Kata dan Kalimat

Obrolan 4 Comments »

Yang paling menarik dari film Sang Pemimpi adalah ketika Pak Balia, guru mereka meminta siswa-siswi-nya untuk memekikkan kata-kata yang menginspirasi. Sepertinya menarik juga untuk menerapkan hal ini di kelas. Selain menumbuhkan minat baca pada anak juga memberikan motivasi untuk diri mereka sendiri.

Sejak kecil saya terbiasa untuk menulis catatan harian. Awal dari kebiasaan menulis adalah ketika saya melihat kakak mempunyai buku diary. Saya suka sampul bukunya, terutama gembok yang melekat di buku tersebut. Terlihat keren. Kakak bilang itu buku yang mencatat kejadian yang kita alami setiap hari. Ah apa sajalah, pokoknya saya ingin punya buku seperti punya kakak. Singkat cerita, sejak saat itu saya punya buku diary dengan gembok dan kunci. Buku itu berisi tulisan saya tentang kejadian sehari-hari. Rasa sedih, senang, dan sebal pun ada di dalamnya. Buku itu nyaris seperti teman curhat saya. Beranjak dewasa saya mulai khawatir tulisan-tulisan saya terbaca. Saya mulai mengisinya dengan sandi rahasia, yang saya peroleh di pelajaran pramuka. Morse? Wow, bukanlah ;-)

Tidak sekedar ungkapan hati, tulisan di dalamnya pun penuh dengan lirik lagu, doa, syair puisi dan sajak, baik karangan sendiri (yang ngawur sangat) dan penyair terkenal lainnya seperti Gibran dan Sapardi Djoko. Ada juga kutipan kata-kata yang menginspirasi. Terkadang saya juga menuliskannya di secarik kertas dan menempelkannya di pintu dan dinding kamar.

Ada beberapa yang saya ingat, di antaranya: “Jika tuhan menutup satu pintu maka Dia akan membuka pintu yang lainnya.” Setiap saya merasa jatuh dan gagal, kutipan inilah yang membangunkan saya. Saya juga suka kutipan dari Curie “Aku tidak boleh runtuh oleh situasi atau oleh orang-orang.” Atau ini “Kita tidak pernah gagal ketika kita mencoba melakukan tugas kita, Sebaliknya kita selalu gagal jika kita mengabaikannya”, dari Lord Baden Powel.

Ya, ada banyak sekali kalimat-kalimat arif di balik kisah para tokoh penemu dan terkenal itu. Powel mengenalkan saya pada keindahan alam. Itulah alasan satu-satunya ekskul yang saya ikuti adalah Pramuka :) . Saya belajar keikhlasan dari Nightingale dan Curie mengajarkan saya pada kerja keras tanpa henti untuk kemaslahatan umat manusia.

Saya ingin sekali mengatakan kepada murid-murid saya bahwa dunia ini sangatlah luas. Dan melalui kata dalam tulisan kita bisa mengembara dalam belantara jagat maya. Kekuatan sebuah kata bagaikan mesin penggerak yang dapat membangkitkan semangat dan potensi yang kita tidak pernah sadari keberadaannya.

Banyaklah membaca. Membaca akan membawamu pada dunia yang berbeda, penuh warna dan dinamis. Pelajaran yang diberikan kelak akan menerangi jalanmu dalam meniti kehidupan yang tidak mudah tapi selalu berharga untuk dijalani.

Annoying People

Obrolan 4 Comments »

Belakangan saya mulai terganggu dengan beberapa orang pertemanan di facebook. Sebenarnya saya sudah mencoba berhati-hati meng-approve mereka yang mengajukan pertemanan. Ada beberapa orang yang saya tidak kenal, tapi kemudian saya approve. Pertimbangannya adalah, mungkin mereka adalah rekan guru yang menggunakan buku saya. Atau mungkin juga murid. Nyatanya, beberapa orang yang terkesan murid adalah orang dewasa yang sangat iseng. Berpura-pura menjadi murid tapi kemudian berkata kasar ketika saya tidak menanggapi ajakan chatting.

