1.</p>
<p>Saya mengabarkan kepada panitia bahwa saya akan naik kereta jam 1. Salah seorang dari mereka mengatakan, seharusnya saya diplot untuk bagian kedua, bukan ketiga. Hmm. Selanjutnya, panitia memberikan pesan tertulis kepada moderator untuk mengingatkan penyaji akan waktu. Moderator terlihat ragu-ragu menegur penyaji, nggak enak hati kali <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Akhirnya, pesan tersampaikan. Apakah Beliau langsung menutup presentasi-nya? Belum, sedikit lagi <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Sampai bagian saya, hemm, mau ngomong apa ya? Kok serasa linglung begini? <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Ok, lembar presentasi sudah dijalankan dan saya memilih untuk berdiri dan berjalan mendekati audience. Jangan-jangan saya bisa tidur kalau harus ngomong terus sambil duduk manis di depan <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Sambil mata tidak lepas dari menatap jam yang ada di pintu masuk ruangan saya memberikan pemaparan secara singkat. Saya bicara terlalu cepat? Hehehe, tanyakanlah pada rekan-rekan di sragen <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Ok, pelan-pelan.</p>
<p>Terima kasih buat tim erlangga Purwokerto serta rekan-rekan guru dari Purwokerto.  Oh ya, Asmen dari Purwokerto, bapak Iwan, sedang sakit, sehingga Beliau tidak bisa menghadiri acara ini. Semoga cepat sembuh ya, Pak.</p>
<p>Btw, bahan presentasi di atas akan saya upload di slide share. Saya juga memperlihatkan contoh pembelajaran sederhana yang dapat dibuat dengan program presentasi. Oh &#8216;ya, Anda juga dapat mengunduhnya di sini. Itu hanya contoh saja ya, saya memang tidak sempat mengemasnya dalam bentuk yang lebih menarik. Tapi, mudah-mudahan masih layak guna <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Di sesi tanya jawab, ada pertanyaan yang diajukan kepada saya, seperti ini:</p>
<p>Jika sekolah memberikan pengajaran dengan multimedia tapi karena di sini kan banyak yang tidak mempunyai komputer di rumahnya, terus bagaimana mereka bisa belajar? Nah, bagaimana menyiasati kondisi yang seperti ini?</p>
<p>Saya coba menjawab. Komputer dengan sarana multimedia hanyalah sebagai alat bantu. Multimedia digunakan untuk membantu anak memahami pelajaran yang sulit atau abstrak. Sebagai misal, anak belajar tentang luas persegi panjang. Jika guru hanya menerangkan dengan ceramah, anak mungkin akan kesulitan membayangkannya. Namun jika dibantu dengan multimedia, anak akan lebih mudah menangkap apalagi jika diselingi dengan permainan. Lantas, apa yang dia pelajari di rumah? Bukan multimedia-nya tapi konsep menghitung luas persegi panjang itulah yang terekam dalam otaknya. Sehingga diharapkan anak dapat menyelesaikan masalah atau pelajaran yang dia dapat dari sekolah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2008/02/27/purwokerto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyambung Pertanyaan</title>
		<link>http://enggar.net/2008/02/23/menyambung-pertanyaan/</link>
		<comments>http://enggar.net/2008/02/23/menyambung-pertanyaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 18:05:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia TIK]]></category>
		<category><![CDATA[Erlangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/02/23/menyambung-pertanyaan/</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung pertanyaan yang belum terjawab. Bagaimana strategi mengajar komputer kepada anak dengan jumlah komputer yang terbatas. Cerita lengkapnya seperti ini. Bapak guru ini di sekolahnya mempunyai 8 komputer dengan 40 siswa. Jadi, ketika pelajaran komputer, siswa dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama, praktik, dan yang lainnya teori. Namun kendalanya adalah ketika Beliau mengajarkan praktik maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung pertanyaan yang belum terjawab.</p>
<p>Bagaimana strategi mengajar komputer kepada anak dengan jumlah komputer yang terbatas. Cerita lengkapnya seperti ini.<br />
Bapak guru ini di sekolahnya mempunyai 8 komputer dengan 40 siswa. Jadi, ketika pelajaran komputer, siswa dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama, praktik, dan yang lainnya teori. Namun kendalanya adalah ketika Beliau mengajarkan praktik maka anak-anak yang mengerjakan teori ribut. Pun sebaliknya.</p>
