Sekolahnya Manusia, Munif Chatib

Pendidikan 1 Comment »


dokumentasi: dari sini

Buku dari penerbit Kaifa ini membahas tentang metode dan model pembelajaran kecerdasan majemuk atau yang lebih dikenal dengan Multiple Intelligences (MIS). MIS, atau kecerdasan majemuk pertama kali dikenalkan oleh Howard Gardner, psikolog dari Harvard University. Menurut Gardner, kecerdasan dan gaya belajar setiap anak itu berbeda. Karena itulah metode pembelajaran dengan menggunakan MI dipersiapkan untuk mengakomodasi perbedaan individu tersebut.

Buku Sekolahnya Manusia ditulis oleh Munif Chotib, CEO Next WorldView, sebuah lembaga konsultan dan pelatihan pendidikan. Beliau adalah seorang pakar multiple intelligences. Dalam bukunya ini Beliau menuliskan hasil riset MI nya untuk diterapkan di Indonesia. Disertai juga model-model pembelajaran MI yang telah diterapkan di sekolah binaannya.

Beberapa metode di antaranya adalah:

1. Bercerita
Bercerita dapat mengembangkan kemampuan baca tulis. Metode bercerita dapat diberikan guru untuk murid-murid yang mengalami kesulitan membaca dan menulis. Dengan cerita-cerita yang memotivasi seorang anak dapat digairahkan minatnya untuk belajar membaca dan menulis.

2. Melukis Angka
Metode mengajarkan penjumlahan dengan cara melukiskan angka-angka penjumlahan pada kertas folio yang disambung berjejer di dinding kelas. Metode ini dapat digunakan untuk anak yang sulit belajar mengenal angka dan penjumlahan namun mempunyai kelebihan dalam menggambar dan mewarnai (kecerdasan spasial visual)

Mengelola pembelajaran di dalam kelas adalah hak Anda sebagai pendidik, Namun tak ada salahnya mencoba berbagai pilihan lain. Dan mengapa tidak memulainya dari sini?

Gandhi dan Pendidikan

Pendidikan No Comments »

Pendidikan yang sempurna ialah membangkitkan sifat-sifat diri kita sendiri yang terbaik.

Pernyataan di atas mengingatkan saya akan suatu kisah, di sebuah negara di mana pemerintahnya lebih khawatir jika anak-anak negeri itu tidak bisa mengantre dibandingkan tidak bisa menulis dan membaca. Gandhi pernah menuliskan bahwa kepandaian membaca dan menulis bukanlah merupakan tujuan akhir, bahkan bukan juga tujuan awal dari pendidikan.

Pendidikan yang sejati dapat diperoleh dengan mengajarkan anak untuk secara cerdas menggunakan anggota tubuhnya sebagai cara paling sempurna dan paling cepat untuk mengembangkan kecerdasannya. Pembinaan akal dan tubuh itu seyogyanya dilakukan seiring dengan pendidikan bathin (jiwa). Dengan demikian pendidikan akal budi dapat tercapai.Ketiga cabang ilmu tersebut menurut Gandhi merupakan keterpaduan yang tidak dapat dipisahkan.

Gandhi menempatkan akal budi sebagai landasan manusia dalam berpikir dan bertindak. Menurut Gandhi, pada manusia akal budilah yang menggerakkan dan mengendalikan perasaan. Membangkitkan akal budi berarti membangkitkan keinsyafan untuk membedakan antara yang baik dan batil.

Dan sejatinya tujuan pendidikan adalah mendidik diri kita sendiri. Menjadi baik atau batil adalah sebuah pilihan. Dan keduanya mencerminkan bagaimana kita menghargai sebuah pendidikan yang telah kita lalui.

Workshop Wikipedia

Pendidikan No Comments »

Jadi, hari Jumat kemarin saya berhasil datang ke acara workshop Wikipedia yang diadakan berbarengan dengan pameran INAICTA 2010 di Jakarta Convention Center (JCC). INAICTA sendiri adalah Ajang Karya Cipta Kreativitas Dan Inovasi Teknologi Komunikasi Dan Informasi. Ajang ini diikuti oleh berbagai tingkat, dari Sekolah Dasar sampai umum. Dan karya-karya mereka semua sangat memukau. Ok, cerita tentang INAICTA akan saya tulis tersendiri nanti ya, insya Allah.

