<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Tiada Henti &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://enggar.net/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://enggar.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 17:54:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Teori Belajar dan Kecerdasan</title>
		<link>http://enggar.net/2011/12/22/teori-belajar-dan-kecerdasan/</link>
		<comments>http://enggar.net/2011/12/22/teori-belajar-dan-kecerdasan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 07:54:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=4326</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu bahkan saat ini masih banyak kita temui mereka yang terpaku pada hasil tes IQ seseorang. Kecerdasan seseorang dinilai sebagai sesuatu yang dimiliknya sejak lahir dan yang tidak akan berubah sepanjang hidupnya. Pandangan seperti ini tidaklah benar. Howard Gardner dan rekan-rekannya di Universitas Harvard telah mematahkan anggapan ini. Melalui sebuah penelitian mereka menemukan bahwa ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dahulu bahkan saat ini masih banyak kita temui mereka yang terpaku pada hasil tes IQ seseorang. Kecerdasan seseorang dinilai sebagai sesuatu yang dimiliknya sejak lahir dan yang tidak akan berubah sepanjang hidupnya. Pandangan seperti ini tidaklah benar. Howard Gardner dan rekan-rekannya di Universitas Harvard telah mematahkan anggapan ini. Melalui sebuah penelitian mereka menemukan bahwa ada banyak jenis kecerdasan yang tidak bisa diukur oleh tes IQ standar.</p>
<p>Menurut Gardner kecerdasan adalah: kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan berbagai produk yang penting bagi perkembangan budaya.  Menurutnya, mengamati cara seorang montir menyelesaikan masalah busi, atau cara seorang akuntan menyelesaikan sebuah dilema finansial, memberikan contoh yang lebih baik mengenai cara kerja kecerdasan daripada hasil tes apapun.</p>
<p>Howard Gardner memberi delapan tipe kecerdasan pada manusia, yaitu:</p>
<p>1. Kecerdasan Linguistik: Word Smart</p>
<p>ini adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara efektf (kemampuan berbicara). Dalam kehidupan sehari-hari, kecerdasan linguistik bermanfaat untuk berbicara, mendengarkan, membaca apa pun mulai dari rambu lalu lintas sampai novel klasik, dan menulis apa pun mulai dari pesan dan surat E-mail sampai puisi dan laporan kantor.</p>
<p>2. Kecerdasan Logis-matematis: Number Smart</p>
<p>Ketrampilan mengolah angka dan atau kemahiran menggunakan logika atau akal sehat.Ini adalah kecerdasan yang digunakan ilmuwan ketika menciptakan hipotesis dan dengan tekun mengujinya dengan data eksperimental. Ini juga kecerdasan yang digunakan akuntan pajak, pemrogram komputer atau ahli matematika. Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan kecerdasan ini untuk menghitung saldo buku cek, memahami perhitungan utang nasional, atau mencerna laporan surat kabar terbaru mengenai penelitian genetika.</p>
<p>3. Kecerdasan Spasial: Picture Smart</p>
<p>Kecerdasan gambar dan visualisasi. Kemampuan untuk memvisualisasikan gambar di dalam kepala seseorang atau menciptakannya dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Senimana atau pemahat memiliki kecerdasan ini dalam tingkat yang tinggi, demikian juga dengan seorang penemu yang bisa memvisualisasikan penemuan baru sebelum menggambarkannya di atas kertas. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan kecerdasan ini untuk menghias rumah, membaca laporan keuangan kantor atau menikmati sebuah karya seni.</p>
<p>4. Kecerdasan Kinestetik</p>
<p>Kecerdasan seluruh tubuh (atlet, penari, seniman, pantomim, aktor), dan juga kecerdasan tangan (montir, penjahit, tukang kayu, ahli bedah). Tentu saja yang kesemuanya diimbangi dengan kecerdasan lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan cerdas tubuh dalam segala hal, mulai dari membuka tutup botol mayones dan memperbaikimesin mobil sampai melakukan olah raga.</p>
<p>5. Kecerdasan Musikal: Musical Smart</p>
<p>Kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan akan irama, atau sekedar menikmati musik. Dalam bentuknya yang lebih canggih, kecerdasan ini mencakup para diva dan virtuoso piano dari dunia seni dan budaya. Disk jockey, teknisi suara, tukang stem piao, wiraniaga produk elektronik dan terapis musik adalah karir praktis untuk kecerdasan ini.</p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan kecerdasan ini ketika kita menyanyi dalam paduan suara, memainkan alat musik, atau menikmati musik di TV, radio, atau CD.</p>
<p>6. Kecerdasan Antarpribadi: People Smart</p>
<p>Kemampuan untuk memahami dan bekerja dengan orang lain. Termasuk juga: kemampuan berempati pada orang lain (seperti konselor), sampai kemampuan memanipulasi sekelompok besar orang menuju pencapaian suatu tujuan bersama. Kecerdasan antarpribadi mencakup kemampuan &#8216;membaca orang&#8217;.</p>
<p>Begitu banyaknya spek kehidupan yang melibatkan interaksi dengan orang lain, maka kecerdasan antarpribadi ini mungkin sebenarnya lebih penting bagi keberhasilan dalam hidup daripada kemampuan membaca buku atau memecahkan problem matematika.</p>
<p>7. Kecerdasan Intrapribadi: Self Smart</p>
<p>Kecerdasan memahami diri sendiri, kecerdasan mengetahui siapa diri Anda sebenarnya, dan mengetahu kekuatan serta kelemahan Anda. Kecerdasan intrapribadi termasuk kecerdasan yang paling sulit dimengerti.</p>
<p>Ini juga kecerdasan untuk bisa merenungkan tujuan hidup sendiri dan untuk mempercayai diri sendiri.</p>
<p>Terapis, konselor, dan profesional lain yang bekerja dengan emosi serta motivasi pribadi menggunakan kecerdasan ini untuk membantu orang lain mengembangkan perasaan positif terhadap diri sendiri.</p>
