abg

Aneka 9 Comments »

Banyak orang bilang jadi guru itu awet muda, karena bergaulnya dengan anak-anak terus. Hmm… iya ya? ;-) .

Pernah membayangkan apa rasanya ketika seorang anak memelototi kita? Yang tatapannya seolah berkata “Mau apa lo Bu? Gue nggak takut?”, Ini rasanya, lutut gemetaran dan nderedeg bukan main. Takut. Itu pengalaman pertama menjadi guru. Emosi bisa naik turun antara ingin nangis dan marah. Hari-hari berikutnya saya belajar bagaimana menghadapi anak-anak dengan karakter seperti ini. Apalagi kemudian saya mengajar anak-anak dengan usia tanggung, usia di mana mereka mencari jati diri.

Tetap bukan hal yang mudah tapi saya sepenuh hati belajar untuk memasuki dunia mereka. Berlapang dada ketika mereka sedang dalam cuaca hati yang amburadul. Mengenyampingkan beban kurikulum yang harus saya berikan ketika mereka terengah-engah mengikuti, dan berusaha meluangkan waktu ketika mereka membutuhkan. Apakah itu semua cukup? Belum. Ada saja yang kurang. Apakah karena itu saya marah? Inginnya, terkadang :) . Dan sungguh, kekuatan mental dan jiwa saya benar-benar dilatih di sini. Kalau sudah jenuh saya memilih untuk bersikap tak peduli. Dalam artian berdamai dengan diri sendiri. Menyadari bahwa memang ada hal-hal yang di luar wewenang saya. Walaupun kadang sedikit menimbulkan miris di hati.

Terkadang saya mencoba menjauh dari kehidupan mereka, memilih untuk mengajar saja dan melupakan lainnya. Namun di satu titik saya tidak bisa melepaskan pandangan dari anak-anak itu. Dari sekian banyak masalah mereka juga mewarnai hari-hari saya dengan sejuta senyuman manis dan perhatian. Jadi rasanya benar juga, kalau banyak teman-teman saya mengatakan bahwa jadi guru itu bisa awet muda, isn’t that right? :)

Dan mau tahu kebahagiaan seorang guru? Cuma satu dan sederhana kok: melihat anak didiknya bisa tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berperilaku mulia. Seperti apa berperilaku mulia? Santun, bertanggung jawab, tidak mudah menyerah dan nilai-nilai sosial lainnya. O’ itu banyak ya? hehehe. Bagaimana dengan sukses? Sukses itu relatif nak, sama halnya dengan pintar. Kalau kamu merasa biasa saja, tapi kamu sangat berminat terhadap sesuatu, maka yang tampak biasa itu akan menjadi pintar seketika, bahkan mungkin akan lebih berkilau. Kuncinya hanya satu: minat dan ketekunan.

Takhta dan Angkara

Buku 3 Comments »

Bergelut dalam kemelut Takhta dan Angkara adalah buku Gajah Mada jilid 2. Seperti telah dikisahkan sebelumnya bahwa Sri Prabu Jayanegara, raja Majapahit ini meninggal karena diracun oleh Ra Tanca. Sri Jayanegara adalah anak laki satu-satunya dari Raden Wijaya (raja Majapahit pertama) dengan istri ke-5 nya, Dara Petak. Kepergian Jayanegara yang tiba-tiba menimbulkan luka yang mendalam bagi seluruh rakyat Majapahit. Tidak itu saja mangkatnya Beliau menimbulkan kegoncangan di dalam istana. Para ratu, yaitu: Tribuaneswari, Narendraduhita, Pradnya Paramita, Gayatri dan Dara Petak, kalang kabut memutuskan penerus kerajaan Majapahit. Sri Jayanegara pada saat meninggal belum menikah.

Dua adik Sri Jayanegara lainnya adalah perempuan, yaitu: Sri Gitarja dan Dyah Wiyat. Keduanya anak dari Raden Wijaya dengan istri ke-4, Gayatri. Ibu ratu Gayatri adalah seorang biksuni. Dengan mangkatnya sri Prabu maka penerus takhta kerajaan Majapahit akan diteruskan oleh salah satu dari dua putri sekar kedaton itu. Pada saat para ratu sedang berembug untuk memutuskan pilihan antara Sri Gitarja dengan Dyah Wiyat, terjadilah peristiwa genting seperti pembunuhan beruntun. Dari laporan Gajah Mada, dicurigai bahwa peristiwa di atas dilakukan oleh beberapa orang yang berkehendak melakukan makar.

Kecurigaan awal ditujukan kepada calon suami para sekar kedaton, Raden Cakradara (pasangan Sri Gitarja) dan Raden Kudamerta (pasangan Dyah Wiyat). Baik Cakradara dan Kudamerta mempunyai banyak pendukung yang juga berambisi untuk menduduki jabatan puncak di kerajaan. Maka dapatlah dibayangkan permainan apa yang sedang mereka lakonkan untuk memenuhi hasrat pribadi.

Jangan lupa juga dendam kesumat Ra Tanca pada Sri Jayanegara yang kemudian membuat dia tega meminumkan racun pada sri Prabu. Masih ingat kisah di Gajah Mada jilid 1, makar yang dilakukan oleh Ra Kuti dan kelompoknya (termasuk Ra Tanca) berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Hanya Ra Tanca yang menyerahkan diri dan kemudian kesalahannya diampuni. Namun sembilan tahun kemudian ternyata Ra Tanca masih menyimpan dendam kepada Sang Prabu. Ra Tanca berhasil membalas kematian teman-temannya dengan memberikan racun kepada Sri Jayanegara.

Apa hubungan Ra Tanca dengan pembunuhan beruntun? Bukankah Ra Tanca sudah mati ditebas pedang oleh Gajah Mada? Siapa dalang dibalik semua kekacauan? Penasaran kan? Baca saja bukunya ya? :)

Kids

Materi TIK 1 Comment »

Setelah UTS saya dan rekan bergantian kelas mengajar. 3 bulan sebelumnya saya mengajar di kelas 8 dan 2.5 bulan ke depan ini saya mengajar kelas 9. Program aplikasi yang harus saya ajarkan adalah pembuat web. Web editor berbasis WYSIWYG (What You See is What You Get) ini akan saya ajarkan selama kurang lebih 6 kali pertemuan dengan tambahan pengenalan bahasa standar HTML.

Kali ini saya sedikit memaksa anak-anak untuk melatih bahasa inggris. Awalnya sih terdengar keluhan di sana sini. Namun banyak juga yang diam-diam sebenarnya sangat antusias, iya kan nak? ;-) . Sebenarnya cara ini biasa saya lakukan, tapi terkadang batas toleransi masih saya berikan kalau ada beberapa anak yang memilih menggunakan bahasa indonesia. Tema awal pertemuan adalah karangan mengenai diri sendiri. Saya memberikan beberapa contoh dengan pertanyaan, seperti: Siapa namamu? Sekolah di mana? Apa makanan kesukaanmu, dan lain-lain. Pertanyaan standar yang mereka dapat kembangkan menjadi sebuah cerita.

Mereka juga boleh mencurahkan isi hati dalam karangan tersebut, misalnya sedang suka dengan seseorang (ehem..), sedang jalan sama seseorang, atau sebaliknya baru putus :( . Dan yang seperti ini pastilah menaruh minat para abg itu. Seringkali pertanyaan mereka macam-macam seperti: Bu, bahasa inggrisnya apa kalau ada seseorang yang suka sama kita tapi kita lebih suka sama yang lainnya? Atau pacar saya di sekolah lain, dan seterusnya. Tapi, percayalah menarik sekali mengikuti dunia mereka. Kadang kala membuat saya bernostalgia pada masa-masa di mana saya seusia mereka. Hehehe, kapan itu ya? ;-)

Dan pelajaran ini mudah-mudahan masih akan menarik. Minggu ini temanya “My Idol”. Minggu depan saya ingin membuat sebuah permainan. Hmm, belajar apapun bisa sangat menyenangkan bukan?

Kerajaan Majapahit

Buku 11 Comments »

Novel Gajah Mada ini membuat saya ingin menapaktilasi jejak sejarah kerajaan di Indonesia. Wah, telat ya? Tak apalah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Salah satunya adalah membuat pohon silsilah dari kerajaan Majapahit (hehehe, kurang kerjaan bener ya? Padahal pekerjaan lain udah numpuk. Ah, biar lah.. menenangkan pikiran dan menyegarkan otak itu perlu, iya kan? ngeles=mode on :) ). Perlu alasan lain? Hmm.. sebenarnya sih karena saya kesulitan mengingat hubungan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya belum lagi nama dan gelar yang disandang. Akibatnya saya lambat menyelesaikan membaca novel ke-2 Gajah Mada ini, karena seringkali terpaksa harus mundur ke halaman sebelumnya.

Sementara silsilah keluarga dari Raden Wijaya dahulu. Beliau adalah raja Majapahit pertama. Raden Wijaya bergelar Kertarajasa Jayawardhana. Raden Wijaya mendirikan negara baru di tanah tarik yang akhirnya menjadi Majapahit.

Kerajaan Majapahit didirikan sebagai pengganti dari kerajaan Singasari. Dikutip dari novel Gajah Mada “..ketika Singasari tidak bisa dipertahankan lagi akibat gempuran Kediri di bawah Jayakatwang, Sang Prabu Kertanegara menyerahkan keselamatan anak-anaknya kepada Raden Wijaya.” Dan kemudian Raden Wijaya mendirikan negara baru, yaitu Majapahit.

Kalau diurut kembali dari belakang, akan ada cerita Ken Arok dan Dedes. Dan yes :) , saya juga sudah membeli buku Arok-Dedes yang ditulis oleh Pramudya. Tapi belum sempat dibaca.

Nah, sekarang lihat pohon keluarga dari Raja Majapahit pertama ini dahulu ya.

silsilah1

Perahu Kertas

Buku 7 Comments »

Belakangan ini sedang kemaruk sama buku. Ingin cepat-cepat menuntaskan antrian buku yang ada di meja kerja, supaya… bisa beli buku baru lagi :) . Heran, hanya selang 3 minggu tidak ke gramedia, buku-buku baru sudah banyak bermunculan.