Dengan yang seperti ini saya tidak akan segan-segan langsung meremove. Maafkan, bukan saya tidak mau berteman. Tapi itu semua ada etikanya. Saya tidak mengejar jumlah teman yang banyak. Cukuplah bagi saya untuk kita saling menghargai. Dan berbagi kebaikan.

Blog Beriklan

Obrolan 4 Comments »

Beberapa rekan pernah bertanya kepada saya perihal mendapatkan keuntungan dari blog. Benarkah kita bisa mendapatkan uang jika ada yang mampir ke blog kita? Sebelum berpanjang lebar saya mohon maaf terlebih dahulu jika paparan saya nanti tidak memuaskan. Saya tidak tahu banyak soal online marketing. Jadi, mungkin nanti jika ada yang ingin bertanya lebih lanjut sila cari informasi yang lebih akurat di internet atau tanya orang yang lebih ahli dalam bidang ini.

Kebanyakan orang mengenal PPC sebagai salah satu satu bisnis online marketing. Apa itu PPC? PPC singkatan dari Pay Per Click. PPC adalah program bisnis periklanan yang menggunakan web sebagai medianya. Dimana pemasang iklan membayar setiap orang yang mengklik iklan tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di sini.

Banyak orang yang salah kaprah dengan pengertian ini. Mereka membuat blog, kemudian memasang iklan dengan google adsense dan kemudian berharap orang datang dan mengklik iklan tersebut dan selanjutnya menunggu uang akan ditransfer ke rekening mereka. Sesungguhnyalah tidak semudah itu.

Untuk menjadi member dari google adsense atau monetasi blog lainnya, Anda memerlukan beberapa persyaratan. Antara lain: traffic blog Anda harus tinggi. Artinya, pengunjung blog Anda banyak. Ini bisa dilihat dari setting statistik di blog Anda. Anda harus meng-update blog, dengan rajin menulis. Dan lain-lain.

Tidak salah sih jika Anda ingin mencari keuntungan dari sini. Namun saran saya, nge-blog lah dengan tujuan untuk menulis dan berbagi. Lain-lainnya akan mengikuti seiring semakin terampilnya Anda menulis.

Anda akan mendapatkan banyak keuntungan dari nge-blog. Apa saja? Menjalin network, mendapatkan ilmu. Dan banyak dari tulisan-tulisan para blogger yang kemudian dibukukan. Serta bisa mengikuti lomba-lomba penulisan yang banyak diadakan oleh para komunitas blogger se-Indonesia. Ilmu yang Anda peroleh itu lah investasi berharga yang nantinya juga akan berbuah keuntungan materi :) .

Blog Murid

Obrolan 3 Comments »

Awalnya karena perbincangan sederhana antara saya dan murid di facebook. Link saya mengenai lomba menulis ternyata menumbuhkan minat terhadap gadis yang diam-diam suka menulis ini. Saya sendiri tidak menyadari kalau murid satu ini ternyata pandai mengarang. Ya, itulah sulitnya mengajar sekitar 400 anak. Setiap saya sudah sedikit memaksa diri untuk mengingat dan akrab dengan mereka, saya harus berganti kelas dan tentu saja berganti murid. (hehe, tak boleh mengkambinghitamkan situasi bu guru :) ).

Komentarnya di facebook menunjukkan minat yang tinggi terhadap tulis menulis. Saya senang melihat antusiasme dan ketekunannya. Saya sarankan dia untuk menulis di blog. Dan untuk menepati janji saya terhadapnya, saya tuliskan artikel langkah untuk membuat blog di sini. Tulisan itu saya khususkan untuk dia dan beberapa anak lain yang sekilas saya melihat mereka mempunyai minat yang sama.

Dan hari ini kami berbincang kembali di facebook. Saya tidak menyangka ternyata dia langsung membuat blognya sendiri. Dan bahkan sudah menulis satu artikel di sana. Tadinya tulisan itu tidak muncul dan sambil chatting saya memandunya untuk memperbaiki blog tersebut.