<p>8. Kecerdasan Naturalis: Nature Smart</p>
<p>Kemampuan mengenali bentuk-bentuk alam di sekitar kita. Ini juga mencakup kepekaan terhadap bentuk-bentuk alam lain. Ahli biologi, penjaga hutan, dokter hewan dan hortikulturis menggunakan kecerdasan ini untuk profesi mereka. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan kecerdasan ini ketika berkebun, berkemah dengan teman-teman atau keluarga, atau mendukung proyek ekologi lokal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setiap manusia mempunyai dan menggunakan kedelapan kecerdasan ini dengan kombinasi yang berlainan. Mereka juga menggunakan kedelapan kecerdasan ini dengan caranya masing-masing. Kebanyakan dari kita berada di tengah-tengah, yaitu: kita mempunyai satu atau lebih kecerdasan yang mudah untuk kita ungkapkan dan beberapa sedang-sedang saja serta satu atau lebih terasa sulit.</p>
<p>Nah, kegagalan yang sering kita lihat dalam bermasyarakat adalah ketika kita memberi penilaian yang lebih dengan hanya memusatkan pada satu atau dua saja dari kedelapan kecerdasan yang ada di atas. Seperti kita lebih menghargai mereka yang menonjol dalam kecerdasan linguistik dan kecerdasan matematis, misalnya. Kecenderungan ini kemudian menular ke dalam ruang-ruang kelas. Anak-anak dengan dua kecerdasan ini kemudian lebih dihargai kemampuannya. Akibatnya, anak-anak dengan kecerdasan lainnya seringkali diabaikan dan pada akhirnya tampak lebih sering gagal, walau sebenarnya mereka mungkin sangat berbakat dalam kecerdasan lainnya.</p>
<p>Teori Multiple Intelligence kemudian memberi kita cara melihat sebuah gambaran lengkap potensi seorang pelajar sehingga berbagai kemampuan mereka yang tadinya terabaikan dapat muncul sehingga dapat dihargai dan dikembangkan.</p>
<p>Bagaimana menemukan Multiple Intelligence pada siswa didik kita? Thomas Armstrong dalam bukunya Setiap Anak Cerdas memaparkan langkah-langkah yang dapat kita tempuh dalam proses belajar siswa didik untuk melihat setiap keunikan dan keistimewaan yang ada pada diri mereka dan bagaimana mengembangkan kecerdasan yang mereka miliki.</p>
<p>Pada pokoknya, setiap anak memiliki kedelapan kecerdasan di atas. Yang membedakan adalah proporsi-nya.</p>
<p>sumber: Setiap Anak Cerdas, Thomas Armstrong.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2011/12/22/teori-belajar-dan-kecerdasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Storytelling dalam KBM</title>
		<link>http://enggar.net/2011/12/07/storytelling-dalam-kbm/</link>
		<comments>http://enggar.net/2011/12/07/storytelling-dalam-kbm/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 04:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=4223</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang membanggakan melihat anak-anak Indonesia saat ini, itulah ketika saya mengantarkan keponakan untuk mengikuti lomba storytelling tingkat Sekolah Dasar dan Menengah di LIA, tanggal 3 Desember lalu. Lomba storytelling ini memberikan tiga kriteria cerita, yaitu: cerita hewan, cerita rakyat, dan (satu lagi saya lupa). Begitu memasuki kampus ini, suasana meriah menyambut saya. Beberapa anak-anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang membanggakan melihat anak-anak Indonesia saat ini, itulah ketika saya mengantarkan keponakan untuk mengikuti lomba storytelling tingkat Sekolah Dasar dan Menengah di LIA, tanggal 3 Desember lalu. Lomba storytelling ini memberikan tiga kriteria cerita, yaitu: cerita hewan, cerita rakyat, dan (satu lagi saya lupa). </p>
<p>Begitu memasuki kampus ini, suasana meriah menyambut saya. Beberapa anak-anak sekolah dasar dan menengah tampil dengan busana tradisional. Ada juga yang mengenakan kostum binatang. Yang lebih menakjubkan lagi adalah media dan perangkat yang mereka bawa untuk melengkapi lomba storytelling ini. Saya seperti melihat kesibukan guru mempersiapkan bahan ajar untuk murid-muridnya (smile).<br />
<a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/photo391.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/photo391-225x300.jpg" alt="" title="photo(39)" width="225" height="300" /></a><br />
Pemandangan yang sungguh memesona melihat anak-anak kecil begitu fasih berbahasa inggris, tampil percaya diri bercerita di depan khalayak umum. Saya seperti mendapatkan suntikan semangat melihat antusiasme anak-anak itu. Sebenarnya apa sih storytelling itu?<br />
<a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/photo40.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/photo40-225x300.jpg" alt="" title="photo(40)" width="225" height="300" /></a>  <a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/photo42.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/photo42-225x300.jpg" alt="" title="photo(42)" width="225" height="300" /></a><br />
Storytelling adalah aktivitas bercerita dengan menggunakan berbagai media. Media tersebut bisa berupa boneka, ekspresi wajah dan gerakan tubuh, buku, dan lain-lain. Banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari aktivitas storytelling ini, di antaranya adalah:<br />
1. Materi pelajaran akan lebih mudah diserap.<br />
2. Mengembangkan imajinasi anak.<br />
3. Dapat disisipkan nilai-nilai moral.</p>
<p>Model storytelling ini saya yakin sudah banyak dilakukan di sekolah-sekolah. Selain manfaat yang dapat diperoleh seperti di atas, kegiatan belajar mengajar juga lebih menyenangkan. Guru dan murid dapat saling berinteraksi.<br />
<a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/photo41.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/12/photo41-300x225.jpg" alt="" title="photo(41)" width="300" height="225" /></a><br />
