Rencana pemerintah untuk memajukan jam masuk sekolah, dari jam 7.00 menjadi 6.30 menuai reaksi. Dikabarkan para siswa, guru, dan orang tua keberatan dengan usulan pemerintah itu. Jam 6.30 dianggap terlalu pagi. Akibatnya, siswa harus bangun lebih awal. Belum lagi banyak siswa yang bersekolah di tempat yang lokasinya jauh dari rumah.

Rencana pemerintah ini dimaksudkan untuk mengurangi tingkat kemacetan. Walaupun, nggak yakin juga nggak jadi macet :) . Jangan-jangan jam macetnya malah pindah lebih pagi :( .  Kenyataan lain yang ada di lapangan adalah sebagian besar anak-anak itu bersekolah di lokasi yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Apalagi kalau itu adalah sekolah favorit, yang bisa dipastikan banyak diburu oleh anak-anak dari berbagai tempat. Jangan lupa staf pengajar. Banyak rekan-rekan saya yang rumahnya di depok atau bekasi. Rata-rata mereka harus berangkat setelah adzan shubuh.

Untuk sekolah tempat saya mengajar sudah diberlakukan jam masuk 6.30. Peraturan ini mulai berlaku sejak semester lalu. 15 menit pertama digunakan untuk tadarus bagi umat islam dan berdoa bagi umat lain. Jam belajar mulai 6.45. Jam belajar 6.45 sudah lama diberlakukan di sekolah ini. Memang sih jadi harus bangun lebih pagi. Dan yang menyebalkan kalau dapat jatah jam mengajar pertama :) . Awalnya saya sering nggak bisa tidur, kebangun terus karena takut telat. Hasilnya, nggak telat sih tapi ngeliyeng dan ngantuk seharian di sekolah. Apalagi saya terbiasa tidur di atas jam 11. Duh. Tapi kalau sudah terbiasa lambat laun ritme tubuh mengikuti. Ada enaknya juga berangkat pagi. Polusi knalpot belum terlalu memenuhi udara. Terkadang bulan pun samar-samar masih tampak di langit dan berangsur-angsur menghilang diganti dengan munculnya matahari. Yang sengsara kalau hujan. Malass banget rasanya bangun. Masih terbawa mimpi tidur ditemani selimut yang tebal. Dan mendadak sirik melihat saudara-saudara yang masih bergelung selimut. Huh :) .