Obrolan Singkat
Aneka 3 Comments »Keluar dari perpustakaan sekolah dan bertemu dengan murid yang sudah lulus tahun kemarin.
Murid: Bu Enggar…
Saya: Hei, loh kalian tidak sekolah?
Murid 1: Saya kerja Bu…
Saya: Kerja? (Kata-kata ini meluncur begitu saja, tanpa saya sempat memikirkannya)… Kamu tidak meneruskan sekolah? Kenapa? (Sesaat saya menyesali kalimat yang keluar dari mulut saya sendiri).
Murid 1: Nggak ada uangnya Bu.
Saya: Tidak ada sekolah yang gratis?
Murid 1 dan 2: Kalo SMA/SMK harus bayar Bu. Nggak ada yang gratis.
Saya: Hmm? (Saya lupa, wajib belajar itu 9 tahun. Berarti yang gratis hanya dari SD sampai SMP).
Saya: Sekarang kamu kerja di mana?
Murid 1: Di asuransi motor
Saya: Kamu juga? (saya menunjuk temannya)
Murid 1: Nggak Bu, saya di perhotelan. Sekolah di SMK.
Saya: oo… ya sudah, tak apa. Kerja dan uangnya ditabung ya. Nanti kamu lanjutkan sekolahmu. Jangan tidak meneruskan ya.
Murid 1: Iya Bu, maksud saya juga begitu (sambil menyunggingkan senyum dan suara yang terdengar penuh keyakinan)
Saya: Betul ya? Janji ya? (sambil dalam hati… Amin.. amin nak).
Murid: Iya Bu.
Saya: Oke, Ibu duluan ya.
Sebenarnya saya tak terlalu dekat dengan murid-murid. Bukan karena tak sayang tapi karena sifat saya yang cenderung tertutup, kalau diam sih sedikit mungkin. Dan itu cukup menyulitkan, terutama ketika saya harus berhadapan dengan anak-anak. Tapi anak-anak mudah memaafkan dan beradaptasi. Mungkin juga sebenarnya mereka merasakan bahwa gurunya yang galak ini sesungguhnya sangat menyayangi mereka.. hehehe. Dan lucunya, mereka pun bisa memarahi saya
. Seperti saat ini, sambil membuat tulisan ini saya sedang chatting dengan seorang anak. Dan komentarnya.. “bukannya tidur malah nulis” (hehehe nak, kamu yang mustinya jangan bobo malam-malam
).
Melihat anak-anak itu seperti melihat diri saya berpuluh tahun lalu. Kadang saya bertanya kembali, apa yang ada dalam pikiran saya saat itu? Apa harapan guru-guru pada saya dan teman-teman lainnya? … Saya bisa memahami sekarang, kemarahan dan kecerewetan guru semata-mata adalah karena mereka menyayangi kami dan ingin kami berhasil kelak.
Saya pun mempunyai harapan yang sama terhadap murid-murid saya. Saya ingin mereka menjadi pribadi yang tidak mudah putus asa dan berperilaku mulia. Bisa mendidik diri mereka dengan baik sehingga tidak mudah dibodoh-bodohi.
Jangan pernah nak.. jangan berhenti tengah jalan. Hidup itu memang tidak mudah. Tapi impian, ketekunan, doa dan kekuatan hati untuk meraih sesuatu akan menjadi penawarnya.


Recent Comments