Selain manfaat seperti yang telah diuraikan di atas, ada juga kekurangan dari storytelling ini, salah satunya adalah kadang materi yang diberikan bisa melebar kemana-mana. Untuk itu guru atau sang pencerita harus memfokuskan diri pada materi yang akan diberikan. </p>
<p>Kebaikan dan kekurangan pada sebuah model kegiatan belajar tentu tidaklah seharusnya menjadi penghalang. Semakin banyak mencoba dan menerapkan kepada anak didik, kita akan semakin luwes dan memahami metode apa yang cocok untuk mereka.</p>
<p>Selamat bercerita Bapak/Ibu guru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2011/12/07/storytelling-dalam-kbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Public Domain</title>
		<link>http://enggar.net/2011/10/14/public-domain/</link>
		<comments>http://enggar.net/2011/10/14/public-domain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 04:45:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia TIK]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=4046</guid>
		<description><![CDATA[Domain publik secara umum didefinisikan sebagai karya-karya yang dapat digunakan secara luas, karena tidak memiliki hak cipta atau hak ciptanya telah berakhir (kadaluarsa). Untuk menggunakan karya-karya ini tidak ada izin apapun yang diperlukan. Karya-karya mereka umumnya mewakili informasi penting yang dibutuhkan di kalangan akademik. Untuk lebih lengkap dapat dilihat di sini dan di sini. Pertanyaannya: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Domain publik secara umum didefinisikan sebagai karya-karya yang dapat digunakan secara luas, karena tidak memiliki hak cipta atau hak ciptanya telah berakhir (kadaluarsa). </p>
<p>Untuk menggunakan karya-karya ini tidak ada izin apapun yang diperlukan. Karya-karya mereka umumnya mewakili informasi penting yang dibutuhkan di kalangan akademik. Untuk lebih lengkap dapat dilihat di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Public_domain">sini</a> dan di <a href="http://www.universityofcalifornia.edu/copyright/publicdomain.html">sini</a>.</p>
<p>Pertanyaannya: Untuk dan dalam kondisi apa kita menggunakan karya-karya public domain?</p>
<p>Seandainya Anda suatu hari ingin membuat presentasi yang disimpan dalam bentuk digital atau di halaman web, dan dapat diakses oleh siapapun, maka pastikan Anda menggunakan karya-karya domain publik ini. Seringkali pada sebuah presentasi kita ingin memasukkan foto, atau menambahkan musik sebagai latar, maka alangkah baiknya memperhatikan hal-hal yang tampak kecil tapi sesungguhnya sangat penting. </p>
<p>Saya pun baru menyadari hal ini setelah harus berkutat membuat media pembelajaran sendiri. Hal yang hampir terlewatkan oleh saya namun bisa jadi sangat fatal juga akibatnya.</p>
<p>Maka, saya berusaha mencari tahu apa saja yang boleh dan tidak boleh saya lakukan. Kali ini saya akan berbagi cara untuk mendapatkan musik sebagai latar yang paling sering kita gunakan ketika membuat sebuah presentasi. </p>
<p>Wikipedia adalah rujukan yang saya gunakan. Mengapa? Karena karya yang ada di dalamnya sudah memenuhi ketentuan sebuah karya public domain. Berikut ini adalah langkahnya.</p>
<p>1. Masuk ke situs wikipedia di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Main_Page">sini</a>.<br />
2. Berikutnya, ketikkan lagu yang Anda inginkan di tombol Search. Misal: Symphony No.5 (Beethoven).<br />
<a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/10/pd1.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/10/pd1-300x222.jpg" alt="" title="pd1" width="300" height="222" /></a><br />
3. Di halaman Beethoven, carilah logo seperti di bawah ini. Klik tombol Play Sound.<br />
<a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/10/pd2.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/10/pd2-300x247.jpg" alt="" title="pd2" width="300" height="247"/></a><br />
4. Klik pilihan More di bawah tombol Player.<br />
<a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/10/pd3.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/10/pd3-300x217.jpg" alt="" title="pd3" width="300" height="217" /></a><br />
5. Klik kanan mouse di pilihan Download file. Pilih Open Link in new tab.<br />
<a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/10/pd4.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/10/pd4-281x300.jpg" alt="" title="pd4" width="281" height="300" /></a><br />
6. Di tab yang baru, pilih menu Firefox. Klik Save Page As. File musik akan disimpan dalam format ogg. Ogg adalah format untuk video dan audio yang free. Detail tentang ogg dapat dibaca di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ogg">sini</a>.<br />
7. Langkah selanjutnya adalah meng-convert format ogg menjadi format standar mp3. Kita lanjutkan di tulisan yang berikutnya ya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2011/10/14/public-domain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengenalan diri</title>
		<link>http://enggar.net/2011/09/22/pengenalan-diri/</link>
		<comments>http://enggar.net/2011/09/22/pengenalan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 16:03:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=3990</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali orang dewasa sulit memberitahukan siswa atau anak-anak pentingnya bagi mereka bersikap. Danie Beaulie dalam bukunya &#8216;Teknik-teknik yang berpengaruh di Ruang kelas&#8221; memberikan beberapa saran yang dapat dilakukan orang dewasa untuk menunjukkan suatu masalah atau perilaku pada anak-anak melalui penggunaan perumpamaan atau benda melalui beberapa latihan di bawah ini. Buatlah gambar sesuatu sama-samar, sehingga siswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali orang dewasa sulit memberitahukan siswa atau anak-anak pentingnya bagi mereka bersikap. Danie Beaulie dalam bukunya &#8216;Teknik-teknik yang berpengaruh di Ruang kelas&#8221; memberikan beberapa saran yang dapat dilakukan orang dewasa untuk menunjukkan suatu masalah atau perilaku pada anak-anak melalui penggunaan perumpamaan atau benda melalui beberapa latihan di bawah ini.  </p>
