RSS Feed

Dipisah atau disambung?

Posted by Enggar on 19th November and posted in Pendidikan

Sebentar lagi sekolah mengadakan ulangan akhir semester yang diadakan pada bulan Desember. Panitia UAS telah dibentuk, dan saya salah satu diantaranya. Sebagai sekretaris maka tak heran jika berkas soal yang kebanyakan ditulis tangan itu menjadi tugas saya. Mengetik ulang kembali.

Ada hal yang sangat menarik di sini. Dibeberapa tulisan sering saya temui kesalahan dalam penggunaan kata -di-. Yang cukup mengganggu, kesalahan penulisan ini saya temui pada berkas soal mata pelajaran bahasa indonesia.  Walaupun saya akui, saya sendiri masih sering kesulitan menempatkan -di- sebagai kata depan dan kata kerja. Kalau mau membela diri, saya kan bukan guru bahasa indonesia, hihihi (kidding). Bukan, bukan itu maksud saya. Peristiwa ini justru memberi teguran kepada saya. Dan membuat saya ‘terpaksa’ tidak sekedar mengetik tetapi juga memaksa membuka kamus eyd kembali :) .

Hmm, saya ingin mencoba dengan membiasakan menulis kata -di- yang tepat dulu. Jadi, teman, tolong ingatkan dan koreksi jika ada penggunaan kata -di- yang salah di tulisan saya saat ini dan nanti ya. Btw, eyd nya nanti dulu deh. Masih belajar nih :) .

14 Comments

  1. kalo di blog, kagak perlu rasanya eyd deh buk….tapi bagus juga siy untuk ngelatih kita terbiasa rapi heheheh

  2. dimana ? atau di mana yang mesti di koreksi ??? masih bingung

  3. Kalau “keluar” itu harusnya “ke luar” yah? :mrgreen:

  4. Enggar

    Imoe:
    Iya sih, Pak. Hanya untuk membiasakan diri saja kok. Mudah-mudahan bisa konsisten :) . Khawatirnya, lama-lama amburadul juga..hehehe.
    Adinata:
    Lah, saya juga nggak tahu Pak :) . Tapi kata Bapak Adhamini, penulisan ‘dimana’ tidak disambung tapi dipisah menjadi di mana. Bukan begitu Pak Adham? ;-)
    Ardianto:
    Hmm, sepertinya memang ke luar. Hehehe. Keluar, kalii :)

  5. Ya, saya juga sering salah-salah dalam eyd. Kadang-kadang tulisan pun ejaannya salah. Masih belajar… Malu ya..

  6. Enggar

    Kenapa malu Al? Kan kita belajar bukan mencuri ;-) .

  7. nah yang beginian ini saya paling keras bu sama anak2 asuhan saya di jurnalistik.
    karena terbiasa dengan eyd lumayan baik, mata saya bisa belekan kalau eyd anak2 parah banget :)

  8. “dimana” dan “di mana”…
    saya memilih “di mana” karena tidak terdapat kata “dimana” di dalam KBBI.

    selain itu “di mana” dalam kalimat selaras dengan “where” yang menunjukkan suatu tempat, bukan kata kerja pasif, sehingga harus dipisahkan.

    CMIIW. Rock on!

    Adham Somantrie.

  9. Joko Sutrisno

    …Panitia UAS telah dibentuk, dan saya salah satu DI ANTARANYA. Sebagai sekretaris …

    Ada hal yang sangat menarik di sini. DI BEBERAPA tulisan sering saya temui kesalahan dalam penggunaan kata -di-….

  10. Enggar

    Pak Joko:
    Thanks Pak :) . -Diantara- itu dipisah ya Pak?

  11. ntar ada murid yang protes ga yah “Bu, katanya pelajaran Bahasa Indonesia, tapi kok Ibu masih banyak salah”

    Celakanya kalo yang dprotesin itu guru bahasa indonesianya sendiri. hehehe

  12. Betul, “salah satu di antaranya” itu dipisah (salut buat Pak Joko). Untuk Ardianto, kalau keluar ada dua (dalam EYD, 2 tidak boleh ditulis dengan angka ^_^) alternatif, yaitu dipisah atau digabung. Contohnya saya mau keluar atau saya mau ke luar rumah. Di KBBI (http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php), ada kata dasar keluar (bergerak dari sebelah dalam ke sebelah luar, tersembul, terbit, terlahir, pergi ke luar, diumumkan, berhenti dari perkumpulan, muncul sebagai pemenang) dan luar (daerah, tempat, bukan lingkungan sendiri, asing, bagian yang tidak di dalam). Pusing kan? Untuk Enggar, yang betul adalah “Di beberapa tulisan…”, “Indonesia” harus huruf kapital di awal, dan “sekadar” bukan “sekedar”. Masih banyak lagi sih, tapi bertahap lah ya … ^_^

  13. Enggar

    Bang Aswi:
    Thks. Iya nih, baru belajar makanya banyak salah. Tapi sementara fokus di penggunaan kata -di- dulu :) .

    Btw, teman, tadi kepala sekolah menyerahkan berkas soal yang sudah saya print disertai catatan. Penggunaan titik titik, huruf besar, dan aturan eyd lainnya tak luput dari perhatian Beliau. Wah, saya bangga punya kepala sekolah yang seperti ini. Keren kan? Beliau juga meminta guru yang bersangkutan dengan mata pelajaran yang berkas soalnya telah Beliau periksa tadi untuk memperbaiki susunan kalimat. Mudah-mudahan sekolah kami menjadi lebih baik di bawah bimbingannya.

  14. Ya malu soalnya saya guru Bahasa Indonesia juga (guru SD kan guru semua mata pelajaran), tapi kepusingan dengan penggunaan EYD. Sampe lecek pisan tu buku merah tipis saya bawa kemana-mana, tapi masih aja ada yang salah. Kadang-kadang diprotes sama anak-anak kalau saya menulis di papan tulis dan salah, ya saya betulkan. Saya memang minta anak-anak mengoreksi siapa saja yang menulis salah sesuai yang telah kita pelajari di kelas. Gara-gara itu sih guru-guru jadi selalu khawatir kalau menulis di kelas saya, kena protes juga. Ternyata bukan saya saja hehe…

    Keren kepala sekolahnya bu Enggar :)

Leave a Reply

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28