Ada berbagai workshop yang ditawarkan, dari yang gratis sampai yang berbayar. Sebenarnya sih saya berminat dengan semua workshopnya.. hehehe. Saya memilih workshop Wikipedia ini karena sejak lama saya bertanya-tanya bagaimana caranya bisa menulis di Wikipedia. Tentu kita semua sudah mengenal situs ensiklopedia yang satu ini. Hampir semua kita mencari informasi dengan mengacu pada situs Wikipedia. Dan terutama, anak-anak sekolah.

Wikipedia, menurut mas Ivan Lanin, aktivis dan wikipediawan senior, adalah suatu ensiklopedia daring bebas dan terbuka yang dibuat secara kolaboratif oleh para sukarelawan dan dioperasikan oleh organisasi nirlaba Wikimedia Foundation.

Yang menarik adalah artikel-artikel yang sering kita rujuk dari wikipedia itu ditulis oleh mereka yang mempunyai minat yang sangat tinggi untuk berbagi pengetahuan dan membebaskan pengetahuan bagi sesama. Dan mereka melakukan itu secara sukarela, tanpa dibayar.

Jika Anda bertanya-tanya siapa saja yang bisa berkontribusi di situs ilmu pengetahuan ini, nah jawabannya, siapapun bisa menulis di Wikipedia. “Jangan khawatir dan merasa tidak bisa menulis,” kata mas Ivan. “Bahkan satu dua baris kalimat yang kita buat, dapat dikembangkan oleh yang lain.”

Artikel-artikel panjang yang ada di Wikipedia seringkali awalnya berupa tulisan-tulisan pendek. Dan seperti sifatnya yang terbuka dan kolaboratif, maka tulisan-tulisan di Wikipedia dapat disunting, dan ditambahkan oleh anggota wikipediawan lainnya. Oya, wikipediawan adalah sebutan untuk orang yang menulis atau mengedit artikel untuk Wikipedia. Untuk lebih jelasnya mengenai wikipediawan dapat dibaca di sini.

Wikipediawan ini kebanyakan adalah mahasiswa dan umum. Kalau Anda suka menulis, kenapa tidak mencoba bergabung menjadi wikipediawan? Caranya mudah kok. Masuk ke situs wikipedia dan daftar. Berikutnya, ikutilah petunjuk-petunjuk yang ada. Syarat lainnya mungkin adalah kita harus berani bereksplorasi. Jika ada kesulitan, para wikipediawan senior dapat membantu Anda. Mereka dapat ditemui di salah satu menu diskusi di Wikipedia.

Saya kira ini juga media yang bagus untuk para guru atau dosen mengajak anak didik mereka untuk berani menulis. Tulisan di Wikipedia tentu saja tidak boleh kopi paste. Anda harus mencantumkan sumber referensi penulisan. Boleh menerjemahkan artikel atau membuat tulisan sendiri, atau juga boleh menyunting tulisan orang lain. Namun tentu saja itu semua ada peraturannya.

Kalau Anda bertanya apa keuntungannya menjadi wikipediawan? Saya akan jawab: banyak sekali. Kita bisa menulis lebih baik, melatih berpikir dengan runut, mendapatkan banyak pengetahuan dan kawan, dan tentu saja sebuah kebahagiaan yang tak bisa diukur dan dibeli dengan uang. Percayalah :) .

Dan, saya ingin berterima kasih untuk mas Ivan, dan semua wikipediawan yang telah memberikan ilmunya kepada kami yang hadir di sesi workshop sore jumat itu. Sungguh sangat bermanfaat bagi saya. Sempat terlintas, andaikan saja saya masih mengajar, saya akan memanfaatkan wikipedia sebagai media untuk murid-murid saya yang memang suka menulis.

Terima kasih. Semoga saya bisa berkontribusi juga di sana kelak :) . Amin.