<p>Buatlah gambar sesuatu sama-samar, sehingga siswa tidak dapat menebak gambar tersebut karena garis gambarnya tipis. Kemudian sedikit demi sedikit tebalkan sehingga siswa dapat melihat dengan jelas dan menebak gambar tersebut. Pada saat itu jelaskan kepada mereka persamaan antara gambar yang tidak jelas tadi dengan seseorang yang pemalu, orang yang menutup diri, orang yang tidak dapat dikenali orang lain karena ia tidak mau menunjukkan jati dirinya dan orang yang tidak mau mengatakan dengan jelas apa yang ada dalam pikirannya.</p>
<p>Bandingkan dengan gambar yang terakhir, yaitu gambar yang jelas, orang yang berbicara dengan baik dan menggunakan bahasa yang benar.</p>
<p>Jika perlu, buat perumpamaan lebih lanjut dengan menggambar garis yang sangat tebal dengan pensil sampai kertas sobek. Dengan gambar tebal ini kita dapat memberikan gambaran bahwa seseorang yang sombong dan berambisi untuk menguasai kelas kadang-kadang dapat membuat hubungan orang tersebut dengan temannya terganggu.</p>
<p>Dari latihan di atas siswa dapat memperoleh gambaran tingkat kesombongan yang berbeda-beda. Siswa dapat menggambarkan dirinya apakah ia seperti garis yang sangat tipis atau amat tebal. Mereka juga bisa melihat teman lain ibarat garis yang setebal apa. Dengan demikian siswa dapat bermain dengan konsep pengenalan diri sesuai dengan pengamatan mereka sendiri.</p>
<p>Cara lain adalah dengan menggunakan dadu. Minta mereka mengocok dadu, tapi jangan digelindingkan. Ketika anak mengocok dadu, berikan penjelasan persamaan antara gerak tangan yang ragu-ragu dengan perilaku anak yang sering kali ragu-ragu untuk mengambil keputusan atau tidak berani mengekspresikan diri di kelas karena lebih mengkhawatirkan akibat yang ditanggungnya. </p>
<p>Berikan pengertian kepada siswa bahwa jika dadu tidak digelindingkan maka hasilnya tidak ada atau nol. Namun berbeda jika dadu digelindingkan. Kesempatan untuk memperoleh mata 1 atau bahkan 6 terbuka. Demikian pula jika siswa berani (walaupun keberanian itu tidak besar) dan mencoba melakukan sesuatu, maka ia akan mendapat pengalaman yang bermanfaat daripada hanya diam dan tetap ragu-ragu serta takut diejek teman. </p>
<p>**<br />
Buku yang bagus, sayangnya beberapa kalimat terjemahan terasa aneh, maka saya mengadaptasikan dari persepsi saya sendiri. Semoga tidak menyimpang terlalu jauh.</p>
<p>Sumber: Teknik-teknik yang berpengaruh di Ruang kelas ~ Beaulie</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2011/09/22/pengenalan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permainan Tradisional Sebagai Alternatif dalam Pembelajaran</title>
		<link>http://enggar.net/2011/08/13/permainan-tradisional-sebagai-alternatif-dalam-pembelajaran/</link>
		<comments>http://enggar.net/2011/08/13/permainan-tradisional-sebagai-alternatif-dalam-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2011 14:59:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=3579</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang menarik. Partner baru saja pulang menghadiri acara TEDX. Dan dia langsung bercerita satu presentasi yang menurut dia saya pasti suka. Dia tahu persis saya selalu tertarik dengan tema yang berkaitan dengan Pendidikan. Dan inilah ceritanya. Kang Zaini Alfi adalah seorang traditional games expert. Sekilas informasi yang saya peroleh dari brosur: &#8220;Zaini&#8217;s teaches children [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang menarik. Partner baru saja pulang menghadiri acara TEDX. Dan dia langsung bercerita satu presentasi yang menurut dia saya pasti suka. Dia tahu persis saya selalu tertarik dengan tema yang berkaitan dengan Pendidikan.</p>
<p>Dan inilah ceritanya. Kang Zaini Alfi adalah seorang traditional games expert. Sekilas informasi yang saya peroleh dari brosur:</p>
<p>&#8220;Zaini&#8217;s teaches children the fun of traditional games and toys through his social business, Komunitas Hong. He is also committed to reinvesting profits in children education, health and wellbeing through this platform.&#8221;</p>
<p>Zaini adalah lulusan ITB yang mendalami permainan tradisional. Melalui komunitas Hong yang didirikannya, ia bertekad melestarikan mainan dan permainan rakyat. Komunitas ini terdiri dari  150 anggota yang berasal dari masyarakat tingkatan usia dari mulai usia 6  tahun sampai usia 90 tahun. Kelompok anak adalah pelaku dalam permainan  sedangkan untuk anggota dewasa adalah sebagai narasumber dan pembuat  mainan.</p>
<p>Komunitas mainan rakyat ini berusaha menggali dan merekonstruksi  mainan rakyat, baik itu dari tradisi lisan atau tulisan berupa  naskah-naskah kuno dan berusaha memperkenalkan mainan rakyat dengan  tujuan menanamkan sebuah pola pendidikan masyarakat buhun agar seorang  anak mengenal dirinya, lingkungannya, dan Tuhannya. (sumber: dari<a href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2011/01/08/komunitas-hong-pelestari-permainan-anak-tradisional/"> sini</a>)</p>
<p>Tadi partner menerangkan filosofi permainan congklak yang dipaparkan oleh kang Zaini di acara TEDX.</p>
<p>Permainan congklak dimainkan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congkak dan biji congklak sebanyak 50 (10&#215;5), idealnya 98 (14 x 7). Jumlah biji berbeda-beda tergantung jumlah lobang yang ada pada papan congklak. Kebetulan milik kami adalah papan congklak dengan 10 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua sisinya. Setiap 5 lobang kecil di sisi pemain dan lobang besar di sisi kanannya dianggap sebagai milik sang pemain.</p>
