Internet, Perempuan dan Pendidikan

Pendidikan 2 Comments »

Saya suka berselancar di Internet. Ibarat sebuah perpustakaan, internet menyediakan semua buku yang saya perlukan. Beragam informasi yang kita butuhkan semua tersedia di Internet. Seperti hari libur dan cuti sekarang, saya mencoba masuk dapur dengan resep-resep makanan yang saya peroleh dari internet. Ada banyak situs-situs kuliner disertai foto-foto dari menu yang disajikan. Kalau berhasil memasaknya hmm.. senang tentu, bahkan suka takjub sendiri. Apalagi ditambahi pujian dari partner … hihihi ;-) .

Profesi saya sebagai guru juga menuntut saya untuk rajin meng-update ilmu pengetahuan. Saya senang mencari situs-situs pembelajaran dari luar. Lesson plan mereka saya gunakan sebagai pembanding untuk rencana pengajaran terhadap murid-murid saya. Belum lagi video klip berbagai metode pengajaran dan materi yang kita butuhkan, jumlahnya ribuan atau bahkan jutaan?

Seperti beberapa tahun lalu, ketika terjadi peristiwa gerhana bulan penuh. Saat itu saya bersama keponakan-keponakan mengamati fenomena alam yang luar biasa itu. Mereka sibuk bertanya seputar gerhana bulan. Setelahnya, saya ajak mereka ke komputer dan mencari artikel seputar gerhana bulan. Wikipedia adalah rujukan yang biasanya saya gunakan. Dan agar lebih menarik, mereka bisa melihat proses gerhana bulan di youtube. Seperti di sini salah satu contohnya.

Anak-anak juga bisa bermain sambil belajar. Seperti di situs BBC Kids ini. Ada banyak pilihan mata pelajaran yang dapat dipelajari. Dari sains, matematika, sejarah, dan masih banyak lagi. Materi pelajaran yang sulit pun akan lebih mudah diserap anak karena disajikan dalam bentuk visual dengan gambar-gambar yang menarik. Di akhir pelajaran tersedia kuis yang dikemas dalam bentuk permainan yang sama menyenangkannya. Semua ini akan membuat anak betah belajar, karena mereka melakukannya dengan riang gembira :)

Beberapa alamat situs mereka dapat dilihat di bawah ini:

  1. BBC Children
  2. Cbeebies

Saya juga bergabung di beberapa milis dan membuka akun di situs jejaring sosial, seperti facebook dan twitter. Beberapa milis dan grup di antaranya teknologi informasi dan komunikasi, guru, teman-teman masa sekolah, penulisan buku, astronomi, buku, dan lain-lain. Milis adalah tempat saya berbagi informasi dengan orang-orang yang mempunyai minat yang sama. Ada banyak keuntungan yang di dapat dari bergabung dengan milis. Salah satunya di klub guru. Sebagai member klub guru maka saya mendapatkan diskon setiap kali mereka mengadakan even khusus dalam seminar atau pelatihan. Tentu yang paling utama adalah kita bisa saling berbagi pengetahuan dan kemudian membaginya dengan orang lain.

Di kala senggang saya juga suka membuat ketrampilan origami bersama keponakan-keponakan. Tutorial berbagai bentuk ketrampilan origami tersebar di Internet. Salah satunya bisa dilihat di sini. Kalau masih merasa kesulitan ada video klip-nya. Kita bisa dengan mudah mengikuti langkah-langkah membuatnya. Seperti video klip yang saya tayangkan di bawah ini.

Menyenangkan, bukan?

Twitter

Materi TIK, Pendidikan 2 Comments »

Apa beda following dan follower? Dan apa sih RT itu? Ini beberapa pertanyaan dari hasil chatting saya dengan murid beberapa hari yang lalu. Dan kali ini saya ingin memaparkan dalam tulisan sekilas mengenai twitter.