Contoh RPP

Pendidikan 5 Comments »

Saya coba untuk membuat RPP berbasis Pakem, ini sedianya untuk buku TIK yang baru. Proses Pembuatan buku baru ini memang tersendat lama, selain berubah terus, baik format dan keinginan dari pihak penerbit dan saya sendiri serta kendala lainnya. Sisi positifnya saya bisa punya waktu luang untuk merampungkan RPP dari buku jilid 4 yang sudah selesai. Buku lainnya sih belum, pusing :) . Baiklah ini bocoran RPP dari buku jilid 4, yang mudah2an tidak berubah lagi dan disetujui penerbit. Tapi satu aja ya? Lainnya menyusul kalau bukunya dah terbit, insya Allah. ;-)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah :
Mata Pelajaran : Teknologi Informasi dan Komunikasi
Kelas : 4 (empat) SD
Semester : I
Alokasi Waktu : 1 x 35 menit (1 x pertemuan)

Standar Kompetensi : Menggunakan perangkat lunak pengolah kata

Kompetensi Dasar : 1.1 Mengenal software pengolah kata

Indikator :
• Mengenal aplikasi pengolah kata dan fungsinya
• Menjelaskan pengertian menu dan ikon
• Mendemonstrasikan cara menjalankan perangkat lunak pengolah kata
• Menerangkan fungsi menu dan ikon perangkat lunak pengolah kata

Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat mengenal dan menjalankan perangkat lunak pengolah kata

Materi Pembelajaran
• Siswa dapat mengenal berbagai aplikasi pengolah kata, seperti MS Word, OpenOffice Writer, dll.
• Siswa dapat menjelaskan fungsi perangkat lunak pengolah kata.
• Siswa dapat mempraktikkan langkah menjalankan program pengolah kata.
• Siswa dapat mengidentifikasi menu dan ikon pada perangkat lunak pengolah kata.
• Siswa dapat menjelaskan fungsi menu dan ikon perangkat lunak pengolah kata.

Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan (10’)
• Guru menyampaikan salam.
• Guru mengecek kehadiran siswa.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
• Guru mengawali pelajaran dengan mengajak siswa bertanya jawab.
Siapa yang suka membaca? Siapa yang suka menulis?
Dengan apa biasanya kamu menulis?
Siapa yang sudah pernah menulis menggunakan komputer?
Apa yang kamu tulis? (surat, cerita, karangan, laporan, dll)

• Guru menggali pengetahuan siswa dengan mengkaitkan pelajaran komputer yang telah mereka peroleh di kelas sebelumnya.
Masih ingat nama program untuk menggambar?
Untuk membuat sebuah dokumen juga diperlukan sebuah program pengolah kata. Ada yang tahu?

Kegiatan Inti (15’)
• Guru memperlihatkan contoh dokumen yang diketik dengan menggunakan komputer, seperti surat, karangan berupa cerita pendek atau cerita di surat kabar, dll.
• Guru memperlihatkan contoh dokumen yang ditulis tangan.
• Guru menanyakan kepada siswa perbedaan menulis dengan tangan dan menulis atau mengetik dengan komputer. Guru meminta siswa untuk berdiskusi dengan teman sebangku.
• Guru meminta siswa untuk membaca cerita yang ada pada buku paket. Siswa memberikan kesan yang mereka peroleh dari cerita di atas.
• Guru mengelompokkan siswa. Guru meminta setiap kelompok menyalakan komputer dan membuka sebuah program pengolah kata yang mereka ketahui. Kemudian menuliskan nama program pengolah kata yang telah mereka buka di buku atau selembar kertas.
• Guru mengarahkan siswa untuk mengenal nama program pengolah kata yang akan dipelajari.
• Guru menyediakan objek untuk ditanggapi siswa, yaitu berupa simbol-simbol seperti lambang dilarang merokok, toilet, telepon, dan lain-lain.
Bagaimana pendapatmu mengenai gambar-gambar ini? Apa artinya?
Apakah kamu mengetahui nama lain untuk berbagai gambar-gambar ini?
Siswa dapat menyimpulkan pendapatnya melalui kelompok atau individu.
Guru mengarahkan penyebutan nama gambar itu.
• Guru mengajak siswa untuk mengenali tampilan jendela program di layar komputer masing-masing serta mengajak siswa untuk mengidentifikasi perintah menu dan ikon yang ada di dalamnya.

Kegiatan penutup (10’)
• Guru membimbing siswa untuk merangkum materi.
• Siswa diberikan tugas yang ada di buku paket.

Media/Sumber/Bahan
• Komputer
• Buku Paket
• Foto atau contoh dokumen berupa cerita, surat yang ditik komputer dan yang ditulis tangan.
• Contoh lambang yang mempunyai arti, seperti simbol dilarang merokok, ada telepon, dll.

Penilaian
Lampiran: Buku Paket TIK SD dari Penerbit Erlangga.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Pendidikan No Comments »

Untuk beberapa teman yang bertanya mengenai penyusunan RPP, saya coba paparkan beberapa komponen yang ada dalam RPP.

