Idealita dan Realita
Aneka October 6th, 2009Topik di atas adalah satu dari sekian banyak tulisan dan diskusi kami berdua, sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah
. Tulisan ini aslinya dibuat oleh partner. Saya menuliskannya kembali di sini atas permintaan seorang kawan yang pernah mempertanyakan hal serupa kepada saya. Mudah-mudahan jawaban di bawah ini bisa sedikit membantu.
Realita adalah lautan yang luas, berombak, dan berusaha menggeser perahu kita sesuai arah gelombangnya. Idealita adalah bintang-bintang di langit yang belum mungkin kita capai. Tapi kita menggunakan bintang-bintang itu sebagai pedoman untuk mengarahkan perahu kita ke tujuan kita. Kita bisa melawan ombak, atau kita bisa memanfaatkan ombak selama kita tidak terhanyut sambil lupa mengarahkan perahu kita. Kadang-kadang kondisi ombak tidak memungkinkan kita untuk mengarah ke tujuan kita. Lepaskan sejenak, tetap waspada, dan segera kembali ke arah kita. Ini fleksibilitas. Bukan dalam arti kesediaan untuk sesekali berpaling dari tujuan kita. Tetapi dalam arti bahwa menurut kalkulasi, menggeser arah kapal karena terdesak ombak lebih benar daripada memaksa perahu untuk bekerja ekstra kuat, dengan kemungkinan pecah, dan kita akan terpaksa meninggalkan kapal dan berenang (dan barangkali malahan terpaksa tenggelam ditelan ombak). Optimasi.
Jika saya ditanya, apakah idealita harus mengalah terhadap realita, saya tak punya jawaban tepat. Saya hanya merasa harus tetap mempertahankan perahu saya sampai kepada tujuannya.


October 6th, 2009 at 21:03
Sepakat!
Ideal merupakan dunia tersendiri. Ideal hanya di miliki oleh Yang Maha Ideal. Namun kita harus senantiasa menjadikannya sebagai pedoman dalam setiap perbuatan.
October 7th, 2009 at 08:23
Semoga perahunya selamat menepi di pulau yang kau inginkan, kawan
October 7th, 2009 at 21:48
@Dhodie: terima kasih, kawan
October 11th, 2009 at 10:50
cantik and inspiratif tulisannya bu
October 12th, 2009 at 12:03
@Mursyid:
@Wyd: Terima kasih Bu. Itu tulisan suami saya