<p>Ada beberapa alternatif yang bisa diterapkan. Pertama, coba lakukan koordinasi dengan rekan guru bidang studi lain apakah memungkinkan untuk bekerjasama. Saya pernah melihat sekolah dengan situasi yang seperti Bapak alami. Jadi, jam pertama ketika sebagian anak masuk ke lab komputer sebagian lainnya belajar art &amp; creativity. Atau pelajaran lainnya. Memang pada akhirnya anak-anak hanya mendapatkan 1 jam pelajaran komputer. Namun itu lebih baik menurut saya.</p>
<p>Kedua, apakah ketika Bapak mengajar, Bapak tidak didampingi oleh seorang asisten, misalnya? Jika Bapak mengajar sendirian memang agak repot dengan situasi yang demikian. Hm, bagaimana jika kelompok anak-anak yang diberi teori diminta untuk menuliskan atau menggambarkan sebuah proyek yang akan mereka buat di komputer nanti. Jadi, semacam sketsa dasar saja. Sehingga ketika di depan komputer mereka sudah tau apa yang harus dilakukan. Untuk anak yang praktik, tak apa dilakukan secara spontanitas. Untuk melatih kreativitas mereka juga. Sebisa mungkin, baik kelompok yang praktik terlebih dahulu atau yang mendapatkan teori, dibuat bergantian masuknya setiap minggu.</p>
<p>Yang lainnya mungkin Bapak bisa menyiapkan semacam bingo atau bahan latihan yang berupa permainan sekaligus bahan evaluasi untuk mereka. Bisa berupa gambar-gambar perangkat komputer yang harus diberi nama. Dan lain sebagainya.</p>
<p>Apalagi ya, Pak? Sementara ini baru itu yang terlintas oleh saya. Insya Allah, kalau ada yang lainnya saya tulis di sini kelak. Oh ya, dua yang di atas itu sudah terjawab kemarin ya? <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Semoga sukses, Pak.</p>
<p>Mengenai permintaan silabus dan RPP TIK SD. Silabus bisa diunduh dari site ini juga di halaman erlangga. Untuk RPP maaf saya belum sempat mengerjakannya. KBK dan KTSP bisa dibaca dari beberapa tulisan saya sebelumnya yang membahas mengenai hal ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2008/02/23/menyambung-pertanyaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran TIK</title>
		<link>http://enggar.net/2008/02/19/pembelajaran-tik/</link>
		<comments>http://enggar.net/2008/02/19/pembelajaran-tik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 17:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia TIK]]></category>
		<category><![CDATA[Erlangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/02/19/pembelajaran-tik/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa pertanyaan yang muncul pada acara road show kemarin, diantaranya: Adakah batasan-batasan materi untuk mengajarkan komputer kepada anak (materi atau program maksudnya ya?) Mempertanyakan kedangkalan materi dari buku dengan kurikulum 2004 Strategi mengajar komputer kepada anak dengan jumlah komputer yang terbatas Silabus dan RPP dari buku TIK SD KBK dan KTSP Saya coba menuliskannya kembali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa pertanyaan yang muncul pada acara road show kemarin, diantaranya:</p>
<ol>
<li>Adakah batasan-batasan materi untuk mengajarkan komputer kepada anak (materi atau program maksudnya ya?)</li>
<li>Mempertanyakan kedangkalan materi dari buku dengan kurikulum 2004</li>
<li>Strategi mengajar komputer kepada anak dengan jumlah komputer yang terbatas</li>
<li>Silabus dan RPP dari buku TIK SD</li>
<li>KBK dan KTSP</li>
</ol>
<p>Saya coba menuliskannya kembali di sini. Biar tidak bosan bacanya saya bagi menjadi beberapa tulisan ya <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apakah ada batasan materi untuk mengajarkan komputer kepada anak? Saya lebih memilih untuk menjawab tidak. Tapi tidak nya dengan tanda kutip <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Di Jakarta banyak saya temui  sekolah dasar yang memberikan program-program yang sejatinya baru diajarkan di sekolah menengah pertama (sesuai KBK). Contoh, program grafis seperti corel dan photoshop mengikuti KBK baru diajarkan di SMP tapi beberapa sekolah dasar sudah mengenalkan dan memberikan materi ini kepada siswa mereka. Salahkah? Tidak, jika Anda yakin murid Anda sudah bisa mengikuti, tidak semata-mata mengikuti ambisi kita.</p>