Twitter adalah salah satu situs web jejaring sosial dan mikroblog. Pengguna dapat mengirimkan informasi singkat dengan panjang maksimum 140 karakter. Ada banyak microblog sejenis twitter, beberapa di antaranya buatan lokal, yaitu kronologger dan koprol.

Twitter dapat digunakan untuk berbagi dan menyebarkan informasi. Twitter juga digunakan di berbagai bidang, seperti: Politik, Humas, Pendidikan, dan lain-lain.

Beberapa istilah yang digunakan dalam twitter. (sumber: wikipedia)

Tweet: sesuatu yang ditulis di status twitter
Following: pengguna lain yang tweet nya akan selalu diterima
Follower: pengguna lain yang akan selalu menerima tweet
# (hash tags): penanda yang ditulis di depan topik tertentu agar pengguna lain bisa mencari topik sejenis yang ditulis oleh orang lain.
Trending topics: topik yang sedang banyak dibicarakan pengguna dalam waktu yang bersamaan.
RT (Re-tweet): menuliskan kembali tweet orang lain. Biasanya ini dimaksudkan untuk berbagi informasi dengan pengguna lain.

Twitter membuat kamu bisa berkomunikasi dengan idolamu, presiden, dan para menterinya. Hmm… jadi berpikir bagaimana jika kita menggunakan twitter sebagai media belajar? Kamu bisa bertanya jawab dengan tokoh-tokoh yang kamu kagumi, seperti musisi, ilmuwan, penulis, dan lain-lain. It sounds fun, isn’t it?

Blog Gratis dan Blog Berbayar

Materi TIK, Pendidikan 5 Comments »

Untuk memenuhi permintaan seorang rekan, saya coba untuk memaparkan perbedaan blog berbayar dan blog gratis.

Blog Gratis
Untuk pemula blog gratisan sangat dianjurkan. Blog gratisan seperti wordpress sangat mudah dioperasikan. Kita tidak perlu repot membayar hosting dan domain. Kekurangannya, nama domain harus mencantumkan nama hosting si penyedia jasa blog gratisan ini. Template atau tampilan blog yang disediakan juga terbatas. Dan sewaktu-waktu blog kita dapat ditutup. Mereka juga tidak bertanggungjawab dengan arsip-arsip file yang mungkin saja hilang. Lainnya, yaitu kita tidak dapat memasang plugin-plugin untuk menambah fasilitas blog.

Blog Berbayar
Blog berbayar kebalikan dari blog gratis. Kita harus membayar hosting dan domain setiap tahun. Merawat data sendiri dan menginstal software atau plugin sendiri. Untuk memilih theme yang berbeda kita juga harus membayar. Umumnya yang menggunakan blog berbayar adalah perusahaan atau sekolah/lembaga. Karena mereka dapat menggunakan domain sendiri.

Mana yang lebih baik blog berbayar atau blog gratis?

Sama saja. Tergantung dari visi dan misi membuat blog. Blog yang dibuat untuk tujuan bisnis umumnya menggunakan domain sendiri. Selain itu blog berbayar berkesan lebih profesional bagi perusahaan atau lembaga yang bersangkutan.

Namun tidak selalu blog berbayar bertujuan komersil. Kebanyakan orang memilih blog berbayar karena fleksibilitas dalam pengaturan. Saya sendiri memilih blog berbayar karena awalnya blog ini dibuat untuk membantu rekan guru dan orang tua yang membutuhkan file-file yang ada di buku tik sd erlangga.

Untuk blog pribadi sebenarnya cukup dengan yang gratis. Kita bisa belajar dari sana terlebih dahulu. Satu lagi, tidak penting apakah blog gratis atau berbayar. Berbayar tapi kemudian tidak menulis apapun di blog itu juga sia-sia. Akan lebih baik menggunakan blog gratis tapi rajin mengisi blog kita dengan tulisan-tulisan terbaru.

