Bandung

Kali ini saya menjadi pembicara untuk guru-guru di sekolah dasar Assalam di kota Bandung. Kota yang saya kunjungi ketika weekend :). Tema hari ini adalah Pembelajaran Berbasis Multimedia. Ditemani Bapak Agus, untuk Asmen kota Bandung, Bapak Irdan dari Marcom, Bapak Yanto untuk GL dan Bapak Rian untuk sales, dari Erlangga Bandung.

Acara ini berlangsung dari jam 8 sampai 12.30. Saya kagum lho dengan partisipasi dan kesediaan Bapak Ibu guru untuk datang menghadiri pelatihan di hari mingggu. Terima kasih untuk Bapak Ibu guru.

sda1.jpg sda4.jpg

Pertama, agar suasana tidak tegang saya berikan permainan dulu :). Selanjutnya, saya mulai dengan memaparkan revolusi pembelajaran dan peranan multimedia dalam proses belajar mengajar. Selanjutnya, menampilkan beberapa contoh multimedia pembelajaran yang dapat dibuat sendiri dan yang bisa diperoleh dari internet secara gratis. Dilanjutkan dengan tanya jawab. Yang sangat membahagiakan ternyata Bapak dan Ibu guru ini sangat antusias sekali. Pertanyaan mereka bagus-bagus. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Apakah semua materi pelajaran harus menggunakan multimedia?
  2. Bagaimana menumbuhkan kemandirian anak ketika belajar multimedia?
  3. Pernahkah Ibu meneliti untuk melihat dampak dari lulusan anak-anak yang di sekolahnya menggunakan multimedia dengan yang tidak menggunakan multimedia?
  4. Apa yang perlu dipersiapkan untuk membuat multimedia pelajaran?
  5. Perangkat apa yang diperlukan?

Masih ada beberapa pertanyaan lainnya tapi saya agak lupa. Berikut ini jawaban yang telah saya uraikan dalam pertemuan tadi pagi. Saya mencoba untuk merangkum dan menuliskan kembali di sini.

  1. Menurut saya tidak semua materi pelajaran harus menggunakan multimedia. Bapak dan Ibu lebih mengetahui kira-kira materi apa yang terasa sulit bagi siswa. Perangkat TI hanyalah alat bantu. (Mengutip juga saran dari pak Joko sebelumnya di tulisan yang lain, thks Pak).
  2. Kembali ke tujuan awal dari adanya pelajaran komputer. Bukan untuk mencetak anak agar menjadi programer, desainer, dan sebagainya. Mengenalkan komputer pada anak sejak dini dimaksudkan untuk melatih mereka bernalar. Melatih kemandirian dan dapat mengambil keputusan. Tentu prosesnya tidak instan. Dimana penggunaan multimedia dengan TIK mengambil peran? Contoh sederhana, biarkan anak bereksplorasi ketika menggunakan CD permainan.
  3. Saya tidak pernah melakukan penelitian untuk melihat dampak lulusan dari anak-anak yang di sekolahnya belajar dengan menggunakan multimedia atau tidak. Yang saya perhatikan adalah, anak-anak yang sejak kecil telah dikenalkan kepada TIK maka mereka akan lebih mudah beradaptasi. Mereka tidak merasa takut atau canggung untuk menggunakan teknologi. Terutama karena dewasa ini teknologi informasi dan komunikasi banyak ditemui di sekitar mereka. Manfaat lainnya bisa dilihat di no. 3.
  4. dan 5. Apa yang perlu dipersiapkan? Perangkat apa saja yang dibutuhkan? Hm, kemauan dan keinginan untuk belajar :). Bapak Ibu, kenapa saya menjawab seperti itu? Banyak saya temui rekan guru yang belum-belum sudah menyerah, merasa tidak bisa dan akhirnya mutung di tengah jalan. Saya tidak ingin membuat sebuah persyaratan yang terdengar berat untuk tahap awal. Tidak ada yang sulit selama Bapak Ibu mau mencoba. Jika syarat pertama sudah Bapak Ibu punyai yang berikutnya adalah membiasakan diri untuk mengenal dan menggunakan komputer. Untuk guru sendiri kalau saya tidak salah ada 3 program yang bisa dipelajari. Ketiga nya ini menunjang untuk pekerjaan Bapak dan Ibu sebagai guru: yaitu, pengolah kata, pengolah angka, dan pembuat presentasi. Untuk membuat multimedia pembelajaran yang sederhana dapat menggunakan program pembuat presentasi. Sebelum memulai membuat multimedia pembelajaran, Bapak dan Ibu bisa mempersiapkan materi apa yang akan dibuat. Melengkapi gambar dan perangkat lain yang dibutuhkan. Intinya, buat yang sederhana saja dulu.
  5. Untuk story board dan lain-lain, insya Allah di lain waktu ya Bapak dan Ibu.