How happy i am, really. Her persistence surprised me.

Blog Hilda ada di sini. Dia mengisinya dengan beberapa karya cerita pendek yang pernah ditulisnya. Ada juga yang pernah berhasil masuk 15 besar (Itu hebat, Hilda). Kelak, mudah-mudahan keinginanmu untuk bisa menerbitkan buku akan tercapai. Amin.

Me and my student

Obrolan 6 Comments »

Beberapa minggu belakangan ini saya disibukkan dengan berbagai keluhan dan curhatan dari murid-murid. Dari yang menangis karena dilabrak kakak kelas sampai yang diam-diam tak berani melapor karena dipalak oleh kakak kelas. Hmm… ada apakah kakak kelas? Kenapa kalian kok jadi menakali adik kelasmu sendiri ya?

Baru saja membuka kotak makan sudah ada murid yang masuk dan melaporkan temannya menangis. Ada juga yang menghadang saya di pintu ketika saya akan pulang. Dan dengan senyum serta kepolosannya berujar “Bu, saya mau curhat.” Oalah nak..

Hp saya pun seringkali berbunyi, dan tertera pesan yang serupa “Bu, saya boleh cerita nggak?

Sebenarnya kami punya guru BP, tapi entah juga ya mengapa anak-anak memilih guru lain untuk mereka bercerita. Anak-anak seumur mereka memang ada dalam masa labil. Masa di mana mereka ingin diperhatikan. Persoalan kecil pun bisa jadi sangat besar buat mereka. Namun sangatlah tidak adil jika saya bersikap seolah-olah masalah mereka itu tidak berarti. Walau kadang membuat saya menahan senyum dalam hati ;-) .

Kadang mereka bertanya “Kenapa cobaan saya berat banget ya Bu? Masih kecil aja udah kaya gini, gimana kalau saya udah besar?”.

Hmm.. saya jadi ingat komentar beberapa teman masa sekolah ketika mereka mengetahui saya menjadi guru. Keheranan mereka adalah karena saya sangat pendiam. Dan menjadi guru? Kejutan besar buat sebagian orang. Saya jadi berpikir juga, bayangan guru seperti apa ya yang ada dalam benak mereka? Guru yang suka memberi nasihat panjang lebar di waktu jam pelajarannya? Atau guru yang suka marah-marah sepanjang hari? :) .
Saya tidak tahu saya ada di posisi mana, tapi kalau boleh memilih saya memang tidak terbiasa menghabiskan jam pelajaran dengan ceramah atau marah-marah panjang lebar. Tapi jangan salah saya sangat tegas. Namun saya bukan orang yang cukup ekspresif untuk menyatakan rasa sayang dan perhatian saya pada mereka. Saya tidak mudah untuk berbasa-basi. Bisa dibilang saya ada di tengah-tengah deh, galak nggak terlalu baik juga nggak :) . Saya bersyukur sampai saat ini saya bisa menjalin hubungan yang cukup dekat dengan mereka.

Saya juga beruntung dengan adanya facebook (karena hampir semua murid punya akun di sini dan meng-add saya). Facebooklah media saya untuk berkomunikasi dengan mereka. Dalam arti, status yang saya update hampir sebagian besar saya tujukan untuk murid-murid saya. Anggaplah itu sebagai bagian dari tugas saya mendidik mereka. Mengingatkan, mengarahkan serta merangsang mereka untuk bersikap kritis, kreatif dan inovatif (hehehe, maunya.. :) ). Soalnya saya malas banget kalau harus memberi nasihat panjang lebar di depan kelas. Udah capek, merekanya cuek, kitanya sakit hati, belum lagi kalau mereka malah membenci kita, karena dianggap cerewet.. huhuhu, sedih kan? Padahal semua guru kalau marah itu bukan karena benci pada muridnya, tapi justru karena sayang dan karena ingin mereka lebih baik.

