Dana Minim Bukan Halangan untuk Belajar Komputer

Pendidikan 13 Comments »

Pertengahan tahun 2006 saya diajak seorang rekan untuk bergabung di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) terbuka di Bandung. Saat itu rekan saya, Ibu Ida, menyatakan keinginannya untuk mempersiapkan anak-anak dengan berbagai ketrampilan sebagai bekal mereka menghidupi diri sendiri. Harapan ini didasarkan kenyataan bahwa tidak semua dari anak-anak itu akan melanjutkan sekolah.

Impian Ibu Ida adalah cita-cita semua guru di sekolah ini. Maka dimulailah rencana besar kami ke depan. Berbagai ketrampilan seperti menjahit, menyulam, memasak, serta desain komputer masuk dalam daftar kegiatan. Mimpi? Bolehlah dikatakan seperti itu. Untuk sebuah sekolah tanpa gedung dan biaya yang memadai, harapan di atas seperti sebuah angan-angan kosong. Mengajar anak-anak itu sendiri sudah merupakan kesulitan yang nyata. Seringkali anak-anak meninggalkan bangku sekolah karena terpaksa membantu orang tua untuk bisa bertahan hidup.

Tidaklah mudah mewujudkan sebuah mimpi yang terlihat sederhana sekalipun. Itu juga yang saya rasakan ketika pertama kali diminta membantu mengajar mata pelajaran komputer. Bersama dengan rekan guru komputer lainnya, kami memutuskan mengajar bergantian dengan membawa laptop pribadi.

Memang tidak optimal karena anak-anak harus bergantian menggunakan komputer. Namun demikian antusiasme yang mereka perlihatkan membuat kami bertekad untuk mempunyai komputer sendiri. Dengan bantuan donatur terkumpul dana yang kami perkirakan cukup untuk membeli 2 atau 3 komputer dengan spesifikasi yang tidak terlalu tinggi. Keinginan untuk segera membeli komputer itu kami urungkan sejenak karena kami harus berhitung dengan sangat hemat. Pertimbangan lainnya adalah beban aplikasi program, yang tentunya membutuhkan sumber daya yang besar dan nantinya berimbas pada harga. Saat itu saya ingat sebuah artikel mengenai open source. Saya ceritakan kepada partner mengenai kondisi yang ada dan solusi open source tersebut. Partner yang sedikit banyak tahu mengenai sistem ini meyakinkan saya bahwa pilihan open source itu sangat tepat untuk kami gunakan. Bersama rekan guru lainnya kami kemudian mendiskusikan kemungkinan ini. Melalui partner kami kemudian menghubungi seorang kawan, mas Harry Sufehmi. Atas bantuan mas Harry, kami kemudian dipertemukan dengan personil dari Klub Linux Bandung (KLuB).

Bersama teman-teman dari Klub Linux Bandung kami berhasil menset up enam komputer dengan sistem thin client (LTSP). LTSP memungkinkan komputer pentium 1-2 tanpa hardisk digunakan bersama dengan 1 komputer sebagai server. Dengan demikian maka dapat diperoleh jumlah komputer yang lebih banyak untuk satu lab.

Distro yang digunakan adalah Edubuntu. Sekarang, anak-anak ini sudah bisa belajar menggunakan komputer sendiri. Beberapa program aplikasi yang kami berikan adalah pengolah gambar dengan Tux Paint, dan paket OpenOffice. Ke depannya kami juga ingin mengajarkan program desain grafis dengan The Gimp. Di waktu senggang anak-anak bereksplorasi dengan berbagai macam aplikasi seperti berhitung, belajar bahasa inggris, pengetahuan alam, dan berbagai aplikasi program edukasi yang menghibur dan menyenangkan untuk anak-anak. Dan semua program aplikasi ini legal dan gratis tentu saja.

