<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Me and my student</title>
	<atom:link href="http://enggar.net/2009/11/21/me-and-my-student/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://enggar.net/2009/11/21/me-and-my-student/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2010 14:17:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Enggar</title>
		<link>http://enggar.net/2009/11/21/me-and-my-student/comment-page-1/#comment-1936</link>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 16:02:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=1101#comment-1936</guid>
		<description>@Dian: kangen momen2 itu ya Dian? :)
@Dhodie: hehehe, bandel2 ya? ;-)
@Adhie: Kadang ada yang positif tapi banyak juga negatifnya :). Lieur deh. Sikap saya ke mereka sebenarnya biasa aja sih. Saya lebih melihatnya ini karena pengaruh efek domino ;-). Satu anak curhat maka anak2 lain akan melihat bahwa mereka bisa curhat ke saya.. hehehe. Tapi mudah-mudahan itu karena mereka memang merasa nyaman cerita ke saya ya? Amin. Betul, BP/BK itu seperti momok menakutkan. Saya juga nggak tahu salahnya dimana. Tapi anak-anak seperti trauma kalau disuruh ke BP. 
Saya memulai itu juga sulit kok. Awalnya mana ada murid yang mau curhat. Saya sendiri orangnya diam, susah banget disuruh basa-basi. Dekat dengan satu anak, lama-lama temannya ikut dekat. Sapaan-sapaan kecil berlanjut cerita, lama2 jadi curhat dan seterusnya. Bertambah baik komunikasi saya dengan mereka melalui facebook. Itu semua perlu waktu. Tidak bisa dipaksakan dan tidak bisa ditargetkan. Buat saya mengalir aja dengan sendirinya. Saya hanya mengarahkan dan melepaskan diri dari segala keinginan pribadi saya terhadap mereka :).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Dian: kangen momen2 itu ya Dian? <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
@Dhodie: hehehe, bandel2 ya? <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /><br />
@Adhie: Kadang ada yang positif tapi banyak juga negatifnya <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Lieur deh. Sikap saya ke mereka sebenarnya biasa aja sih. Saya lebih melihatnya ini karena pengaruh efek domino <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> . Satu anak curhat maka anak2 lain akan melihat bahwa mereka bisa curhat ke saya.. hehehe. Tapi mudah-mudahan itu karena mereka memang merasa nyaman cerita ke saya ya? Amin. Betul, BP/BK itu seperti momok menakutkan. Saya juga nggak tahu salahnya dimana. Tapi anak-anak seperti trauma kalau disuruh ke BP.<br />
Saya memulai itu juga sulit kok. Awalnya mana ada murid yang mau curhat. Saya sendiri orangnya diam, susah banget disuruh basa-basi. Dekat dengan satu anak, lama-lama temannya ikut dekat. Sapaan-sapaan kecil berlanjut cerita, lama2 jadi curhat dan seterusnya. Bertambah baik komunikasi saya dengan mereka melalui facebook. Itu semua perlu waktu. Tidak bisa dipaksakan dan tidak bisa ditargetkan. Buat saya mengalir aja dengan sendirinya. Saya hanya mengarahkan dan melepaskan diri dari segala keinginan pribadi saya terhadap mereka <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: katakataku</title>
		<link>http://enggar.net/2009/11/21/me-and-my-student/comment-page-1/#comment-1931</link>
		<dc:creator>katakataku</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 01:47:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=1101#comment-1931</guid>
		<description>mmm...memang sepertinya senioritas masih berlaku di sekolah manapun, dan itu kita ketahui atau tidak. Dan sungguh disayangkan ketika senioritas itu dikonotasikan negatif (ato memang senioritas itu selalu negatif) padahal bisa saja mungkin senioritas itu bermakna positif ketika kaka2 kelas bisa menjadi salah satu agen di tubuh para siswa dalam membimbing adik2nya.

banyaknya murid yang datang dan lebih suka curhat kepada ibu mungkin salah satunya adalah dari sikap ibu sendiri kepada murid2 ibu, dan memang sebenarnya tiap2 sekolah mempunyai BP/BK yang berfungsi sebagai tempat konsultasi bagi para siswa dalam segala persoalan. namun kenyataannya BP/BK malah menjadi momok yang menakutkan atau harus dihindari oleh para murid, karena kita semua tahu dari kebanyakan murid yang dipanggil oleh BP/BK adalah siswa2 yang bermasalah sehingga dalam perjalanannya pun BP/BK mempunyai citra yang buruk dimata para siswa, dan itu adalah suatu paradigma yang buruk bagi kita semua dan harus ada langkah konkrit dan segera dari pihak penyelengggara pendidikan untuk bsia mengembalikkan citra positif dan fungsi sesungguhnya daripada BP/BK tersebut (dan itu bukanlah tugas yang gampang).

Namun ada satu hal yang membanggakan bagi saya dari tulisan di atas (terlebih kepada para murid ibu) yaitu, masih adanya kemauan dari para murid untuk berkonsultasi kepada gurunya dan itu menjadi satu hal penting bagi kita semua untuk lebih bisa mengerti dan memahami para murid. berbeda sekali dengan yang saya alami disini, dimana para murid sangat enggan sekali untuk berkonsultasi kepada para guru baik dalam hal pelajaran maupun hal pribadinya. dan itu menjadi suatu yang membingungkan bagi kita untuk mengetahui dan memahami apa sih hal yang diinginkan (hal yang tidak dimengerti) oleh para murid atau hal apa sih yang menjadi kekurangan dari kita dalam mendidik mereka (doh) bahkan jejaring sosial macam fesbuk pun yang salah satunya saya khususkan untuk menjadi suatu media informasi dan komunikasi untuk berinteraksi dengan para anak didik masih belum bisa berjalan dan atau tidak mencapai suatu target dari tujuan yang saya harapkan :(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mmm&#8230;memang sepertinya senioritas masih berlaku di sekolah manapun, dan itu kita ketahui atau tidak. Dan sungguh disayangkan ketika senioritas itu dikonotasikan negatif (ato memang senioritas itu selalu negatif) padahal bisa saja mungkin senioritas itu bermakna positif ketika kaka2 kelas bisa menjadi salah satu agen di tubuh para siswa dalam membimbing adik2nya.</p>
<p>banyaknya murid yang datang dan lebih suka curhat kepada ibu mungkin salah satunya adalah dari sikap ibu sendiri kepada murid2 ibu, dan memang sebenarnya tiap2 sekolah mempunyai BP/BK yang berfungsi sebagai tempat konsultasi bagi para siswa dalam segala persoalan. namun kenyataannya BP/BK malah menjadi momok yang menakutkan atau harus dihindari oleh para murid, karena kita semua tahu dari kebanyakan murid yang dipanggil oleh BP/BK adalah siswa2 yang bermasalah sehingga dalam perjalanannya pun BP/BK mempunyai citra yang buruk dimata para siswa, dan itu adalah suatu paradigma yang buruk bagi kita semua dan harus ada langkah konkrit dan segera dari pihak penyelengggara pendidikan untuk bsia mengembalikkan citra positif dan fungsi sesungguhnya daripada BP/BK tersebut (dan itu bukanlah tugas yang gampang).</p>
<p>Namun ada satu hal yang membanggakan bagi saya dari tulisan di atas (terlebih kepada para murid ibu) yaitu, masih adanya kemauan dari para murid untuk berkonsultasi kepada gurunya dan itu menjadi satu hal penting bagi kita semua untuk lebih bisa mengerti dan memahami para murid. berbeda sekali dengan yang saya alami disini, dimana para murid sangat enggan sekali untuk berkonsultasi kepada para guru baik dalam hal pelajaran maupun hal pribadinya. dan itu menjadi suatu yang membingungkan bagi kita untuk mengetahui dan memahami apa sih hal yang diinginkan (hal yang tidak dimengerti) oleh para murid atau hal apa sih yang menjadi kekurangan dari kita dalam mendidik mereka (doh) bahkan jejaring sosial macam fesbuk pun yang salah satunya saya khususkan untuk menjadi suatu media informasi dan komunikasi untuk berinteraksi dengan para anak didik masih belum bisa berjalan dan atau tidak mencapai suatu target dari tujuan yang saya harapkan <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhodie</title>
		<link>http://enggar.net/2009/11/21/me-and-my-student/comment-page-1/#comment-1919</link>
		<dc:creator>dhodie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 02:43:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=1101#comment-1919</guid>
		<description>Suka senyum-senyum sendiri kalo ngeliat komunikasi Teh Enggar sama murid2nya di Facebook... Great approachment :-D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Suka senyum-senyum sendiri kalo ngeliat komunikasi Teh Enggar sama murid2nya di Facebook&#8230; Great approachment <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: M Mursyid PW</title>
		<link>http://enggar.net/2009/11/21/me-and-my-student/comment-page-1/#comment-1918</link>
		<dc:creator>M Mursyid PW</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 15:18:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=1101#comment-1918</guid>
		<description>Itulah seninya menjadi guru.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Itulah seninya menjadi guru.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AL</title>
		<link>http://enggar.net/2009/11/21/me-and-my-student/comment-page-1/#comment-1917</link>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 14:45:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=1101#comment-1917</guid>
		<description>TOP BGT Bu Enggar, lah... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>TOP BGT Bu Enggar, lah&#8230; <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dian</title>
		<link>http://enggar.net/2009/11/21/me-and-my-student/comment-page-1/#comment-1915</link>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 08:52:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/?p=1101#comment-1915</guid>
		<description>hehehe, mahasiswaku saja masih suka begitu, mbak. apalagi anak kecil ya. padahal banyak yang bilang aku ini jutek, tapi yang dekat ternyata banyak juga. eh, belakangan aku malah suka juga curhat sama mereka, hehe. dan responnya kadang di luar dugaan. ah, tapi mengajar dan menjadi pengajar memang membahagiakan. guru? hmm...aku belum sampai tahap sana :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe, mahasiswaku saja masih suka begitu, mbak. apalagi anak kecil ya. padahal banyak yang bilang aku ini jutek, tapi yang dekat ternyata banyak juga. eh, belakangan aku malah suka juga curhat sama mereka, hehe. dan responnya kadang di luar dugaan. ah, tapi mengajar dan menjadi pengajar memang membahagiakan. guru? hmm&#8230;aku belum sampai tahap sana <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
