RSS Feed

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Posted by Enggar on 14th August and posted in Pendidikan, Perangkat Pembelajaran

Melanjutkan bahasan dari buku standar isi:

Arah Pengembangan

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.

Yup, saya beneran lieur. Tapi mau tidak mau ini harus dipelajari. Jadi, saya bertanya dengan para senior yang ada di sekolah. Dan kira-kira seperti inilah pemahaman saya. Tolong dikoreksi kalau salah ya.

catatan: SK tidak boleh diubah (sesuai kurikulum). Namun boleh ditambah kalau tidak ada. Penulisannya pun disesuaikan dengan peraturan yang ada (kalau tidak salah ada lembar penggunaan kalimat operasional yang berupa kata kerja untuk pembuatan SK dan KD)

Standar Kompetensi (SK) adalah tujuan pembelajaran secara umum. Misalkan, semester ini saya ingin mengajarkan Corel Draw sebagai program perangkat lunak pengolah grafis. Apa yang saya harapkan dari siswa setelah mereka mempelajari program pengolah grafis ini? Tentu harapannya adalah agar siswa dapat menggunakan program Corel ini. Maka, Standar Kompetensi nya adalah: Menggunakan perangkat lunak pengolah grafis.

Selanjutnya, Kompetensi Dasar(KD). Kompetensi dasar ini berupa penjabaran dari standar kompetensi.

Contoh: Untuk dapat menggunakan program Corel Draw apa yang ingin Anda berikan kepada siswa terlebih dahulu? Menjelaskan aplikasi lain untuk program grafis? Perbedaan program grafis berbasis bitmap dan vektor? Contoh grafis berbasis vektor dan bitmap? Nah, kesemuanya dapat Anda rangkum di dalam kompetensi dasar. Jadi, kompetensi dasar nya adalah Mengenal Corel Draw sebagai program pengolah grafis. Sedangkan urutan materi yang ingin diberikan tadi dapat dimasukkan dalam kolom materi pokok.

Berikutnya, Kegiatan Pembelajaran. Kegiatan pembelajaran ini adalah aktivitas yang dilakukan oleh siswa bersama guru di kelas. Bisa berupa demonstrasi, tanya jawab, diskusi, game, praktikum, dll.

Indikator , mengacu kepada materi pokok. Kalau materi pokoknya adalah pengertian grafis berbasis vektor dan bitmap, maka indikatornya adalah: mampu menjelaskan pengertian grafis berbasis vektor dan bitmap. dstnya.

Penilaian: bisa tes lisan, tertulis, kinerja saat praktikum, hasil karya (portofolio).

Alokasi waktu: waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pembelajaran pada setiap KD.

Sumber/Bahan ajar/Alat: Buku paket, modul (halaman berapa), dll.

Ppfuuh, melihat ini saya langsung memeriksa silabus yang sudah saya buat sebelumnya. Arghh, kayanya musti diulang nih. Dan akhirnya, satu hari ini saya coba selesaikan silabus yang sudah saya buat sebelumnya dengan susah payah. Dan contoh di atas adalah salah satunya. Saya memang harus lebih banyak belajar. Terima kasih ya teman-teman yang sudah sangat berbaik hati mengajarkan saya :) . Jika ada masukan, kritik ataupun saran sehubungan dengan pembuatan silabus ini jangan segan-segan mengirimkannya ya.

Jika ada yang berminat mengunduh hasil pembuatan silabus ini akan saya letakkan di halaman file di blog yang sama. Tunggu ya

28 Comments

  1. akhirnya bisa pertama….
    nungguin hasil pembautan silabusnya ah…
    terimakasih sebelumnya
    hehehe

  2. mBak, saya kepincut dengan tulisan-tulisan Sampeyan. Dan, akan lebih bermakna bagi guru-guru. Tolong dong gimana caranya agar guru-guru kita gaet kesini lebih intens.

  3. Enggar

    Joko:
    Halah, nggak pakai pertama di sini lha. Sabar ya. Saya coba selesaikan dulu.
    Pak Ersis:
    Wah, Pak Ersis tak salahkah? Malah saya yang suka baca tulisan Bapak tapi jarang berkomentar nih. Saya tak tau caranya Pak. Selama ini sepertinya yang masuk ke sini Bapak/Ibu guru yang seringnya mencari silabus dan RPP.

  4. Selama ini sepertinya yang masuk ke sini Bapak/Ibu guru yang seringnya mencari silabus dan RPP.

    termasuk saya bu….hehehehe
    cari yang enak-enak aja. Menikmati hasil keringat orang lain. hehehhe
    (Dzolim ga ya?)

  5. wuih, tulisannya mantafph….
    lam kenal ya bu….
    main-main ke gubug saiya bu…
    maksih..

  6. Joko Sutrisno

    Kadang-kadang saya juga bingung…untuk bekerja sebagai guru, syaratnya banyak banget. Musti buat Silabus, buat RPP, dll. Ya kalau masih guru baru…mungkin memang kudu buat silabus/RPP ya, maklum belum pengalaman. Nah..kalau menjadi guru sudah bertahun-tahun, sudah sangat berpengalaman, apa iya sih masih harus membuat RPP/silabus? Ibaratnya koki masakan, kalau masih baru kan memang kudu baca-baca resep dulu sebagai pedomannya…tapi kalau udah koki berpengalaman…kayaknya gak perlu baca-baca resep lagi…sudah piawai. Kayak nyetir mobil, nggak perlu mikir gas-kopling-rem lagi. Ini kayaknya yang membuat guru-guru (yang sudah berpengalaman tadi), lebih suka menunggu Silabus/RPP kerjaan orang…. Jadi, mungkin aturan-aturan dalam KTSP mengenai silabus/RPP tidak perlu terlalu ketat. Kadang-kadang malah pernah saya lihat seorang instruktur dgn sangat yakin menyalahkan RPP/Silabus yang dibuat oleh seorang guru hanya gara-gara formatnya berbeda dgn format yang beliau anggap benar. Agak aneh juga ya…membuat cara kerja (Silabus/RPP) untuk diri sendiri. Untung saya bukan guru…hahahha. Keep on teaching! Hormat saya untuk para guru.

