Saya tidak mengikuti berita Ariel dkknya itu, serta perilaku para selebriti yang lain. Tapi, rasanya pemerintah kita ini kurang kerjaan ya? Kasus korupsi yang jelas merugikan negara dan menyengsarakan rakyat dianggap angin lalu saja. Sedangkan kasus video itu diberitakan setiap hari dan tidak selesai-selesai. Belum lagi melihat orang menghujat sana sini, serta menghakimi pelaku seakan diri mereka sendiri bersih dan benar.

Dan kemudian keluarlah fatwa untuk memblokir situs pornografi. Bukan saya keberatan situs pornografi diblokir, tapi kalau para petinggi negaranya masih korupsi, apa dampaknya? Moral seperti apa yang mereka pertontonkan kepada rakyat?

Saya ingat ketika pertama kali sekolah kami mempunyai akses internet. Awal pengajaran internet adalah masa yang paling berat. Bulan pertama anak-anak mencoba masuk ke situs-situs yang tidak sesuai untuk usia mereka. Melarang sudah, menasehati sudah, menutup situs dengan keyword tertentu itu juga sudah. Tapi semuanya hampir tak berjalan seperti yang kami harapkan. Selain karena pemblokiran itu tidak sepenuhnya efisien, dan tetap bisa terjadi kebocoran.

Banyak hal menarik di dunia maya akhirnya mengalihkan perhatian mereka. Lambat laun, perubahan itu ada. Anak-anak berkurang mengakses konten-konten negatif. Mereka lebih suka mencari aplikasi-aplikasi wizard seperti slide show yang berisi foto, mengunduh musik, bermain di jejaring sosial dan mengutak-atik template dan aplikasi program yang ada. Tidak semua tapi ini suatu langkah yang bagus.

Jadi, menurut saya, orang tak lagi tertarik dengan pornografi jika mereka mengetahui banyak manfaat yang bisa mereka peroleh dari internet. Untuk itu perlu kiranya pemerintah membantu dan mensosialisasikan program internet sehat (seperti sudah dilakukan oleh ICTwatch).

Dan, saya ingin mengutip kalimat Gunawan Mohammad berikut ini:

“Pemerintah kini ributkan pornografi tapi tak menghidupkan perpustakaan, museum, dan seni pertunjukan. Pemerintah ini akan sia-sia.

Di negeri2 di mana perpustakaan, museum, balai konser + gedung seni pertunjukan tersedia cukup, pornografi akan terabaikan.

Pengalaman bangsa2 lain: mereka bisa menyisihkan pornografi ke sudut, ketika seks tak diributkan para penguasa spt sebuah obsesi.”

Maka, penguasa, tak usahlah ikut meributkan moral orang lain. Bekerjalah benar, bangun perpustakaan dan pondok baca sebanyak-banyaknya, ajak anak muda untuk suka mengunjungi museum (kurangi mall), sediakan ruang untuk berolahraga agar anak-anak muda dapat menyalurkan energi dan kreatifitas mereka dengan cara yang positif, perbaharui gedung-gedung kesenian dan bebaskan para pecinta seni menyalurkan aspirasi mereka. Dan jadilah bangsa yang berbudaya dan beradab.