Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Pendidikan August 14th, 2008Melanjutkan bahasan dari buku standar isi:
Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.
Yup, saya beneran lieur. Tapi mau tidak mau ini harus dipelajari. Jadi, saya bertanya dengan para senior yang ada di sekolah. Dan kira-kira seperti inilah pemahaman saya. Tolong dikoreksi kalau salah ya.
catatan: SK tidak boleh diubah (sesuai kurikulum). Namun boleh ditambah kalau tidak ada. Penulisannya pun disesuaikan dengan peraturan yang ada (kalau tidak salah ada lembar penggunaan kalimat operasional yang berupa kata kerja untuk pembuatan SK dan KD)
Standar Kompetensi (SK) adalah tujuan pembelajaran secara umum. Misalkan, semester ini saya ingin mengajarkan Corel Draw sebagai program perangkat lunak pengolah grafis. Apa yang saya harapkan dari siswa setelah mereka mempelajari program pengolah grafis ini? Tentu harapannya adalah agar siswa dapat menggunakan program Corel ini. Maka, Standar Kompetensi nya adalah: Menggunakan perangkat lunak pengolah grafis.
Selanjutnya, Kompetensi Dasar(KD). Kompetensi dasar ini berupa penjabaran dari standar kompetensi.
Contoh: Untuk dapat menggunakan program Corel Draw apa yang ingin Anda berikan kepada siswa terlebih dahulu? Menjelaskan aplikasi lain untuk program grafis? Perbedaan program grafis berbasis bitmap dan vektor? Contoh grafis berbasis vektor dan bitmap? Nah, kesemuanya dapat Anda rangkum di dalam kompetensi dasar. Jadi, kompetensi dasar nya adalah Mengenal Corel Draw sebagai program pengolah grafis. Sedangkan urutan materi yang ingin diberikan tadi dapat dimasukkan dalam kolom materi pokok.
Berikutnya, Kegiatan Pembelajaran. Kegiatan pembelajaran ini adalah aktivitas yang dilakukan oleh siswa bersama guru di kelas. Bisa berupa demonstrasi, tanya jawab, diskusi, game, praktikum, dll.
Indikator , mengacu kepada materi pokok. Kalau materi pokoknya adalah pengertian grafis berbasis vektor dan bitmap, maka indikatornya adalah: mampu menjelaskan pengertian grafis berbasis vektor dan bitmap. dstnya.
Penilaian: bisa tes lisan, tertulis, kinerja saat praktikum, hasil karya (portofolio).
Alokasi waktu: waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pembelajaran pada setiap KD.
Sumber/Bahan ajar/Alat: Buku paket, modul (halaman berapa), dll.
Ppfuuh, melihat ini saya langsung memeriksa silabus yang sudah saya buat sebelumnya. Arghh, kayanya musti diulang nih. Dan akhirnya, satu hari ini saya coba selesaikan silabus yang sudah saya buat sebelumnya dengan susah payah. Dan contoh di atas adalah salah satunya. Saya memang harus lebih banyak belajar. Terima kasih ya teman-teman yang sudah sangat berbaik hati mengajarkan saya
. Jika ada masukan, kritik ataupun saran sehubungan dengan pembuatan silabus ini jangan segan-segan mengirimkannya ya.
Jika ada yang berminat mengunduh hasil pembuatan silabus ini akan saya letakkan di halaman file di blog yang sama. Tunggu ya


August 14th, 2008 at 09:06
akhirnya bisa pertama….
nungguin hasil pembautan silabusnya ah…
terimakasih sebelumnya
hehehe
August 14th, 2008 at 18:02
mBak, saya kepincut dengan tulisan-tulisan Sampeyan. Dan, akan lebih bermakna bagi guru-guru. Tolong dong gimana caranya agar guru-guru kita gaet kesini lebih intens.
August 15th, 2008 at 01:35
Joko:
Halah, nggak pakai pertama di sini lha. Sabar ya. Saya coba selesaikan dulu.