  7. Enggar

    Joko49:
    Tidak Pak, tenang saja :) .
    Meirz:
    Salam kenal kembali dan terima kasih. Saya sudah mampir ke blog Anda lho.
    Pak Joko S:
    Iya, Pak. Menjadi guru itu tidak sekedar mendidik dan mengajar (yang juga sudah berat) tapi urusan silabus, RPP, dll pun bikin lieur. Mau nggak dibuat ternyata nanti kita juga yang pusing untuk pelaporan dan dokumentasi ke pusat. Tapi saya tidak tahu juga apakah sekolah swasta se-mbulet ini untuk urusan kaya gini? Haiya, siapa bilang pekerjaan guru gampang? :) .

  8. Menurut saya, bikin silabus dan rpp selalu perlu, meskipun sudah mengajar bertahun-tahun. Dengan begitu kita bisa selalu mengevaluasi proses belajar di kelas, apakah cocok dan efektif untuk belajar bersama anak-anak (yang tentunya tiap tahun berbeda-beda karakteristiknya) atau tidak.

    Kalau gurunya juga rajin belajar (berarti terus memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan mengajar) pasti akan selalu bikin rpp dan silabus baru, untuk terus memoles pekerjaannya dengan pengetahuan dan ketrampilan baru, bukankah begitu?

  9. Saua usul … Sampeyan agak rajin kunjungi blog guru-guru biar meraka juga rajin keisini. Saya lagi ngompori guru-guru nulis (blog) dan dah anjurkan ke blog bagus in. Salam.

  10. Enggar

    Pak Ersis:
    Oke, Pak. Insya Allah. Dan, terima kasih :) .

  11. Rifki

    thanks bgt, lmyn bwt jaga-jaga ujian besok..

  12. Rizza

    Maaf mau mengoreksi sedikit. Kurikulum itu ditentukan oleh satuan pendidikan atau dengan kata lain oleh masing2 sekolah. Kalau SK tidak boleh diubah ataupun dikurangi atau dihapus dan ditentukan oleh pusat (lupa namanya) di Jakarta sana. Jadi SK selalu sama untuk setiap sekolah di Indonesia namun pengembangan kurikulumnya diserahkan pada masing2 sekolah (kan KTSP – Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).

  13. Enggar

    Ok, nggak pp Pak. Terima kasih info-nya :)

  14. maulida

    makasih pa tas ilmunya

  15. Tati hartati

    asalamualaikum…
    mu tnya, satu hal yang esensial yang membangun ketentuan dari bahan ajar, pembelajaran dan literasi sains tu pa?
    makasih pa….

  16. Enggar

    @Tati Hartati: Matkul sains ya Bu? Maaf, saya kurang mengerti juga.

  17. makasih infonya, skarang ane sudah jelas perbedaan standar kompetensi dan kompetensi dasar

  18. ruzzlaen nengsu

    thanks informasi + ilmu;eee yeee……………
    Sangaattt b’manfaatttt :)

  19. pratama

    setelah membaca dan ulasan keterangan dari admin, bahwa SK dalam pembuatan RPP tidak boleh diubah (sesuai kurikulum),yang saya tanyakan, apakah boleh merubah KD-nya dlam pembuatan RPP..
    contohnya mata pelajaran IPA kls IV
    SK :Memahami beragam sifat dan perubahan wujud benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya.
    KD yang ada di kurikulm :Mengidentifikasi wujud benda padat, cair dan gas memiliki sifat tertentu.

    kemudian KD saya rubah :Mengidentifikasi wujud dan sifat benda cair.
    dengan waktu 1X35 menit,untuk persiapan peer teaching PLPG nanti,.. mohon penjelasan secepatnya,terima kasih

  20. Enggar

    @Pratama: Setau saya KD itu kan penjabaran dari SK ya, jadi tak apa jika ingin ditambah. Mungkin ada rekan lain yang lebih bisa menjelaskan?

  21. ibnu ashar

    makasih… makasih ku dah baca tulisan ibu… mantaaaab.

  22. Bagong Dhalurie

    Belajar lagi nich..kita

  23. Puput

    Kalo saya, SK KD nya lhat dr bku pelajaran. B0leh gk ych?
    Lw indikator sk bikin sndri. Tapi kdang pas ngajar gk lihat administrasi, lngsung action.
    Huft :|

  24. Enggar

    @Puput: Boleh saja kalau ada, tidak masalah. Yang ada di buku teks juga merujuk ke Standar Isi. Sebaiknya sih waktu mengajar juga membawa RPP sebagai panduan. Dari sana kita bisa menggali apa yang harus diperbaiki sebagai bahan pertimbangan untuk tahun ajaran berikutnya :) .

  25. eeeemm lumayan ne buat jadiin jawbn dari tugas aye ……………

  26. bguuuuussssssssssssssssssssssss tooo

  27. Achmad Bastian,

    Alhamdulillah, , sekarang saya jadi faham perbedaan SK dan KD, sudah lama saya mencari-cari jawabannya… ternyata baru saya temukan di sini…Makasih ya mba..

  28. Enggar

    @Achmad Bastian: Sama-sama Pak. Terima kasih juga sudah mampir ke blog ini :) .

Leave a Reply

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.