Tentu rekan sudah familiar dengan istilah Pakem (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Berikut ini saya coba tuliskan mengenai RPP Pakem.

Beberapa pertanyaan dasar yang diajukan untuk penyusunan RPP Pakem.

  • Apa yang akan diajarkan?
  • Bagaimana cara membelajarkannya?
  • Dengan apa dibelajarkan?
  • Bagaimana cara memenuhi target pencapaian hasil belajar?

Komponen RPP terdiri dari:

  1. Identitas, meliputi: Nama Sekolah, Mata Pelajaran, Kelas, Semester, dan Alokasi Waktu. Alokasi Waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh untuk SD: 2 x 35 menit).
  2. Standar Kompetensi (lihat silabus)
  3. Kompetensi Dasar (lihat silabus)
  4. Indikator (dikutip dari silabus), mencakup perilaku yang dapat diukur untuk menunjukkan bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar. Penanda pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang meliputi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. Dikembangkan sesuai karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.
  5. Tujuan pembelajaran.
  6. Materi Pokok. Materi Pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujaun pembelajaran dan indikator. Materi dikutip dari materi pokok yang ada dalam silabus. Materi pokok tersebut kemudian dikembangkan menjadi beberapa urain materi. Untuk memudahkan penetapan uraian materi dapat diacu dari indikator.
  7. Langkah-langkah Pembelajaran (Lihat paparan Langkah Pembelajaran di bawah)
  8. Media/Sumber/Bahan
  9. Penilaian, dapat berisi lampiran Lembar Kerja, Media/Bahan/Sumber, Uraian Materi, dan Instrumen Tes.

Penjelasan untuk komponen Langkah Pembelajaran.

  1. Kegiatan Pendahuluan. Meliputi: Orientasi (memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan ilustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dsbnya); Apersepsi (memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan); Motivasi (Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan materi yang dipelajari, dsb); Pemberian Acuan (biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar); Pembagian keompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar, sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).
  2. Kegiatan Inti. Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (framework) masing-masing. Langkah-langkah tersebt disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator. Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan LKS baik yang berjenis cetak atau noncetak.
  3. Kegiatan Penutup. Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman. Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat membuat tes tertulis atau lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali rangkuman yang telah diselesaikan. memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian pengayaan.

Sumber:

  1. http://schooldevelopment.net/resourcesi.html
  2. http://www.puskur.net/
  3. http://www.diknas.go.id
  4. Unduh Penyusunan RPP.pdf dari Internet (sumber tak tercantum)

Apa Arti Kebangkitan Nasional Untukmu?

Pendidikan 1 Comment »

102 tahun yang lalu para pemuda Indonesia menggalang kekuatan untuk membangkitkan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini ditandai oleh berdirinya Boedi Oetomo (20 mei 1980) dan Ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). (sumber: wikipedia). Setelah itu muncullah tokoh-tokoh kebangkitan nasional lainnya.

Perjuangan para tokoh kebangkitan nasional itu membuahkan hasil dengan kemerdekaan Indonesia yang diperoleh dari semangat dan keberanian para pemuda jaman itu. Kita telah merdeka kini. Apakah perjuangan kita telah selesai? Belum. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Kemiskinan, korupsi, pendidikan bagi seluruh warga, dan banyak lagi yang masih harus menjadi perhatian.

Bagaimanakah kita memulainya? Mengapa tidak mencoba dari hal-hal yang sederhana? Baik kita pelajar, karyawan, ulama, siapapun, belajar adalah proses yang tak pernah berhenti. Belajar bagaimana menghargai pendapat orang lain dan menerima perbedaan. Belajar bekerjasama dan tidak mementingkan diri sendiri. Belajar dengan tekun, bekerja giat, jujur serta tidak mudah mengeluh.

Kita sudah sering mendengar nasihat di atas. Bosan? Baiklah, mengapa tidak kita coba langsung mempraktikkannya? Mumpung menyambut hari kebangkitan nasional 20 mei. Bangkitkan diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik. Dengan begitu kita bersama-sama secara perlahan membangun Indonesia, negeri yang kita cintai, menjadi bangsa yang maju dan patut diperhitungkan di mata internasional.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional. Bangkit Indonesia!

Pembelajaran

Pendidikan No Comments »

Tulisan ini ingin saya khususkan untuk keponakan dan murid-murid saya dimanapun.

Banyak hal menarik yang bisa kita pelajari dari sebuah kejadian-kejadian sederhana di sekitar kita. Melalui pengamatan dan pengalaman manusia diharapkan untuk selalu menggunakan akal dan pikirannya untuk mencapai pemahaman yang terbaik. Kali ini saya ingin membaginya kepada kalian semua, karena harapan akan Indonesia yang lebih baik berada di pundak kalian.

Kita sangat beruntung hidup di Indonesia, kamu tentu tahu Indonesia adalah sebuah negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia mempunyai alam yang indah dan kaya akan rempah. Serta iklim yang cukup bersahabat. Indonesia mempunyai 2 musim, yaitu: musim kemarau dan musim hujan.

Dahulu, bangsa-bangsa asing tertarik menjajah Indonesia karena negara ini sangat kaya raya dengan sumber daya alamnya.

Saat ini citra Indonesia sedikit kurang bagus. Tahukah kamu apa sebabnya? Korupsi yang merajalela, tingkat polusi yang tinggi, sampah yang bertebaran dimana-mana, dan kemacetan serta sikap rakyat Indonesia yang masa bodoh semakin menambah runyam kesan negeri ini di mata dunia.

Kenapa masa bodoh? Seringkah kamu perhatikan, orang-orang di jalan membuang sampah tidak pada tempatnya? Atau memotong antrian semena-mena? Merokok di area umum, dalam ruangan ber-AC, atau tempat yang berisi larangan merokok? Tidak peduli terhadap kebutuhan orang lain, seperti: memberi tempat duduk pada orang yang lebih tua, sakit, atau hamil? Dan masih banyak etika moral yang sejatinya sudah kita pelajari sejak duduk di kelas sekolah dasar.  Kita tahu alasan mengapa kita harus membuang sampah di keranjang sampah dan bukan di kali, selokan, di dalam bis, dan tempat-tempat lainnya. Kita dapat meracuni tidak saja diri kita sendiri tapi juga orang lain pada saat kita merokok di area publik dan tempat terlarang lainnya.

Negara-negara besar di dunia, sangat memperhatikan kenyamanan bagi seluruh warga mereka. Dan usaha itu didukung oleh semua warganya. Indonesia adalah negara yang beragama. Seharusnyalah kita tidak sekedar rajin membaca kitab suci, rajin melakukan ritual lainnya tapi juga mengaplikasikan nilai-nilai moral dan kebaikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Lihatlah hal yang baik dari setiap orang dan negara yang suatu saat kamu kunjungi. Tirulah etos kerja yang tinggi, giat belajar dan berusaha dari negara-negara lain. Abaikan pengaruh yang negatif. Jangan takut untuk berbeda. Bersikaplah untuk selalu memberi (jangan berharap untuk selalu menerima). Memberi kebaikan tidak akan pernah menjadi sia-sia, selamanya.

Kita bisa memulai dari hal-hal yang sederhana seperti di atas.

Jika kelak suatu saat kamu mempunyai kesempatan untuk mengunjungi kota-kota lain di Indonesia atau negara-negara lain di belahan dunia sana belajarlah selalu sesuatu daripadanya. Bagaimana peradaban dan kebudayaan mereka berjalan. Petik dan contohlah hal-hal baik ketika kamu kembali ke negaramu. Sebarkan dan berusahalah walau sedikit untuk bisa memberikan pencerahan bagi orang-orang disekitarmu. Jadikan manusia Indonesia, manusia yang beradab dan berbudaya.

Ada slogan bagus, yang artinya seperti ini: Hal-hal kecil yang kita lakukan bisa membuat sebuah perubahan yang besar bagi banyak orang.

Pekerjaan rumah kita semua adalah bagaimana mengembalikan citra baik dan terhormat negeri ini di mata dunia.

Pembelajaran Kreatif dengan ICT – Bagian 2

Pendidikan 5 Comments »

Jadi, sabtu lalu saya kembali mengikuti workshop Pembelajaran Kreatif dengan ICT bagian ke-2. Dan tentu masih bersama Pak Agus Sampurno. Hari ini diawali dengan sebuah Bingo Game, berupa selembar tabel yang berisi pernyataan. Contoh seperti di bawah ini.