Sejauh ini apa kegunaan blog?
Blog membantu kita untuk menulis lebih baik, menuangkan ide dan gagasan yang kita miliki dalam bentuk tulisan, membantu berkomunikasi dengan orang lain, menambah teman, dan masih banyak lainnya. Blog juga bisa berfungsi sebagai media informasi, contohnya: kita bisa menulis resep-resep masakan favorit, mempromosikan sebuah produk barang/jasa, meresensi buku atau film, dan lain-lain.

Dengan blog kita dapat berbagi ilmu dengan orang lain. Ilmu yang kita miliki adalah amanah dari Tuhan, Sang Pencipta. Dan sebagai amanah, kita mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk mengamalkannya. Jangan takut ilmu kita habis, karena Tuhan akan memberikan lebih banyak lagi jika kita mau membaginya dengan orang lain.

Nge-Blog Yuk

Materi TIK, Pendidikan 5 Comments »

Hmm.. kamu tentu pernah mendengar buku harian. Apa sih buku harian itu? Buku harian adalah catatan kejadian yang kita alami sehari-hari. Menulis buku harian membantumu untuk belajar mengungkapkan emosi dan perasaan serta mengeluarkan ide-ide atau gagasan yang kamu punyai.

Dengan berkembangnya teknologi, maka kegiatan tulis menulis sekarang tidak hanya ditulis pada secarik kertas namun juga bisa di internet. Nah, aplikasi untuk menulis sebuah catatan harian online disebut dengan Blog.

Langkah untuk membuat blog sangat mudah. Salah satunya kamu dapat menggunakan layanan yang diberikan oleh wordpress. Ikuti langkah berikut ini.

  • Ketik http://wordpress.com
  • Klik Sign Up, untuk mendaftar

blog

  • Ketikkan username, password dan ketik password sekali lagi. Username adalah nama yang akan muncul sebagai nama domain blogmu. Misal: hilda86.wordpress.com. Nah, hilda86 adalah usernamemu.

blog2

  • Ketikkan alamat emailmu. Misal: hilda-sarah@yahoo.com (Oya, kamu harus punya alamat email terlebih dahulu. Kalau belum punya email, buat dulu ya. Kamu bisa membuat email di yahoo atau di gmail)
  • Klik di kotak kecil yang ada tulisan “I have read and agree…”. Artinya, kamu telah membaca dan menyetujui prosedur yang ditetapkan.
  • Selanjutnya, klik Next.

blog3

  • Jika permintaanmu disetujui maka akan keluar pernyataan persetujuan.
  • Selanjutnya, kamu diminta untuk mengaktifkan akun blogmu dengan cara mengeklik link yang diberikan melalui emailmu. Maksudnya, kamu harus masuk ke alamat email dan melihat apakah ada email konfirmasi dari wordpress. Jika ada klik dan baca pesan yang diberikan. Biasanya, di pesan tersebut ada link yang harus kamu klik sebagai tanda konfirmasi untuk mengaktifkan akun blogmu.
  • Berikutnya, kamu sudah mulai bisa menulis. Tulislah apa saja, boleh kegiatanmu sehari-hari, cerita-cerita karyamu dan lain-lain.

Dan tahukah kamu, kelebihan sebuah blog? Jika kamu menulis di buku harian maka tidak ada orang lain yang bisa mengomentari tulisanmu. Tapi dengan blog, setiap artikel atau cerita yang kamu tulis, dapat dibaca oleh banyak orang dan dikomentari oleh siapapun. Kamu dapat berinteraksi dan membangun sebuah social network (hubungan antar manusia), seperti halnya di facebook. Ketika kamu menulis status baru, maka statusmu dapat dikomentari oleh teman2 yang ada di daftar pertemanan. Begitu juga dengan blog. Siapapun dapat memberi komentar atas tulisanmu. Hebatnya blog, tanpa daftar pertemanan, maka siapapun dan orang dari manapun dapat turut berkomentar dan berinteraksi dengan kamu dan tulisanmu.