<p>Apakah langsung belajar photoshop dan kemudian mengacuhkan program standar lainnya? Walaupun tidak ada kaitannya belajar photoshop dengan belajar program office, tapi saya memilih untuk mengenalkan dan mengajarkan program standar tersebut terlebih dahulu. Kalau kita perhatikan beberapa pengenalan ikon dan menu baik yang ada di program pengolah kata atau pengolah angka, semuanya rata-rata mempunyai kegunaan yang sama. Cukupkah anak bisa membuat wordart? Dapatkah mereka membuat kreasi dari ikon wordart dan ikon-ikon lainnya yang telah mereka pelajari? Mengapa tidak mencoba membuat sebuah produk atau proyek ketrampilan mungkin? Bukankah akan menyenangkan jika mereka mengetahui bahwa dengan komputer ternyata mereka bisa membuat apa saja. Tidak sekedar mengetik, misalnya. Menurut saya, banyak sekali yang bisa di eksplorasi dari hanya sebuah program. Dan ketika murid Anda sudah akrab dengan fitur-fitur yang ada dalam sebuah program maka mereka akan dengan mudah menyesuaikan untuk mempelajari program aplikasi lainnya. Jadi, untuk pertanyaan pertama, saya akan jawab dengan tidak sebatas Anda meyakini bahwa anak didik Anda mampu untuk belajar lebih jauh lagi.</p>
<p>Mungkin saya bisa cerita sedikit mengenai anak didik saya saat ini. Semester ini saya mengajar di sebuah sekolah negeri. Sebagian besar dari mereka tidak mempunyai komputer dan bisa jadi baru mengenal dan menggunakan komputer untuk pertama kali.  Program yang harus saya ajarkan kepada mereka adalah Swish, program animasi. Sampai pertemuan ke-2 saya merasa begitu gagal. Saya tidak bisa melanjutkan program ini, murid-murid saya setidaknya harus mempunyai bekal untuk bisa menggambar terlebih dahulu di komputer. Saya biasakan mereka untuk menggambar dahulu, membiasakan mereka berakrab dengan mouse dan keyboard. Saya pilih mengajarkan Paint terlebih dahulu. Saya minta mereka menggambar dengan menggunakan fitur-fitur seleksi, copy, paste, pencil, brush, transparent background, dst. Saya juga suka mengajak mereka untuk membayangkan detil-detil penggambaran dari sebuah objek. Nah, di bagian ini seru aja melihat wajah-wajah mereka <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Selain melatih daya imajinasi saya ingin mereka sedikit kreatif. Tak &#8216;apa kan? <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Btw, gambar mereka sekarang bagus-bagus lho.</p>
<p>Untuk pertanyaan kedua, kedangkalan materi dari buku TIK SD. Hm, mungkin memang dangkal. Tapi apa yang ada di buku TIK itu hanyalah acuan standar. Jadi, kalau bisa lebih tentu lebih baik, sekali lagi sesuaikan dengan kemampuan anak didik Anda. Kedangkalan materi bisa disamarkan dengan cara pengajaran yang menyenangkan, bukan? Contohnya? Padukan dengan tema dan pengajaran bidang studi lainnya. Kalau perlu selingi dengan permainan. Hei, bukankah dunia anak dunia bermain? <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi, <i>untuk apa anak belajar komputer? Komputer melatih anak ber-nalar </i>(bahasanya kok aneh gini ya? <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> ). Dan <i>tugas guru komputer mengajarkan kepada anak bahwa komputer bisa membantu mereka untuk hal-hal lain, seperti membuat puisi, membuat cerita, dan yang utama membantu mereka dalam belajar</i>.</p>
<p>Pertanyaan ke-3 dan ke-4 saya jawab di tulisan yang berikutnya ya. Buat rekan-rekan guru lain, bisa tolong di share ide-nya? Tentu akan lebih baik mempunyai banyak masukan dibanding hanya dari satu orang yang sok tau kaya saya ya? hehehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2008/02/19/pembelajaran-tik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oleh-oleh dari Sragen</title>
		<link>http://enggar.net/2008/02/15/oleh-oleh-dari-sragen/</link>