Masing-masing harus mengumpulkan satu tanda tangan teman yang mempunyai kesamaan minat dengan pernyataan yang ada di dalam kotak. Jadi, akan terkumpul sebanyak 9 tanda tangan dari teman yang berbeda. Menarik tentu, karena kemudian sibuklah rekan-rekan berlarian mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Nah, permainan ini juga bisa diterapkan pada anak didik kita. Pernyataan dalam kotak bisa kita ganti dengan pertanyaan seputar pelajaran yang kita ampu.

Berikutnya, adalah diskusi kelompok yang membahas plus minus dan ketertarikan menjadi guru IT.  Masing-masing kelompok menuliskan pendapat mereka dalam selembar kertas. Selanjutnya wakil tiap kelompok diminta membacakan hasil diskusi mereka.

Kemudian ada pemutaran video dengan tema Digital Learners, saya sisipkan video ini di sini.

Setelah istirahat kami akan kerja kelompok sesuai dengan kelas yang kami ajar. Saya bersama rekan ada di dalam kelompok kelas 9.

Di sesi berikutnya kami ditugaskan untuk mencari informasi di Internet, sesuai kategori kelas. Berikut ini adalah paparannya.

Grade 1: Scratch

Grade 2: Picasa/Flickr

Grade 3: Clubpinguin

Grade 4: Mathletics

Grade 5: Buble

Grade 6: WordPress/Blogger

Grade 7: NIngs/Wikispace

Grade 8: Podcast

Grade 9: Audacity

Scratch adalah program seperti Tux Paint (Perangkat lunak pengolah gambar dari Linux, Opensource). Cocok untuk digunakan di kelas 4 sampai dengan kelas 7. Clubpinguin adalah situs jejaring sosial untuk anak-anak. Dapat digunakan oleh anak kelas 3 sampai dengan kelas 6). Mathletics, tampaknya seperti Trivia, kuis cepat-cepatan menjawab pertanyaan seputar matematika, dan terhubung dengan anak-anak dari seluruh dunia. Namun untuk bisa mengakses situs ini kita harus berlangganan dengan membayar iuran bulanan terlebih dahulu.  Bubbl, fasilitas online untuk membuat pohon keluarga dan diagram lainnya. Nings adalah jejaring sosial yang dilengkapi dengan fasilitas pembuatan blog. Serupa dengan wikispace, namun wikispace lebih banyak panduan untuk materi-materi pendidikan. Definisi lain dan detailnya dapat Anda cari di Internet. Untuk Audacity sendiri, adalah perangkat lunak untuk merekam dan mengedit suara yang juga mampu mengolah file mp3. Dengan Audacity Anda bisa loh menghasilkan berbagai efek suara yang fantastis. Audacity sendiri mensupport file-file dengan ekstensi tertentu, seperti: *.aup, *.wav, *.aif, *.au, *.mp3, *.ogg, *.lof

Kemudian kami juga disarankan mengakses situs delicious.com, untuk mencari topik-topik yang populer di setiap grade. Untuk guru, pencarian lesson plan atau apapun yang berhubungan dengan materi pembelajaran, delicious mempunyai pilihan yang lebih akurat.

Setelah mempelajari dan saling berbagi informasi, kami kemudian ditugaskan untuk membuat PBL atau Project Based Learning.Seperti apakah PBL itu? Nah, saya coba gambarkan alurnya ya.

Sayang tak sempat membuat foto dari beberapa karya yang ada, menyusul deh, menunggu yang punya foto meng-upload :) .

Banyak sekali ilmu yang kami dapat di hari kedua workshop ini. Terima kasih sekali lagi untuk Pak Agus atas sharingnya. Kapan workshop lagi? :) . Terima kasih banyak dan sukses selalu buat Bapak dan keluarga. Amin.

Pembelajaran Kreatif dengan ICT

Pendidikan 2 Comments »

Sabtu kemarin saya mengikuti workshop yang diadakan oleh Lembaga, tempat saya mengajar.  Saya cukup surprise mengetahui yang menjadi nara sumber adalah kawan blogger saya, Pak Agus Sampurno. Dan saya tahu, Beliau adalah orang yang sangat mumpuni di bidangnya. Jadi, tentu saja saya berusaha datang ke workshop ini.

Sebelum memulai pelatihan yang dihadiri oleh rekan-rekan guru, Pak Agus menerapkan metode tepuk tangan dan yel-yel yang akan digunakan setiap kali Pak Agus meminta perhatian kepada peserta workshop. Bisa dimaklumi, walaupun profesi sehari-hari mereka adalah guru, tetap saja jiwa kanak-kanak dan bandel merajalela. Kadang ngobrol dan asyik dengan pekerjaannya sendiri. Duh, maaf ya Pak, memang bukan main terlalu kreatif-nya guru-guru ini ;-) .

