2 Mei
Pendidikan May 1st, 2008ing ngarso sung tulodo — di depan memberi teladan
ing madyo mangun karso — di tengah membangun karya
tut wuri handayani — di belakang memberi dorongan (Ki Hadjar Dewantara).
Guru, adalah sosok yang diharapkan dapat menjadi panutan bagi anak didik. Itu tentu. Maka ketika ada suatu kondisi dimana seorang guru melakukan penyimpangan, yang tercoreng namanya adalah semua guru dan institusi yang terkait di dalamnya. (walaupun semua generalisasi itu pasti salah, hm, saya setuju kalimat ini :). Saya tidak menampik kenyataan bahwa dalam praktiknya masih banyak ditemui guru-guru yang mengajar dan mendidik dengan cara-cara yang feodal. Dan bukan perkara mudah untuk mengubah kultur yang sudah turun temurun dan mendarah daging. Untuk mengubah kebiasaan tersebut tidak semudah membalik telapak tangan. Tentu akan banyak ditemui hambatan. Tidak saja dari komunitas guru itu sendiri tapi juga anak didik.
Semoga semua rintangan yang ada dapat kita lalui bersama. Guru, teruslah belajar, berubah setiap waktu menuju ke arah yang lebih baik. Selamat hari pendidikan nasional.
ps: Buat murid-murid saya yang akan mengikuti UAN hari senin, selamat belajar, jangan lupa berdoa. Semoga semuanya berjalan lancar.



May 2nd, 2008 at 6:34 am
Hari Pendidikan Nasional….kenapa ya kalau Hardiknas, selalu guru sekolah saja yang disebut. Bukankah orangtua juga guru untuk anaknya, boss adalah guru untuk anak buahnya, jendral adalah guru untuk prajuritnya, kakak adalah guru untuk adik-adiknya, presiden adalah guru untuk menterinya, gubernur adalah guru untuk bupati, anggota DPR adalah guru untuk rakyatnya…dst..dst. Jadi…jangan selalu salahkan “guru sekolah” saja. Bagaimana anaknya mau baik kalau orangtuanya tidak bertingkah baik, bagaimana anak buah berkinerja bagus kalau bossnya tidak dapat menjadi guru yang patut dicontoh, bagaimana rakyat mau tertib hukum kalau anggota DPR malah memberi contoh merusak hukum? Anyway…selamat Hardiknas buat yang merasa merayakan.
May 2nd, 2008 at 8:03 am
Betul itu Pak. Guru adalah semua orang yang berperan dalam hidup kita. Orang tua, kakak, pimpinan, presiden. Siapapun. So, berubah untuk menjadi yang lebih baik adalah tugas kita semua.
May 2nd, 2008 at 9:43 am
yups, perlu ada perubahan paradigma dan perubahan kultural, bu enggar, dan itu tampaknya bukan hal yang mudah. jumlah guru di negeri kita mencapai sekitar 3 juta-an. mereka berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. utk itu, perlu dimulai dari diri kita masing2. pendekatan behaviouor yang cenderung memperlakukan anak bagaikan tong sampah ilmu pengetahuan perlu diubah dg pedekatan konstruktivistik yang membangkitkan motivasi anak untuk menemukan sendiri. mudah2an ke depan dunia pendidikan kita lebih baik. selamat hardiknas, bu.
May 3rd, 2008 at 7:26 am
Kasihan Adik adik yang menempuh ujian ya…Stres .
Kok gitu sih dulu saya enggak Je…
Thanks
May 6th, 2008 at 12:26 pm
Belajar adalah guru sesungguhnya, guru sejati guru yang selalu belajar.
May 8th, 2008 at 3:06 pm
Sawali:
Setuju, Pak.
Latip:
Ya, mungkin kita semua lupa tujuan pendidikan yang sebenarnya.
Ersis:
Setuju sekali, Pak Ersis.
May 12th, 2008 at 1:53 am
gimana bu jadinya murid muridnya?
hm…
agak miris banget liat berita kemarin ada anak SMP begitu beres UAN langsung meninggal gara gara jantungan saking stresnya…
OMIGOD!
pendidikan ko jadi kaya siksa?
May 14th, 2008 at 3:48 pm
Murid-murid saya sudah UN kemarin. Minggu ini mereka tes ujian praktik dan 2 minggu lagi UAS.