Minggu ini selesai menamatkan Perahu kertas-nya Dee. Berbeda dengan karya Dee sebelumnya, novel ini terasa lebih ringan. Awalnya sih sempat bertanya-tanya, ini beneran karya Dee bukan? hehehe… canda. Ceritanya sendiri sederhana dan bahasanya mengalir indah. Yang menarik justru hadirnya cerita agen neptunus :)

Saya kok malah penasaran dengan kelanjutan supernova yang partikel dan gelombang itu ya? Judulnya saja sudah menggelitik. Apa memang itu tujuannya? hehehe.

Gajah Mada

Buku 6 Comments »

Saya baru selesai membaca jilid pertama buku Gajah Mada. Ternyata menarik, sepertinya akan saya lanjutkan dengan ke-3 jilid lainnya :) .

Novel dengan latar belakang sejarah ini sungguh memukau. Pesonanya membuat saya mencari tahu cerita sejarah kerajaan Majapahit dan Gajah Mada yang terkenal itu. Padahal jaman sekolah dulu, paling sebal pelajaran sejarah. Malas menghapal tanggal dan tahun. Karma kali ya? :)

Asal usul kerajaan Majapahit sendiri panjang, bisa baca di sini.

Dikisahkan bahwa pada masa pemerintahan Jayanegara, kerajaan Majapahit banyak mengalami pemberontakan, salah satunya makar yang dilakukan oleh Ra Kuti. Pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti berhasil menguasai istana sehingga memaksa Prabu Sri Jayanegara bersama keluarganya mengungsi. Dalam pengungsiannya Jayanegara dikawal oleh pasukan Bhayangkara yang dipimpin oleh Gajah Mada. Masa penyelamatan Jayanegara ini merupakan bagian paling menegangkan dari isi cerita. Adanya telik sandi (mata-mata) dari pihak Ra Kuti ke dalam pasukan Bhayangkara sempat membuat pasukan Bhayangkara dan Gajah Mada sendiri kewalahan. Sehingga diputuskan Gajah Mada sendiri yang mengawal raja.

Pada akhirnya kemenangan berada di pihak Jayanegara. Pasukan Bhayangkara berhasil merebut istana serta mengembalikan Sri Prabu Jayanegara menjadi raja Majapahit. Namun kemudian Jayanegara sakit. Untuk menyembuhkan sakitnya maka didatangkan seorang tabib yang bernama Ra Tanca. Ra Tanca ini sesungguhnya adalah orang yang masih menyimpan dendam dan sakit hati pada Jayanegara. Dengan kepandaiannya meracik obat dia mengakali Gajah Mada. Ra Tanca membuat racun yang seolah-olah obat untuk diminumkan kepada Jayanegara. Saat itu juga raja meninggal. Mengetahui rajanya terbunuh, Gajah Mada segera menghukum mati Ra Tanca.

Bagaimana kelanjutannya? ada di jilid 2 dan saya belum berhasil menemukan buku itu. Habis. Duh, padahal penasaran euy.

link lainnya (entah valid tidaknya)
1. Kerajaan Kuno
2. Gajah Mada
3. Hamukti Palapa
4. Gajah Mada

Idealita dan Realita

Aneka 5 Comments »

Topik di atas adalah satu dari sekian banyak tulisan dan diskusi kami berdua, sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah :) . Tulisan ini aslinya dibuat oleh partner. Saya menuliskannya kembali di sini atas permintaan seorang kawan yang pernah mempertanyakan hal serupa kepada saya. Mudah-mudahan jawaban di bawah ini bisa sedikit membantu.

Realita adalah lautan yang luas, berombak, dan berusaha menggeser perahu kita sesuai arah gelombangnya. Idealita adalah bintang-bintang di langit yang belum mungkin kita capai. Tapi kita menggunakan bintang-bintang itu sebagai pedoman untuk mengarahkan perahu kita ke tujuan kita. Kita bisa melawan ombak, atau kita bisa memanfaatkan ombak selama kita tidak terhanyut sambil lupa mengarahkan perahu kita. Kadang-kadang kondisi ombak tidak memungkinkan kita untuk mengarah ke tujuan kita. Lepaskan sejenak, tetap waspada, dan segera kembali ke arah kita. Ini fleksibilitas. Bukan dalam arti kesediaan untuk sesekali berpaling dari tujuan kita. Tetapi dalam arti bahwa menurut kalkulasi, menggeser arah kapal karena terdesak ombak lebih benar daripada memaksa perahu untuk bekerja ekstra kuat, dengan kemungkinan pecah, dan kita akan terpaksa meninggalkan kapal dan berenang (dan barangkali malahan terpaksa tenggelam ditelan ombak). Optimasi.

Jika saya ditanya, apakah idealita harus mengalah terhadap realita, saya tak punya jawaban tepat. Saya hanya merasa harus tetap mempertahankan perahu saya sampai kepada tujuannya.

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in