Buku dalam Kehidupan

Aneka 5 Comments »

Tergelitik membaca tulisan Novi di sini, saya jadi teringat masa kecil dulu. Seringkali saya bersyukur bahwa saya dilahirkan pada masa-masa dimana siaran TV dan segala pernak-pernik hiburan belum segencar saat ini. Karenanya, buku adalah suatu kemewahan dan hiburan yang paling mengasyikkan.

Awal-awal sekolah dasar adalah perkenalan saya dengan buku-buku karya Enid Blyton. Hampir semua koleksi Blyton saya punya, dari Lima Sekawan, Sapta Siaga, Mallory Towers, dan Pasukan Mau Tahu. Lainnya komik lima benua dan seri penemu. Hmm, bisa dibilang ketertarikan saya pada alam dan petualangan adalah hasil didikan Blyton dan terutama buku Lord Baden Powell. Buku terakhir ini sangat mempengaruhi kehidupan saya. Kecintaan saya pada kegiatan kepramukaan sangat dipengaruhi Bapak Pandu Sedunia ini. Senang rasanya mengalami jurit malam, berkemah, belajar tali temali, semaphore, menyelusuri hutan dan kegiatan alam lainnya. Pokoknya excited banget deh, serasa petualang beneran walaupun sebenarnya saya penakut :) . Saya juga pernah bercita-cita menjadi penemu, terinspirasi oleh cerita-cerita yang ada di seri penemu. Ingin bisa seperti James Watt, Edison, Wright Bersaudara dan Curie. Hehehe. Namanya juga anak-anak, boleh donk berkhayal :) . Lain hari saya ingin jadi perawat seperti Florence Nightingale.

Memasuki masa sekolah menengah pertama buku bacaan saya beralih pada karya Agatha Christie (masih tetap cerita detektif juga :) ). Dan buku sastra karya N.H.Dini, Ajip Rosidi, Buya Hamka, Kahlil Gibran, dan lain-lain. Waktu itu sih saya tidak tahu kalau itu karya sastra. Berhubung di rumah koleksi buku orang tua dan kakak saya banyak, maka buku apapun saya baca (Ini sih memang karena tidak ada hiburan lain maka membaca jadi semacam rutinitas yang memabukkan ;-) ).  Termasuk buku Anne Frank dan catatan harian Soe Hok Gie.

Memasuki awal sekolah menengah atas, ada kejadian yang tiba-tiba membuat saya ngetop mendadak *halah*. Saat itu guru bahasa Indonesia mewajibkan setiap anak membaca buku karya sastra dan kemudian membuat resensi nya. Beberapa buku yang Beliau sarankan terdengar familiar untuk saya. Tentu saja, karena saya sudah pernah membacanya. Mendadak buku-buku tersebut stok nya abis di perpustakaan. Beberapa teman yang mengetahui saya mempunyai koleksi buku di rumah langsung meminjam. Omongan dari mulut ke mulut menyebar ke kelas-kelas lain. Tiba-tiba saja banyak teman baru yang mencari saya. Hmm, mungkin seperti ini rasanya jadi seleb ya? ;-)

Suatu ketika saya sedang membaca di jam istirahat (Oya, kalau anak-anak lain kabur ke kantin pas jam istirahat saya tetap anteng di kelas, membuka bekal roti yang telah disiapkan oleh Ibu dan mulai asyik membaca. Kalau sekarang pasti dikomentarin ‘nggak banget’ kali ya? hehehe), seorang teman menyeletuk seperti ini ‘Ada gambarnya nggak?’ Saya yang nggak mudeng dengan pertanyaannya saat itu cuma diam saja sampai akhirnya dia mengulangi pertanyaannya ‘Ada gambarnya nggak di buku itu? Kok tebel banget’. Oalah, mungkin dia kira ini buku komik kali ya? Waktu itu kalau tidak salah saya baca buku Opera Jakarta yang tebalnya ampun-ampunan. Kaget lagi dia waktu saya baca buku penjara Alcatrax. Entah apa yang ada di pikirannya saat itu, diantara puluhan anak perempuan mungkin saya jadi makhluk aneh kali ya? :)

Tapi, kenangan bersama buku-buku itu senantiasa lekat. Lembaran-lembaran pada setiap halamannya terkadang masih melintas dalam ingatan. Pesan moral pada setiap buku adalah pelajaran bagi saya bagaimana menjalani kehidupan ini dengan terus bersyukur setiap waktu.

Berbagi Kisah

Aneka 8 Comments »

Sukakah saya menjadi guru? Jawabnya, Iya. Saya sangat menikmati peran saya sebagai guru. Namun bukan berarti semuanya berjalan mulus tanpa hambatan. Bergaul dengan banyak anak dari berbagai tingkatan umur dan lapisan sosial memberi warna-warni dalam kehidupan saya. Kritikan dan pujian, silih berganti. Senang rasanya melihat semangat dan ketekunan mereka. Kami saling belajar dan berbagi.

Namun, saat ini saya merasa gamang. Sudah setahun ini saya mengajar di sekolah negeri. Berada pada lapisan minoritas, dimana dan entah mengapa kebanyakan siswa ke sekolah tanpa semangat dan keinginan untuk belajar.

Mengajar anak dengan kemampuan intelegensia yang rendah namun tekun dan haus akan ilmu pengetahuan jauh lebih baik dibandingkan mengajar anak yang tidak mempunyai antusiasme untuk belajar. Duh, saya sebal melihat ini.

Mungkin terdengar klise atau mengada-ada, tapi saya mempunyai harapan yang tinggi akan keberadaan film laskar pelangi. Karena, tidak semua masyarakat kita suka membaca, maka mudah-mudahan dengan adanya film ini tidak saja anak-anak muda akan terbukakan wawasannya, namun juga para orang tua. Harapannya film ini bisa menyentuh semua lapisan masyarakat dan terutama mereka dari kalangan marginal.

Karena, pendidikan adalah tiket bagi semua orang untuk mendapatkan kesempatan dan pilihan hidup yang lebih baik.

Membayar Hutang

Materi TIK 5 Comments »

Beberapa hari yang lalu dalam suasana chatting, saya menjanjikan akan menuliskan beberapa KBM untuk materi Internet tanpa akses internet.  Hari ini saya coba memaparkannya, sebagian dengan merujuk pada pengalaman mengajar yang pernah saya terapkan. Untuk mengenalkan chatting pada siswa saya membuka program chatting yang berjalan pada sistem jaringan server. Untuk browsing, saya mendemonstrasikan beberapa alamat situs yang sudah di-save sebelumnya beserta beberapa link ke halaman lain. Bisa juga diajarkan cara menyimpan gambar ke harddisk, menyalin gambar ke pengolah kata, dan menyimpan halaman web. Bisa dilakukan secara offline. Untuk kegiatan lanjutan, siswa diminta menyalin gambar dari situs yang sudah disimpan tadi kemudian membuat cerita yang berkaitan dengan gambar.

Berikutnya, saya mengenalkan cara membuat web dengan menggunakan program editor HTML, baik menggunakan program editor Notepad atau yang berbasis What You See Is What You Get (WYSIWYG).

Memang sulit mengajarkan materi Internet tanpa akses Internet itu sendiri. Langkah yang dilakukan oleh rekan saya di sekolah terbuka lebih menarik lagi, yaitu membuat blog secara offline. Untuk hal yang satu ini saya penasaran juga. Bisakah langkah itu diterapkan untuk sistem operasi Windows?

Oke Novi, rasanya baru gagasan itu saja yang melintas di kepala saya. Mungkin rekan-rekan lain bisa memberi masukan di sini. Oya,  niat Novi untuk membawa anak-anak itu ke warnet boleh juga. Mungkin agar tidak riweh, Novi bisa membagi mereka ke dalam kelompok. Kemudian secara bergantian Novi bisa mendemo kan cara membuat email, dan menggunakan search engine. Atau, Novi pasti sudah mendapatkan langkah yang lebih jitu, kan? ;-)

Good luck dan tetap semangat ya.