Pak Ersis:
Wah, Pak Ersis tak salahkah? Malah saya yang suka baca tulisan Bapak tapi jarang berkomentar nih. Saya tak tau caranya Pak. Selama ini sepertinya yang masuk ke sini Bapak/Ibu guru yang seringnya mencari silabus dan RPP.
August 15th, 2008 at 02:07
Selama ini sepertinya yang masuk ke sini Bapak/Ibu guru yang seringnya mencari silabus dan RPP.
termasuk saya bu….hehehehe
cari yang enak-enak aja. Menikmati hasil keringat orang lain. hehehhe
(Dzolim ga ya?)
August 15th, 2008 at 04:37
wuih, tulisannya mantafph….
lam kenal ya bu….
main-main ke gubug saiya bu…
maksih..
August 15th, 2008 at 08:52
Kadang-kadang saya juga bingung…untuk bekerja sebagai guru, syaratnya banyak banget. Musti buat Silabus, buat RPP, dll. Ya kalau masih guru baru…mungkin memang kudu buat silabus/RPP ya, maklum belum pengalaman. Nah..kalau menjadi guru sudah bertahun-tahun, sudah sangat berpengalaman, apa iya sih masih harus membuat RPP/silabus? Ibaratnya koki masakan, kalau masih baru kan memang kudu baca-baca resep dulu sebagai pedomannya…tapi kalau udah koki berpengalaman…kayaknya gak perlu baca-baca resep lagi…sudah piawai. Kayak nyetir mobil, nggak perlu mikir gas-kopling-rem lagi. Ini kayaknya yang membuat guru-guru (yang sudah berpengalaman tadi), lebih suka menunggu Silabus/RPP kerjaan orang…. Jadi, mungkin aturan-aturan dalam KTSP mengenai silabus/RPP tidak perlu terlalu ketat. Kadang-kadang malah pernah saya lihat seorang instruktur dgn sangat yakin menyalahkan RPP/Silabus yang dibuat oleh seorang guru hanya gara-gara formatnya berbeda dgn format yang beliau anggap benar. Agak aneh juga ya…membuat cara kerja (Silabus/RPP) untuk diri sendiri. Untung saya bukan guru…hahahha. Keep on teaching! Hormat saya untuk para guru.
August 15th, 2008 at 13:19
Joko49:
.
.
Tidak Pak, tenang saja
Meirz:
Salam kenal kembali dan terima kasih. Saya sudah mampir ke blog Anda lho.
Pak Joko S:
Iya, Pak. Menjadi guru itu tidak sekedar mendidik dan mengajar (yang juga sudah berat) tapi urusan silabus, RPP, dll pun bikin lieur. Mau nggak dibuat ternyata nanti kita juga yang pusing untuk pelaporan dan dokumentasi ke pusat. Tapi saya tidak tahu juga apakah sekolah swasta se-mbulet ini untuk urusan kaya gini? Haiya, siapa bilang pekerjaan guru gampang?
August 16th, 2008 at 14:46
Menurut saya, bikin silabus dan rpp selalu perlu, meskipun sudah mengajar bertahun-tahun. Dengan begitu kita bisa selalu mengevaluasi proses belajar di kelas, apakah cocok dan efektif untuk belajar bersama anak-anak (yang tentunya tiap tahun berbeda-beda karakteristiknya) atau tidak.
Kalau gurunya juga rajin belajar (berarti terus memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan mengajar) pasti akan selalu bikin rpp dan silabus baru, untuk terus memoles pekerjaannya dengan pengetahuan dan ketrampilan baru, bukankah begitu?
August 19th, 2008 at 00:10
Saua usul … Sampeyan agak rajin kunjungi blog guru-guru biar meraka juga rajin keisini. Saya lagi ngompori guru-guru nulis (blog) dan dah anjurkan ke blog bagus in. Salam.
August 21st, 2008 at 14:44
Pak Ersis:
.
Oke, Pak. Insya Allah. Dan, terima kasih
August 7th, 2009 at 17:14
thanks bgt, lmyn bwt jaga-jaga ujian besok..