<p>Cara memainkannya: Masing-masing lobang kecil dari 2 pemain diisi dengan 5 buah biji. Pemain pertama dapat memilih lobang yang akan diambil dan meletakkan satu biji ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Bila biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi. Bila habis di  lobang besar miliknya maka ia dapat  melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya. Bila habis di lubang  kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi  yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lobang kosong di sisi lawan  maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.</p>
<p>Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat  diambil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain). Pemenangnya  adalah yang mendapatkan biji terbanyak. (sumber dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Congklak">sini</a>)</p>
<p>Permainan ini mempunyai arti:</p>
<p>5 lobang kecil yang berhadap-hadapan itu menandakan nama hari dalam jawa.  Namun bisa juga 7 untuk menandakan jumlah hari.</p>
<p>Permainan ini mengajarkan, bahwa jika kita mempunyai rejeki, kita dapat membaginya untuk kebutuhan kita sendiri satu-satu (tidak perlu berlebih), diwakilkan ketika kita meletakkan satu biji ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Ketika rejeki itu berlebih kita boleh menyimpannya di lumbung (lobang besar). Lagi-lagi cukup satu. Dan jika kita masih mempunyai lebihnya, bagikan ke saudara, tetangga, teman, dan lain-lain (ditandai dengan meletakkan satu biji ke setiap lobang papan congklak milik teman di hadapan kita). Namun kita tidak diperbolehkan meletakkan biji di dalam lumbung milik kawan kita. Mengapa? Karena adalah kewajiban si empunya untuk menghidupi dirinya sendiri, yang disimbolkan sebagai tabungan. Dan begitu seterusnya.</p>
<p>Intinya adalah dalam hidup kita diajarkan untuk tidak berlebih-lebihan dan saling berbagi terhadap orang lain. Serta mengajarkan untuk bertanggung jawab terhadap hidup kita sendiri.</p>
<p>Wow, saya sungguh takjub mendengar cerita dari partner. Sungguh indah filosofi nenek moyang kita dulu, bukan? Ingin tahukah Anda mengapa orang tua kita jaman dahulu mengajarkan anak-anak bermain? Karena jaman dahulu tidak ada sekolah formal dan itulah cara nenek moyang kita mendidik anak-anak mereka.</p>
<p>Menarik ya? Permainan tradisional ini juga bisa disisipkan ke dalam pembelajaran di sekolah loh.</p>
<p>Kalau selama ini Anda, para guru terbiasa memberikan permainan di sela pembelajaran, tidak ada salahnya permainan tradisional seperti ini diterapkan. Selain melestraikan permainan tradisional yang melimpah sekali di negara kita ini, anak-anak pun dapat dibekali penanaman nilai-nilai karakter yang kuat.</p>
<p>Bukankah impian kita semua agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi anak-anak yang tidak hanya pintar tapi juga mempunyai karakter yang kuat, baik dan dapat dibanggakan?</p>
<p>Mengenai komunitas Hong juga dapat di baca di<a href="http://kaulinanbudak.multiply.com/"> sini</a>. Atau di http://kaulinanbudak.multiply.com/</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/08/photo.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3583" title="photo" src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/08/photo-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2011/08/13/permainan-tradisional-sebagai-alternatif-dalam-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#SelamatkanAnakBangsa: Membaca Yuk</title>
		<link>http://enggar.net/2011/07/27/selamatkananakbangsa-membaca-yuk/</link>
		<comments>http://enggar.net/2011/07/27/selamatkananakbangsa-membaca-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 05:06:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=3340</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu dunia pendidikan dikagetkan oleh semakin merosotnya nilai Bahasa Indonesia di UN. Berbagai alasan dikemukakan. Buat saya, hanya satu penyebab utama: Kurangnya membaca. Mengapa? Apakah guru di sekolah tidak pernah meminta siswa untuk membaca buku? Sangatlah tidak adil jika kita mengambinghitamkan mereka yang telah berupaya untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi siswa-siswanya. Lalu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu dunia pendidikan dikagetkan oleh semakin merosotnya nilai Bahasa Indonesia di UN. Berbagai alasan dikemukakan. Buat saya, hanya satu penyebab utama: Kurangnya membaca.</p>
<p>Mengapa? Apakah guru di sekolah tidak pernah meminta siswa untuk membaca buku? Sangatlah tidak adil jika kita mengambinghitamkan mereka yang telah berupaya untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi siswa-siswanya. Lalu, apa yang bisa kita lakukan?</p>
<p>Mengenalkan anak pada kegiatan membaca sedini mungkin. Ini adalah salah satu gerakan untuk #SelamatkanAnakBangsa.</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/07/anak-suka-membaca-buku.jpg"><img title="anak suka membaca buku" src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/07/anak-suka-membaca-buku.jpg" alt="" width="226" height="198" /></a><br />
Dokumentasi: Dari <a href="http://www.minnglawu.sch.id/2011/07/begini-caranya-agar-anak-senang-membaca.html">sini</a></p>
<p>1. Mulai dari lingkungan terdekat. Tularkan kebiasaan membaca pada anak sejak dini.<br />
Tidak mungkin meminta anak kita membaca jika kita sendiri sebagai orang tua lebih memilih menonton sinetron, misalnya.</p>