Selamat menulis dan hiasilah dunia dengan tulisan-tulisanmu yang bermanfaat dan berguna untuk sesama :)

Berikan kail bukan ikannya

Obrolan, Pendidikan 11 Comments »

Kita pasti seringkali mendengar ungkapan di atas. Apa makna dibalik kalimat tersebut?

Ini lah langkah nyata dari mutiara kata di atas.

Bangladesh. Apa yang terbayang dalam benak kita mendengar nama negara ini? Sebuah negara dengan bayangan kemiskinan, langganan banjir dan kumuh? Ya, nyatanya Bangladesh merupakan salah satu negara miskin di Asia. Namun perlahan tapi pasti negara ini sedang menaiki roda perekonomian yang lebih baik. Melalui pemikiran brilian seorang profesor dan bankir dari Bangladesh, Muhammad Yunus, menjalankan gerakan yang diberi nama kredit mikro. Kredit mikro adalah praktik memberikan bantuan pinjaman tanpa agunan kepada orang miskin. Pinjaman itu digunakan untuk membangun sebuah usaha, seperti warung, bengkel kerajinan- yang dapat mengangkat mereka sekeluarga keluar dari kemiskinan.

Dan seperti dikutip dalam buku ‘Menciptakan Dunia Tanpa Kemiskinan” – “Akses ke modal, sekecil apapun, punya pengaruh transformatif pada kehidupan manusia.”

Gerakan global kredit mikro itu kemudian dikenal dengan nama Bank Gramen. Apa yang membedakan bank Gramen dengan bank umum lainnya? Secara ringkas, bank Gramen melakukan kebijakan yang terbalik dengan yang dilakukan bank umum. Kebijakan itu antara lain: meniadakan agunan, tidak ada surat atau dokumen-dokumen untuk melakukan peminjaman. semuanya dijalankan dengan modal kepercayaan. Pembinaan dan pelatihan kepada para pengusaha kecil ini melalui teman-temannya yang telah berhasil. Contoh di atas adalah sebagian kecil dari kebijakan bank gramen lainnya yang sangat menarik dan diluar kebiasaan.

Sedangkan untuk karyawan bank gramen sendiri ada sebuah keunikan kinerja kerja yang mengingatkan saya pada murid-murid saya di sekolah dasar dahulu. Stiker atau bintang yang diberikan oleh guru kepada murid-murid yang mengikuti pelajaran dengan baik di hari mereka belajar.

Bank Gramen memiliki sistem evaluasi dan insentif lima jenis bintang untuk staf dan cabang-cabang bank Gramen. Jika seorang staf dapat mencapai rekor pengembalian pinjaman 100% untuk seluruh nasabahnya (biasanya 600 nasabah) dia mendapatkan bingtang hijau. Jika dia dapat menghasilkan keuntungan dari pekerjaannya, dia mendapatkan bintang yang lain-bintang warna biru. Jika dia dapat memobilisasi tabungan lebih banyak ketimbang pinjaman yang berjalan, dia mendapatkan bintang ketiga-bintang ungu. Bila dia bisa memastikan seluruh nasabahnya bersekolah, dia mendapatkan bintang cokelat. Akhirnya, bila seluruh nasabahnya bisa keluar dari kemiskinan, dia mendapatkan bintang merah. Staf ini boleh mengenakan bintang-bintangnya itu di dadanya. Mereka sangat bangga akan prestasi itu.”

Seringkali kita tidak menyadari bahwa penghargaan atas sebuah prestasi tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi (nominal). Tetapi sebuah ketulusan dan kesungguhan dalam menghargai pekerjaan orang lain memberi kesan yang jauh lebih berarti.