		<comments>http://enggar.net/2008/02/15/oleh-oleh-dari-sragen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 17:51:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Erlangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/02/15/oleh-oleh-dari-sragen/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah perjalanan ke Sragen berjalan lancar. Sampai di Solo saya dijemput oleh asisten manajer erlangga sragen. Mampir di kantor erlangga sebentar untuk kemudian meneruskan perjalanan. Kira-kira 1 jam kemudian kami tiba di kantor Sragen. Di sana telah menunggu rekan-rekan lain. Ngobrol-ngobrol sebentar untuk acara esok hari. Selanjutnya mengantarkan saya ke penginapan. Malam itu saya nggak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah perjalanan ke Sragen berjalan lancar. Sampai di Solo saya dijemput oleh asisten manajer erlangga sragen. Mampir di kantor erlangga sebentar untuk kemudian meneruskan perjalanan. Kira-kira 1 jam kemudian kami tiba di kantor Sragen. Di sana telah menunggu rekan-rekan lain. Ngobrol-ngobrol sebentar untuk acara esok hari. Selanjutnya mengantarkan saya ke penginapan. Malam itu saya nggak bisa tidur, wah, padahal besok musti presentasi.</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/sragen1.jpg" title="sragen1.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/sragen1.thumbnail.jpg" alt="sragen1.jpg" height="131" width="96" />  </a><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/palma.jpg" title="palma.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/palma.thumbnail.jpg" alt="palma.jpg" /> </a><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/sawah.jpg" title="sawah.jpg">   </a><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/k-erla.jpg" title="k-erla.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/k-erla.thumbnail.jpg" alt="k-erla.jpg" /></a></p>
<p>Keterangan gambar:</p>
<ol>
<li>Rumah dinas bupati Sragen</li>
<li>Tempat saya menginap (Sejuk, karena kiri kanan hotel dikelilingi oleh hamparan sawah yang luas)</li>
<li>Kantor Erlangga Sragen</li>
</ol>
<p>Pagi-pagi saya sudah dijemput oleh Pak Nandar, asmen erla sragen. Menuju tempat pertemuan perasaan saya nggak karuan, campur aduk dengan badan yang rasanya melayang, karena kurang tidur. Peserta terdiri dari Bapak dan Ibu guru serta kepala sekolah sejumlah 100 orang. Setelah beberapa kata sambutan, akhirnya tibalah saat saya harus memberikan presentasi. Hm, apa yang saya presentasikan? Saya memperlihatkan beberapa skenario pembelajaran serta pendekatan erlangga dalam pembelajaran TIK untuk anak sekolah dasar. Ada juga contoh-contoh beberapa proyek ketrampilan dan hasil karya dari beberapa anak didik saya. Selebihnya cerita mengalir seputar pengalaman mengajar TIK untuk anak-anak.</p>
<p>Ada kejadian yang lucu juga, yaitu ketika sebelumnya saya menanyakan kepada mereka apa yang dilakukan guru komputer jika listrik mati. Sebagian besar dari mereka memberikan teori. Nah, apa yang saya lakukan jika listrik mati? Jawaban saya adalah membuat permainan, bernyanyi, atau mengajak anak membuat kreasi,misalnya dengan origami. Well, tahukah apa yang terjadi selanjutnya? Tak berapa lama listrik padam. Saya sudah menduga apa yang terjadi berikutnya. Benar saja, tak lama ramailah mereka menagih teori saya tadi. Saya mengiyakan permintaan untuk memberikan permainan. Dan jadilah, saat itu ruangan ramai. Ternyata, anak-anak dan orang tua sama antusiasnya kalau disuruh main ya <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Jam 13.00 acara selesai. Karena adanya permintaan langsung dari sebuah sekolah, maka saya bersama tim erlangga datang berkunjung ke sekolah tersebut. Kepala sekolah ingin saya mensimulasikan pembelajaran TIK dengan murid-murid mereka. Dan selanjutnya bersosialisasi dengan rekan-rekan pengajar di sana. Kira-kira setengah jam saya mengajar TIK. Entah bagaimana, ya kok bisa ada kejadian salah satu anak di kelas itu menangis karena diganggu kawannya. Jadilah, saya berganti peran dulu untuk menenangkan peristiwa itu. Tanpa saya sadari, saya sudah larut dalam suasana mengajar beneran dan sedikit lupa kalau di ruangan itu ada kepsek, guru, dan tim erlangga yang menyaksikan kejadian tersebut <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  Setelahnya, kami bersama-sama share pengalaman mengajar selama ini. Kalau dipikir-pikir dari pelatihan hari itu pertanyaannya lebih banyak mengarah kepada metode pengajaran TIK. Wah, saya bukan konsultan metode pengajaran lho hanya berbagi pengalaman mengajar saja.  Jam 15.30 acara berakhir. Saya sudah niatkan bobo begitu sampai di hotel.</p>
