Ini buku yang dipinjamkan oleh seorang rekan. Penulisnya Agus Mustofa. Buku ini membahas peristiwa Isra’ Mi’raj melalui sains. Menariknya pendekatan fisika kuantum dan kecepatan cahaya dipaparkan juga.

Seperti kita ketahui peristiwa Isra’ Mi’raj adalah perjalanan malam Rasulullah Muhammad saw dari Mekkah ke Palestina yang berjarak 1.500 km dalam waktu setengah malam. Dan perjalanan kedua, Rasulullah Muhammad saw menuju langit yang ke tujuh.

Saya ingin mengupas sebagian cerita saja, selebihnya bisa dibaca sendiri ya.

Dikisahkan dalam perjalanan Isa’ Mi’raj ini, Rasulullah Muhammad saw didampingi oleh malaikat Jibril dan disertai oleh Buraq. Baik malaikat Jibril dan Buraq adalah makhluk berbadan cahaya. Namun Rasulullah adalah manusia, yang susunan tubuhnya mempunyai massa atau bobot. Sedangkan untuk melakukan perjalanan itu mereka bertiga melesat dengan kecepatan cahaya, sekitar 300.000 km/detik. Dan dengan kecepatan setinggi itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang benda. Sesuatu itu (benda) harus tidak mempunyai massa atau bobot sama sekali.

Sebaliknya manusia adalah makhluk yang mempunyai massa. Tubuh manusia tidak mungkin melesat dengan kecepatan tinggi. Karena jika itu terjadi maka badan manusia akan tercerai berai menjadi partikel-partikel sub atomik sebelum mencapai kecepatan cahaya. Ada kontradiksi di sini.

Nah, bagaimana Rasulullah saw melakukan perjalanan tersebut? Mengutip tulisan di buku ..”secara ilmiah memang sulit mengatakan bahwa Rasulullah saw melakukan perjalanan tersebut dengan badannya yang normal. Beliau tidak akan bisa bergerak sekencang malaikat Jibril dan Buraq, karena badannya memang bukan terbuat dari cahaya. Nah, disinilah kata kunci kedua-asraa-menjelaskan. Bahwa perjalanan itu memang tidak atas kemampuan Rasulullah saw sendiri, melainkan ‘diperjalankan’ oleh Yang Maha Perkasa dan Maha Berilmu. Namun demikian, kita tetap harus mencari penjelasannya agar bisa diterima oleh akal. Adakah penjelasan yang bisa memberikan pemahaman secara scientific? Ternyata fisika modern bisa memberikan penjelasan yang masuk akal tersebut.”

Salah satu skenarionya adalah dengan menggunakan teori Annihilasi. Ingat film Demon & Angels? Materi dan anti materi?
Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materi. Jika materi dipertemukan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut akan hancur atau lenyap menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma. Dan sebaliknya, jika ada seberkas sinar gamma yang dilewatkan medan inti atom, maka sinar tersebut lenyap dan berubah menjadi 2 buah pasangan partikel. Ini menunjukkan bahwa materi memang bisa diubah menjadi cahaya melalui reaksi Annihilasi.

Penjelasan untuk proses perjalanan Rasulullah saw, maka badan Rasulullah diubah oleh Allah menjadi badan cahaya. Kapan? Tentu sebelum Rasulullah melakukan perjalanan, agaknya ketika malaikat jibril menemui Rasulullah dan mengajak Beliau untuk mensucikan diri dengan air zam-zam.

Ingin tahu penjabaran lainnya? Baca aja bukunya. Tentu akan ada silang pendapat. Dan juga pertanyaan kritis lainnya. Itu sangatlah manusiawi.

Saya ingin mengutip satu ayat dalam al-qur’an.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Al Mujadalah: 11)

Belajar dan teruslah belajar. Dimanapun. Karena agama tanpa ilmu adalah buta. Ilmu tanpa agama adalah lumpuh. Semuanya bersinergi untuk membuat kita semakin dekat kepada Sang Pencipta.