Setelah sesi diskusi dan tanya jawab dilanjutkan dengan praktik pembuatan multimedia pembelajaran di lab multimedia. Di sini saya memberikan contoh membuat multimedia pembelajaran dengan program pembuat presentasi. Praktik ini juga diikuti oleh guru-guru. Tidak sulit ‘kan, Bapak Ibu guru? Selanjutnya, saya mengenalkan cara mencari informasi di Internet. Kemudian men-download klip video pembelajaran dari youtube agar dapat ditayangkan secara offline. Banyak sekali video pembelajaran yang dapat diperoleh melalui youtube, seperti terjadinya pemanasan global, siklus air, kesenian, mengenal kebudayaan daerah, dan lain-lain. Ini semua dapat diperoleh secara gratis. Lebih baik dibanding mengcopy secara illegal kan? :). Meng-unduh gambar dari situs microsoft. Dan beberapa teori serta praktik untuk menerapkan pembelajaran multimedia di kelas.

Acara berakhir jam 12.30. Ngborol-ngobrol sebentar dengan bapak kepala sekolah. Terima kasih buat semuanya.
Oh ya, ada yang ingin saya share sedikit. Saya melihat sekolah-sekolah yang sudah mempunyai lab multimedia pun sebenarnya masih mencari bentuk, seperti apa sih pembelajaran dengan multimedia itu? Ada yang menggunakan lab multimedia sebagai tempat untuk guru dan siswa mencari informasi yang berkaitan dengan pembelajaran. Ada juga anak-anak yang masuk ke lab kemudian di sana sudah terinstal CD interaktif. Ada guru yang menjaga mereka. Setelah bermain, selesai.

Saya pernah membaca sebuah artikel bagus dari internet, yang menceritakan seorang guru Malcolm Thompson dari sekolah Dalton di New York, ketika mengajarkan astronomi. Tujuh komputer di kelas itu secara real time menayangkan jagat raya hasil amatan teleskop Observatorium Palomar di California. Selanjutnya, dengan bantuan piranti perangkat lunak, para murid diminta memilih tiga bintang dan menghitung kekuatan cahaya serta suhunya.

Menarik, bukan? Anak tidak sekedar mencari informasi tapi bagaimana mengolah dan memanfaatkannya. Nah, Bapak dan Ibu tanpa bermaksud promosi (walaupun promosi juga judulnya, *halah* 🙂 ) saya meniru langkah ini. Saya mencoba mengaplikasikan serta menuliskannya di buku TIK yang baru. Mudah-mudahan ini dapat memberikan ide, gagasan serta kreatifitas dari rekan-rekan guru. Jika Anda ingin melihat contohnya, dapat di-unduh melalui halaman erlangga yang ada di sini. Ada di kategori modul tambahan TIK SD (nama file-nya adalah internet). Mudah-mudahan bermanfaat.

Contoh multimedia pembelajaran yang saya buat untuk melengkapi presentasi di SD Assalaam ini dapat di-unduh di sini. Beberapa tema diantaranya adalah siklus air, daur hidup kupu-kupu, dan menghitung luas persegi panjang.

10 thoughts on “Bandung

  1. Mabk enggar, ini catur..

    oo pantesan gak bisa dateng ke acara bebersih batagor, lagi ada acara juga yah, oia mau minjem bukunya lupa ya,hihihi, ntarlah catur mampir ke rumah kan rumah catur juga sama2 di antapani ini

  2. Thanks ya Bu Enggar…atas kesediaannya memenuhi undangan SD Assalam. Saya kira mereka (guru-2 di Assalam) memperoleh narasumber yang sangat tepat. Kapan-kapan kita atur jadwal joint visit ke sekolah ini ya Bu.

  3. Chatoer:
    Ok. Tapi kontak dulu sebelum ke rumah ya :).
    Dian:
    Lho, rumah Dian di dekat situ toh? Jadi Sasakgantung itu dekat lengkong? Walah, nggak tau aku. Kalau tau sih mampir deh :).
    Pak Joko:
    Sama-sama Pak. Bapak bisa aja :), tapi mudah-mudahan sih saya tidak mengecewakan mereka. Ok Pak :).

  4. Wah, hebat nich. Jika sarana yang digunakan guru untuk mengajar menggunakan sarana multimedia, diharapkan siswa akan lebih mudah menerima materi pelajaran dan bisa menghilangkan rasa jenuh. Apalagi jika menggunakan multimedia pembelajaran interaktif.

  5. wah gila banget sampe kayak gitu ruang belajar di sana yah…belajar jagad raya dgn data data yg akurat serta kemudahan yg luar biasa… indonesia secepatnya deh nyusul, itu pasti!

  6. Saya selalu menikmati apabila Ibu Enggar menulis laporan mengenai perjalanannya melatih para pendidik.
    TIK atau ICT memang bukan segalanya, lebih penting membuat anak lebih dahulu percaya diri dan mau bekerja sama serta banyak sekali perilaku yang menunjang mereka sebagai pembelajar.

  7. Edi:
    Semoga, Pak.
    Uwiuw:
    Insya Allah.
    Agus:
    Setuju, Pak. Saya juga senang bisa mendapat kesempatan berbagi dengan mereka. Saya pun belajar dari guru-guru itu. Dan senangnya, guru-guru yang saya temui mempunyai antusiasme yang tinggi untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Salut untuk mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *