Socrates
Filsafat 3 Comments »Di bukunya Dunia Sophie, diceritakan ada seorang penduduk Athena yang bertanya kepada peramal, siapakah manusia yang paling bijaksana di Athena. Sang peramal menjawab bahwa Socrates adalah orang yang paling bijaksana.
Hmm, siapakah Socrates? Socrates adalah seorang filosof yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap pemikiran Eropa.
Beliau hidup pada masa yang sama dengan kaum Sophis. Kata ‘Sophis’ berarti seseorang yang bijaksana dan berpengetahuan. Mereka adalah para guru dan filosof keliling yang mengajar warga dengan imbalan uang. Kaum sophis ini bersikap kritis terhadap mitologi tradisional, namun di lain sisi mereka menolak dengan apa yang mereka sebut sebagai spekulasi filsafat yang tak berguna. Menurut mereka, meskipun ada jawaban untuk pertanyaan filosofis, manusia tidak dapat mengetahui kebenaran teka-teki alam dan jagad raya. Kaum ini berpandangan skeptis terhadap kekuatan alam. Mereka memilih untuk menyibukkan diri dengan manusia dan kedudukannya dalam masyarakat.
Sama seperti kaum Sophis, Socrates pun memiliki minat yang sama terhadap manusia. Bedanya adalah, Socrates tidak menganggap dirinya adalah seorang yang pintar dan bijaksana. Socrates menempatkan dirinya sebagai filosof sejati, sesuai dengan arti kata itu sendiri, yang berarti ‘orang yang mencintai kebijaksanaan.’ Dia mengajar tidak untuk mendapatkan uang dan memilih untuk berdiskusi dibanding menggurui orang lain. Melalui diskusi itulah Socrates membantu orang lain melahirkan wawasan yang benar. Dia percaya bahwa pemahaman yang sejati harus timbul dari dalam diri sendiri.
Socrates mengakui bahwa dia tidak mengetahui apa-apa tentang dunia dan kehidupan, karena itulah dia terus belajar untuk meraih pengetahuan yang sejati.
Socrates juga percaya bahwa kemampuan untuk membedakan benar dan salah terletak pada akal manusia, bukan masyarakat. Menurut Socrates tidak mungkin seseorang bisa bahagia jika mereka bertindak menentang penilaian mereka yang lebih baik. Gardner, penulis Dunia Sophie, menyederhanakannya seperti ini: Dapatkah kita menjalani kehidupan yang bahagia jika kita terus melakukan hal-hal yang jauh di lubuk hati kita tahu salah?


Recent Comments