<p>2. Ajak anak-anak mengunjungi perpustakaan atau toko buku. Toko buku sekarang banyak didesain sekaligus sebagai perpustakaan. Bisa menjadi pengenalan awal ke anak tentang fungsi perpustakaan.</p>
<p>3. Temani dan pilihkan bacaan yang sesuai untuk usia mereka. Buku cerita bergambar atau komik dapat digunakan sebagai langkah awal untuk menarik minat anak-anak pada buku.</p>
<p>4. Sesekali minta mereka untuk menceritakan kembali isi buku yang dibaca. Ini akan membuat kegiatan membaca menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menghibur.</p>
<p>5. Berikan hadiah buku di hari ulang tahun mereka. Atau, pengalaman orang tua saya dulu, jika ada anak yang berulang tahun atau berprestasi kami diizinkan untuk membeli buku lebih dari satu. Anak lainnya cukup satu. Dan ini adalah hadiah yang paling kami tunggu. Kami bersuka cita menunggu hari ulang tahun.</p>
<p>Manfaat membaca tentu banyak, salah satunya mengembangkan pemikiran dan cara berpikir kita, menambah kosa kata baru, dan lain-lain. Sejatinya, membaca akan membawamu pada dunia yang penuh warna dan dinamis.</p>
<p>Mari membaca dan warnai hari-harimu dengan buku-buku yang bergizi.</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/07/Lihat-Perpustakaan-Nasional-Yuk_detail.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3348" title="Lihat-Perpustakaan-Nasional-Yuk!_detail" src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/07/Lihat-Perpustakaan-Nasional-Yuk_detail.jpg" alt="" width="175" height="118" /></a><br />
Dokumentasi: dari <a href="http://m.kidnesia.com/Kidnesia/Sekitar-Kita/Pengetahuan-Umum/Lihat-Perpustakaan-Nasional-Yuk!">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2011/07/27/selamatkananakbangsa-membaca-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengamati Gerhana Bulan dengan Stellarium</title>
		<link>http://enggar.net/2011/06/17/mengamati-gerhana-bulan-dengan-stellarium/</link>
		<comments>http://enggar.net/2011/06/17/mengamati-gerhana-bulan-dengan-stellarium/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 16:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=3237</guid>
		<description><![CDATA[Stellarium adalah aplikasi virtual antariksa yang berbasis open source. Penggemar astronomi pasti sudah tak asing dengan program satu ini. Dengan Stellarium kita bisa menikmati planetarium di manapun melalui komputer. Dengan stellarium kita bisa melihat objek-objek langit seperti planet, bintang, dll. Dan asyiknya lagi kita bisa melihat tampilan langit di masa lalu atau di masa mendatang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Stellarium adalah aplikasi virtual antariksa yang berbasis open source. Penggemar astronomi pasti sudah tak asing dengan program satu ini. Dengan Stellarium kita bisa menikmati planetarium di manapun melalui komputer.</p>
<p>Dengan stellarium kita bisa melihat objek-objek langit seperti planet, bintang, dll. Dan asyiknya lagi kita bisa melihat tampilan langit di masa lalu atau di masa mendatang, dengan mengatur tanggal dan waktunya.</p>
<p>Nah, bagi yang tidak mengikuti detik-detik gerhana bulan tanggal 16 Juni kemarin, kamu bisa loh membuat simulasinya menggunakan program ini.</p>
<p>Bagi yang berminat, unduh dahulu programnya di <a href="http://www.stellarium.org/">sini</a>. Jika sudah, buat pengaturan peta lokasi. Caranya:<br />
1. Tekan tombol F6 untuk jendela lokasi.<br />
2. Isikan nama/Kota dan Negara. Arahkan juga dan klik tanda panah ke negara yang kamu tinggali.<br />
3. Pastikan pilihan Earth untuk Planet.<br />
4. Isikan juga kolom ketinggian. Dikira-kira aja, kalau dekat laut sekitar 0-10<br />
5. Jangan lupa beri tanda centang pada pilihan Gunakan Sebagai Standar.<br />
6. Jika telah selesai, klik ikon Close.</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/stellarium1.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/stellarium1-300x220.jpg" alt="" title="stellarium1" width="300" height="220" /></a></p>
<p>Berikutnya, mencari benda langit<br />
Klik ikon Jendela Pencarian atau tekan tombol F3. Ketikkan nama benda langit yang ingin kita cari. Misalnya: Bulan (jika menggunakan bahasa indonesia)</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/stellarium3.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/stellarium3-300x110.jpg" alt="" title="stellarium3" width="300" height="110" /></a> </p>
<p>Untuk mundur ke waktu yang kita inginkan, ubah pengaturan jendela Tanggal dan waktu, atau tekan tombol F5. Lihat contoh seperti gambar di bawah.</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/stellarium2.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/stellarium2-300x95.jpg" alt="" title="stellarium2" width="300" height="95" /></a></p>
<p>Perhatikan, coba geser opsi jam. Di layar akan terlihat kapan bulan muncul kemudian menghilang dan menampakkan dirinya lagi.</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/stellarium4.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/stellarium4-300x243.jpg" alt="" title="stellarium4" width="300" height="243" /></a></p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/stellarium5.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/stellarium5-300x250.jpg" alt="" title="stellarium5" width="300" height="250" /></a></p>
<p>Simulasi gerhana bulan total sudah bisa kamu nikmati deh, walaupun melihat langsung lebih terpuaskan tentu saja.</p>
<p>Oh ya, untuk setting lainnya bisa di-eksplorasi sendiri ya. Silakan dicoba berbagai ikon dan menu yang ada di samping kiri dan bawah jendela Stellarium. </p>
<p>Selain bisa bertualang ke masa lalu kamu juga bisa melanglang ke masa depan. Asyik, kan? Banyak lagi deh yang bisa kamu lihat. </p>
