Kebun Raya Bogor

Sambil menyelam minum air. Sambil menghadiri resepsi pernikahan rekan kerja partner yang diadakan di Bogor, sekalian saja mengunjungi Kebun Raya Bogor ^-^. Ini bukan kali pertama kami ke Kebun Raya Bogor, tapi memang tidak pernah membosankan ke tempat semenarik ini. Kalau dulu kami naik kereta dan mendengarkan penjelasan pemandu mengenai keunikan berbagai tanaman yang ada di area ini, kemarin kami memilih berjalan-jalan sendiri. Selain seperti biasa memelototi pohon-pohon kenari.

Nah, hari ini tujuan kami ke musium Zoologi. Musium ini berada di dalam area Kebun Raya Bogor, berlokasi di Jl. Ir.H. Juanda no.09 Bogor. Oya, untuk melihat musium ini tidak dipungut bayaran karena sudah termasuk tiket masuk ke dalam Kebun Raya Bogor itu sendiri.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia daring (dalam jaringan), Zoologi adalah ilmu tentang kehidupan binatang dan pembuatan klasifikasi aneka macam bentuk binatang di dunia. Di musium ini memang dipamerkan berbagai macam kehidupan hewan yang sudah diawetkan. Beberapa diantaranya sudah tampak rusak.

Memasuki ruang mamalia, seekor badak besar berada di dalam kaca menyambut kami. Konon, ini adalah badak jantan terakhir yang hidup di sekitar Priangan Jawa Barat bersama pasangannya. Namun sang betina tewas ditembak pemburu liar sehingga badak jantan ini kemudian hidup sendirian. Agar badak jantan ini tak jatuh ke tangan pemburu gelap dan demi kepentingan ilmu pengetahuan akhirnya diputuskan untuk mematikan badak jantan dan membawa jasadnya untuk dijadikan koleksi musium. Kulit badak ini tampak tebal. Oya, badak di dalam etalase kaca ini bukan patung loh, tapi badak asli yang diawetkan.
photo (35)
Berikutnya, ada musang atau luwak atau orang sunda menyebutnya dengan careuh. Musang luwak termasuk hewan menyusu (mamalia) dan termasuk ke dalam suku musang. Musang banyak ditemui di sekitar pemukiman dan perkotaan. Hewan ini aktif pada malam hari untuk mencari makan. Makanan musang adalah aneka buah-buahan dan berbagai macam serangga. Yang menarik dari hewan ini, yaitu di dalam kotoran musang kerap didapati aneka biji-bijian yang tidak tercerna. Oleh karena itulah musang dianggap sebagai pemencar biji yang baik dan sangat penting peranannya dalam ekosistim hutan. Biji-bijian itu akan tumbuh kembali sebagai tanaman. Unik ya?
luwak
Ternyata bajing dan tupai itu berbeda loh. Nggak percaya? Coba lihat ini.
photo (33)
photo (34)
Bajing adalah nama umum bagi sekelompok mamalia pengerat dari suku Sciuridae. Kata yang berpadanan dalam bahasa Inggris adalah squirrel.
Kelompok ini adalah kelompok besar mamalia kecil, yang di Indonesia mencakup jenis-jenis jelarang, bajing terbang dan bajing pohon pada umumnya. Juga jenis-jenis bajing tanah, anjing prairi dan chipmunk. Dua golongan terakhir ini tidak didapati di Indonesia. (dikutip dari sini).
Sedangkan tupai adalah adalah segolongan mamalia kecil yang mirip, dan kerap dikelirukan, dengan bajing. Secara ilmiah, tupai tidak sama dan jauh kekerabatannya dari keluarga bajing. Tupai adalah pemangsa serangga, dan dahulu dimasukkan ke dalam bangsa insektivora (pemakan serangga) bersama-sama dengan cerurut, sedangkan bajing dan bajing terbang termasuk bangsa Rodentia (hewan pengerat) bersama-sama dengan tikus.
Dalam bahasa Inggris, tupai disebut treeshrew, yang arti harfiahnya cerurut pohon (tree pohon, shrew cerurut) meskipun tidak semuanya hidup di pohon (arboreal). (sumber dari sini)
tupai
photo (36)

Ada juga tulang ikan paus, namun sayangnya ketika kami ke sana sedang dipugar sehingga ruangan tersebut ditutup. Selain berbagai jenis hewan di musium zoologi, beraneka jenis tanaman unik dan langka pun ada di sini. Pernah mendengar pohon baobab? Di sana ada juga loh. Pohon baobab adalah pohon yang ada di dalam kisah Pangeran Kecil, Le Petit Prince karya Exupery. Sayangnya kami tidak sempat mengambil foto pohon baobab ini karena hari mulai sore dan kami memutuskan untuk bersegera keluar dari sana. Tidak hanya di dalam Kebun Raya Bogor kita bisa menjumpai pepohonan dan tanaman unik, bahkan di luar area pun kita bisa menjumpai pepohonan yang saling menumpang pada tumbuhan lainnya, atau nama kerennya epivit. Epivit adalah tumbuhan yang menumpang pada tumbuhan lain sebagai tempat hidupnya. Selain epivit ada juga liana. Suatu tumbuhan dikatakan liana apabila dalam pertumbuhannya memerlukan kaitan atau objek lain agar ia dapat bersaing mendapatkan cahaya matahari. Liana dapat pula dikatakan tumbuhan yang merambat, memanjat, atau menggantung. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Liana)

Foto-foto lainnya:
burung
hewan
mamalia
pengerat
photo (53)
Oya, sebelum pulang tak lupa donk bekal kenari untuk Tuptup di rumah :). Wah, sayangnya kami lupa membeli bengkuang dan aneka buah lainnya, padahal bengkuang di sini bagus-bagus loh, bersih dan tampak segar. Tapi sempat sih membeli jambu air, sedikit saja buat dicemil-cemil.. hehe.

4 thoughts on “Kebun Raya Bogor

  1. Pingback: Kebun Raya Bogor | #MustVisit - Pintu Gerbang

  2. wah mbak enggard ke Bogor? masuk kebun raya-nya keliling gak? di ujung kebun raya-nya, di deket lapangan besar ada rumah anggrek. isinya dibagi 2. anggrek2 hasil persilangan beraneka
    macam di pajang di rumah anggrek. sementara rumah kaca lainnya anggrek2 spesies. (disini jarang2 nemu yg berbunga, sekalinya ada bunga2nya kecil. walau anggrek spesies tidak secantik dan sebesar hasil silangan, tapi konon cuma anggrek spesies yang keluarin harum)

  3. @dina: Iya, tapi nggak bisa berlama-lama di kebun rayanya, padahal pengin lihat koleksi tanaman yang ada di rumah kaca yang juga dijual ke umum koleksi tanamannya. Terus sama itu loh naik KA yang ada guide-nya. Dulu aku pernah ikut tur yang ini dan bisa lihat berbagai macam koleksi tanaman yang aneh2. Wah, aku nggak lihat rumah anggreknya Din. Semoga lain waktu bisa ke sini lagi. Thanks info-nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *