Waktu kecil dulu, saya suka sekali melihat awan. Memandangi langit dan bertanya-tanya siapakah saya? Mengapa saya ada di dunia? Siapakah Tuhan? Ada di mana Tuhan itu? Mengapa manusia mati? Adakah kehidupan setelah kematian? Ah, itu memang pertanyaan anak kecil pada umumnya, bukan?

Beranjak dewasa, pertanyaan seperti itu tak pernah hilang dalam pikiran saya. Kegamangan dan kegelisahan akan makna dan tujuan hidup membuat saya berusaha mencari tahu jawaban-jawaban itu melalui buku. Kenapa buku? Buku lah satu-satunya sahabat setia saya. Pada masa sekolah saya tak punya banyak kawan, saya lebih sering ‘sendiri’, sebenarnya tidak benar sendiri karena selalu ada buku yang saya baca. Jadi, tidak mati gaya sendirian :) . Ok, balik ke topik awal. Filsafat. Hmm, saya juga tidak tahu definisi filsafat itu apa. Tapi kata sebuah buku, sebagian pertanyaan-pertanyaan dasar di atas tadi, telah mendekatkan diri kita pada filsafat. Dan adakah jawaban yang pasti? Dan apakah cukup dengan hanya satu jawaban yang sama untuk pertanyaan yang serupa?

Kita adalah individu-individu, yang lahir dan besar dari lingkungan dan pengalaman hidup yang berbeda. Pengalaman orang lain dapat menjadi cermin bagi kita untuk menentukan sudut pandang kehidupan kita sendiri. Sesuatu yang benar di mata orang lain belum tentu sama dengan yang kita pikirkan. Pun sebaliknya. Mungkin itulah indah dan misteriusnya filsafat. Bisa dipandang dari kaca mata manapun. Begitu kah? :)