<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Catatan Harian</title>
	<atom:link href="http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2010 14:17:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Cita-cita Mereka &#171; Pondok Baca Arcamanik</title>
		<link>http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/comment-page-1/#comment-966</link>
		<dc:creator>Cita-cita Mereka &#171; Pondok Baca Arcamanik</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 08:16:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/#comment-966</guid>
		<description>[...]    Mengikuti jejak Mbak Enggar di sini, dua pekan yang lalu saya pun menugaskan siswa kelas 9 untuk menuliskan cita-cita mereka di blog. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...]    Mengikuti jejak Mbak Enggar di sini, dua pekan yang lalu saya pun menugaskan siswa kelas 9 untuk menuliskan cita-cita mereka di blog. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: D</title>
		<link>http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/comment-page-1/#comment-951</link>
		<dc:creator>D</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 21:31:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/#comment-951</guid>
		<description>Haaa... orang-orang memang kebanyakan sudah salah kaprah.  Banyak sekali salah kaprah orang Indonesia yang harus diluruskan oleh orang-orang yang masih belum &#039;tercemar&#039;, atau malah sudah tercerahkan. Salah satunya lewat blog ini.  Tidak hanya mengenai pendidikan anak, tapi juga salah kaprah lainnya.

Bagi yang punya anak, harus sadar bahwa anak adalah hal utama yang akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti.  

Menurut saya pendidikan yang penting bagi anak adalah membentuk karakter yang kuat dari segi emosional dan spiritual, berikutnya keahlian untuk survival di alam, sisanya itu pasti ikut di belakang seiring pertumbuhannya ... sehingga kita tidak usah khawatir di masa depan anak bisa nyari sendiri rizki dan ilmunya dengan tuntunan-Nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Haaa&#8230; orang-orang memang kebanyakan sudah salah kaprah.  Banyak sekali salah kaprah orang Indonesia yang harus diluruskan oleh orang-orang yang masih belum &#8216;tercemar&#8217;, atau malah sudah tercerahkan. Salah satunya lewat blog ini.  Tidak hanya mengenai pendidikan anak, tapi juga salah kaprah lainnya.</p>
<p>Bagi yang punya anak, harus sadar bahwa anak adalah hal utama yang akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti.  </p>
<p>Menurut saya pendidikan yang penting bagi anak adalah membentuk karakter yang kuat dari segi emosional dan spiritual, berikutnya keahlian untuk survival di alam, sisanya itu pasti ikut di belakang seiring pertumbuhannya &#8230; sehingga kita tidak usah khawatir di masa depan anak bisa nyari sendiri rizki dan ilmunya dengan tuntunan-Nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Cerita di Sekolah &#187; Blog Archive &#187; Buat Apa Sekolah!</title>
		<link>http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/comment-page-1/#comment-944</link>
		<dc:creator>Cerita di Sekolah &#187; Blog Archive &#187; Buat Apa Sekolah!</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 01:39:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/#comment-944</guid>
		<description>[...] Ini gara-gara saya baca tulisan bu Enggar di blog [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Ini gara-gara saya baca tulisan bu Enggar di blog [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Enggar</title>
		<link>http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/comment-page-1/#comment-932</link>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 09:52:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/#comment-932</guid>
		<description>tik49:
Maaf lahir bathin juga. Fenomena nya seperti itu ya, Pak?
Novi:
Sama-sama. Thanks juga.
Imoe:
Salam kenal juga. Saya suka tag di halaman &#039;Siapa Imoe&#039;nya.
Henry:
Salam juga Pak Henry. Kok bisa nyasar ke sini? :). Betul, Pak. Pendidikan terbaik adalah orang tua dan lingkungan terdekat. Anak yang sukses adalah mereka yang kelak berani menghadapi kehidupan yang memang tidak mudah. Dan landasaan dasar nya ada pada pembentukan akhlak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tik49:<br />
Maaf lahir bathin juga. Fenomena nya seperti itu ya, Pak?<br />
Novi:<br />
Sama-sama. Thanks juga.<br />
Imoe:<br />
Salam kenal juga. Saya suka tag di halaman &#8216;Siapa Imoe&#8217;nya.<br />
Henry:<br />
Salam juga Pak Henry. Kok bisa nyasar ke sini? <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Betul, Pak. Pendidikan terbaik adalah orang tua dan lingkungan terdekat. Anak yang sukses adalah mereka yang kelak berani menghadapi kehidupan yang memang tidak mudah. Dan landasaan dasar nya ada pada pembentukan akhlak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Henry Pandia</title>
		<link>http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/comment-page-1/#comment-922</link>
		<dc:creator>Henry Pandia</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 16:24:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/#comment-922</guid>
		<description>Salam Ketemu lagi Bu Enggar...

Ada yang pernah menuliskan, Guru yang terbaik buat seorang  anak adalah Ibu dan sekolah yang terbaik adalah Alam. Jadi seharusnya, Ibulah yang harus jadi guru pertama buat seorang anak dan anak-anak harus dekat dengan alam. Tapi kenyataanya, anak-anak sekarang, waktu kecil dikasih ama pembantu, gedean dikit masuk playgroup, maklum bapak ibunya sibuk cari duit .. ironisnya .. duitnya untuk menyediakan pendidikan yang baik bagi si anak. Ketika di rumah, bukan disuruh bermain di alam, tapi lebih banyak nonton TV dan main playstation.
Saya kira, anak-anak memang harus belajar nilai-nilai hidup dari orang tua. Sekolah hanya bisa memberikan mengasah kemampuan-kemampuan teknis (menghitung, bahasa dll). 
Sekarang kita seringkali terjebak menyalahkan sekolah dan kurikulum yang tidak benar .. padahal tidak semua orang yang dididik di kurikulum dan sekolah yang tidak benar itu yang tidak sukses. Ada banyak juga yang bisa sukses. Jadi kalau anaknya tidak sukses, nah sekarang yang salah siapa.... anaknya atau kurikulumnya.
Kalau menurut saya, kalau seorang anak sudah dibekali dengan nilai-nilai yang baik, dan sikap mental yang baik dari keluarga, maka peluangnya akan lebih besar untuk jadi orang sukses dibanding dengan anak-anak yang kurang dapat pendidikan di rumah. Jadi cari sekolah yang baik, penting tapi pendidikan rumah yang lebih penting.
Sekarang situasinya malah makin runyam, dirumah anak-anak bukan diajar memiliki mental yang baik. Seorang ayah tidak merasa bersalah berkata pada anaknya:&quot; kamu jadi pegawai negeri saja, memang gajinya dikit, tapi kan sampingannya (baca: korupsinya) kan lebih banyak. Anak malah dididik jadi koruptor. Kalau begini tidak heran kan ... kalau anak-anak kita jadi materialistis dan korupsi merajalela.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Ketemu lagi Bu Enggar&#8230;</p>
<p>Ada yang pernah menuliskan, Guru yang terbaik buat seorang  anak adalah Ibu dan sekolah yang terbaik adalah Alam. Jadi seharusnya, Ibulah yang harus jadi guru pertama buat seorang anak dan anak-anak harus dekat dengan alam. Tapi kenyataanya, anak-anak sekarang, waktu kecil dikasih ama pembantu, gedean dikit masuk playgroup, maklum bapak ibunya sibuk cari duit .. ironisnya .. duitnya untuk menyediakan pendidikan yang baik bagi si anak. Ketika di rumah, bukan disuruh bermain di alam, tapi lebih banyak nonton TV dan main playstation.<br />
Saya kira, anak-anak memang harus belajar nilai-nilai hidup dari orang tua. Sekolah hanya bisa memberikan mengasah kemampuan-kemampuan teknis (menghitung, bahasa dll).<br />
Sekarang kita seringkali terjebak menyalahkan sekolah dan kurikulum yang tidak benar .. padahal tidak semua orang yang dididik di kurikulum dan sekolah yang tidak benar itu yang tidak sukses. Ada banyak juga yang bisa sukses. Jadi kalau anaknya tidak sukses, nah sekarang yang salah siapa&#8230;. anaknya atau kurikulumnya.<br />
Kalau menurut saya, kalau seorang anak sudah dibekali dengan nilai-nilai yang baik, dan sikap mental yang baik dari keluarga, maka peluangnya akan lebih besar untuk jadi orang sukses dibanding dengan anak-anak yang kurang dapat pendidikan di rumah. Jadi cari sekolah yang baik, penting tapi pendidikan rumah yang lebih penting.<br />
Sekarang situasinya malah makin runyam, dirumah anak-anak bukan diajar memiliki mental yang baik. Seorang ayah tidak merasa bersalah berkata pada anaknya:&#8221; kamu jadi pegawai negeri saja, memang gajinya dikit, tapi kan sampingannya (baca: korupsinya) kan lebih banyak. Anak malah dididik jadi koruptor. Kalau begini tidak heran kan &#8230; kalau anak-anak kita jadi materialistis dan korupsi merajalela.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imoe</title>
		<link>http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/comment-page-1/#comment-920</link>
		<dc:creator>imoe</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 14:05:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/#comment-920</guid>
		<description>iya yah...pertanyaan yang mendasar, dan kayaknya setiap guru mesti menguatkan fondasi untuk menjawab pertanyaan itu bu... sanbgat substansi dan penting....salam kenal bu saya salut dengan ibu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya yah&#8230;pertanyaan yang mendasar, dan kayaknya setiap guru mesti menguatkan fondasi untuk menjawab pertanyaan itu bu&#8230; sanbgat substansi dan penting&#8230;.salam kenal bu saya salut dengan ibu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imoe</title>
		<link>http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/comment-page-1/#comment-919</link>
		<dc:creator>imoe</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 14:04:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/#comment-919</guid>
		<description>iya yah...pertanyaan yang mendasar, dan kayaknya setiap guru mesti menguatkan fondasi untuk menjawab pertanyaan itu bu... sanbgat substansi dan penting....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya yah&#8230;pertanyaan yang mendasar, dan kayaknya setiap guru mesti menguatkan fondasi untuk menjawab pertanyaan itu bu&#8230; sanbgat substansi dan penting&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: novi</title>
		<link>http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/comment-page-1/#comment-917</link>
		<dc:creator>novi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 04:39:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/#comment-917</guid>
		<description>Hmm, mungkin kalau dulu (sampai usia SMA) aku ditanya: &quot;jadi, untuk apa kita sekolah?&quot; aku akan jawab: &quot;untuk bisa lulus dengan nilai maksimal, terus biar bisa masuk PTN favorit, gampang dapet kerja deh.&quot;
Kalau sekarang? jadi bingung mau jawab apa :D 
Teorinya, sekolah hanya salah satu sarana pendidikan formal, pendidikan seharusnya bisa berjalan di mana saja: komunitas masyarakat, keluarga, dll. Yang paling penting adalah bagaimana mendidik bangsa ini dari semua segi (a.l moral dan intelektual). Sekolah bukanlah pabrik penyedia tenaga kerja. Yup, ini tanggung jawab kita semua untuk mengembalikan makna pendidikan yg sebenarnya.
Thanks Mbak, sudah memberiku inspirasi melalui tulisan ini. Jadi pengin ngasih tugas menulis harapan dan impian ke kelas 9 di sini :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm, mungkin kalau dulu (sampai usia SMA) aku ditanya: &#8220;jadi, untuk apa kita sekolah?&#8221; aku akan jawab: &#8220;untuk bisa lulus dengan nilai maksimal, terus biar bisa masuk PTN favorit, gampang dapet kerja deh.&#8221;<br />
Kalau sekarang? jadi bingung mau jawab apa <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Teorinya, sekolah hanya salah satu sarana pendidikan formal, pendidikan seharusnya bisa berjalan di mana saja: komunitas masyarakat, keluarga, dll. Yang paling penting adalah bagaimana mendidik bangsa ini dari semua segi (a.l moral dan intelektual). Sekolah bukanlah pabrik penyedia tenaga kerja. Yup, ini tanggung jawab kita semua untuk mengembalikan makna pendidikan yg sebenarnya.<br />
Thanks Mbak, sudah memberiku inspirasi melalui tulisan ini. Jadi pengin ngasih tugas menulis harapan dan impian ke kelas 9 di sini <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Buat Apa Sekolah! &#171; Berdiri di Depan Kelas</title>
		<link>http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/comment-page-1/#comment-916</link>
		<dc:creator>Buat Apa Sekolah! &#171; Berdiri di Depan Kelas</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 02:52:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/#comment-916</guid>
		<description>[...] a comment &#187;  Ini gara-gara saya baca tulisan bu Enggar di blognya. Beliau membuat saya teringat mengenai kisah memilukan yang saya dengar saat KKN beberapa waktu yang [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] a comment &raquo;  Ini gara-gara saya baca tulisan bu Enggar di blognya. Beliau membuat saya teringat mengenai kisah memilukan yang saya dengar saat KKN beberapa waktu yang [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tik49</title>
		<link>http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/comment-page-1/#comment-915</link>
		<dc:creator>tik49</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 23:16:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/10/10/catatan-harian/#comment-915</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Bu.
Minal Aidzin wal Faidzin. maap kalo udah kelamaan.

Kalo menurut saya, konsep sekolah kita kurang tepat bu. Karena anak-anak terutama di Pendidikan Dasar di fokuskan pada menghapal semua pelajaran, bukan untuk mengerti atau setidaknya mencintai.
Dampaknya, mereka malas sekolah, malas buka buku, bahkan nyontek saat ulangan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Bu.<br />
Minal Aidzin wal Faidzin. maap kalo udah kelamaan.</p>
<p>Kalo menurut saya, konsep sekolah kita kurang tepat bu. Karena anak-anak terutama di Pendidikan Dasar di fokuskan pada menghapal semua pelajaran, bukan untuk mengerti atau setidaknya mencintai.<br />
Dampaknya, mereka malas sekolah, malas buka buku, bahkan nyontek saat ulangan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