Nah, tiap jumat biasanya saya luangkan waktu untuk anak-anak. Karena hari itu saya ada di sekolah sampai sore untuk memberikan pelatihan guru dan karyawan. Sambil menunggu waktu pelatihan dimulai, saya bisa ngobrol dan bercanda dengan murid-murid tercinta saya ;-)

Berikan kail bukan ikannya

Obrolan, Pendidikan 11 Comments »

Kita pasti seringkali mendengar ungkapan di atas. Apa makna dibalik kalimat tersebut?

Ini lah langkah nyata dari mutiara kata di atas.

Bangladesh. Apa yang terbayang dalam benak kita mendengar nama negara ini? Sebuah negara dengan bayangan kemiskinan, langganan banjir dan kumuh? Ya, nyatanya Bangladesh merupakan salah satu negara miskin di Asia. Namun perlahan tapi pasti negara ini sedang menaiki roda perekonomian yang lebih baik. Melalui pemikiran brilian seorang profesor dan bankir dari Bangladesh, Muhammad Yunus, menjalankan gerakan yang diberi nama kredit mikro. Kredit mikro adalah praktik memberikan bantuan pinjaman tanpa agunan kepada orang miskin. Pinjaman itu digunakan untuk membangun sebuah usaha, seperti warung, bengkel kerajinan- yang dapat mengangkat mereka sekeluarga keluar dari kemiskinan.

Dan seperti dikutip dalam buku ‘Menciptakan Dunia Tanpa Kemiskinan” – “Akses ke modal, sekecil apapun, punya pengaruh transformatif pada kehidupan manusia.”

Gerakan global kredit mikro itu kemudian dikenal dengan nama Bank Gramen. Apa yang membedakan bank Gramen dengan bank umum lainnya? Secara ringkas, bank Gramen melakukan kebijakan yang terbalik dengan yang dilakukan bank umum. Kebijakan itu antara lain: meniadakan agunan, tidak ada surat atau dokumen-dokumen untuk melakukan peminjaman. semuanya dijalankan dengan modal kepercayaan. Pembinaan dan pelatihan kepada para pengusaha kecil ini melalui teman-temannya yang telah berhasil. Contoh di atas adalah sebagian kecil dari kebijakan bank gramen lainnya yang sangat menarik dan diluar kebiasaan.

Sedangkan untuk karyawan bank gramen sendiri ada sebuah keunikan kinerja kerja yang mengingatkan saya pada murid-murid saya di sekolah dasar dahulu. Stiker atau bintang yang diberikan oleh guru kepada murid-murid yang mengikuti pelajaran dengan baik di hari mereka belajar.

Bank Gramen memiliki sistem evaluasi dan insentif lima jenis bintang untuk staf dan cabang-cabang bank Gramen. Jika seorang staf dapat mencapai rekor pengembalian pinjaman 100% untuk seluruh nasabahnya (biasanya 600 nasabah) dia mendapatkan bingtang hijau. Jika dia dapat menghasilkan keuntungan dari pekerjaannya, dia mendapatkan bintang yang lain-bintang warna biru. Jika dia dapat memobilisasi tabungan lebih banyak ketimbang pinjaman yang berjalan, dia mendapatkan bintang ketiga-bintang ungu. Bila dia bisa memastikan seluruh nasabahnya bersekolah, dia mendapatkan bintang cokelat. Akhirnya, bila seluruh nasabahnya bisa keluar dari kemiskinan, dia mendapatkan bintang merah. Staf ini boleh mengenakan bintang-bintangnya itu di dadanya. Mereka sangat bangga akan prestasi itu.”

Seringkali kita tidak menyadari bahwa penghargaan atas sebuah prestasi tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi (nominal). Tetapi sebuah ketulusan dan kesungguhan dalam menghargai pekerjaan orang lain memberi kesan yang jauh lebih berarti.

abg

Obrolan 9 Comments »

Banyak orang bilang jadi guru itu awet muda, karena bergaulnya dengan anak-anak terus. Hmm… iya ya? ;-) .