Ternyata belajar linux itu tidak susah. Anak-anak dengan mudah beradaptasi. Dan satu kebanggaan juga kami berhasil merebut gelar juara di lomba cerdas cermat se Jawa Barat. Memang tidak khusus untuk lomba TIK tapi anak-anak mampu menjawab dengan sangat baik untuk pertanyaan-pertanyaan seputar TIK.

smpt copy smpt2 copy

Terpesona di Sidratul Muntaha

Buku 2 Comments »

Ini buku yang dipinjamkan oleh seorang rekan. Penulisnya Agus Mustofa. Buku ini membahas peristiwa Isra’ Mi’raj melalui sains. Menariknya pendekatan fisika kuantum dan kecepatan cahaya dipaparkan juga.

Seperti kita ketahui peristiwa Isra’ Mi’raj adalah perjalanan malam Rasulullah Muhammad saw dari Mekkah ke Palestina yang berjarak 1.500 km dalam waktu setengah malam. Dan perjalanan kedua, Rasulullah Muhammad saw menuju langit yang ke tujuh.

Saya ingin mengupas sebagian cerita saja, selebihnya bisa dibaca sendiri ya.

Dikisahkan dalam perjalanan Isa’ Mi’raj ini, Rasulullah Muhammad saw didampingi oleh malaikat Jibril dan disertai oleh Buraq. Baik malaikat Jibril dan Buraq adalah makhluk berbadan cahaya. Namun Rasulullah adalah manusia, yang susunan tubuhnya mempunyai massa atau bobot. Sedangkan untuk melakukan perjalanan itu mereka bertiga melesat dengan kecepatan cahaya, sekitar 300.000 km/detik. Dan dengan kecepatan setinggi itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang benda. Sesuatu itu (benda) harus tidak mempunyai massa atau bobot sama sekali.

Sebaliknya manusia adalah makhluk yang mempunyai massa. Tubuh manusia tidak mungkin melesat dengan kecepatan tinggi. Karena jika itu terjadi maka badan manusia akan tercerai berai menjadi partikel-partikel sub atomik sebelum mencapai kecepatan cahaya. Ada kontradiksi di sini.

Nah, bagaimana Rasulullah saw melakukan perjalanan tersebut? Mengutip tulisan di buku ..”secara ilmiah memang sulit mengatakan bahwa Rasulullah saw melakukan perjalanan tersebut dengan badannya yang normal. Beliau tidak akan bisa bergerak sekencang malaikat Jibril dan Buraq, karena badannya memang bukan terbuat dari cahaya. Nah, disinilah kata kunci kedua-asraa-menjelaskan. Bahwa perjalanan itu memang tidak atas kemampuan Rasulullah saw sendiri, melainkan ‘diperjalankan’ oleh Yang Maha Perkasa dan Maha Berilmu. Namun demikian, kita tetap harus mencari penjelasannya agar bisa diterima oleh akal. Adakah penjelasan yang bisa memberikan pemahaman secara scientific? Ternyata fisika modern bisa memberikan penjelasan yang masuk akal tersebut.”

Salah satu skenarionya adalah dengan menggunakan teori Annihilasi. Ingat film Demon & Angels? Materi dan anti materi?
Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materi. Jika materi dipertemukan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut akan hancur atau lenyap menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma. Dan sebaliknya, jika ada seberkas sinar gamma yang dilewatkan medan inti atom, maka sinar tersebut lenyap dan berubah menjadi 2 buah pasangan partikel. Ini menunjukkan bahwa materi memang bisa diubah menjadi cahaya melalui reaksi Annihilasi.

Penjelasan untuk proses perjalanan Rasulullah saw, maka badan Rasulullah diubah oleh Allah menjadi badan cahaya. Kapan? Tentu sebelum Rasulullah melakukan perjalanan, agaknya ketika malaikat jibril menemui Rasulullah dan mengajak Beliau untuk mensucikan diri dengan air zam-zam.

Ingin tahu penjabaran lainnya? Baca aja bukunya. Tentu akan ada silang pendapat. Dan juga pertanyaan kritis lainnya. Itu sangatlah manusiawi.

Saya ingin mengutip satu ayat dalam al-qur’an.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Al Mujadalah: 11)

Belajar dan teruslah belajar. Dimanapun. Karena agama tanpa ilmu adalah buta. Ilmu tanpa agama adalah lumpuh. Semuanya bersinergi untuk membuat kita semakin dekat kepada Sang Pencipta.

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in