Persiapan Lomba
Aneka 4 Comments »Hari ini saya dihubungi oleh SMPT untuk memberikan pendalaman materi untuk beberapa siswa. Mereka rencananya akan mengikuti lomba cerdas cermat, yang diikuti oleh seluruh sekolah terbuka yang ada di wilayah Bandung. Acara ini akan diadakan hari senin tanggal 23 Juni 2008. Karena waktu yang cukup sempit mungkin akan diteruskan esok hari. Sebenarnya tidak mendesak juga namun karena jadwal yang saling bertubrukan, saya sendiri harus mengajar di jakarta dan anak-anak juga persiapan UAS, maka baru hari ini disempatkan. Tadi mendapat laporan dari Ibu Galuh bahwa anak-anak tidak bisa menjawab pertanyaan TIK. Saya minta beberapa contoh soal yang pernah diuji tandingkan.
Murid-murid yang belajar hari ini tidak hanya berasal dari SMPT Firdaus, ada 3 anak yang berasal dari sekolah di daerah cisaranten (Saya agak lupa nama sekolahnya). SMPT Firdaus dan sekolah Cisaranten ini berasal dari sekolah induk yang sama, yaitu SMPN 8, jadi memang tidak masalah jika anak-anak dari kedua sekolah itu digabungkan. Dari SMPT Firdaus diwakili oleh Imam dan Yuli (kelas 7) serta Erni (kelas 8). Dari sekolah Cisaranten ada Fajar, Nina, dan Cyndi. Hari ini saya mencoba membahas latihan soal yang ada. Ternyata, anak-anak bisa menjawab beberapa pertanyaan yang saya berikan. Sebenarnya, saya pun yakin anak-anak ini bisa menjawab pertanyaan soal-soal tersebut. Tapi, memang ada satu masalah yang menurut saya cukup mengganggu, yaitu rasa percaya diri. Dan itu adalah pemandangan umum yang terjadi pada murid-murid saya di sini. Tidak hanya di SMPT Firdaus tapi juga anak-anak dari sekolah terbuka cisaranten serta murid-murid saya di Jakarta.
Ibu galuh pun mengatakan hal yang sama kepada saya. Beliau juga menanyakan bagaimana membangkitkan kepercayaan diri kepada anak-anak itu. Hmm. Saya yakin guru-guru lain telah menerapkan pendekatan belajar kepada mereka. Dan upaya itu tentulah tidak langsung terlihat. There is no instant solution. Butuh waktu tentu saja. Dan seperti yang saya katakan kepada mereka tadi, menang atau kalah itu tidak penting. Yang penting adalah mereka berani dan mau mencoba.
Oya, Bu Galuh sempat menceritakan murid-murid kita jatuh ketika menyadari suporter lawan sangat banyak. Nah, untuk rekan-rekan yang membantu mengajar di PBA, jika ingin datang memberikan semangat untuk murid-murid Anda bisa datang ke SMPN 51 di daerah Ciwastra. Acaranya jam 8. Insya Allah, saya berangkat dari sekolah untuk mendampingi mereka.


Recent Comments