Laskar Pelangi The Movie

Aneka 13 Comments »

Penasaran ingin tahu kabar terbaru film laskar pelangi? Coba tengok situs satu ini. Rencananya film laskar pelangi akan ditayangkan tanggal 25 september. Laskar Pelangi sendiri adalah novel memoar tentang kisah kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah di sekolah muhammadiyah di pulau Belitong. Andrea Hirata aka Ikal, si penulis cerita ini adalah salah satu dari kesepuluh anak tersebut. Kisah selanjutnya saya yakin Anda semua sudah mengetahuinya :) .

Mengajarkan akhlak melalui permainan

Pendidikan 6 Comments »

Akhlak menurut kamus besar bahasa indonesia ialah budi pekerti, tingkah laku. Setiap agama mengajarkan bagaimana seorang hamba bertingkah laku yang luhur. Ber-akhlak mulia kepada Tuhan,  kepada sesama manusia, dan terhadap makhluk hidup lainnya.

Ramadhan ini saya kebagian tugas untuk mengisi acara pesantren kilat di sekolah. Tema yang saya pilih adalah akhlak kepada sesama manusia. Berbekal buku dan artikel yang saya peroleh dari internet, saya ingin mengemas materi ini melalui sebuah permainan. Sepertinya asyik, tapi saya malah bingung memilah jenis permainan apa yang akan saya berikan kepada mereka. Pertimbangannya sederhana, permainan tidak boleh terlalu menguras fisik, dan bisa dimainkan oleh semua anak.

Ada satu permainan yang sedang saya pertimbangkan. Saya dapatkan dari buku Teknik-Teknik yang Berpengaruh di Ruang Kelas. Nama permainannya Daftar Keunggulan. Langkah permainannya sebagai berikut:

Guru meminta setiap siswa menuliskan nama lengkapnya pada selembar kertas kosong di bagian atas kertas. Setelah itu siswa menuliskan salah satu kelebihan dirinya di bawah tulisan nama. Siswa kemudian mengumpulkan kertas tadi kepada guru. Guru membagikan kertas kembali kepada siswa secara acak, sehingga setiap siswa akan mendapakan kertas milik temannya. Selanjutnya siswa harus menuliskan satu kelebihan temannya (si pemilik kertas yang dipegangnya) kemudian memberikannya kepada teman di sebelahnya, demikian seterusnya. Pada akhir sesi, siswa diminta membaca dalam hati daftar kelebihan dirinya masing-masing. Teknik ini dapat memberi pengaruh yang besar pada diri siswa karena mereka menyadari bahwa temannya dapat menerima diri mereka dengan baik dan terutama karena setiap anak dapat melihat kelebihan diri masing-masing. Tujuan permainan ini diharapkan berkembangnya sikap ramah tamah, saling menolong dan kerja sama. (Memang tidak cukup sekali dilakukan, tapi mudah-mudahan ini dapat dijadikan langkah awal untuk memperkuat ikatan dalam kelas).

Kira-kira permainan di atas sudah cukup mewakili tema di atas belum ya? Adakah ide permainan lain yang bisa saya berikan? Thanks sebelumnya.

Grafis

Materi TIK 4 Comments »

Semester ganjil tahun ajaran 2008/2009 siswa kelas 8 belajar menggunakan program pengolah grafis. Materi ini diberikan selama 2.5-3 bulan. Apa saja yang mereka pelajari selama kurang lebih 9 kali pertemuan tersebut? Inilah beberapa karya siswa belajar menggunakan pengolah grafis berbasis vektor, dengan Corel Draw.

(RPP dan silabus untuk pengolah grafis dapat di unduh di sini). Tapi belum selesai semua, flash disknya kena virus nih :( . Mudah-mudahan file di dalamnya terselamatkan.

arfian-kelas-8-4-lat-1.jpg  fitriani-83-lat-1.jpg

fitriani_83_uh1.jpg    elis-84-uh1.jpg

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in