Pernah membayangkan apa rasanya ketika seorang anak memelototi kita? Yang tatapannya seolah berkata “Mau apa lo Bu? Gue nggak takut?”, Ini rasanya, lutut gemetaran dan nderedeg bukan main. Takut. Itu pengalaman pertama menjadi guru. Emosi bisa naik turun antara ingin nangis dan marah. Hari-hari berikutnya saya belajar bagaimana menghadapi anak-anak dengan karakter seperti ini. Apalagi kemudian saya mengajar anak-anak dengan usia tanggung, usia di mana mereka mencari jati diri.

Tetap bukan hal yang mudah tapi saya sepenuh hati belajar untuk memasuki dunia mereka. Berlapang dada ketika mereka sedang dalam cuaca hati yang amburadul. Mengenyampingkan beban kurikulum yang harus saya berikan ketika mereka terengah-engah mengikuti, dan berusaha meluangkan waktu ketika mereka membutuhkan. Apakah itu semua cukup? Belum. Ada saja yang kurang. Apakah karena itu saya marah? Inginnya, terkadang :) . Dan sungguh, kekuatan mental dan jiwa saya benar-benar dilatih di sini. Kalau sudah jenuh saya memilih untuk bersikap tak peduli. Dalam artian berdamai dengan diri sendiri. Menyadari bahwa memang ada hal-hal yang di luar wewenang saya. Walaupun kadang sedikit menimbulkan miris di hati.

Terkadang saya mencoba menjauh dari kehidupan mereka, memilih untuk mengajar saja dan melupakan lainnya. Namun di satu titik saya tidak bisa melepaskan pandangan dari anak-anak itu. Dari sekian banyak masalah mereka juga mewarnai hari-hari saya dengan sejuta senyuman manis dan perhatian. Jadi rasanya benar juga, kalau banyak teman-teman saya mengatakan bahwa jadi guru itu bisa awet muda, isn’t that right? :)

Dan mau tahu kebahagiaan seorang guru? Cuma satu dan sederhana kok: melihat anak didiknya bisa tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berperilaku mulia. Seperti apa berperilaku mulia? Santun, bertanggung jawab, tidak mudah menyerah dan nilai-nilai sosial lainnya. O’ itu banyak ya? hehehe. Bagaimana dengan sukses? Sukses itu relatif nak, sama halnya dengan pintar. Kalau kamu merasa biasa saja, tapi kamu sangat berminat terhadap sesuatu, maka yang tampak biasa itu akan menjadi pintar seketika, bahkan mungkin akan lebih berkilau. Kuncinya hanya satu: minat dan ketekunan.

Idealita dan Realita

Obrolan 5 Comments »

Topik di atas adalah satu dari sekian banyak tulisan dan diskusi kami berdua, sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah :) . Tulisan ini aslinya dibuat oleh partner. Saya menuliskannya kembali di sini atas permintaan seorang kawan yang pernah mempertanyakan hal serupa kepada saya. Mudah-mudahan jawaban di bawah ini bisa sedikit membantu.

Realita adalah lautan yang luas, berombak, dan berusaha menggeser perahu kita sesuai arah gelombangnya. Idealita adalah bintang-bintang di langit yang belum mungkin kita capai. Tapi kita menggunakan bintang-bintang itu sebagai pedoman untuk mengarahkan perahu kita ke tujuan kita. Kita bisa melawan ombak, atau kita bisa memanfaatkan ombak selama kita tidak terhanyut sambil lupa mengarahkan perahu kita. Kadang-kadang kondisi ombak tidak memungkinkan kita untuk mengarah ke tujuan kita. Lepaskan sejenak, tetap waspada, dan segera kembali ke arah kita. Ini fleksibilitas. Bukan dalam arti kesediaan untuk sesekali berpaling dari tujuan kita. Tetapi dalam arti bahwa menurut kalkulasi, menggeser arah kapal karena terdesak ombak lebih benar daripada memaksa perahu untuk bekerja ekstra kuat, dengan kemungkinan pecah, dan kita akan terpaksa meninggalkan kapal dan berenang (dan barangkali malahan terpaksa tenggelam ditelan ombak). Optimasi.

