Gajah Mada
Buku October 9th, 2009Saya baru selesai membaca jilid pertama buku Gajah Mada. Ternyata menarik, sepertinya akan saya lanjutkan dengan ke-3 jilid lainnya
.
Novel dengan latar belakang sejarah ini sungguh memukau. Pesonanya membuat saya mencari tahu cerita sejarah kerajaan Majapahit dan Gajah Mada yang terkenal itu. Padahal jaman sekolah dulu, paling sebal pelajaran sejarah. Malas menghapal tanggal dan tahun. Karma kali ya?
Asal usul kerajaan Majapahit sendiri panjang, bisa baca di sini.
Dikisahkan bahwa pada masa pemerintahan Jayanegara, kerajaan Majapahit banyak mengalami pemberontakan, salah satunya makar yang dilakukan oleh Ra Kuti. Pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti berhasil menguasai istana sehingga memaksa Prabu Sri Jayanegara bersama keluarganya mengungsi. Dalam pengungsiannya Jayanegara dikawal oleh pasukan Bhayangkara yang dipimpin oleh Gajah Mada. Masa penyelamatan Jayanegara ini merupakan bagian paling menegangkan dari isi cerita. Adanya telik sandi (mata-mata) dari pihak Ra Kuti ke dalam pasukan Bhayangkara sempat membuat pasukan Bhayangkara dan Gajah Mada sendiri kewalahan. Sehingga diputuskan Gajah Mada sendiri yang mengawal raja.
Pada akhirnya kemenangan berada di pihak Jayanegara. Pasukan Bhayangkara berhasil merebut istana serta mengembalikan Sri Prabu Jayanegara menjadi raja Majapahit. Namun kemudian Jayanegara sakit. Untuk menyembuhkan sakitnya maka didatangkan seorang tabib yang bernama Ra Tanca. Ra Tanca ini sesungguhnya adalah orang yang masih menyimpan dendam dan sakit hati pada Jayanegara. Dengan kepandaiannya meracik obat dia mengakali Gajah Mada. Ra Tanca membuat racun yang seolah-olah obat untuk diminumkan kepada Jayanegara. Saat itu juga raja meninggal. Mengetahui rajanya terbunuh, Gajah Mada segera menghukum mati Ra Tanca.
Bagaimana kelanjutannya? ada di jilid 2 dan saya belum berhasil menemukan buku itu. Habis. Duh, padahal penasaran euy.
link lainnya (entah valid tidaknya)
1. Kerajaan Kuno
2. Gajah Mada
3. Hamukti Palapa
4. Gajah Mada


October 10th, 2009 at 19:03
Membaca buku sejarah memang menyenangkan. Mengkikuti pelajaran sejarah jadi tidak menyenangkan karena nanti yang ditanya pasti tahun-tahun. Sedemikian pentingnyakah menghapalkan tahun-tahun? Kukira lebih penting mengenal sejarah, kalau perlu tahunnya, lebih baik ujian open book saja. Uji saja kecepatan mencari informasi dengan membaca. Kalau anak sudah membaca tentu akan cepat menemukannya. Berbeda tentu jika siswa tidak membacanya. Hanya keberuntungan dan teknik yang memungkinkan mereka cepat menemukannya. Kita harus tahu dan menguasai sejarah, tidak berarti harus menghapalkan angka-angka tahun.
Saya juga suka sejarah, tapi tidak suka pelajaran sejarah.
October 11th, 2009 at 13:17
Siapapun pasti pernah mendengar nama Gajahmada? Tapi yang mengenal secara mendalam siapa Gajahmada saya kira masih bisa dibilang tidak banyak.
Tulisan bagus. Lanjutkan!!!
October 11th, 2009 at 15:42
Terima kasih untuk reviewnya ya
.
Tahun2 itu masih diperlukan, termasuk perlu dihafalkan. Jadi kita bisa membandingkan sejarah antar bangsa. Misalnya, seperti yang ditulis di roman Arok Dedes dari Pramoedya, sebelum Magna Charta di Inggris (1215), kesetaraan sudah didektritkan oleh Raja Erlangga di Tanah Jawa, biarpun lalu dilupakan generasi sesudahnya, dan coba dibangkitkan lagi (entah dengan motivasi apa) oleh Ken Arok (1222). Misal yang lain, Borobudur didirikan tahun 800an; saat Peradaban Islam sudah mulai disebarkan ke luar dari negeri-negeri Arabia.
October 15th, 2009 at 10:56
Temen saia pun sudah merekomendasikan buku ini untuk dibaca.. hampir seminggu lebih nyeritain tentang kelebihan2nya.. baiklah akan saia cari juga di Gramed.
Nice review anyway, jadi inget gimana saia suka banget ngapalin tanggal-tanggal sejarah hihi
October 20th, 2009 at 14:07
Makasih sudah menyertakan link artikel saya, silahkan di cek lagi validitasnya, karena sumbernya buanyak dan ada sedikit perbedaan. Saya menunggu koreksi dari rekan-rekan semua. Sebenarnya masih banyak pertanyaan mengenai Gajah Mada ini, tentang asal usulnya, kehidupannya, ideologinya, sll.
Pertanyaan saya selama ini Gajah Mada itu orang Jawa bukan sih?
December 21st, 2009 at 15:56
Tidak ada satupun manuskrip yang menguraikan Gajah Mada ‘orang’ Jawa. Namun perlu dipahami, sangat sulit pada zamannya orang yang bukan ‘Jawa’ menduduki jabatan begitu tinggi di istana. Apalagi Gajah Mada bukan ‘keturunan’ bangsawan. Namun, yang terpenting saat ini adalah memahami bahwa Gajah Mada orang besar yang mampu mengaplikasikan gagasan politiknya mempersatukan seluruh Nusantara. Siapapun dia dan darimanapun asal-usulnya. Setuju?