<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Purwokerto</title>
	<atom:link href="http://enggar.net/2008/02/27/purwokerto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://enggar.net/2008/02/27/purwokerto/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 May 2012 06:21:11 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Joko Sutrisno</title>
		<link>http://enggar.net/2008/02/27/purwokerto/#comment-476</link>
		<dc:creator>Joko Sutrisno</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 01:35:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/02/27/purwokerto/#comment-476</guid>
		<description>Waduh...bukunya banyak tuh Bu! Tapi ibu bisa cek ke situs berikut:

http://www.ala.org/ala/aasl/aaslpubsandjournals/slmrb/editorschoiceb/infopower/selectkozmahtml.cfm

Nah...di situ kan banyak artikel-artikel rujukan. Asal nggak bosen search-nya saja Bu.

Thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waduh&#8230;bukunya banyak tuh Bu! Tapi ibu bisa cek ke situs berikut:</p>
<p><a href="http://www.ala.org/ala/aasl/aaslpubsandjournals/slmrb/editorschoiceb/infopower/selectkozmahtml.cfm" rel="nofollow">http://www.ala.org/ala/aasl/aaslpubsandjournals/slmrb/editorschoiceb/infopower/selectkozmahtml.cfm</a></p>
<p>Nah&#8230;di situ kan banyak artikel-artikel rujukan. Asal nggak bosen search-nya saja Bu.</p>
<p>Thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Enggar</title>
		<link>http://enggar.net/2008/02/27/purwokerto/#comment-475</link>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 13:04:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/02/27/purwokerto/#comment-475</guid>
		<description>Thanks sarannya, Pak. Boleh nggak saya tahu judul bukunya? pengin ikutan baca juga :).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks sarannya, Pak. Boleh nggak saya tahu judul bukunya? pengin ikutan baca juga <img src='http://enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Joko Sutrisno</title>
		<link>http://enggar.net/2008/02/27/purwokerto/#comment-474</link>
		<dc:creator>Joko Sutrisno</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 05:08:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://enggar.net/2008/02/27/purwokerto/#comment-474</guid>
		<description>Bu Enggar, mungkin harus diingatkan ke teman-teman guru, bahwa tidak selalu multimedia itu meningkatkan kegiatan belajar (learning). Ada 2 kubu yang berlawanan dalam hal ini, yaitu kubu Robert Kozma dan kubu Richard Clark. Clark  berpendapat bahwa media tidak berpengaruh terhadap kegiatan belajar. Menurutnya, media hanya merupakan “kendaraan” untuk kegiatan belajar, sedangkan yang berpengaruh terhadap kegiatan belajar adalah metode yang digunakan. Clark setuju dengan pendapat bahwa media baru yang digunakan dalam kegiatan belajar akan berpengaruh terhadap kegiatan belajar seorang pembelajar, tetapi begitu pembelajar tersebut sudah terbiasa dengan media baru itu, maka pengaruh dari media tersebut sudah tidak ada lagi. Kozma berpendapat bahwa media dapat meningkatkan kegiatan belajar. Media dapat membantu membuat “model mental” yang lebih baik sehingga membantu pemahaman seorang pembelajar. Sebagai contoh, sebuah buku yang berisi teks saja mensyaratkan kita untuk memiliki pengetahuan awal tentang apa yang dibahas di dalam buku tersebut supaya kita bisa membuat “model mental”. Tanpa pengetahuan awal (prior knowledge) tentang materi yang dibahas, “model mental” yang dibuat bisa jadi tidak akurat. Ketika pada buku tersebut juga disertakan gambar, maka pembelajar akan lebih mudah membuat “model mental” yang lebih lengkap dan tepat. Dengan demikian, melalui media, seorang pembelajar memiliki kemampuan untuk menjelajahi tempat-tempat, di dalam dunia virtualnya, yang mungkin tidak akan pernah dilihatnya secara langsung. Artinya, media meningkatkan kemampuan manusia untuk belajar.

Dengan demikian, tidak harus seluruh pembelajaran dilakukan dengan multimedia. Kalau dengan media teks saja sudah cukup jelas, kenapa harus dengan multimedia? Ibaratnya, kalau memasang paku kecil ya nggak perlu palu yang besar..hehehe. Sukses selalu ya Bu Enggar.

Joko Sutrisno</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bu Enggar, mungkin harus diingatkan ke teman-teman guru, bahwa tidak selalu multimedia itu meningkatkan kegiatan belajar (learning). Ada 2 kubu yang berlawanan dalam hal ini, yaitu kubu Robert Kozma dan kubu Richard Clark. Clark  berpendapat bahwa media tidak berpengaruh terhadap kegiatan belajar. Menurutnya, media hanya merupakan “kendaraan” untuk kegiatan belajar, sedangkan yang berpengaruh terhadap kegiatan belajar adalah metode yang digunakan. Clark setuju dengan pendapat bahwa media baru yang digunakan dalam kegiatan belajar akan berpengaruh terhadap kegiatan belajar seorang pembelajar, tetapi begitu pembelajar tersebut sudah terbiasa dengan media baru itu, maka pengaruh dari media tersebut sudah tidak ada lagi. Kozma berpendapat bahwa media dapat meningkatkan kegiatan belajar. Media dapat membantu membuat “model mental” yang lebih baik sehingga membantu pemahaman seorang pembelajar. Sebagai contoh, sebuah buku yang berisi teks saja mensyaratkan kita untuk memiliki pengetahuan awal tentang apa yang dibahas di dalam buku tersebut supaya kita bisa membuat “model mental”. Tanpa pengetahuan awal (prior knowledge) tentang materi yang dibahas, “model mental” yang dibuat bisa jadi tidak akurat. Ketika pada buku tersebut juga disertakan gambar, maka pembelajar akan lebih mudah membuat “model mental” yang lebih lengkap dan tepat. Dengan demikian, melalui media, seorang pembelajar memiliki kemampuan untuk menjelajahi tempat-tempat, di dalam dunia virtualnya, yang mungkin tidak akan pernah dilihatnya secara langsung. Artinya, media meningkatkan kemampuan manusia untuk belajar.</p>
<p>Dengan demikian, tidak harus seluruh pembelajaran dilakukan dengan multimedia. Kalau dengan media teks saja sudah cukup jelas, kenapa harus dengan multimedia? Ibaratnya, kalau memasang paku kecil ya nggak perlu palu yang besar..hehehe. Sukses selalu ya Bu Enggar.</p>
<p>Joko Sutrisno</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