<p>Yang terjadi adalah, setelah mandi dan leyeh-leyeh sebentar saya putuskan jalan-jalan, ceritanya mau cari sandal karena sepatu jebol dan mau berfoto-foto juga <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Nndilallah <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , belum lama jalan hujan pun mengguyur kota kecil yang bersih ini. Sambil menuju jalan pulang, saya bersama bapak yang becaknya aku tumpangi sebentar-sebentar berhenti untuk mengabadikan kota yang rapih dan bersih dari sampah itu. Heran aku, kemana sampah-sampah itu dibuang ya? Jalanannya pun mulus. Ada lagi, setiap ada sekolah maka di trotoar diberi warna yang menyatakan wilayah itu adalah zona aman untuk anak-anak, maka diharapkan berhati-hati. Kalau kata rekan di erla, misalkan terjadi kecelakaan di area itu maka denda dan hukumannya bisa dua kali lipat. Kalau di Jakarta dan Bandung senangnya dibikin polisi tidur tapi ngebut ya tetap aja.</p>
<p>Hari kedua, praktik komputer di dua tempat. Jadilah saya bergantian di dua tempat itu. Untunglah sebelum pingsan <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> , diputuskan agar saya kembali memberikan pelatihan untuk guru-guru sedangkan untuk kepala sekolah ditangani oleh tim Erlangga sendiri.</p>
<p>Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti road show dari erlangga. Senang rasanya bisa bertemu dan saling berbagi dengan rekan-rekan guru di Sragen. Saya juga senang mempunyai teman dan sahabat-sahabat baru di erlangga sragen yang sangat mensupport saya selama di sana. Terima kasih buat semua perhatiannya. Mudah-mudahan saya tidak mengecewakan kawan-kawan semua. Dan mudah-mudahan penjualan bukunya juga sukses, Amin.</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/erla-sragen.jpg" title="erla-sragen.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/erla-sragen.thumbnail.jpg" alt="erla-sragen.jpg" />  </a><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/erla-sragen2.jpg" title="erla-sragen2.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/erla-sragen2.thumbnail.jpg" alt="erla-sragen2.jpg" />   </a><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/imgp5303.jpg" title="imgp5303.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/imgp5303.thumbnail.jpg" alt="imgp5303.jpg" />   </a></p>
<p>Bersama tim Erlangga Sragen (Bapak Nandar, pak Nana, Mbak Ning, Mas Nanu, Mas Ahmad, Mas Selamet,  Bapak Harry, Mas Rosyid,  Pak Jojo). <a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2008/02/imgp5303.jpg" title="imgp5303.jpg"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2008/02/15/oleh-oleh-dari-sragen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Road Show Pertama</title>
		<link>http://enggar.net/2008/02/11/road-show-pertama/</link>
		<comments>http://enggar.net/2008/02/11/road-show-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 15:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Erlangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/02/11/road-show-pertama/</guid>
		<description><![CDATA[Sragen, sebuah kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ada apa dengan Sragen? Hm, minggu lalu koordinator editor dari penerbit mengabari saya untuk menjadi nara sumber untuk pembelajaran TIK di kota yang terletak di jalur utama Solo-Surabaya ini. Insya Allah, besok sore saya berangkat dengan penerbangan Lion Air ke Solo. Rencananya dari sana saya dijemput oleh staf [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sragen">Sragen</a>, sebuah kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ada apa dengan Sragen? Hm, minggu lalu koordinator editor dari penerbit mengabari saya untuk menjadi nara sumber untuk pembelajaran TIK di kota yang terletak di jalur utama Solo-Surabaya ini. Insya Allah, besok sore saya berangkat dengan penerbangan Lion Air ke Solo. Rencananya dari sana saya dijemput oleh staf erlangga cabang semarang untuk kemudian bersama-sama menuju sragen. Acaranya sendiri dari tanggal 13 dan 14 di dua tempat yang berbeda walaupun masih satu kabupaten.</p>
<p>Doakan saya ya teman-teman.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2008/02/11/road-show-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

