Banyak yang bilang negeri kita kaya. Tapi kenapa jumlah orang miskin makin banyak. Anak-anak putus sekolah makin bertambah. Dan tingkat kematian karena kurang gizi selalu ada?

Ada juga yang bilang Indonesia miskin. Tapi, coba lihat di jalan-jalan makin banyak mobil yang bersliweran. Mal-mal dibangun di banyak tempat, tak perduli nantinya banyak ruang-ruang kosong yang ditinggalkan oleh pemiliknya. Keluaran handphone terbaru selalu ditunggu-tunggu, tidak perduli berapapun harganya.

Jadi, Indonesia itu miskin atau kaya sih?

Mungkin bisa keduanya, tergantung bagaimana cara Anda memandang.

Hmm, masyarakat Indonesia itu sendiri kaya atau miskin ya? Tersinggungkah Anda jika ada yang mengatakan masyarakat kita kaya tapi bodoh? Teman, saya teringat tulisan Andrea Hirata di sini. Andrea juga menyoroti desain rumah warga di pulau kelahirannya. Rumah mereka besar-besar. Namun tempat belajar diletakkan dekat WC atau dapur. Belum lagi anak-anak belajar di depan televisi yang acaranya jauh dari mendidik. Anak-anak tak lagi suka membaca karena acara televisi lebih menarik.

Dan televisi sebagai media yang paling efektif untuk menularkan kebaikan seakan diam tak bergeming. Mimipi-mimpi kosong terus dialirkan dan harapan-harapan semu membuat masyarakat semakin terlena.Bayangkanlah, apa yang akan terjadi jika anak-anak muda yang kelak mewarisi negeri ini tidak mempunyai bekal ilmu dan pengetahuan yang memadai? Bagaimana mereka menghadapi persaingan yang semakin keras? Sesungguhnya, tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras.

Dan negeri dengan masyarakatnya yang bodoh akan mudah dipengaruhi dan dirusak. Lantas, tak sedihkah kita mengingat perjuangan para pahlawan yang telah mengucurkan darahnya untuk mempertahankan negeri ini?

Walaupun telat, dirgahayu Indonesia. Berkibarlah terus merah putih. Merdeka!