Jika saya ditanya, apakah idealita harus mengalah terhadap realita, saya tak punya jawaban tepat. Saya hanya merasa harus tetap mempertahankan perahu saya sampai kepada tujuannya.

Another World :)

Materi TIK, Obrolan 2 Comments »

Sepertinya kejenuhan tengah melanda saya. Maka pelarian yang paling jitu ialah memuaskan rasa ingin tahu kita pada hal-hal lain di luar rutinitas. Untuk saya, sederhana saja, mempelajari sains, sejarah, dan astronomi saat ini sungguh memikat perhatian. Dan ternyata kesenangan itu cukup manjur untuk menghilangkan niat saya mengundurkan diri dari tempat kerja.  Sementara ini pengajaran TIK cukup di sekolah saja. Akibatnya bisa ditebak, hutang buku dengan materi TIK, yang sudah lama tidak disentuh makin bertambah menjauh saja dari pandangan. (request ke editor: Boleh pindah jalur nggak ya? ;-) ).

Minggu lalu saya memaksa diri membeli globe. Buat apa? Ya, buat bermain-main dengan keponakan :) . Menginstal program untuk mengamati benda-benda langit dan rasi bintang (makasih kakak :) ). Bersama keponakan menelusuri planet dan rasi bintang, sayangnya langit di Jakarta tidak cerah. Tidak bisa deh main-main dengan laser pointer hijau yang cahayanya seolah-olah tembus sampai ke langit. Duh, beneran ingin ke Bandung. Terbayang-bayang langit cerah penuh bintang yang senantiasa menyambut kedatangan kami di rumah kecil yang nyaman.

Ops, terlalu lama intro-nya nih :) . Nah, salah satu hasil pencarian tentang astronomi ada di situs ini.  Situs bagus untuk anak-anak yang berminat belajar astronomi. Hmm, jadi berkhayal, andaikan sudah ada yang seperti ini di jaman saya kecil dahulu :(

Putri Anastasia

Obrolan 2 Comments »

Putri satu ini bukan putri yang ada dalam dongeng-dongeng Disney.  Ia adalah seorang putri dari kaisar terakhir Rusia, yaitu Czar Nicholas II. Apa menariknya putri Anastasia ini? Dikisahkan ia adalah satu-satunya yang selamat dari peristiwa pembantaian yang dilakukan oleh pasukan komunis pada masa pemerintahan kaisar terakhir Rusia. Setelah itu, Rusia menjadi negara komunis sampai saat ini.

Entah mengapa cerita putri Anastasia ini melekat di benak saya. Dahulu, TVRI pernah menayangkan filmnya. Saya lupa judulnya. Mungkin karena masih kecil, gambaran yang terekam justru adegan ketika satu keluarga kaisar itu ditembak mati. Dan kemudian ada bayang-bayang sesosok gadis kecil yang terlihat masih bergerak perlahan.  Dikisahkan dia lah Anastasia. Yang mayatnya tak ditemukan dalam peristiwa naas itu.

Dan kemudian berkembang kisah-kisah misteri hilangnya putri anastasia ini. Dia diyakini selamat dari pembantaian dan kemudian hidup dengan menyembunyikan identitas dirinya. Kemunculan beberapa sosok yang kemudian mengaku sebagai putri Anastasia di depan umum menjadi sebuah misteri yang tak pernah usai.

Dan ketika saya secara tidak sengaja teringat akan putri Anastasia ini, saya menemukan artikel yang mungkin bisa mengusir rasa penasaran masa kanak-kanak saya. Silakan klik di sini untuk membacanya. Misteri hilangnya putri dari kaisar terakhir ini berakhir sudah.

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in