Dana Minim Bukan Halangan untuk Belajar Komputer

Pendidikan 13 Comments »

Pertengahan tahun 2006 saya diajak seorang rekan untuk bergabung di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) terbuka di Bandung. Saat itu rekan saya, Ibu Ida, menyatakan keinginannya untuk mempersiapkan anak-anak dengan berbagai ketrampilan sebagai bekal mereka menghidupi diri sendiri. Harapan ini didasarkan kenyataan bahwa tidak semua dari anak-anak itu akan melanjutkan sekolah.

Impian Ibu Ida adalah cita-cita semua guru di sekolah ini. Maka dimulailah rencana besar kami ke depan. Berbagai ketrampilan seperti menjahit, menyulam, memasak, serta desain komputer masuk dalam daftar kegiatan. Mimpi? Bolehlah dikatakan seperti itu. Untuk sebuah sekolah tanpa gedung dan biaya yang memadai, harapan di atas seperti sebuah angan-angan kosong. Mengajar anak-anak itu sendiri sudah merupakan kesulitan yang nyata. Seringkali anak-anak meninggalkan bangku sekolah karena terpaksa membantu orang tua untuk bisa bertahan hidup.

Tidaklah mudah mewujudkan sebuah mimpi yang terlihat sederhana sekalipun. Itu juga yang saya rasakan ketika pertama kali diminta membantu mengajar mata pelajaran komputer. Bersama dengan rekan guru komputer lainnya, kami memutuskan mengajar bergantian dengan membawa laptop pribadi.

Memang tidak optimal karena anak-anak harus bergantian menggunakan komputer. Namun demikian antusiasme yang mereka perlihatkan membuat kami bertekad untuk mempunyai komputer sendiri. Dengan bantuan donatur terkumpul dana yang kami perkirakan cukup untuk membeli 2 atau 3 komputer dengan spesifikasi yang tidak terlalu tinggi. Keinginan untuk segera membeli komputer itu kami urungkan sejenak karena kami harus berhitung dengan sangat hemat. Pertimbangan lainnya adalah beban aplikasi program, yang tentunya membutuhkan sumber daya yang besar dan nantinya berimbas pada harga. Saat itu saya ingat sebuah artikel mengenai open source. Saya ceritakan kepada partner mengenai kondisi yang ada dan solusi open source tersebut. Partner yang sedikit banyak tahu mengenai sistem ini meyakinkan saya bahwa pilihan open source itu sangat tepat untuk kami gunakan. Bersama rekan guru lainnya kami kemudian mendiskusikan kemungkinan ini. Melalui partner kami kemudian menghubungi seorang kawan, mas Harry Sufehmi. Atas bantuan mas Harry, kami kemudian dipertemukan dengan personil dari Klub Linux Bandung (KLuB).

Bersama teman-teman dari Klub Linux Bandung kami berhasil menset up enam komputer dengan sistem thin client (LTSP). LTSP memungkinkan komputer pentium 1-2 tanpa hardisk digunakan bersama dengan 1 komputer sebagai server. Dengan demikian maka dapat diperoleh jumlah komputer yang lebih banyak untuk satu lab.

Distro yang digunakan adalah Edubuntu. Sekarang, anak-anak ini sudah bisa belajar menggunakan komputer sendiri. Beberapa program aplikasi yang kami berikan adalah pengolah gambar dengan Tux Paint, dan paket OpenOffice. Ke depannya kami juga ingin mengajarkan program desain grafis dengan The Gimp. Di waktu senggang anak-anak bereksplorasi dengan berbagai macam aplikasi seperti berhitung, belajar bahasa inggris, pengetahuan alam, dan berbagai aplikasi program edukasi yang menghibur dan menyenangkan untuk anak-anak. Dan semua program aplikasi ini legal dan gratis tentu saja.

Ternyata belajar linux itu tidak susah. Anak-anak dengan mudah beradaptasi. Dan satu kebanggaan juga kami berhasil merebut gelar juara di lomba cerdas cermat se Jawa Barat. Memang tidak khusus untuk lomba TIK tapi anak-anak mampu menjawab dengan sangat baik untuk pertanyaan-pertanyaan seputar TIK.

smpt copy smpt2 copy

Silabus dan RPP TIK SD

Erlangga, Materi TIK, Pendidikan 10 Comments »

Banyaknya permintaan untuk silabus dan RPP TIK SD membuat saya merasa perlu mensosialisasikan hal-hal berikut ini:

  1. Silabus TIK SD (KBK) dari penerbit Erlangga, dapat Anda unduh di sini
  2. Silabus TIK SD (KTSP) dari penerbit Erlangga, dapat Anda unduh di sini.
  3. Contoh RPP juga bisa Anda unduh di sini. Saya tidak bisa membuat semua RPP. Harapan saya, dengan melihat contoh RPP tersebut, Bapak dan Ibu dapat membuat RPP yang lebih baik dari yang ada sekarang, tentu dengan menyesuaikan kemampuan murid di sekolah bapak dan Ibu Guru.
  4. Saya tidak mempunyai baik silabus atau RPP selain dari mata pelajaran TIK.
  5. Maaf, saya tidak bisa mengirimkan file-file yang Bapak/Ibu butuhkan satu persatu melalui email. Semua file telah saya letakkan di blog ini dan bisa Bapak/Ibu guru unduh sendiri.

Untuk TIK SMP, karena saat ini saya mengajar TIK SMP, ada beberapa file yang mungkin dapat membantu Bapak dan Ibu guru, semuanya dapat diunduh melalu halaman ini.

Mudah-mudahan informasi di atas dapat membantu Bapak/Ibu guru dalam meningkatkan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Dampak IT Terhadap Perilaku Anak

Erlangga, Materi TIK, Pendidikan 7 Comments »

Di atas adalah judul tema yang saya persiapkan untuk mengisi seminar IT Park di sekolah BPK Penabur, Tangerang. Hmm, bertahun-tahun di Jakarta, bisa dihitung berapa kali saya ke kota ini. Jauh sangat. Rencananya acara akan dimulai jam 9.00. Sekitar jam 6 saya dan pak Dedy dari Erlangga berangkat. Kami mampir sebentar ke kantor Erlangga di Tangerang. Dan kemudian melanjutkan perjalanan ke sekolah Penabur. Belum banyak orang datang. Saya diberi tahu oleh panitia bahwa akan ada 3 pembicara. Pertama, 2 orang dari Telkom. Mereka akan membawakan materi Internet Sehat. Ibu Shintya, seorang psikolog dan juga wali dari orang tua murid SMP. Serta saya sendiri.

Presentasi pertama memaparkan ancaman-ancaman apa yang mungkin dihadapi ketika kita mengakses internet serta mengenalkan fasilitas internet sehat dari Telkom. Antara lain pemasangan proxy web filter internet-sehat baik untuk pengguna TELKOMNET Instan dan pelanggan Speedy.

Berikutnya, saya membawakan materi yang berjudul Dampak TI terhadap perilaku anak. Nah, saya patut berterima kasih kepada Fresh. Tidak menyesal saya datang ke forum ini karena banyak ilmu baru yang bisa dipelajari. Saya bercerita tentang generasi Z. Banyak sebutan untuk generasi ini, di antaranya: generasi millinenum dan New Silent Generation. Mereka ini adalah anak-anak kita yang berada di kisaran umur 11-20an tahun. Generasi yang aktif dalam sejarah internet. Sejak kecil mereka sudah mengenal Friendster, Facebook, youtube, dll. Mereka juga sudah mahir menggunakan google dan wikipedia untuk mengerjakan pekerjaan rumah serta kecanduan game online. Generasi Z ini dicirikan sebagai generasi yang anti-sosial, budaya instan, cuek, tanpa imaginasi, tidak berani mengambil resiko dan sunyi. Kenapa sunyi? Karena mereka tidak bisa berkomunikasi secara verbal. Selain sisi gelap yang melekat pada generasi ini tentu ada pula norma dan perilaku baru yang muncul. Untuk lebih lengkapnya Anda dapat mengunduh materi presentasi yang saya sisipkan di sini.