Sesi pertama diisi oleh permainan yang disebut dengan Buddy Hunting. Nah, menarik nih. Di permainan ini, setiap orang ditempeli sebuah kertas di punggungnya. Selanjutnya, setiap orang harus menuliskan sifat atau karakter teman yang bersangkutan. Jadilah, kami berputar dan berkeliling untuk meminta setiap rekan menuliskan kesan mereka terhadap kita. Fun? Yup, tentu saja. Karena berikutnya, kami semua dapat membaca kesan orang lain terhadap kita. Memang sih, karena gurunya bandel-bandel, ada saja yang komentarnya aneh-aneh.  Tapi intinya kita belajar untuk mengenali diri dan memahami bagaimana orang lain memandang kita.

Kedua, setiap kelompok diminta untuk berdiskusi tentang Apa gunanya Belajar.  Dari kelompok saya merumuskan bahwa pelajaran yang dahulu kita peroleh di sekolah membantu kita untuk: belajar budi pekerti dan nilai-nilai moral seperti perbedaan. Bagaimana kita menghargai sebuah perbedaan dalam bermasyarakat. Belajar juga membantu kita untuk membuka wawasan sehingga memunculkan keinginan untuk terus belajar.  Dan terakhir, belajar membantu kita dalam menjalani berbagai masalah dalam kehidupan. Misalnya, untuk mencegah banjir, kita tahu bahwa kita harus membuang sampah pada tempatnya, dan lain-lain. Kelompok lain pun diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.

Sayang saya tidak membuat catatan urutan workshop karena terfokus pada isi workshop itu sendiri jadi saya tidak bisa menuliskannya dengan runut. Namun  akan saya coba tuliskan dengan mengandalkan ingatan.

Berikutnya, setiap kelompok diminta untuk menggambar sosok guru yang ceria, semangat dan penuh optimis. Kami juga harus menuliskan karakter guru tersebut. Gambar kemudian ditempel di papan. Masing-masing dari kami harus memberikan komentar pada gambar-gambar yang ada.

Selanjutnya, kami diberi permainan Y (Duh, lupa namanya). Masing-masing mewakili gambar hati, mata, dan telinga. Simbol-simbol itu sebenarnya mempunyai arti. Kelompok saya misalnya, mengartikan bahwa seorang guru dapat mengajar dengan baik jika perasaannya: nyaman, ceria, optimis, semangat. Dan mata mewakili penglihatan. Kegiatan Belajar Mengajar akan optimal jika: ruangan bersih, sirkulasi udara cukup, tata letak yang baik, penerangan memadai, dan lain-lain. Dan telinga mewakili pendengaran. Belajar akan nyaman jika ruangan tidak terdistorsi oleh suara-suara dari luar dan suara pengajar tidak monoton. Kemudian kertas-kertas itu ditempel di papan. Dan setiap kelompok dipersilakan untuk membaca pendapat dari kelompok lainnya.

Ada juga tayangan video yang berisi beberapa metode dalam pembelajaran. Di antaranya metode sign language, bahasa tubuh yang dapat digunakan guru dan anak di kelas. Ini dicontohkan juga dalam permainan ketika Pak Agus meminta kami semua harus berbaris secara urut dari tanggal 1 januari sampai 31 desember. Kami tidak boleh menggunakan suara tapi cukup menggunakan bahasa tubuh untuk mencari tahu informasi teman yang bersangkutan. yang kedua metode handshake language, berjabat tangan. Di video diperlihatkan seorang guru yang menjabat tangan muridnya dan memberikan pertanyaan kepada setiap anak yang akan masuk ke dalam kelas. Jika anak tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan maka si anak akan mundur kembali ke barisan. Ketiga, metode berhitung. Guru akan melakukan hitungan untuk mendiamkan kelas. Contoh, guru akan menghitung 1 sampai 10. Di antara hitungan, jika ada anak yang masih ribut maka ia akan menyebut anak itu dalm hitungannya, misal: 3, arif, itu dimaksudkan untuk mengingatkan si anak. keempat, ada metode fish bowl.

