Kata dan Kalimat
Aneka January 5th, 2010Yang paling menarik dari film Sang Pemimpi adalah ketika Pak Balia, guru mereka meminta siswa-siswi-nya untuk memekikkan kata-kata yang menginspirasi. Sepertinya menarik juga untuk menerapkan hal ini di kelas. Selain menumbuhkan minat baca pada anak juga memberikan motivasi untuk diri mereka sendiri.
Sejak kecil saya terbiasa untuk menulis catatan harian. Awal dari kebiasaan menulis adalah ketika saya melihat kakak mempunyai buku diary. Saya suka sampul bukunya, terutama gembok yang melekat di buku tersebut. Terlihat keren. Kakak bilang itu buku yang mencatat kejadian yang kita alami setiap hari. Ah apa sajalah, pokoknya saya ingin punya buku seperti punya kakak. Singkat cerita, sejak saat itu saya punya buku diary dengan gembok dan kunci. Buku itu berisi tulisan saya tentang kejadian sehari-hari. Rasa sedih, senang, dan sebal pun ada di dalamnya. Buku itu nyaris seperti teman curhat saya. Beranjak dewasa saya mulai khawatir tulisan-tulisan saya terbaca. Saya mulai mengisinya dengan sandi rahasia, yang saya peroleh di pelajaran pramuka. Morse? Wow, bukanlah
Tidak sekedar ungkapan hati, tulisan di dalamnya pun penuh dengan lirik lagu, doa, syair puisi dan sajak, baik karangan sendiri (yang ngawur sangat) dan penyair terkenal lainnya seperti Gibran dan Sapardi Djoko. Ada juga kutipan kata-kata yang menginspirasi. Terkadang saya juga menuliskannya di secarik kertas dan menempelkannya di pintu dan dinding kamar.
Ada beberapa yang saya ingat, di antaranya: “Jika tuhan menutup satu pintu maka Dia akan membuka pintu yang lainnya.” Setiap saya merasa jatuh dan gagal, kutipan inilah yang membangunkan saya. Saya juga suka kutipan dari Curie “Aku tidak boleh runtuh oleh situasi atau oleh orang-orang.” Atau ini “Kita tidak pernah gagal ketika kita mencoba melakukan tugas kita, Sebaliknya kita selalu gagal jika kita mengabaikannya”, dari Lord Baden Powel.
Ya, ada banyak sekali kalimat-kalimat arif di balik kisah para tokoh penemu dan terkenal itu. Powel mengenalkan saya pada keindahan alam. Itulah alasan satu-satunya ekskul yang saya ikuti adalah Pramuka
. Saya belajar keikhlasan dari Nightingale dan Curie mengajarkan saya pada kerja keras tanpa henti untuk kemaslahatan umat manusia.
Saya ingin sekali mengatakan kepada murid-murid saya bahwa dunia ini sangatlah luas. Dan melalui kata dalam tulisan kita bisa mengembara dalam belantara jagat maya. Kekuatan sebuah kata bagaikan mesin penggerak yang dapat membangkitkan semangat dan potensi yang kita tidak pernah sadari keberadaannya.
Banyaklah membaca. Membaca akan membawamu pada dunia yang berbeda, penuh warna dan dinamis. Pelajaran yang diberikan kelak akan menerangi jalanmu dalam meniti kehidupan yang tidak mudah tapi selalu berharga untuk dijalani.


January 6th, 2010 at 00:23
menarik, mbak. dan pada kitab-kitab suci pun suruhan pertama adalah mengenal kata dan membaca. “pada mulanya adalah kata” dalam johannes evangelium dan “bacalah!” bahkan diulang sampai 3 kali saat Nabi Muhammad mendapatkan wahyu. Membaca dengan nama Tuhan. Membaca semua yang diciptakanNya. Selalu membuatku merinding kalau ingat itu. Pantas Nabi juga bergetar hebat ya. Dahsyat sih efek membaca itu. Subhanallah.
January 11th, 2010 at 22:21
mari budayakan membaca,
untuk kita, dan
orang disekeliling kita
January 21st, 2010 at 23:31
“…membawamu pada dunia yang berbeda, penuh warna dan dinamis”…i’d like to go there…:)
January 24th, 2010 at 00:05
@Dian: Setuju Dian. Iqro..
@Adhie:
@Bona: Me too