Pembicara ke-3 adalah Ibu Shintya. Ibu Shintya memaparkan solusi serta langkah yang bisa diterapkan untuk meminimalisir perilaku-perilaku negatif yang muncul pada anak-anak. Seperti menemani mereka ketika berselanjar di internet, meletakkan komputer di ruang publik, ataupun bergabung dengan situs jejaring pertemanan seperti Friendster atau FB. Kuncinya adalah mengenali dan masuk ke dalam dunia mereka.

Acara ini diakhiri jam 11.30. Dengan diantar Pak Indra, saya menuju Bintaro untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung dengan menggunakan travel. Impiannya sih bisa ikut pelatihan guru-guru di acara Smart Competition yang diadakan Telkom. Tapi, ternyata waktunya nggak nunut. Mereka sudah selesai. Tak apalah, next time, mungkin?

Terima kasih buat rekan-rekan di Erlangga, dan Bapak/Ibu pembicara (Jadi punya teman baru :) ) serta kepada orang tua, guru, dan panitia dari sekolah BPK Penabur. Senang bertemu dengan Anda semua :) .

Lakon

Obrolan, Pendidikan 5 Comments »

‘Untuk teman, sahabat, dan ibu guruku,’ Itu adalah ucapan kenang-kenangan dari seorang murid beberapa tahun silam yang tak pernah bisa saya lupakan. Sekarang, mungkin dia sudah mulai bekerja. Kontak kami terakhir sekitar tahun 2005, saat itu dia kuliah tingkat 2 di sebuah universitas. Pertemanan kami dimulai dari awal yang sederhana. Anak laki-laki menjelang remaja yang cukup sulit, tertutup, sedikit pemberontak dan labil. Tapi mempunyai hati yang peka dan penyayang. Kedua orang tua nya bercerai dan ibunya mengalami depresi yang cukup berat. Adik si Ibu sementara mengambil alih tanggung jawab untuk menjaga anak-anak sang kakak.

Tanpa saya sadari pertemanan kami menjadi akrab. Di akhir tahun ajaran, di perpisahan sekolah, dia tak pernah jauh dari saya. Beberapa guru pernah menyatakan keheranan mereka kenapa anak itu bisa dekat dengan saya. Saya pun tak tahu jawabannya. Karena memang tak ada hal istimewa yang saya lakukan untuk dia. Sekedar menemani anak itu belajar berbagai program komputer, mendengarkan dia cerita, memberi semangat. Hal-hal umum dan biasa yang saya lakukan juga untuk anak yang lain. Akhir acara itu dia mencium tangan dan pipi saya. Saya sungguh kaget. Saya pandangi wajah anak itu. Tiba-tiba ada rasa sedih dan kehilangan yang menyeruak dari dalam hati. Ada sedikit air mata yang dipaksanya untuk tidak turun. Dan saya memaksa diri untuk tersenyum dan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Setelah itu dia masih suka menghubungi saya. Bercerita tentang sekolah, teman, dan pacar nya :) . Mengikuti lomba cover boy dan menang dan menyediakan tiket untuk saya hadir di final pemilihan lomba tersebut. Memusuhi saya karena saya tidak bisa hadir di acara tersebut. Berbaikan kembali dan bercerita kembali. Sama seperti dahulu, ketika dia masih menjadi murid saya.

Saya kadang teringat dengan anak-anak yang pernah datang dan pergi dalam kehidupan saya.Tapi saya kira mereka tidak benar-benar pergi. Seperti saya yang tidak pernah melupakan mereka.