Terakhir kami diminta membuat aturan kelas. Aturan kelas ini dibuat berdasarkan kesepakatan antara guru dan murid. Oya, saya ingin mengutip kesepakatan yang dibuat satu sekolah Sherida Hills.

“Think safety, Be respectful of ourselves and others, Be respectful of everything around us, and always do our best.”

Pelajaran singkat yang saya peroleh dari pelatihan ini adalah: bahwa untuk menjadi seorang guru yang baik, Anda harus senantiasa terbuka terhadap ide-ide baru. Belajar sepanjang hayat dan tidak lupa, memberikan apa yang siswa kita butuhkan untuk kehidupan mereka yang akan datang.

Terima kasih untuk Pak Agus yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu kepada kami. Sangat berguna dan bermanfaat. Semoga kami dapat menerapkan ilmu yang telah Bapak berikan di sekolah kami masing-masing. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya Pak :) , Insya Allah.

Internet, Perempuan dan Pendidikan

Pendidikan 2 Comments »

Saya suka berselancar di Internet. Ibarat sebuah perpustakaan, internet menyediakan semua buku yang saya perlukan. Beragam informasi yang kita butuhkan semua tersedia di Internet. Seperti hari libur dan cuti sekarang, saya mencoba masuk dapur dengan resep-resep makanan yang saya peroleh dari internet. Ada banyak situs-situs kuliner disertai foto-foto dari menu yang disajikan. Kalau berhasil memasaknya hmm.. senang tentu, bahkan suka takjub sendiri. Apalagi ditambahi pujian dari partner … hihihi ;-) .

Profesi saya sebagai guru juga menuntut saya untuk rajin meng-update ilmu pengetahuan. Saya senang mencari situs-situs pembelajaran dari luar. Lesson plan mereka saya gunakan sebagai pembanding untuk rencana pengajaran terhadap murid-murid saya. Belum lagi video klip berbagai metode pengajaran dan materi yang kita butuhkan, jumlahnya ribuan atau bahkan jutaan?

Seperti beberapa tahun lalu, ketika terjadi peristiwa gerhana bulan penuh. Saat itu saya bersama keponakan-keponakan mengamati fenomena alam yang luar biasa itu. Mereka sibuk bertanya seputar gerhana bulan. Setelahnya, saya ajak mereka ke komputer dan mencari artikel seputar gerhana bulan. Wikipedia adalah rujukan yang biasanya saya gunakan. Dan agar lebih menarik, mereka bisa melihat proses gerhana bulan di youtube. Seperti di sini salah satu contohnya.

Anak-anak juga bisa bermain sambil belajar. Seperti di situs BBC Kids ini. Ada banyak pilihan mata pelajaran yang dapat dipelajari. Dari sains, matematika, sejarah, dan masih banyak lagi. Materi pelajaran yang sulit pun akan lebih mudah diserap anak karena disajikan dalam bentuk visual dengan gambar-gambar yang menarik. Di akhir pelajaran tersedia kuis yang dikemas dalam bentuk permainan yang sama menyenangkannya. Semua ini akan membuat anak betah belajar, karena mereka melakukannya dengan riang gembira :)

Beberapa alamat situs mereka dapat dilihat di bawah ini:

  1. BBC Children
  2. Cbeebies

Saya juga bergabung di beberapa milis dan membuka akun di situs jejaring sosial, seperti facebook dan twitter. Beberapa milis dan grup di antaranya teknologi informasi dan komunikasi, guru, teman-teman masa sekolah, penulisan buku, astronomi, buku, dan lain-lain. Milis adalah tempat saya berbagi informasi dengan orang-orang yang mempunyai minat yang sama. Ada banyak keuntungan yang di dapat dari bergabung dengan milis. Salah satunya di klub guru. Sebagai member klub guru maka saya mendapatkan diskon setiap kali mereka mengadakan even khusus dalam seminar atau pelatihan. Tentu yang paling utama adalah kita bisa saling berbagi pengetahuan dan kemudian membaginya dengan orang lain.

Di kala senggang saya juga suka membuat ketrampilan origami bersama keponakan-keponakan. Tutorial berbagai bentuk ketrampilan origami tersebar di Internet. Salah satunya bisa dilihat di sini. Kalau masih merasa kesulitan ada video klip-nya. Kita bisa dengan mudah mengikuti langkah-langkah membuatnya. Seperti video klip yang saya tayangkan di bawah ini.

Menyenangkan, bukan?

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in