Persoalan Dasar Putus Sekolah
Pendidikan June 3rd, 2008Hari ini saya teringat ucapan kepala sekolah yang menyatakan tingginya angka putus sekolah di tempat kami. Kembali juga saya terkenang usaha rekan guru untuk mengembalikan anak-anak itu ke sekolah. Bukan upaya yang mudah memang. Saya sendiri menyadari betapa sulitnya merangkul anak-anak itu.
Persoalan putus sekolah tidak hanya dialami sekolah ini. Di sekolah terbuka di Bandung kejadiannya pun sama. Di tengah-tengah KBM ada saja siswa yang berhenti. Setelah usaha guru membujuk, ada kalanya beberapa dari mereka kembali namun ada juga yang berhenti. Persoalan yang paling mendasar adalah ekonomi. Dengan alasan membantu orang tua. Ah, semester ini saya kehilangan dua siswa. Nyaris saja menjadi tiga. Alhamduilillah, ibu Ida tidak lelahnya mengunjungi dan berbicara dengan orang tua anak ini. Namanya Imam. Pendiam, namun termasuk yang paling pintar di kelas. Oya, dia akan mewakili sekolah kami untuk lomba cerdas cermat pertengahan bulan ini. Tidak penting menang atau kalah, tapi keberanian sekolah ini untuk tampil bersaing dengan sekolah umum adalah sesuatu yang luar biasa, bukan?
Kedua sekolah di atas sesungguhnya tidak jauh berbeda. Namun keberuntungan masih lebih banyak dimiliki sekolah di Jakarta ini. Mempunyai gedung, walaupun seadanya. Gratis juga. Tidak gratis penuh sih. Dari berbagai macam kalangan, tidak semuanya berada di lapisan bawah. Walaupun mungkin mayoritas adalah kelompok marjinal. Tapi, kenapa ya, tingkat putus sekolah sangat tinggi. Apa kira-kira penyebab dan bagaimana solusinya?


June 4th, 2008 at 5:34 pm
sekedar share.
aku dulu pernah diskusi ma bapakku tentang kenapa ada banyak orang yang enggan bersekolah. salah satu kesimpulan dari diskusinya, orang2 yang berani untuk sekolah adalah orang2 yang punya bakat dan kemauan untuk belajar. jadi, memang agak percuma kalo ngajarin orang yang nggak punya bakat dan kemauan untuk belajar. tetapi udah tugas kita sebagai orang yang punya akses ke ilmu, untuk menyadarkan dan mengajari mereka yang nggak seberuntung kita, setidaknya punya kesadaran, untuk belajar.
sukses yah mba perjuangannya untuk ngebuat pinter anak bangsa ini…!!!
June 6th, 2008 at 12:46 pm
kalo putus cinta ga jadi persoalan ya mbak??
hem… baru tau kalo ada kasus ini, hem… yup yup makasih infonya, nambah masuk ke list i want to do
June 6th, 2008 at 5:23 pm
Yudha:
Tak ada yang sia-sia, Yudha :). Dan perjuangan untuk membuat pintar anak bangsa ini tugas kita semua.
Wisnu:
Putus cinta? Yah, bolehlah sedih, tapi sebentar aja ya. jangan lama-lama :). Yup, Wisnu. Thks.