Mazhab Ketiga
Aneka 2 Comments »Mencuri waktu untuk membaca. Dan dari sekian banyak pilihan buku yang baru dibeli, Look Me In The Eye dan ‘Mazhab Ketiga’ nya Frank G.Golbe mendapat urutan pertama saat ini. Saya terkadang membaca ulang kembali beberapa buku. Alasannya? Hmm. Harus ada alasan ya?
. Macam-macam. Biasanya karena isi buku tersebut berkesan bagi saya. Dan salah satunya adalah Mazhab Ketiga (Psikologi Humanistik Abraham Maslow) yang telah saya baca beberapa puluh tahun yang lalu. Buku ini berisi pandangan para psikolog yang sependapat dengan teori Maslow.
Buku Mazhab Ketiga ini memberikan pencerahan bagi diri saya. Setidaknya memberikan pandangan baru bagi jiwa yang sedang mencari jati diri.
Saya suka mengamati orang lain. Dan mengenal berbagai karakter manusia. Dari dulu suka aja baca buku-buku psikologi populer. Buku-buku sejenis Sybil dan Dave, cukup menarik minat saya. Nggak heran juga saya masih berniat membaca ulang buku Beautiful Mind
. Akhirnya, sempat menjadi pengagumnya Freud. Namun, pada suatu masa, pandangan saya yang terbelenggu oleh teori-teori nya Freud memudar perlahan. Teori Freud memang cocok untuk orang-orang yang ‘sakit’, karena kebanyakan pasiennya mengalami gangguan mental.
Nah, kalau Freud membicarakan sisi yang sakit dari kodrat manusia, Maslow sebaliknya. Maslow percaya bahwa potensi yang paling baik dan paling mulia dari manusia dapat dicapai oleh setiap individu. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk mengembangkan yang terbaik dari diri-nya.
Oya, ada satu kutipan bagus “manusia dapat mengubah hidupnya dengan cara mengubah cara berpikirnya.” Hmm, kalimat serupa mengingatkan saya akan sebuah kisah yang memikat hati, Laskar Pelangi.
Saya bukan psikolog walaupun dulu pernah bercita-cita menjadi psikolog. Tapi, saya punya seorang teman psikolog. Jadi, mungkin kita bisa tanya-tanya lebih banyak kepada beliau
.

Recent Comments