RSS Feed

Pendidikan Karakter=Pendidikan Agama

Posted by Enggar on 26th July and posted in Pendidikan

Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat. (sumber: dari sini)

Dari tulisan di atas bisa disimpulkan bahwa pendidikan karakter mempunyai kaitan yang erat dengan pengajaran agama baik di keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Mungkin kita sering bertanya apa yang salah dengan kita? Di keluarga sejak dini anak-anak telah kita kenalkan pada pendidikan agama, pun di sekolah. Namun mengapa perilaku-perilaku negatif masih saja mendominasi sikap sebagian masyarakat? Tidak peduli, mau menang sendiri, berlaku curang, tidak menghargai orang lain seakan bukan hal yang tabu untuk dilakukan.

Pendidikan agama seperti apa yang seharusnya kita teladani? Mari kita bercermin sebentar. Merenung dalam-dalam.

Agama adalah ajaran, sistem yg mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yg berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya: — Islam; — Kristen; — Buddha; (KBBI)

Sejak kecil orang tua menanamkan anak-anaknya untuk rajin mengaji (untuk yang beragama islam), bersembahyang setiap sabtu atau minggu (untuk yang beragama kristen), dan ibadah ritual lain bagi pemeluk agama lainnya.

Salah? Tentu tidak. Namun, cukupkah ketika anak bisa mengaji? bersembahyang? rajin mengucapkan doa? bisa menghafal teks-teks kitab suci? dan sebagainya yang sifatnya ritual?

Tidak, anak-anak dan kita yang kemudian menjadi dewasa membutuhkan lebih daripada segala yang sekedar tampak di permukaan.

Seharusnya pengajaran agama di keluarga, masyarakat, dan lingkungan tidak hanya berkutat pada hal-hal yang sifatnya superfisial. Saya ingat sebuah percakapan dengan seorang teman. Ia bilang bahwa seharusnya pengajaran agama menekankan kepada penumbuhan kesadaran dan kepekaan sosial, seperti juga bekerja dengan rajin, ulet, jujur, kompoten & bertanggung jawab, adalah hal yang di rhidoi oleh Tuhan.

Saya sependapat dengannya. Pengajaran agama kita semustinya tidak hanya memberi penghargaan kepada manusia yg rajin mengusung simbol-simbol keagamaan belaka namun juga memberikan penghargaan kepada manusia yang jujur, berani, bertanggung jawab dan mau bekerja keras.

Leave a Reply

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.