RSS Feed

I love teaching :)

Posted by Enggar on 21st September and posted in Goresan

Di suatu malam saya berbincang dengan partner. Tanya saya,” memangnya guru harus selalu baik?” Partner menjawab dengan santai,” seorang guru memang harus lebih baik dari yang lain.”

Sebelum saya melontarkan pertanyaan yang lebih panjang, ia kembali menekuni laptopnya sambil senyum-senyum nggak jelas ^-^.

Lama saya tercenung. Ingatan saya kembali pada masa-masa mengajar.

Saya memiliki sifat yang cenderung tak peduli dan sembrono. Menjadi guru kemudian melatih saya untuk peka terhadap lingkungan. Teguran cukup keras yang saya ingat adalah ketika saya mengajar di sebuah preschool, di mana anak-anak yang bersekolah di sini adalah anak para ekspatriat. Waktu itu saya diterima mengajar untuk pelajaran komputer.

Siang itu saya sedang duduk merapikan CD ketika melihat sekelompok anak keluar dari ruangan. Sangat ramai dan beberapa anak berlarian liar. Saya tetap asyik menekuni pekerjaan, ketika tiba-tiba pemilik preschool berlari dan berteriak menuju ke arah saya – kebetulan ruang lab ada di dalam ruangan terbuka di sebelah tangga- sementara tak jauh dari saya berdiri beberapa anak berlari menuju tangga. Saya terdiam tak melakukan apapun sampai si kepala sekolah berhasil mencapai anak-anak itu.

Tak lama dia berbalik dan memarahi saya. Katanya,” Kamu tidak bisa membiarkan anak-anak itu begitu saja. Bagaimana kalau anak tadi jatuh dari tangga? Kamu dan seluruh orang di sekolah ini bertanggung jawab.”

Saya terdiam. Antara perasaan bersalah dan tidak suka karena dia menegur saya di depan semua orang.

Teguran berikutnya ketika saya mengajar murid-murid SMP di sebuah sekolah. Saat itu saya sedang mengajar ketika dua orang anak meminta ijin untuk ke toilet. Tak lama satu anak ijin keluar disusul beberapa anak lainnya yang semua keluar dengan alasan yang sama. Saya asyik menerangkan materi pelajaran sehingga tak menyadari bahwa anak-anak tadi belum ada satupun yang kembali, sampai kemudian seorang guru piket masuk. Tanpa basa-basi Beliau langsung menegur saya, “Bu Enggar, Anda kehilangan murid tidak?”
Sesaat saya tercenung, melirik beberapa bangku yang kosong dan menyadari bahwa murid-murid saya yang pergi tadi belum kembali. Sebelum sempat menjawab pertanyaan Beliau, guru piket tersebut kemudian mengabarkan bahwa murid-murid saya ditemukan sedang nongkrong di kantin. Beliau kemudian memarahi saya dengan cukup keras. Saya terdiam karena menyadari kesalahan yang saya lakukan.

Setiap mengenang masa-masa mengajar, saya merasa begitu bersyukur pernah diberi kesempatan untuk menjadi pendidik. Teguran serta pengalaman selama mengajar melatih kepekaan diri saya terhadap lingkungan dan orang-orang sekitar. Menjadi guru mengajarkan saya bahwa hidup saya tidak hanya untuk diri saya sendiri. Guru adalah panutan, bagi diri, anak didik dan masyarakat.

Apakah guru tidak boleh salah? Bukan begitu juga sih. Guru juga manusia ia bisa dan manusiawi ketika melakukan kesalahan.

Namun masyarakat pun tak salah ketika mereka menuntut bahwa semustinya lah seorang pendidik memiliki kepekaan yang lebih untuk membaca situasi, memahami bahwa tugasnya sebagai pendidik adalah juga mengedukasi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

~terinspirasi usai membaca berita LKS SMP yang berisi gambar foto artis nggak genah~

Leave a Reply

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.