<p>Selamat berpetualang di alam semesta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2011/06/17/mengamati-gerhana-bulan-dengan-stellarium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011</title>
		<link>http://enggar.net/2011/06/16/gerhana-bulan-total-16-juni-2011/</link>
		<comments>http://enggar.net/2011/06/16/gerhana-bulan-total-16-juni-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 15:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=3239</guid>
		<description><![CDATA[Berbarengan dengan peristiwa gerhana bulan total tadi malam, saya baru ingat beberapa bulan lalu murid saya minta diceritakan tentang gerhana bulan dan matahari. Maafkan Ibu ya, baru menuliskannya sekarang. Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbarengan dengan peristiwa gerhana bulan total tadi malam, saya baru ingat beberapa bulan lalu murid saya minta diceritakan tentang gerhana bulan dan matahari. Maafkan Ibu ya, baru menuliskannya sekarang. </p>
<p>Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. (untuk lengkapnya bisa di baca di sini: http://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_bulan)</p>
<p>Untuk mudah mengingatnya, gerhana bulan terjadi jika posisi matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus (sejajar). </p>
<p>Penjelasan gambar </p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/proses-gbt.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/proses-gbt-300x142.jpg" alt="" title="proses gbt" width="300" height="142" /></a></p>
<p>Setiap planet bergerak mengelilingi matahari. Dan beberapa planet memiliki satelit alami yang bergerak mengelilinginya. Dalam gambar di atas, planet kita, yaitu bumi memiliki satelit alami yang bernama bulan. Bumi mengelilingi matahari. Bulan mengelilingi bumi. Dalam pergerakan garis edar, posisi benda-benda angkasa ini sesekali dapat saling sejajar. </p>
<p>Pada gerhana bulan, ketika posisi benda-benda angkasa: matahari, bumi, dan bulan sejajar, bulan tidak mendapatkan cahaya dari matahari karena terhalang oleh bumi. Namun bulan tidak sepenuhnya gelap, bagian luar bulan masih mendapatkan sedikit cahaya yang disebabkan oleh<br />
pantulan cahaya matahari dari bumi yang melewati sisi bulan. </p>
<p>Warna merah pada gerhana bulan disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari dalam atmosfir bumi.</p>
<p>Oya, gerhana bulan total terjadi ketika posisi bulan berada pada daerah umbra. </p>
<p>Nah, berikut ini adalah foto-foto yang saya peroleh dari hasil pengamatan amatir dengan menggunakan kamera yang juga sekadarnya pada gerhana bulan tanggal 16 Juni 2011. </p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/moon-2.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/moon-2-300x180.jpg" alt="" title="moon-2" width="300" height="180" /></a>          </p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/moon-3.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/moon-3-300x192.jpg" alt="" title="moon-3" width="300" height="192" /></a></p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/moon-6.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/moon-6-300x172.jpg" alt="" title="moon-6" width="300" height="172" /></a></p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/moon-7.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/moon-7-300x182.jpg" alt="" title="moon-7" width="300" height="182" /></a></p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/moon-8.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/moon-8-300x146.jpg" alt="" title="moon-8" width="300" height="146" /></a></p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/moon-9.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/06/moon-9-300x145.jpg" alt="" title="moon-9" width="300" height="145" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2011/06/16/gerhana-bulan-total-16-juni-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Kecil</title>
		<link>http://enggar.net/2011/03/18/cerita-kecil/</link>
		<comments>http://enggar.net/2011/03/18/cerita-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 17:09:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=2891</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu lalu seorang rekan bertanya kepada saya, bagaimana mengajarkan perkalian kepada siswa sekolah dasar. Teman saya ini kebetulan baru pertama kali mengajar privat untuk seorang anak murid. Dan kali pertama juga dia harus mengajar di luar mata pelajaran yang biasa diampunya. Pertanyaan kedua, bagaimana mengajarkan peta aliran darah. Saya kebetulan juga bukan guru untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa minggu lalu seorang rekan bertanya kepada saya, bagaimana mengajarkan perkalian kepada siswa sekolah dasar. Teman saya ini kebetulan baru pertama kali mengajar privat untuk seorang anak murid. Dan kali pertama juga dia harus mengajar di luar mata pelajaran yang biasa diampunya. Pertanyaan kedua, bagaimana mengajarkan peta aliran darah. </p>
<p>Saya kebetulan juga bukan guru untuk kedua bidang tersebut, dan latar belakang pendidikan saya bahkan jauh dari keduanya pun dari mata pelajaran yang biasa saya ajarkan. Jadi, saya tidak tahu apakah jawaban saya berikut ini ngawur atau tidak. </p>
<p>Menurut cerita teman saya, ia kesulitan mengajarkan perkalian kepada siswanya. Saya tanya, bagaimana ia mengajarkan perkalian. Ternyata, teman saya ini langsung meminta siswa untuk menghafalnya. Saya tidak tahu apakah saat ini metode pengajaran perkalian memang langsung meminta anak-anak untuk menghafal. Tapi saya ingat, perkalian adalah proses penjumlahan berulang. Dan saya kira, lebih baik mengajarkan sebuah konsep awal sebelum melangkah lebih jauh. Ajarkan anak-anak dari mana hasil perkalian itu didapat. Selanjutnya boleh saja meminta mereka menghafal-nya. </p>
<p>Untuk jawaban kedua, mengajarkan peta aliran darah. Anak ini ternyata lemah dalam membaca, dan juga tak suka menghafal. Tapi ia suka jalan-jalan. Saya sarankan teman saya untuk meminta siswanya menceritakan atau mengarang sebuah peta perjalanan (dengan asumsi anak itu suka jalan-jalan, bukan?). Nah, kalau sudah coba ibaratkan peta aliran darah itu adalah sebuah alur tujuan dari dan ke suatu tempat. Ini sebenarnya solusi super asal dan ngawur, tapi memang itu yang terlintas seketika. </p>
<p>Saya, memang tak menyukai model pembelajaran instan, karena itu membuat anak didik cenderung jadi manja dan malas untuk berpikir. </p>
<p>Apakah guru yang salah atau kurikulum atau sistem pendidikan kita yang amburadul? Saya tak ingin menyalahkan siapapun. Semua pihak bertanggung jawab bahkan orang tua mereka sendiri.</p>
<p>Yang bisa kita lakukan hanya lah memperbaiki diri terus menerus, belajar tiada henti dan jangan pelit untuk berbagi. </p>
<p>Jadi ingat petuah Ibu saya &#8220;Jangan pelit berbagi ilmu. Kalau kamu nggak mau membagi ilmu ke orang lain nggak usah jadi guru&#8221;. Hehehe, nyelekit? Banget. Tapi saya kira Ibu saya ada benarnya.</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/03/learning_method.png"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/03/learning_method-270x300.png" alt="" title="learning_method" width="270" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-2893" /></a></p>
<p>Dokumentasi: </p>
<p>http://www.funspeakingclub.com/speakingclub/index.php/learning-method</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2011/03/18/cerita-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film Pendidikan</title>
		<link>http://enggar.net/2011/03/04/film-pendidikan/</link>
		<comments>http://enggar.net/2011/03/04/film-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 05:37:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=2859</guid>
		<description><![CDATA[Saya suka menonton film. Film-film favorit saya banyak juga sih, beberapa di antaranya adalah film-film pendidikan. Dan berikut ini adalah list film-film pendidikan yang saya peroleh dari browsing sana-sini. Film pendidikan membantu saya menangani anak didik. Saya juga pernah mempraktikkan metode-metode pengajaran yang ada dalam film-film tersebut. Nah, ini dia daftarnya: 1. Dead Poets Society [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya suka menonton film. Film-film favorit saya banyak juga sih, beberapa di antaranya adalah film-film pendidikan. Dan berikut ini adalah list film-film pendidikan yang saya peroleh dari browsing sana-sini. Film pendidikan membantu saya menangani anak didik. Saya juga pernah mempraktikkan metode-metode pengajaran yang ada dalam film-film tersebut. </p>
<p>Nah, ini dia daftarnya:</p>
<p>1.  Dead Poets Society<br />
Berkisah tentang seorang guru sastra yang mengajar di sekolah khusus pria. Sistem pengajarannya yang berbeda menimbulkan masalah bagi guru dan sekolah itu, namun tidak dengan murid-muridnya. Kelanjutannya bisa baca buku atau tonton filmnya ya.<br />
2. Freedom Writers<br />
Kisah tentang seorang Ibu guru yang mengajar di kelas yang berisi anak-anak yang bermasalah. Dari narkoba sampai rusuh antar gang. Bagaimana ia kemudian dapat menanamkan rasa peduli dan kasih sayang kepada murid-muridnya? <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
3. Les Choristes.<br />
Film Perancis. Serupa dengan Dead Poets Society. Namun guru dalam film ini melakukan pendekatan melalui musik.<br />
4. Dangerous minds<br />
Di film ini sang guru mengajak murid-muridnya mengapresiasi puisi.<br />
5. Dan jangan lupa film pendidikan di dalam negeri sendiri yang bagus: Denias, Senandung Di Atas Awan dan Laskar Pelangi.<br />
6. Pay it Forward<br />
Entah masuk dalam kategori pendidikan atau tidak, tapi nilai-nilai moral di dalamnya sangat bagus. Dan cerita bermula dari tugas yang diberikan oleh guru mereka.</p>
<p>Lainnya yang masuk dalam daftar pencarian saya adalah:<br />
1. The Ron Clark story<br />
3. I Not Stupid, I Not Stupid Too<br />
4. Take the Lead<br />
5. School of Rock<br />
6. Akeelah and The Bee<br />
7. Music of the Heart<br />
8. School of Life<br />
9. Gokusen (Jepang)<br />
10. Ahead of the class<br />
11. Great Teacher Onizuka (jepang)<br />
12. School of life<br />
13. Lean on me<br />
14. The Class (Perancis)<br />
15. Coach Carter<br />
16. The Great Debaters<br />
17. Finding Forrester<br />
18. Daddy Day Care (buat guru-guru yang sudah mengaplikasikan multiple intelligences di kelas)<br />
19. The Music of the Heart<br />
20. Front of the class.<br />
21. Searching for Bobby Fischer / innocent moves<br />
22. Half Nelson (Persahabatan guru dan murid)<br />
23. The Miracle Worker (Hellen Keller)<br />
24. What&#8217;s Eating Gilbert Grape (1993)<br />
25. I am Sam<br />
26. Monalisa Smile</p>
<p>List di atas belum saya lihat satu persatu, jadi saya juga belum  bisa menyatakan bahwa film tersebut layak ditonton. Tapi mudah-mudahan tidak mengecewakan dan bisa sedikit memberi gambaran. Jika ada rekan lain yang mempunyai rekomendasi film pendidikan lainnya sila memberikan komentar di bawah. Akan lebih menarik lagi disertai sinopsisnya&#8230; hehehe.</p>
<p>Selamat menonton</p>
<p><a href="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/03/deadpoets1.jpg"><img src="http://enggar.net/wp-content/uploads/2011/03/deadpoets1.jpg" alt="" title="deadpoets" width="300" height="300" class="alignleft size-full wp-image-2863" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggar.net/2011/03/04/film-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