Saya bukanlah guru yang baik dan sempurna, karena kita tidak pernah bisa menjadi sempurna. Kegagalan kita ketika menjalin hubungan dengan anak-anak adalah pelajaran yang selalu bisa dipetik. Dengan demikian kita selalu belajar menjadi baik dan lebih baik. Saya belajar dari murid-murid saya bagaimana memaafkan kesalahan orang lain. Sekali waktu saya pernah marah dan mereka pun pernah memusuhi saya. Tapi kami akan kembali berbaikan dan saling memaafkan. Karena saya dan mereka tahu, bahwa kami saling menyayangi.

Kunci atau apapun lah namanya, mungkin metode pembelajaran yang paling sempurna adalah memberikan hati kita kepada mereka. Hanya dengan cara itulah kita dapat mendekati mereka dan membuat proses pembelajaran dapat berjalan baik. Semua teori mengenai metode pembelajaran, sekeren dan sesempurna apapun tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak menyertakan hati kita ikut bersama di dalamnya.

Presentasi

Materi TIK, Pendidikan 1 Comment »

Awal bulan lalu saya memberikan materi program pembuat presentasi untuk anak-anak kelas 9. Pada pertemua pertama saya meminta mereka untuk membuat 3 slide. Masing-masing terdiri dari slide pembuka (yang berisi judul presentasi dan nama presenter), slide isi, dan slide penutup. Judul tema yang saya pilih adalah ‘Tentang Aku (About Me).’ Alasan memilih tema ini adalah karena saya ingin anak-anak belajar mengenal siapa diri mereka. Dan untuk alasan lainnya, kali ini saya ‘menyarankan’ mereka untuk menulis dalam bahasa Inggris. Dari keluhan rekan guru diketahui hasil try out bahasa Inggris mereka sangat jatuh. Sangat biasa lah jika kemudian mendengar beberapa anak mengeluh :) . Di slide kedua, terinspirasi oleh berbagai macam permainan tag yang tersebar di blog dan fesbuk, saya bebaskan mereka untuk memilih topik yang akan ditulis. Contoh: 10 fakta tentang diriku, 10 hal yang aku sukai atau tidak aku sukai, dan lain-lain. Thanks my friend :)

Di pertemuan kedua, tema nya yaitu ‘Kegiatanku sehari-hari (My Daily Activities). Saya berikan contoh yang sederhana sambil menyinggung sedikit bentuk Tense yang digunakan untuk sebuah kegiatan yang rutin dilakukan.

Pertemuan ke-3, belajar menyisipkan diagram siklus. Dengan mengambil tema ‘Siklus Hidup (Life Cycle)’ saya bebaskan anak-anak memilih daur hidup hewan, seperti siklus hidup kupu-kupu, katak, kecoa, dan sebagainya. Membuat gambar hewan nya di pengolah gambar sederhana serta memindahkan di program pembuat presentasi. Anak-anak menikmati itu :) .

Kunci saya ketika mengajar komputer adalah warna dan gambar. Anak-anak, dan saya kira, orang dewasa pun menyukai-nya. Apalagi jika gambar itu adalah hasil karya mereka sendiri.

Kesan:

Anak-anak kelas 9 di tahun ini adalah anak-anak yang lumayan sulit. Dan semua guru mengakui itu. Saya akui, saya setengah terpaksa harus mengajar mereka. Sempat meminta bertukar kelas dengan rekan. Tapi, sisi hati saya menolak, merasa bahwa tidak seharusnya saya menghindar. Dan kelas 9 adalah tanggung jawab saya selama 2 bulan ke depan. Mudah-mudahan saya bisa memegang amanah ini dengan baik.

Oya, contoh karya siswa pada praktik di atas dapat di-unduh di sini.

Ahmad Hanif-Pertemuan 2
Ahmad Hanif-Pertemuan 3
Asri Puji Lestari-Pertemuan 3

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in